1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

lempar isu september horor, ekh ASING/aseng DAHSYAT : 150909 15 September 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 5:33 pm

Selasa, 15/09/2009 17:31 WIB
Asing Borong Saham Senilai Rp 1,049 Triliun
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Transaksi pembelian saham oleh investor-investor asing mencapai Rp 1,049 triliun atau sekitar 24,06% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebesar Rp 4,359 triliun pada perdagangan hari ini, Selasa (15/9/2009).

Demikian berdasarkan data transaksi BEI seperti dikutip detikFinance, Selasa (15/9/2009).

IHSG ditutup di level 2.420,109, naik 37,407 (1,56%) dari penutupan kemarin. Total nilai transaksi di BEI hari ini mencapai Rp 4,359 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 4,349 triliun merupakan transaksi jual beli saham di lantai bursa, terdiri atas transaksi di pasar tunai (TN) Rp 4,59 miliar, transaksi di pasar negosiasi (NG) sebesar Rp 285,148 miliar dan pasar reguler (RG) sebesar Rp 4,070 triliun.

Total volume saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 9,045 juta lot atau 4,522 miliar saham.

Transaksi pembelian asing hari ini mencapai Rp 1,049 triliun terdiri atas pembelian sebesar Rp 145,548 miliar di pasar negosiasi (NG) dan pembelian sebesar Rp 904,256 miliar di pasar reguler (RG).

Volume saham yang dibeli asing mencapai 1,069 juta lot atau sebanyak 534,501 juta saham atau sekitar 11,82% dari volume saham yang diperdagangkan hari ini.

Melihat dari porsi nilai transaksi asing terhadap total nilai transaksi yang mencapai 24,06%, sedangkan porsi volume pembelian asing terhadap total volume yang diperdagangkan hanya mencapai 11,82%, dapat diambil kesimpulan bahwa asing banyak masuk melakukan pembelian pada saham-saham mahal.
(dro/qom)

Diborong Broker Asing, Saham Bumi Melonjak
Pada akhir transaksi hari ini, harga saham Bumi menguat Rp 125 (4,03 persen) ke 3.225.
SELASA, 15 SEPTEMBER 2009, 17:27 WIB
Arinto Tri Wibowo

ilustrasi pertambangan
BERITA TERKAIT
Credit Suisse Borong Saham Bumi Rp 151 Miliar
Asing Akumulasi, Saham Bumi Justru Terpuruk
CLSA Beli Rp 12 Miliar, BUMI Tak Beranjak
JP Morgan Borong Saham Bumi Rp 180,7 Miliar
Saham Bakrie Kuasai 49% Volume Transaksi
Web Tools

VIVAnews – Aksi beli sejumlah broker asing selama transaksi Selasa 15 September 2009 memicu lonjakan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Pada akhir transaksi hari ini, harga saham Bumi Resources menguat Rp 125 (4,03 persen) ke posisi Rp 3.225. Volume saham berpindah tangan mencapai 1,05 juta lot saham senilai Rp 1,71 triliun dengan frekuensi 15.211 kali.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperoleh melalui Home Online Trading System (HOTS) eTrading, PT CIMB Securities Indonesia (YU) tercatat memborong saham Bumi senilai Rp 105,43 miliar sebanyak 64,9 ribu lot pada harga rata-rata Rp 3.249,07.

Selain itu, CLSA Indonesia (KZ) mengoleksi saham Bumi Resources senilai Rp 91,85 miliar sebanyak 56,99 ribu lot pada harga rata-rata Rp 3.223,06.

Selanjutnya, broker dengan kode perdagangan BK, yaitu PT JP Morgan Securities Indonesia membeli saham Bumi sebanyak 56,9 ribu lot senilai Rp 91,67 miliar. JP Morgan mengakumulasi saham Bumi pada harga rata-rata Rp 3.222,23.

Meski demikian, JP Morgan Securities Indonesia juga menjual saham Bumi senilai Rp 3,46 miliar sebanyak 2.100 lot pada harga rata-rata Rp 3.297,98.

Sementara itu, CIMB Securities Indonesia melepas saham Bumi sebanyak 34,13 ribu lot senilai Rp 55,59 miliar pada harga rata-rata Rp 3.257,58.

CLSA juga menjual saham tambang grup Bakrie itu sebanyak 3.737 lot senilai Rp 6,09 miliar pada harga rata-rata Rp 3.263,8.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
15/09/2009 – 16:53
BUMI Rajai Bursa Saham
Asteria

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak level tertinggi baru sepanjang tahun ini. Sentimen positif berasal dari bursa global serta naiknya harga minyak mentah. BUMI menjadi penguasa pasar dengan kontribusi mencapai 39,5%.

IHSG pada perdagangan Selasa (15/9) ditutup naik sebesar 1,57% ke level 2.420, 109. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 tercatat naik sebesar 1,83% ke level 472,532 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,16% menjadi 395,84.

Bursa saham Indonesia dibuka menguat 0,80% ke level 2.401dan terus merambat naik sesi siang bertengger di angka 2.409. Membaiknya bursa regional serta derasnya aksi beli pelaku pasar akhirnya mengantarkan indeks ke 2.420.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG ditutup menguat dipicu positifnya bursa Wall Street dan mixednya bursa regional. Pulihnya outlook perekonomian global kembali mendongkrak optimisme pasar.

“Mereka pun memburu saham unggulan yang tertekan kemarin,” katanya.

Bursa Wall Street ditutup naik, dengan indeks Dow Jones menguat 0,22%, S&P 500 naik 0,63%, dan Nasdaq naik 0,52%.

Selain itu, sentimen positif juga berasal dari prediksi Bank Dunia yang menaikkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 menjadi 4,3% dari sebelumnya 3,4%. Sedangkan untuk 2010 diperkirakan mencapai 5,4%.

Bank Dunia menilai pemulihan ekonomi Indonesia lebih cepat dibandingkan negara lain. “Hal ini terindikasi dari kuatnya konsumsi domestik di tengah krisis ekonomi, seiring belanja kampanye pemilu dan peningkatan kinerja perdagangan,” paparnya.

Sedangkan pergerakan harga minyak dunia yang terpantau terus menguat mendekati level US$ 70 per barel, juga menopang penguatan saham-saham berbasis pertambangan unggulan. Harga minyak WTI sore ini terpantau naik US$ 69,17 (0,45%) menjadi US$ 0,310 per barel, setelah dinihari tadi masih berada di level US$ 68,86 per barel.

Semua sektor saham tampak menguat, dengan sektor aneka industri melesat 6,3%, disusul sektor tambang naik 2,5%, manufaktur 2,2%, infrastuktur 1,6%, finansial 0,9%, perdagangan 0,6%, properti dan perkebunan 0,2%, konsumer 1,6%, dan industri dasar 0,13%.

Saham PT Bumi Resources (BUMI) mendominasi penguatan bursa, dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,7 triliun, atau 35% dari total transaksi bursa. Emiten ini ditutup naik Rp 125 (4,03%) menjadi Rp 3.225. Saham BUMI melesat setelah China Investment Corporation (CIC) dikabarkan mengincar obligasi dan warannya senilai Rp 19 triliun.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini mencatat volume transaksi sebesar 4,716 miliar saham, senilai Rp 4,359 triliun dengan frekuensi 90.764 kali. Sebanyak 132 saham naik, 58 saham turun, dan 71 saham stagnan.

Emiten-emiten yang mengalami penguatan terbesar antara lain PT Astra International (ASII) naik Rp 2.400 ke Rp 33.850, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.100 ke Rp 14.800, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 24.300, PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 14.000, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 7.450, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 100 ke Rp 3.700, dan PT Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.400.

Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT HM Sampoerna turun Rp 150 ke level Rp 10.050, PT Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 75 ke Rp 3.900, PT United Tractor (UNTR) turun Rp 50 ke Rp 13.950, PT Indocement (INTP) turun Rp 50 ke Rp 10.000, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 25 ke Rp 2.000, PT Holcim Indonesia (SMCB) turun Rp 10 menjadi Rp 1.300, dan PT Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp 10 menjadi Rp 700.

Bursa regional berakhir mixed, terangkat dari koreksinya kemarin. Bursa Tokyo ditutup menguat dipicu aksi beli investor. Indeks Nikkei naik 15,56 poin (0,2%) ke level 10.217,62. Sedangkan indeks Topix turun 1,53 poin (0,2%) pada level 932,52 akibat kekhawatiran penurunan harga baja yang menekan saham produsen baja.

Bursa saham Korea ditutup menguat dipimpin sektor finansial dengan harapan membaiknya laporan keuangan kuartal ketiga. Indeks Kospi naik 18,49 poin (1,1%) pada level 1.653,40, tertinggi sejak Juli 2008.

Indeks Hang Seng melemah 65,83 poin (0,31%) ke level 20.866,37, indeks S&P/ASX naik 9,2 poin (0,20%) ke level 4.540,3 dan indeks Straits Times melemah 0,70 (0,03%) di posisi 2.639,04.

Bursa saham China naik untuk sesi ketiganya dan ditutup pada angka tinggi terbaru. Indeks komposit Shanghai naik 6,99 poin (0,2%) menjadi 3.033,73 dan indeks Shenzhen naik 8,39 poin (0,8%) menjadi 1.049,72. [E1]

September Bulan “Horror” Untuk Pasar Saham?
Minggu, 06 September 2009 10:00 WIB
(Vibiznews – Economy) – Bulan September murupakan bulan yang menakutkan bagi para investor saham. Sejarah mencatat bahwa di bulan September ini terjadi crash bursa saham (06/09).

Masih segar dalam ingatan kita bersama bahwa pada bulan September 2008 lalu Lehman Brothers mengalami kebangkrutan dan sejak saat itu bursa saham berangsur-angsur memburuk. Pada bulan September tahun 2008 tersebut tercatat bahwa indeks S&P 500 di bursa Wall Street meluncur tajam hingga ke bulan November. Tercatat bahwa pada tanggal 2 September 2008 S&P 500 berada di posisi 1277 poin. Hingga tanggal 20 November 2008 S&P mengalami penurunan sebesar 41% ke posisi 752 poin.

Kondisi yang tidak kalah sadisnya terjadi di bursa saham lokal. Per tanggal 1 September 2008 IHSG berada di level 2164 poin. Indeks saham utama di Indonesia ini anjlok sebesar 48% hanya dalam jangka waktu dua bulan saja. Per tanggal 29 Oktober 2008 tercatat IHSG mencapai titik nadirnya di level 1113 poin.

Ternyata mitos September ini tidak hanya terjadi satu kali saja. Sejarah mencatatkan bahwa pada bulan September tahun 2002 pasar saham AS juga dilanda penurunan yang tajam. Hingga bulan Oktober bursa saham mencapai titik nadirnya saat itu. Lalu pada saat terjadi krisis keuangan tahun 1998 penurunan terbesar juga terjadi pada bulan September yang diawali dari akhir Agustus.

Crash bursa tahun 1987 yang terkenal memang terjadi di bulan Oktober, akan tetapi nyatanya sejak bulan September telah terjadi penurunan yang cukup gradual yang memicu crash tersebut. Dan ternyata sejarah kelan bulan September sudah terjadi jauh hingga ke tahun 1931 saat bearawalnya Depresi Hebat. Pada bulan September 1931 tersebut indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 30%.

Aksi terorisme yang dikenal dengan istilah 9/11 terjadi di bulan September. Memang hal ini secara langsung menyebabkan anjloknya bursa saham AS saat itu. Akan tetapi patut dicatat bahwa bursa saham AS saat itu memang sudah panas. Dua minggu sebelum terjadinya peristiwa tersebut indeks S&P 500 telah mengalami penurunan sebesar 7%.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Professor Kenneth French dari Universitas Darthmouth menemukan bahwa sejak tahun 1926 para investor biasanya mengalami kerugian rata-rata 1% selama bulan September. September adalah satu-satunya bulan di mana rata-rata imbal hasil di bursa saham negatif. Sementara itu untuk 11 bulan lainnya para investor membukukan kenaikan imbal hasil rata-rata sebesar 1%.

Lalu apakah alasan yang cukup akademis mengenai fenomena ini? Salah satu alasan yang masuk akal adalah bahwa bahwa perusahaan-perusahaan biasanya menjual sahamnya sebelum tutup buku pada tanggal 31 Oktober. Meskipun sebagian besar mitos September itu tampaknya terjadi karena para investor memilih untuk keluar dari pasar untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Lalu apakah bulan September 2009 ini akan kembali menjadi September kelabu, terutama bagi para investor dalam negeri? Tampaknya memang akan ada terjadi koreksi di bursa saham setelah selama tahun 2009 ini mengalami peningkatan lebih dari 60%. Akan tetapi bursa lokal dinilai tidak akan mengalami crash seprti yang terjadi pada September tahun lalu. Pasalnya di bulan Oktober mendatang Indonesia menantikan kabinet baru yang diprediksi akan pro pasar. Kondisi ini, terlebih lagi sinyal-sinyal perbaikan ekonomi yang cukup kuat di seluruh dunia, akan mengakibatkan koreksi yang terjadi di bulan September ini tidak akan terlalu kelabu.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s