1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

apa itu CARRY TRADE… 17 September 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 11:00 pm

carry trade itu sebuah cara mencari LABA oleh investor melalui investasi di negara lain yang memberikan LABA lebih besar daripada di negeri sendiri … biasanya LABA yang dimaksudkan adalah SUKU BUNGA SIMPANAN atawa YIELDS/IMBAL HASIL dari SURAT UTANG NEGARA/KORPORASI (obligasi) dari negara2 yang memang memberikan suku bunga atawa imbal hasil yang LEBIH TINGGI … contoh: imbal hasil INDONESIA saat ini di obligasi negara sekitar 10-12% p.a. tergantung jangka waktu berapa tahun; sementara untuk imbal hasil obligasi korporasi bisa mencapai 16% p.a. … bandingkan dengan imbal hasil di amrik: MAKSIMUM 4% p.a. untuk obligasi bank sentral, sementara untuk korporasi bisa mencapai 6% p.a. … berarti akan ada arus UANG PANAS dari amrik ke indo … itu sebabnya Rupiah menguat, bursa saham menguat, bursa obligasi negara/korporasi indo menguat … tapi imbasnya buruk pada ekspor indo: karena produk indo menjadi MAHAL … secara ekonomi global itu akan berakibat menekan angka ekspor indo … lalu Rupiah akan melemah lagi … nah, ketika tren itu terjadi, maka investor asing akan buru2 melepas Rupiah .. investor asing akan mencari imbal hasil yang sedikit lebih rendah di negara2 laen, sehingga arus uang panas berbalik arah dari indo ke luar, Rp pun melemah lagi … begitu kira2 mekanisme kejadian Carry Trade …
… contoh yang nyata adalah tren Yen terhadap Australian Dollar atawa New Zealand Dollar … saat suku bunga oz di atas 5% p.a. Yen melemah terhadap AU$, namun setelah suku bunga oz turun di bawah 3% Yen mulai menguat lage, namun di obligasi oz masih ada investor jepang seh … namun saat ini jelas ada tren penguatan Yen, yang sebenarnya DIBENCI oleh eksportir dan pemerintah jepang sendiri …
… selamat merayakan hari raya idul fitri … maapin kalo ada ocehan dan prediksi gw yang ngaco 😛
… tgl 20-09-2009 : ditetapkan 1 syawal 1430 H …

Kamis, 17/09/2009 09:33 WIB
Rating Utang Meningkat, Hot Money Mengalir
Herdaru Purnomo – detikFinance

Foto: dok.detikFinance Jakarta – Kenaikan rating atau peringkat atas utang luar negeri RI dari Ba3 menjadi Ba2 memberikan sentimen yang baik bagi investor asing, hal ini bisa mengundang aliran dana asing yang bersifat hot money masuk dengan cepat.

Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, perbaikan peringkat tersebut sudah mulai terlihat dampaknya dari penguatan nilai tukar rupiah, yang menandakan banyaknya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia.

“Tidak seperti rating sebelumnya, rating kali ini akan membuat aliran hot money masuk ke Indonesia dengan cepat,” cetusnya kepada detikFinance di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis malam(17/9/2009).

Budi Mulya mengungkapkan penguatan rupiah yang terjadi pada penutupan perdagangan kemarin merupakan sebuah ‘special surprise’ .

“Hal ini sangat didukung oleh rating yang dikeluarkan oleh Moody’s dan merupakan nilai terendah sejak Oktober 2008. Itu sangat bagus,” katanya.

Budi Mulya menegaskan, faktor globalnya penguatan rupiah ditandai dengan pertumbuhan perekonomian yang sudah ‘on track recovery’ .

“Tidak hanya di regional namun di pasar global pun asing melihat pasar Indonesia semakin baik sehingga sentimen postif ini membuat nilai tukar rupiah ke depannya akan terus menguat,” ungkapnya.

Deputi Gubernur BI Hartadi juga mengatakan sentimen positif mata uang dunia dibanding dolar AS membuat investor mencari alternatif penanaman di negara-negara yang mempunyai prospek baik.

“Indonesia menjadi salah satu pilihan karena asesmen yang baik. Ke depan dengan perbaikan menuju investment grade ini akan memudahkan akses pasar bagi pembiayaan pembangunan dan kegiatan di sektor riil,” tutupnya.

(dru/dnl)
… hati2 dengan pemeringkatan asing juga lho :
Moody’s accused of issuing inflated ratings: report
Wed Sep 23, 2009 5:55am EDT
(Reuters) – A former analyst with Moody’s Corp has accused the credit ratings agency of issuing inflated ratings, and has taken his concerns to U.S. congressional investigators, the Wall Street Journal reported on Wednesday.

In a letter dated July, obtained by the paper, Eric Kolchinsky accused Moody’s Investor Service of issuing a high rating to a complicated debt security in January, in spite of it being aware it was planning to downgrade assets backing the securities.

“Moody’s issued an opinion which was known to be wrong,” Kolchinsky wrote, along with detailing other instances of inflated ratings issuance, according to the paper.

The paper said a Moody’s spokesman declined to comment on the January rating under scrutiny, but had said Kolchinsky refused to cooperate with an investigation into the issues he raised, and was suspended with pay.

Kolchinsky is scheduled to testify on ratings firm reform before the House Committee on Oversight and Government Reform on Thursday, the paper said.

Moody’s was not available to comment.

(Reporting by Biswarup Gooptu in Bangalore; Editing by Dan Lalor and Chris Wickham)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s