1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ekspektasi LABA investor digendong apbn dan minyak global… 18 September 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 9:39 am

Oil Price, APBN Indonesia dan Kesempatan Saham Anda
Sunday, 03 August 2008 05:16
Pemerintah merencanakan untuk menaikkan harga minyak sebesar 30% dengan kompensasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 300.000,- per tiga bulan bagi rakyat miskin.

Sebenarnya bagaimana sih posisi keuangan pemerintah Indonesia? Benarkah menaikkan harga minyak merupakan pilihan terakhir? Apa yang bisa kita lakukan? Banyak pertanyaan memang. Kami mencoba menjawabnya dalam satu artikel ini.

Sebelum kita membicarakan prospek harga minyak ke depan dan juga apa yang bisa kita lakukan terhadapnya, ada baiknya kita menyimak dampak naiknya harga minyak terhadap ekonomi makro Indonesia. Mari kita lakukan sedikit matematikan sederhana. Asumsikan harga minyak dunia di NYMEX (New York Mercantile Exchange) berada di kisaran $120 per barrelnya.

Ngomong-ngomong ada yang tahu tidak berapa liter sebenarnya 1 barrel itu? Silakan Anda cek di Google. Jawabannya adalah 117.35 liter. Kita bulatkan jadi 117 liter saja biar tidak repot. 117 liter seharga $120. Dengan kurs 1$ = Rp 9200,- maka itu artinya setara dengan Rp. 1.104.000. Artinya di pasaran internasional harga 1 liter minyak mentah adalah sekitar Rp. 9436,- per liternya.

Dengan mengabaikan biaya pemrosesan minyak mentah menjadi bensin premium dan juga biaya angkut ke SPBU terkait yang notabene akan membuat harga per liternya menjadi jauh lebih mahal, kita bisa melihat bahwa pemerintah mensubsidi sekitar Rp 9436 – Rp 4500 = Rp 4935 per liter premium yang dikonsumsi rakyatnya.

Nah sekarang tinggal mencari tahu berapa besar biaya konsumsi BBM Indonesia per hari dan berapa besarnya produksi minyak Indonesia sendiri untuk mengetahui selisih defisit yang dimiliki Indonesia. Kami harap Anda masih dapat mengikutinya sampai sekarang.

Dari hasil-hasil browsing di Google, diperoleh data bahwa jumlah minyak yang harus diimpor pemerintah Indonesia adalah sebesar 300 ribu barrel perhari-nya. Kalikan dengan 365 hari maka kita memperoleh angka 109.500.000 barrel setahun. Ini adalah jumlah minyak yang harus diimpor Indonesia dari luar negeri.
Tentu saja angka ini tidak persis benar. Bisa jadi ada selisih signifikan berhubung kita hanya melakukan perhitungan sederhana saja. Bila Anda memiliki data yang lebih akurat mengenai konsumsi minyak, silakan hubungi Belajar Forex via email.

Nah mari kita keluarkan angka “ajaib” defisit minyak Indonesia:

Rp 4.935 x (109.500.000 x 117) = Rp 63,224 Triliun!

Angka ini kemungkinan besar bisa membengkak beberapa kali lipat mengingat kita belum mencantumkan biaya tetek bengek lainnya.

Tentu saja harapan kita jumlah ini tidak bertambah besar lagi. Dan ingat perhitungan ini pun masih menggunakan variable subsisdi hanya dari premium. Belum minyak tanah dan solar yang kemungkinan biaya subsidi lebih besar lagi khususnya minyak tanah.

Seorang rekan yang bekerja sebagai IT di perusahaan supplier pompa bensin pernah mengatakan bahwa diluar negeri harga kerosin (bahasa keren minyak tanah) jauh lebih mahal dibandingkan harga bensin premium karena memang kegunaannya paling luas dan paling banyak dibutuhkan. Nah silakan hitung sendiri berapa besarnya.

Perkiraan kami, setidaknya pemerintah perlu menombok hingga sekitar 400 triliun hanya dari urusan BBM saja. Dengan budget APBN 2008-2009 yang sebesar 900 triliun, biaya subsisdi BBM saja sudah mencapai hampir separuh APBN Indonesia. Bagaimana dengan anggaran kesehatan? Pendidikan? Pembangunan sektor riil? Dan berbagai pos-pos pengeluaran lainnya

Melihat perkembangan ini memang para ekonom termasuk BI mengeluarkan komentar yang lebih realistis dengan mengatakan bahwa kenaikan BBM sebesar 30% pada Juni 2008 nanti memang tidak terhindarkan. Meskipun akan berpengaruh besar terhadap ekonomi mikro alias kehidupan ekonomi rakyat Indonesia, hal ini setidaknya mengobati beban defisit pemerintahan Indonesia yang sudah terlalu negatif.

Mempelajari saham tidak tertarik untuk mengulas siapa yang benar dan siapa yang salah karena hal ini nampaknya sudah tidak terhindarkan lagi. Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah strategi apa yang bisa kita jalankan sebagai antisipasi kenaikan harga minyak ini.

Perlu Anda ketahui bahwa hingga kini minyak bumi merupakan komponen energi paling murah dan masuk akal untuk diproduksi dibandingkan sumber energi lainnya. Ada fuel cell dan tenaga matahari namun efisiensinya masih dibawah 15%. Bandingkan dengan efisiensi minyak bumi yang mencapai 40%. Buat Anda yang awam, angka 40% itu memang sudah dari sono-nya. Sisanya terbuang percuma menjadi panas.

Berikut beberapa opsi menarik berkaitan dengan naiknya harga minyak di Indonesia:

1. Antisipasi biaya produksi barang dan jasa

Ini merupakan hal yang paling umum dilakukan. Seorang ibu rumah tangga pun tahu kalau BBM mau naik biasanya mereka menyetok sembako secukupnya untuk penghematan beberapa bulan. Memang tidak signifikan kalau dilihat karena hanya seputar “dunia perdapuran.” Tapi bila Anda memiliki unit usaha yang mengharuskan pembelian bahan produksi per 2 atau 3 bulan sekali dan membutuhkan belanja hingga ratusan juta, atisipasi seperti ini layak dilakukan.

Yang jelas, janganlah menimbun BBM karena itu hanya akan meyusahkan orang lain. Cinta BBM tapi juga cintailah kepentingan orang lain. Kalau bisa cinta terhadap kepentingan orang lain lebih murni dari bensin yang Anda konsumsi sehari-hari.

2. Membuka unit usaha yang searah dengan kenaikan minyak dunia

Goldman Sachs baru-baru ini memprediksi bahwa harga minyak berkesempatan naik hingga 200 barrel di akhir tahun 2008. Lebih tinggi bahkan dari target Belajar Forex yang 150 US per barrelnya. Namun melihat perkembangan sekarang, sangat mungkin terjadi.

Lalu apa maksudnya? Perlu Anda ketahui begitu harga minyak mengalami kenaikan, biasanya hasil-hasil alam, komoditas perkebunan dan komponen sumber energy lain seperti batu bara akan ikut menanjak. Untuk komoditas, karet dan jagung merupakan salah satu contoh yang paling dekat. Karet sintetis diturunkan dari rantai karbon panjang minyak bumi yang artinya bila harga minyak naik maka karet alam pun akan ikut naik berhubung karet sintetisnya juga naik. Sementara itu jagung pasti ikut naik berhubung sebagian negara maju berusaha secara besar-besaran mengkonversi jagung mereka menjadi etanol untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak dunia.

Memiliki rencana menjadi petani jagung, membuka perkebunan karet, atau bahkan mengembangkan rice estate? Well, profesi petani semakin hari semakin naik pamornya bersamaan dengan aksi spekulan minyak NYBOT. Bahkan beberapa holding company di Indonesia pun mulai merencanakan membuka unit usaha perkebunan diluar sawit secara besar-besaran dengan melihat perkembangan yang ada sekarang.

3. Bertrading Minyak di Pasar Komoditi Internasional

Saat ini dapat dikatakan sangat sedikit orang Indonesia yang melakukannya. Berbeda dengan masyarakat luar negeri, kebanyakan warga Amerika misalnya, sudah sangat terbiasa dengan perdagangan komoditi di lantai bursa. Berhubung dalam jangka panjang memang harga minyak terus menerus naik, rasanya ini dapat menjadi pilihan menarik.

4. Memburu saham-saham lokal atau luar khususnya untuk perusahaan pertambangan.

Rasanya sudah jelas. Dengan meroketnya harga minyak dunia yang semakin tinggi, perusahaan yang paling diuntungkan adalah perusahaan penghasil energy itu sendiri. Di Indonesia saham-saham seperti BUMI, ANTM, dan juga PGAS merupakan contoh saham-saham yang diuntungkan belakangan ini, juga saham-saham dari sektor Agriculture
is

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s