1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

hati2 menaruh hati pada pilihan hati … 19 September 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 9:40 pm

Chaerul
Associate Analyst Vibiz Research Center
Strategi Investasi : Pilihlah Sektor Yang Tepat
Rabu, 27 Mei 2009 15.20 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Ancaman krisis global belakangan ini tentunya tidak akan dilupakan oleh para investor yang menjadi “ korban” dari ganasnya pasar modal. Misalnya ialah para pemegang saham Bumi Resources (BUMI) yang sempat merasa riang gembira karena harga sahamnya sempat berada diatas level Rp 8000 –an per lembarnya akibat booming dari harga komoditas pada tahun lalu. Namun dalam sekejap harga sahamnya terus turun dan bahkan sempat berada di level Rp 300-an per lembarnya. Hal ini tidak hanya terjadi pada saham BUMI tapi juga seluruh saham – saham unggulan di bursa.

Penyebabnya ialah pesimisme pasar. Pasar modal sendiri secara umum digerakkan oleh pesimisme dan optimisme. Bila pasar optimis maka harga saham akan naik, begitupula sebaliknya. Ketika lembaga – lembaga keuangan besar di AS terpuruk dan adanya multiplier effect ke sektor lainnya, maka pesimisme memuncak dan pada akhirnya meruntuhkan bursa saham global. Tak terkecuali bursa Indonesia yang secara geografis jauh dari pusat krisis global di AS, Eropa dan Jepang.

Pilihan Sektor Yang Tepat

Lalu apakah investasi di pasar modal menjadi tidak mungkin bahkan merugikan? Jawabannya tentu tidak. Salah satu cara yang efektif dalam melakukan investasi di pasar modal adalah dengan melakukan strategi investasi yang tepat pula. Yakni melihat saham – saham industri mana saja yang menarik di tiap fase tahapan perekonomian. Hal ini karena tiap fase perekonomian juga mempunyai strategi yang berbeda-beda.

Berdasarkan literatur empiris dari penelitian yang dilakukan oleh Jeffrey Stangl, Ben Jacobson dan Nuttawat Visaltanachoti (2007), maka secara umum ada 2 tahapan ekonomi. Yakni Resesi dan ekspansi. Dimana di tiap – tiap tahapan tersebut juga terdapat tahapan-tahapan dimana saham –saham sektor apa saja yang menarik untuk dikoleksi investor.

Pada tahapan ekspansi , ada 3 tahapan. Pada tahap pertama saham – saham yang menarik dikoleksi adalah saham teknologi dan transportasi. Hal ini karena ketika ekonomo mulai bertumbuh maka permintaan akan produk teknologi dan jasa transportasi akan mulai naik. Sementara itu di tahap kedua saham – saham yang menarik dikoleksi ialah saham logam, barang modal, dan jasa. Hal ini karena ekonomi sudah tumbuh dengan baik sehingga permintaan akan barang tersebut juga naik.

Sementara itu pada tahap terakhir, saham yang menarik dikoleksi adalah saham consumer staples seperti makanan, kesehatan, rokok, dll, serta saham energy. Hal ini sangat tepat bila dilihat pada krisis kali ini yang ditandai dengan membumbungnya saham – saham energi di seluruh dunia khususnya.

Lalu pada tahapan resesi secara umum ada 2 tahap. Pada tahap pertama maka saham –saham yang menarik adalah saham utilitas, seperti listrik, telepon dan air bersih. Sementara itu pada tahap kedua ialah saham consumer cyclical seperti konstruksi, otomotif, barang konsumsi, dll, serta saham –saham keuangan. Hal ini karena perekonomian sudah mulai menaik kembali walaupun masih relatif melemah.

Namun untuk menggunakan konsep ini, investor tetap harus melakukan kombinasi dengan konsep lainnya. Misalnya pada saat ekonomi sedang melakukan ekspansi di tahap ketiga, salah satu saham yang menarik adalah saham energi. Tapi saham apa yang menarik dikoleksi? Hal ini tentunya tidak bisa langsung dijawab. Investor dapat menjawabnya dengan menggunakan konsep PER (Price to Earning Ratio). Dimana investor dapat memilih saham dengan PER terkecil diantara saham – saham sejenis.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s