1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

dasar rugi, dan DASAR LABA bwat investor : 230909 23 September 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 8:46 am

Yoel Tanzil
Senior Analyst Vibiz Research
Pasar Modal Indonesia Serta Peluang di Dalamnya
Senin, 21 September 2009 13:45 WIB

Latar Belakang
Saat ini pasar modal Indonesia sudah berjalan cukup lama dan memiliki sejarah yang panjang. Perlu diketahui cikal bakal lahirnya pasar modal Indonesia sudah ada sejak jaman kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1912. Saat itu pasar modal didirikan hanya untuk kepentingan kolonial Belanda khususnya kepentingan VOC.

Berjalannya waktu, maka perkembangan dan pertumbuhan pasar modal Indonesia tidak sesuai yang diharapkan, hal ini disebabkan oleh perang dunia ke I dan II, adanya perpindahan kekuasaan pemerintahan kolonial ke Republik Indonesia, berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.

Semenjak tahun 1995 pasar modal Indonesia mengalami kemajuan, hal ini disebabkan dijalankannya sistem perdagangan elektronik untuk bursa efek. Sistem perdagangan otomatis ini, khusus untuk transaksi saham, yang disebut JATS (Jakarta Automatic Trading System), menjadi cikal bakalnya sistem perdagangan saham secara On Line.

Peluang Investasi Pasar Modal Indonesia

Para pelaku pasar modal khususnya para investor melakukan investasi memiliki tujuan keuntungan, oleh sebab itu perlu diperhatikan peluang-peluang yang ada di dalam pasar modal Indonesia, tepatnya bursa saham atau efek.

Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham, yaitu :

1. Deviden, Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham – dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah.

2. Captal Gain, Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain :

1. Capital Loss, Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

2. Risiko Likuidasi, Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

Peluang keuntungan yang diperoleh dari bursa saham Indonesia masih cukup terbuka, hal ini dapat dilihat dari perkembangan nilai indeks saham gabungan Indonesia (IHSG) yang melanjutkan pergerakan naik sepanjang tahun 2009 ini. Perlu diketahui bahwa pergerakan Indeks saham Indonesia adalah yang terbaik ke-dua di dunia, dibandingkan dengan indeks-indeks saham negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Eropa, dan lain-lain.

Dilihat dari historical pergerakan dari IHSG, peluang untuk melanjutkan penguatan masih sangat terbuka, dilihat dari nilai tertinggi IHSG berada pada level 2838.48 dan saat ini IHSG masih berada pada level 2400-a, sehingga masih target untuk ke level tertinggi tersebut masih sangat terbuka.

Faktor lain yang perlu dilihat juga bahwa saham-saham sektor komoditi masih sangat terbuka untuk melanjutkan penguatan. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan harga minyak dunia yang masih ada peluang menguat, dilihat dari sejarah harga tertingginya minyak dunia ke level 140-an dollar perbarrel.

Dapat disimpulkan bahwa berinvestasi pada investasi saham di Indonesia masih memiliki peluang yang baik, dilihat dari beberapa alasan sebelumnya. Faktor lain juga yang perlu dilihat bahwa perbandingan jumlah pelaku pasar modal Indonesia dengan jumlah penduduk Indonesia masih sangat kecil, dan ini merupakan peluang yang masih sangat terbuka bagi pelaku pasar modal yang baru.

(Yoel Tanzil/YT/vbn)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s