1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

order transaksi … saat sepi : 240909 23 September 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 8:36 pm

order beli bumi:
3300
3350
… sinyal ihsg 1 jam buka terus menuju area jenuh beli di 2479 … sepinya transaksi saham menunjukkan bahwa investor maseh enggan terimbas faktor CIC di bumi … 1 jam sebelum jeda, ihsg bersinyal beli melemah walau pun masih di atas ekuilibrium … sepinya transaksi masih terjadi … sama seperti ihsg, bumi pun sudah turun memotong medium bollinger bandsnya … 50 menit jelang jeda, bumi tertancap pada 3400 … dominasi transaksi bumi menjadi index mover sesi 01 ini …
order beli bumi tambahan:
3375
… 50 menit berlalu lepas jeda, sinyal ihsg memasuki macd golden cross di 2475 sehingga bisa terjadi membal koreksi dah … bumi pun memasuki macd golden cross juga sehingga berpeluang koreksi ke bawah 3400 … tapi batas bawah bollinger bands bumi di 3380, jadi rada sulit untuk terjadi bumi menyentuh 3375 …
order beli bumi:
3375 full matched
3350 full matched
——————————————————————- saham lain
order jual elsa:
370
order beli elsa:
330
order beli elsa tambahan:
345
order jual elsa tambahan:
365
355
order beli elsa:
345 full matched

——————————————————————- saham lain
order beli indy:
2400
order beli tambahan indy:
2450
2475
order beli indy:
2475 full matched
order beli indy yang gw withdraw:
2400
… 10 menit buka lage, sinyal beli indy semakin kuat lagi di 2500, sementara medium bollinger bands di 2490-an … sedangkan batas atas bollinger bands di 2520 dan paling tinggi di 2560 … apakah sinyal beli masih akan berlanjut ke 2550 sebelum kuyup di jenuh beli …
… 30 menit jelang tutup, sinyal beli sudah sangat lemah dan memasuki area jenuh jual ihsg di 2470, ini berarti bahwa ihsg akan ditutup di area positif, namun sulit untuk bergerak melangkahi medium bollinger bands di 2475 …
——————————————————————- saham lain
order beli adro:
1340
order jual adro:
1450
… sinyal beli kuat di adro saat masih di 1390 … saat ini di 1410 sudah mulai masuk area jenuh beli dah … sementara tertinggi di 1420 … sekira satu setengah jam jelang jeda, telah terjadi macd golden cross di ihsg , sehingga tren bullish berubah menjadi bearish … 50 menit jelang jeda, sinyal jenuh beli adro mulai reda ke 1400 …
… 10 menit buka sesi 02, sinyal beli di ihsg semakin mendekati batas atas bollinger bands di 2480 …. sementara semakin dekat area jenuh beli, mungkin dekat sekali dengan kemungkinan macd golden cross … jika terjadi, maka sinyal beli akan berbalik arah melemah lagi … medium bollinger bands di 2474 …
——————————————————————- saham lain
order beli trub:
165
order beli trub tambahan:
166
——————————————————————- saham lain
order beli bnii:
375
——————————————————————- saham lain

EKONOMI
24/09/2009 – 16:05
Yes! IHSG Sesi II Tutup Naik 11,91 Poin
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta – Walaupun aksi profit taking melanda bursa, namun penutupan IHSG sesi II awal perdagangan di pasca liburan panjang berhasil ditutup naik 11,91 poin (0,48%) ke posisi 2.468,9.

Penguatan IHSG ini ditopang oleh sektor infrastruktur yang menyumbang 11,27 poin ke posisi 701,41. Sayang, detik-detik penutupan bursa saham pertambangan berbalik arah. Saham pertambangan ditutup koreksi 6,46 poin ke posisi 2.261,14 dan saham pertanian ditutup koreksi 3,52 poin ke posisi 1.764,23.

Sore ini, transaksi di bursa mencapai Rp4 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,56 miliar saham dengan 89 saham yang melanjutkan penguatan, 95 saham koreksi dan 61 saham stagnan. Sementara itu, indeks saham JII berhasil ditutup naik 4,04 poin ke posisi 401,39 dan indeks LQ-45 pun naik 3 poin ke posisi 691,42.

Kenaikan IHSG sore ini juga dimotori oleh saham UNTR ditutup naik 3,50% ke posisi 15.100, TLKM berhasil ditutup naik 3,75% ke posisi 8.700, GGRM ditutup naik 1,70% ke posisi 14.900, INTP ditutup naik 5,79% ke posisi 10.950, BUMI ditutup naik tipis 0,74% ke posisi 3.375.

Sementara itu, ada beberapa saham yang koreksi antara lain, IMTG fitutup koreksi 1,62% ke posisi 24.200, HMSP pun koreksi 2,88% ke posisi 10.100, AALI ditutup tergelincir 0,95% ke posisi 20.750, BMRI pun tergelincir 3,70% ke posisi 4.550, dan BBRi pun koreksi 1,29% ke posisi 7.600. [san/cms]

Pasca libur lebaran selama 4 hari perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka menguat dengan nilai transaksi besar mencapai Rp 1 triliun lebih dalam waktu kurang dari setengah jam.

IHSG dibuka menguat tipis 0,309 poin (0,01%). Namun dalam kurun waktu setengah jam sejak dibuka, IHSG kini bertengger di level 2.481,639 naik 24,653 (0,96%) dari penutupan 17 September 2009 di 2.456,986.

Volume perdagangan pun mencapai 1,379 juta lot atau sekitar 689,5 juta saham. Nilai transaksi pun sudah mencapai Rp 1,222 triliun.

Jika diambil nilai rata-rata harga saham yang ditransaksikan mencapai Rp 1772 per saham, naik tajam dibandingkan nilai rata-rata pada 17 September 2009 sebesar Rp 868 per saham.

Kenaikan terutama didorong oleh penguatan saham INTP naik Rp 900 (8,69%) ke Rp 11.250, TLKM naik Rp 300 (3,57%) ke Rp 8.700, BBCA naik Rp 200 (4,32%) ke Rp 4.825, AALI naik Rp 200 (0,95%) ke Rp 21.150, UNTR naik Rp 150 (1,02%) ke Rp 14.800.

Sedangkan saham-saham yang turun antara lain: ITMG turun Rp 250 (1,01%) ke Rp 24.350, ASII turun Rp 200 (0,62%) ke Rp 32.000, INDY turun Rp 75 (2,94%) ke Rp 2.475, PGAS turun Rp 75 (2,01%) ke Rp 3.650 dan BBRI turun Rp 50 (0,64%) ke Rp 7.650.

Sumber: detikcom
Indeks Berpeluang Menguat, Yield SUN Mendatar
24/09/2009 08:34:33 WIB
Oleh Deviana Chuo

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung menguat pada perdagangan perdana usai libur Idul Fitri tahun ini. Sedangkan rata-rata imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) berpeluang mendatar.

Analis Optima Investama Ikhsan Binarto mengatakan, pasca libur panjang ini, indeks akan melakukan penyesuain terhadap kenaikan indeks bursa global dan regional. “Penguatan indeks Dow Jones dalam empat hari terakhir serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bisa menjadi faktor pendorong kenaikan indeks,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (23/9).

Penguatan harga minyak mentah dunia pada level US$ 71 per barel juga menjadi faktor positif terhadap perdagangan saham sektor energi dan komoditas. Selain itu, menjelang pengumuman data inflasi bulanan akan berdampak positif terhadap perdagangan saham sektor bank.

Ikhsan memperkirakan, indeks bisa menembus level 2.500 hingga akhir bulan ini. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga menopang penguatan indeks pekan ini. “Penguatan rupiah mendorong investor mengalihkan dana investasinya dari dolar AS ke saham,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ekspektasi membaiknya perekonomian global dan penguatan harga minyak dunia akan berkorelasi positif terhadap penguatan harga saham sektor pertambangan dan komoditas. Adapun penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan memicu masuknya dana-dana asing ke pasar saham domestik, sehingga menggairahkan transaksi di BEI.

Pandangan senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal Daniel Listiadi. Indeks berpeluang melanjutkan penguatan seusai libur Idul Fitri ini. “Indeks akan terus membaik seiring rencana penurunan suku bunga simpanan di perbankan. Adapun membaiknya ekonomi global akan menjadi faktor eksternal penopang indeks,” ujarnya kepada Investor Daily.

Dia mengatakan, indeks kemungkinan menguat hingga level 2.750-2.800 sampai akhir tahun. Penguatan indeks akan ditopang ekspektasi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menuju level Rp 9.500.

Pada perdagangan terakhir (17/9), indeks menguat menembus level 2.456,99 atau naik 17,63 poin (0,72%).

Mendatar
Economist PT Bank International Indonesia Tbk (BII) Samuel Ringoringo mengatakan, transaksi surat utang negara (SUN) usai libur panjang diproyeksikan sepi. Volume perdagangan bakal tipis dan investor asing akan mendominasi perdagangan obligasi. “Perdagangan pasar obligasi masih konsolidasi dan investor masih wait and see dalam dua hari perdagangan pekan ini, “ ujarnya kepada Investor Daily.

Diperkirakan yield obligasi bergerak sideways pada kisaran 10 bps. Belum pulihnya pasar pasca libur panjang hari raya Idul Fitri berpotensi mengakibatkan volume perdagangan obligasi sepi. Namun demikian, revisi Moody,s Investor Service terhadap peringkat utang Republik Indonesia serta membaiknya kondisi pasar global akan menjadi sentimen positif perdagangan obligasi pekan ini.

Faktor penggerak transaksi obligasi juga berasal dari keputusan tingkat suku bunga The Federal Reserve yang diperkirakan bertahan pada level 0,25%. Menurut dia, ekspektasi ini akan memacu kenaikan harga obligasi di dalam negeri pada pekan depan. Namun demikian, pemodal perlu mewaspadai kemungkinan aksi ambil untung (profit taking) investor asing, mengingat harga SUN sudah mahal.

Sementara itu, Head of Pricing Department Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Ronny Wicaksono mengatakan, rata-rata yield SUN akan cenderung stabil pekan ini. “Kenaikan indeks konsumen dunia mendorong kenaikan indeks bursa Amerika Serikat (AS) dan tinginya daya serap lelang SUN beberapa hari lalu akan menjadi sentimen utama perdagangan obligasi pekan ini,” ujarnya kepada Investor Daily. (c134/hut)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s