1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

laba mah ga usa disuruh-suruh dah :{P 25 September 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:31 am

24/09/2009 – 17:35

Perusahaan Didorong Untuk Tingkatkan Keuntungan
Agustina Melani

(inilah.com /Raya Abdullah)

INILAH.COM,Jakarta – Pasar modal kembali bergairah sejalan dengan perekonomian Indonesia. Begitu juga dengan konsumsi rumah tangga. Sehingga perusahaanpun didorong untuk meningkatkan keuntungan agar ekonomi bisa berjalan yang berpengaruh terhadap pasar modal.

Hal itu disampaikan Direktur PT Schroder Invesment Management Indonesia Michael Tjoajadi, Kamis,(24/9) di Jakarta. Tingkat konsumsi rumah tangga atau swasta mencapai 62,2% pada 2008, sedangkan konsumsi pemerintah mencapai 7,7% pada 2008, lalu ekspor barang dan jasa mencapai 23,6% dan impor barang jasa sekitar 20,6 pada 2008. “Dengan tingkat konsumsi cukup besar membantu Indonesia bebas krisis pada 2008,” tutur Michael.

Ia menambahkan, ada berbagai macam faktor mendukung pertumbuhan ekonomi yang harus diperhatikan antara lain tingkat ekspor, impor, tingkat inflasi, BI Rate, dan nilai pertukaran Rupiah terhadap dollar AS. Michael menjelaskan, walaupun tingkat ekspor dan impor turun tidak menjadi masalah asalkan tingkat konsumsi rumah tangga dan swasta cukup besar. Indonesia pun ekspor ke negara yang sedang tumbuh seperti China dan India. Hal menjadi masalah bila ekspor turun sedangkan impor meningkat. “Negara bergantung kepada konsumsi rumah tangga dan pemerintah akan terpengaruh sedikit terhadap krisis,” ujar Michael.

Menurut Michael, inflasi diharapkan tidak naik. Tingkat inflasi mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap perekonomian. Selain itu, suku bunga diharapkan stabil agar para ekonom, bank, dan lender bisa memprediksi tingkat perekonomian. “Suku bunga turun maka orang akan beralih ke saham dan obligasi,” tuturnya.

Faktor lain yang diperhatikan adalah nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS. Michael mengatakan, bila kurs Rupiah menguat maka impor tidak akan mempengaruhi inflasi. Mata uang dollar AS mengalami anomali karena sebagai negara investor terbesar di dunia. Pada awal krisis, dollar AS menguat karena investor menarik investasi berupa saham dan obligasi dari luar negeri sehingga mendapatkan mata uang lokal, lalu dikonversi ke mata uang dollar AS sehingga mata uang lokal menjadi jatuh. Sebaliknya, saat perekonomian AS diprediksikan membaik pada kuartal ketiga dan keempat maka investor mulai menjual dollar AS untuk kembali ke investasi yang memberikan imbal hasil tinggi. Namun, Michael menyarankan untuk melihat perkembangan tingkat suku bunga The Fed.

“Amerika Serikat diperkirakan pada kuartal ketiga dan keempat membaik tetapi harus dicermati kapan The Fed akan menaikkan suku bunga,” ujar Michael.

Michael mengatakan, melihat tanda perekonomian pulih dilihat dari penjualan mobil sedan dan pick up, semen, dan tingkat credit default swap Indonesia. Selain itu, kredit pun dikucurkan agar perekonomian bisa berjalan. Michael meramal Indonesia tidak masuk resesi tetapi mengalami lompatan dari recovery ke ekspansi namun melihat pemulihan perekonomian dunia. Bila perekonomian membaik maka orang akan beralih ke saham. [san/cms]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s