1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bts = berita telat sehari … : 250909 26 September 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:49 am

IHSG CETAK REKOR BARU, Dana Asing Terus Mengalir ke Pasar Saham
25/09/2009 23:49:13 WIB
Oleh Deviana Chuo dan Myrna Ryanto

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Di tengah terkoreksinya mayoritas indeks di bursa regional pada Kamis (24/9), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru ditutup menguat. IHSG kembali mencetak rektor baru pada level 2.468,90 atau naik 11 poin (0,48%). IHSG sudah menguat 82,15% sejak Januari hingga Kamis (24/9) atau year to date (ytd). Indeks di bursa Nikkei juga meningkat 1,67%. Sedangkan kejatuhan indeks paling dalam terjadi di bursa Hang Seng, yakni 2,52% dan Korsel lebih dari 1%.

Salah satu pemicu kenaikan indeks di Indonesia dan Jepang adalah karena kemarin merupakan hari pertama perdagangan bursa setelah libur panjang. Indeks di beberapa bursa regional sudah menguat tajam selama dua hari terakhir.

Sentimen positif lainnya yang turut menopang pengautan IHSG adalah masuknya aliran dana investor asing, kendati tidak sebesar hari-hari sebelumnya. Dana asing yang mengalir ke pasar saham kemarin hanya tercatat Rp 12,47 miliar. Nilai transaksi mencapai Rp 4,63 triliun. Sejak 1-24 September 2009, total aliran dana asing berjumlah Rp 1,88 triliun di BEI, naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 1,34 triliun.

Selain itu, pelaku pasar berharap, para pemimpin negara yang tergabung dalam G-20 terus melanjutkan program paket stimulus ekonomi guna mempercepat pemulihan resesi ekonomi dunia. G-20, termasuk Indonesia, tengah menggelar pertemuan tahunan sejak 24-26 di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS).

Direktur Dana Moneter International (IMF) Dominique Stauss-Kahn juga berharap, para pemimpin negara G-20 sebaiknya tetap melanjutkan paket stimulus ekonomi agar lebih cepat keluar dari resesi. “Jutaan orang telah kehilangan pekerjaan sejak krisis finansial global melanda dunia. Oleh karena itu, paket stimulus seharusnya dilanjutkan para anggota G-20,” ujar dia seperti dilansir Bloomberg, kemarin.

Lonjakan IHSG di BEI dimotori sejumlah saham berkapitalisasi besar, antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Indosat Tbk (ISAT), serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Harga saham BUMI menguat 0,7% menjadi Rp 3.375 per unit, dengan nilai transaksi di atas Rp 1 triliun. Harga saham penghasil batubara terbesar di Tanah Air itu sempat menyentuh Rp 3.475 per unit. Adapun harga saham TLKM naik 4,17% menjadi Rp 8.500 per unit, BBCA 3,78%, dan ISAT 1,82%, serta INDF 4,4%.

Analis dari Erdhika Elit Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengakui, penguatan indeks di BEI dipicu akumulasi, menyusul libur panjang Idul Fitri. Pasalnya, indeks Dow Jones sudah terkoreksi pada Jumat (18/9) dan rebound Senin-Rabu (22/9). “Ibaratnya, akumulasi setelah libur panjang, tapi setelah itu kemungkinan terjadi ambil untung (profit taking),” kata dia, kemarin.

Namun secara teknis, lanjut dia, IHSG berpotensi bearish dalam jangka pendek berdasarkan indikator candle stick. Tren pergerakan indeks di akhir pekan kerap terjadi profit taking oleh investor.

Menurut Andy, saat ini belum ada sentimen positif lainnya yang dapat menggerakkan IHSG ke arah positif. Sebab, faktor politik seperti susunan kabinet baru dan lainnya belum diumumkan. “Kenaikan indeks kemarin lebih ditopang faktor psikologis eksternal,” ungkap dia.

Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing memprediksi, IHSG melemah hari ini seiring penurunan indeks di sejumlah bursa regional dan Eropa.

Dia mengungkapkan, pelemahan indeks juga dipicu aksi profit taking yang biasanya dilakukan investor pada akhir pekan. Pardomuan menambahkan, indeks diperkirakan berada pada level support 2.430 dan resistance 2.480. Namun, kata dia, IHSG kemarin mampu menguat, meskipun mayoritas bursa regional dan global terkoreksi, akibat libur panjang.

“Karena adjusted kenaikan di bursa regional, hari ini (Kamis) bursa Indonesia tidak ikut terpengaruh anjloknya bursa-bursa regional. Hal sama terjadi di bursa Nikkei yang menguat tajam akibat libur panjang,” ungkap Pardomuan.

Batasi Pembelian Aset

Sementara itu, pelemahan bursa global kemarin dipicu oleh kekhawatiran bahwa Bank Sentral (The Fed) tidak lagi gencar membeli aset-aset bermasalah (toxit assets) di sejumlah perusahaan di AS, menyusul kian baiknya pertumbuhan perekonomian. Sebelumnya, The Fed berkomitmen membersihkan aset-aset bermasalah, dengan menyediakan dana sekitar US$ 1,25 triliun.

Di sisi lain, hasil pertemuan dua hari The Fed pekan ini mengindikasikan, pertumbuhan ekonomi AS tidak mencukupi untuk menunda program stimulus ekonomi dan mencegah tingginya angka pengangguran.

“Pernyataan The Fed menunjukkan bahwa suku bunga bakal tetap bertahan di level 0-0,25%, sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih lambat dari ekspektasi para investor. Hal itu memicu anjloknya indeks di pasar finansial dunia,” kata Mark Spindel, kepala investasi dari Potomac River Capital LLC di Washington, kemarin seperti dilansir Reuters.

Menurut Spindel, penurunan harga sejumlah komoditas, seperti minyak mentah turut memicu kejatuhan indeks di pasar finansial dunia. Harga minyak melemah menjadi US$ 68 per barel dari sehari sebelumnya di atas US$ 71 per barel. Penurunan harga itu disebabkan keluarnya data inventori minyak di AS yang menyebutkan pasokan masih memadai.

Tapi, pendapat berbeda diungkapkan Kepala Ekonomi Barcalys Capital Dean Maki di New York. Dia mengungkapkan, rencana The Fed mengurangi pembelian aset bermasalah, khususnya mortgage backed securities, merupakan langkah tepat, karena ekonomi AS mulai bergairah.

Hal itu tercermin dari penjualan rumah dan penjualan ritel dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan September 2008. Maki optimitis, data ekonomi AS bakal membaik dalam beberapa bulan mendatang, sehingga The Fed berupaya untuk mengurangi pembelian aset bermasalah. “Itu mungkin menjadi alasan utama The Fed mulai menyetop pembelian aset bermasalah dan tetap mempertahankan fed fund rate,” jelas dia. (kp)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s