1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

abis BUANG2 DUIT DI LEBARAN, buang2 saham dah : 280909 28 September 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 12:22 pm

ARAH INVESTASI SEPEKAN: Indeks Akan Berfluktuasi, Harga SUN Cenderung Naik
28/09/2009 10:37:13 WIB
Oleh Eva Fitriani dan Deviana Chuo

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berfluktuasi (mixed) setelah memasuki level jenuh beli (overbought). Sedangkan harga surat utang negara (SUN) tenor menengah dan panjang cenderung naik sekitar 30-50 bps.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, selama indeks overbought, investor akan merealisasikan keuntungan (profit taking) dan volume perdagangan saham juga kecil. Hal ini mengakibatkan indeks rawan koreksi. “Indeks juga telah merefleksikan berita-berita positif dari pasar, sehingga saat ini sentimen positif penggerak indeks relatif sepi,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hampir seluruh indikator perekonomian telah terefleksi pada perdagangan saham beberapa pekan terakhir, seperti ekspektasi pemulihan ekonomi global, hasil pertemuan G-20, rapat dewan gubernur The Federal Reserve, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), membaiknya peringkat utang Indonesia, proyeksi inflasi dalam negeri, dan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate).

Terkait pengumuman angka inflasi dan BI rate pekan ini, menurut David, tidak berpengaruh signifikan terhadap perdagangan saham dalam jangka pendek. Perdagangan saham akan lebih banyak dipengaruhi berita-berita terbaru dari bursa global dan regional selama sepekan ini.

Dengan kecenderungan indeks melemah secara teknikal, menurut David, pemodal dapat mengakumulasi saham-saham bluechips dan defensif yang terkait komoditas, seperti CPO, batubara, serta minyak dan gas. Pasalnya, saham-saham tersebut bisanya menjadi penopang awal rebound indeks. Selain itu, saham-saham berkapitalisasi besar masih atraktif untuk dikoleksi. Strategi buy on weakness dapat diterapkan pada saham AALI, ANTM, ASII, BUMI, MEDC, PGAS, dan PTBA.

Direktur Utama Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan, indeks rawan koreksi setelah menguat signifikan beberapa pekan terakhir. “Tingginya kenaikan indeks dalam beberapa pekan terakhir membuat rawan koreksi,” ujarnya.

Selama sentimen positif dari dalam negeri masih terbatas, menurut dia, indeks akan bergerak mengikuti sentimen global dan regional, seperti harga minyak mentah dan komoditas di pasar internasional.

Menurut dia, investor sebaiknya menerapkan strategi hit and run untuk perdagangan saham-saham bluechips berbasis komoditas, agribisnis, dan infrastruktur. Apabila investor telah mendapatkan keuntungan sebaiknya segera merealisasikannya. Sebab, indeks masih rawan koreksi hingga munculnya sentimen positif baru. Pekan ini, indeks akan bergerak pda kisaran 2.400-2.500.

SUN Masih Naik
Analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution memperkirakan, rata-rata harga obligasi berpotensi naik sekitar 30-50 bps. Kenaikan harga dibarengi dengan kecilnya volume perdagangan dan frekuensi selama pekan ini. Adapun SUN tenor jangka pendek dan menengah akan mendominasi perdagangan surat utang.

Dia mengatakan, sentimen penggerak harga obligasi berasal dari luar negeri, seperti ekspektasi pertumbuhan ekonomi global. Adapun sentimen pendukung dalam negeri berasal dari berita-berita korporasi. “Perekonomian global diperkirakan positif tahun depan, sehingga Fed Fund Rate bisa naik. Hal ini akan mendorong minat pemodal membeli SUN tenor menengah,” ungkapnya kepada Investor Daily.

Gina merekomendasikan beli SUN tenor pendek dan menengah selama pekan ini. Sedangkan pembelian SUN tenor panjang sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan perlu konfirmasi lebih lanjut.

Head of Economic Research PT Bank International Indonesia Tbk (BII) Juniman memperkirakan, investor kemungkinan masih menahan diri bertransaksi surat utang karena masih suasana Idul Fitri, sehingga yield obligasi akan bergerak sideways pada kisaran 10-20 bps. Perdagangan SUN pekan ini juga dipengaruhi data inflasi bulanan dan ekspektasi BI rate pada level 6,5%.

Dia mengatakan, pulihnya ekonomi global yang dibayangi dengan tingginya tingkat pengangguran di AS dan Eropa juga menjadi sentimen negatif pasar obligasi. Saat ini, tingkat pengangguran AS sebesar 9,7% dan Eropa 9,5%, keduanya diperkirakan mencapai 10% akhir tahun ini. “Ancaman ini menurunkan optimisme terhadap recovery ekonomi global, sehingga dapat mempengaruhi minat pemodal menempatkan dananya pada SUN,” tuturnya.

Juniman merekomendasikan, investor sebaiknya mengakumulasi SUN tenor menengah hingga panjang karena potensi gain-nya lebih tinggi dibandingkan SUN tenor pendek. Selain itu, yield SUN tenor 30 tahun kini masih tinggi pada level 11,05% atau jauh di atas SUN tenor satu tahun mencapai 7,5%.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s