1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

strategi dan taktik gw di maen saham : 280909 28 September 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 7:40 am

Optimal Return
Senin, 28 September 2009 – 07:15 wib

Sejak April hingga sekarang, bisa dibilang suasana transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang semarak (bullish market). Sebagian pelaku pasar melihat bahwa kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai diatas 70 persen sejak awal tahun merupakan proses recovery menuju pemulihan pasar setelah terkoreksi lebih dari 50 persen pada tahun 2008 lalu.

Meski begitu harus disadari pasar yang sedang bullish tidak menjamin investor pasti menikmati keuntungan. Kalaupun investor mampu meraih untung, tingkat keuntungan (return) yang diperoleh investor sangat bervariasi, tidak selalu sama dengan return pasar (IHSG). Jika pasar selama hampir tiga kuartal ini telah menghasilkan laba sebesar di atas 70 persen, bukan berarti investor bisa mendapat keuntungan sebesar itu. Bisa saja investor hanya untung 20 persen, 30 persen, atau 35 persen.

Sebaliknya, investor bisa juga meraih untung berlimpah ruah, jauh di atas 70 persen. Cukup banyak saham yang selama sembilan bulan ini mencatat kenaikan harga berlipat ganda, lebih dari dua hingga tiga kali lipat.

Namun jangan salah, jika investor gegabah, bukan mustahil pasar yang bergairah justru akan menjadi jurang yang menjebak sehingga ia justru menderita kerugian. Lho kok bisa? Hal ini bisa terjadi jika investor melakukan pembelian dengan membabi buta, tidak melihat apakah harga yang sudah melejit telah mencapai titik jenuh atau tidak. Jika investor membeli saham – apalagi dengan volume besar – di saat harga saham sudah jenuh, kemungkinan besar yang terjadi adalah harga itu akan terkoreksi atau turun. Jika ini yang terjadi, meski pasar sedang semarak, investor bukannya untung, melainkan buntung.

Ingat, investasi di saham tidaklah sama dengan deposito. Keuntungan di deposito senantiasa identik dengan besarnya tingkat suku bunga pasar. Jika suku bunga deposito 8,5 persen setahun, maka sebesar itulah keuntungan yang diperoleh investor selama setahun. Keuntungan itu masih harus dipotong pajak deposito.

Keuntungan investasi di saham sangat tergantung banyak hal. Tapi yang utama adalah tergantung kemampuan atau strategi investor sendiri dalam mengelola portofolio investasinya serta kemampuannya dalam membaca pasar. Lantas strategi apa yang pas untuk memperoleh optimal return saat pasar bullish? Apakah pola buy and hold, strategi hit and run, strategi lain atau gabungan dari beberapa strategi?

Harus disadari bahwa keuntungan optimal merupakan sesuatu yang relatif. Masing-masing investor memiliki titik optimal yang berbeda. Ada yang menganggap untung 3 persen per bulan sudah optimal – meski pasar bisa memberikan untung 5 persen. Tapi ada juga yang merasa tidak puas hanya memperoleh keuntungan sama dengan pasar. Bagi investor yang seperti ini, titik optimal harus di atas return pasar. Bahkan, kalau perlu saat pasar turun sekalipun, ia masih bisa mendapat untung.

Nah, di balik relatifitas keuntungan optimal itu, investor memang harus menentukan strategi investasi yang jitu. Ini bukanlah hal yang gampang. Kalangan fund manager dan analis selalu merujuk pada nasehat lama: ‘Jangan taruh telur di satu keranjang?. Dalam investasi sahampun begitu: jangan taruh uang hanya di satu jenis saham. Ini yang disebut dengan istilah diversifikasi portofolio.

Dalam realitas, ternyata diversifikasi portofolio saja tidaklah cukup, perlu ditambah dengan diversifikasi waktu dan diversifikasi pola Investasi. Jika dua nasehat itu diracik, kira-kira hasilnya seperti ini:

1. Diversifikasi portofolio. Investor jangan terlalu yakin dengan memvaforitkan hanya satu saham untuk investasinya. Perhatikan dalam beberapa waktu ke belakang saham-saham apa saja yang secara konsisten aktif ditransaksikan atau likuid dan memiliki fundamental baik
… memang mula2 gw cuma punya 1 saham (tapi langsung memberikan laba 25% dalam 5 hari,yaitu bumi)… namun seiring dengan pengetahuan gw semakin dalam soal bursa saham dan emiten di dalamnya serta industri tambang batubara yang ada di dunia dan indonesia, maka gw mulai memperbanyak hingga 6 saham, termasuk 1 perbankan yang direkomendasikan oleh teman dan harganya relatif terjangkau (walau pun valuasinya biasa saja) …

2. Jika investor harus memilih saham di sektor yang sama, maka pelajari mana diantara saham yang fundamentalnya lebih baik.
… gw pilih bumi, adro, indy, dan trub karena keempatnya 5 besar batubara … secara fundamental ke-4nya sudah cukup teruji … tambang batubara adalah bisnis yang berorientasi sebagai energi alternatif utama di luar bbm … energi ini relatif lebih murah dibandingkan dengan sumber energi tak terbaharui laennya, seperti gas alam yang jumlah cadangannya lebih sedikit …

3. Diversifikasi waktu. Artinya, jangan habiskan semua dana investasi sekaligus. Lakukan alokasi sebagai antisipasi jika nilai portofolio turun. Dengan adanya alokasi ini, investor masih memiliki peluru untuk mengeksekusi lagi jika portofolio turun. Strategi ini sering juga disebut dengan istilah everaging cost.
… beruntung kalo abis pun di berbagai saham, broker maseh bisa beri pinjaman dan waktu 3 hari untuk melunasinya, kalo tidak di forced selling pada harga berapa pun … betul sebaiknya ada sisa tunai guna memenuhi ekspektasi beli saham pada harga lebih murah …
4. Diversifikasi pola investasi. Jika memang ada waktu, investor perlu mengalokasikan dana untuk dua bahkan lebih strategi sekaligus.
… gw uda jalankan dengan 6 saham yang saling berbeda strategi: inves saja, inves lebe besar daripada trading, inves lebe kecil daripada trading, dan trading saja

Untuk keuntungan optimal, sudah barang tentu penerapan resep di atas harus dilengkapi kemampuan dan kesediaan melakukan analisa baik fundamental maupun tehnikal. (Tim BEI) (//rhs) okez

Iklan
 

2 Responses to “strategi dan taktik gw di maen saham : 280909”

  1. dede hilman Says:

    tulisannya mantap bos..
    klo analisis fndmental yg bagus pake methode apa ya..? gw baru bljr nih

    • bumi2009fans Says:

      gw juga kalo maen saham juga baru sekira 6 bulan … cuma kalo inves macem2 uda puluhan taon dah … nah, bekal analisis fundamental mah uda banyak abis dah 😛 … nah, elo baca2 semua isi blog2 gw, terutama ekonomi tak serius dan i am investor … itu kalo bener serius pengen tau lebe dalam itu salah satu caranya … tapi kalo elo bener cuma ingin maen saham, elo wajib belajar keuangan perusahaan … misalnya, elo belajar laba/rugi perusahaan, ekuitas, liability, dll … pokoke mumet pasti dijamin … nah, kalo tetap cari jalan pintas juga, nah, gw cuma inget Taleb, seorang doktor statistik yang juga pemain investasi di amrik yang menulis buku Black Swan … buku ini uda diterjemahkan ke bahasa indo, jadi cari aja di toko buku…terjemahannya juga lumayan bagus … gw ingat dogma Taleb : maen saham itu lebe banyak faktor kebetulannya dan tidak bisa dikalkulasi dengan akurasi 100% … cuma doi pun bermaen saham, terutama saat krisis ekonomi terjadi … jadi, belajar analisis fundamental itu penting sekali, tapi bukan jawaban semua masalah investasi di saham


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s