1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

NAEK, tapi rawan koreksi, itulah ihsg … : 011009 1 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:58 am

01/10/2009 – 06:43
Prediksi IHSG
Pilih Saham Terkorelasi Konsumsi Lokal
Asteria & Natascha

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (1/10) diperkirakan masih mampu menguat. Sederet saham masih direkomendasikan seperti ASII, CTRA, SMRA, AALI, LSIP, dan SGRO.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang menguat, dipicu apresiasi nilai tukar rupiah seiring naiknya mata uang Asia terhadap dolar AS. Selain itu juga didukung naiknya harga komoditas seperti minyak dan logam.

“IHSG masih berpeluang naik, mengingat harga saham di Jakarta masih termasuk murah untuk kawasan Asia,” katanya kepada INILAH.COM. Menurutnya, masih ada rilis data AS yang penting diperhatikan pekan ini. Ekspektasi membaiknya data tersebut, dapat membawa sentimen positif pada bursa.

Seperti data tenaga kerja AS yang diperkirakan masih cenderung mixed. Sedangkan angka consumer confidence AS pada September berada di level 53,1 dibangdingkan 54,5 bulan sebelumnya. “Kendati merosot, namun penurunan ini tidak terlalu banyak,” paparnya.

Sedangkan dari dalam negeri, investor masih mencermati data inflasi yang akan segera dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pasar berekspektasi, inflasi September masih akan terkontrol, dimana secara bulanan mencapai angka 0,8%, masih di bawah 1%. Sedangkan inflasi tahunan masih di bawah 3%.

Maxi menuturkan, kenaikan harga tidak banyak terjadi pada September, meskipun terjadi peningkatan permintaan memasuki bulan puasa dan Lebaran. “Turunnya harga beras, berhasil meredam tekanan inflasi,” ucapnya.

Setelah penguatan kemarin, lanjutnya, maka pasar bursa sangat rawan profit taking. Di tengah kondisi ini, Maxi menyarankan investor mengakumulasi saham berfundamental kuat. Terutama yang terkorelasi dengan konsumsi dalam negeri.

Beberapa saham yang disarankan adalah PT Astra International (ASII) dari sektor otomotif, PT Ciputra Development (CTRA) dan PT Summarecon Agung (SMRA) dari properti.

Sedangkan dari sektor perkebunan, Maxi menyarankan saham PT Astra Agro Lestari (AALI), PT London Sumatra (LSIP) dan PT Sampoerna Agro (SGRO). “Untuk jangka pendek, buy on weakness di saham-saham tersebut,” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (30/9), IHSG ditutup menguat 23,760 poin (0,97%) ke level 2.467,591. Perdagangan mencatatkan volume transaksi sebesar 3,756 miliar saham senilai Rp 3,720 triliun dengan frekuensi 86.607 kali. Sebanyak 101 saham naik, 85 saham turun, dan 78 stagnan.

Saham grup Astra kemarin memimpin kenaikan bursa. Saham PT Astra International (ASII) melesat Rp 1.450 menjadi Rp 33.350, PT United Tractors (UNTR) naik Rp 850 menjadi Rp 15.600, dan PT Astra Agro Lestari naik Rp 200 menjadi Rp 21.050. Sedangkan saham BUMI menjadi kontributor terbesar penguatan bursa, dengan nilai transaksi mencapai Rp 857 miliar, atau 23% dari total transaksi bursa

Saham emiten lain yang menguat di antaranya, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 225 menjadi Rp 4.700, PT London Sumatra (LSIP) terangkat Rp 150 ke Rp 7.650, PT Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 8.650, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 menjadi Rp 14.100, dan PT Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 3.225,

Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.500, PT Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 menjadi Rp 4.950, PT Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 10 menjadi Rp 385, PT Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 10.700, dan PT Semen Gresik (SMGR) turun Rp 50 menjadi Rp 6.300. [mdr]

01/10/2009 – 05:37
Wall Street Merah Tertekan Sektor Manufaktur
Mosi Retnani Fajarwati

(istimewa)
INILAH.COM, New York – Indeks melemah pada akhir kuartal III dengan perdagangan yang masih diwarnai emosi para investor yang beragam tentang pemulihan ekonomi.

Indeks ditutup melemah usai bergerak zig zag sepanjang perdagangan Rabu (30/9). Namun harga-harga saham sebagian terdongkrak usai pemerintah memaparkan pendapatan domestik bruto (PDB), dan sebagian lagi tertekan oleh pemberitaan mengenai penurunan industri manufaktur di wilayah Midwestern.

Dow Jones turun 30 poin seiring harapan para investor mengenai data ekonomi dan penguatan nilai tukar dolar AS.

Tekanan yang terjadi hingga Dow turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan datang dari Chicago Purchasing Managers Idex yang lebih rendah dari proyeksi. Para investor kawatir bahwa penurunan tersebut juga berarti Institute untuk Supply Management index mengalami penurunan.

Sementara Departemen Perdagangan melaporkan, pendapatan domestik bruto (PDB) turun menjadi 0,7% atau lebih rendah dari proyeksi yaitu 1%.

Dow Jones turun 29,92 poin (0,3%) menjadi 9.712,28, S&P 500 turun 3,53 poin (0,3%) menjadi 1.057,08, dan Nasdaq turun 1,62 poin (0,1%) menjadi 2.122,42.[mre]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s