1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

lapkeu pengecoh, pengalih, penjurus, pelamun, pemimpi … : 051009 5 Oktober 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 9:30 pm

Opini Auditor
Senin, 5 Oktober 2009 – 07:08 wib

Laporan Keuangan (LK) adalah informasi yang paling valid dan paling bisa diandalkan untuk mengetahui kondisi riil suatu perusahaan publik atau emiten. Melalui LK, orang bisa menilai bagaimana prospek perusahaan ke depan, apakah sahamnya layak investasi atau tidak, apakah manajemennya solid atau tidak, dan sebagainya.

Karenanya, sudah barang tentu publikasi LK (baik tahunan, semesteran, maupun triwulanan) selalu ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar untuk mencermati sejauh mana perkembangan satu emiten. Jika LK bagus, itu mencerminkan kondisi perusahaan bagus dan karenanya besar kemungkinan harga saham di pasar juga tumbuh bagus. Bagi investor, LK yang bagus berarti rekomendasi untuk membeli dan begitupun sebaliknya.

Untuk sampai pada sebuah keputusan investasi, beli atau jual, investor harus melakukan analisa LK bersangkutan. Tapi, sebelum menganalisa sebuah LK perusahaan atau emiten, ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh investor yakni pendapat akuntan publik terhadap LK tersebut.

Dalam dunia akuntansi, ada empat opini yang biasa dikeluarkan oleh auditor terhadap sebuah LK, yakni wajar tanpa pengecualian atau tanpa catatan (unqualified), wajar dengan pengecualian (qualified), pendapat tidak setuju (adverse), dan terakhir opini auditor tidak memberikan pandapat (disclamer).

Opini unqualified berarti auditor berpendapat bahwa laporan keuangan perusahaan atau lembaga yang diperiksanya mulus, tidak memiliki hal-hal yang bertentangan dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Dengan kata lain, apa yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipercaya, tidak ada catatan. Sedangkan, opini wajar dengan pengecualian (qualified) disebabkan auditor merasa bahwa dalam laporan keuangan yang diauditnya, terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan standar yang berlaku umum. Karena itu auditor merasa perlu memberi catatan.

Pendapat tidak setuju (adverse) terhadap sebuah LK yang diaudit. Akuntan menganggap LK yang diaudit tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Terakhir yang merupakan momok setiap pelaku pasar adalah sikap auditor yang tidak bersedia memberikan opini alias disclamer.

Dari keempat peringkat tersebut, jelas terlihat bahwa opini disclaimer paling menakutkan. Meski pun begitu, investor jangan terlalu gelisah dengan opini akuntan. Apalagi belakangan ini, jarang sekali akuntan mengeluarkan pendapat tidak mengeluarkan pendapat. Hal ini dapat dimaklumi, karena sekarang makin jarang perusahaan publik yang terserang krisis.

Tapi sekitar tahun 1999-2001 opini disclaimer banyak sekali menghiasi laporan keuangan emiten baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar, baik sektor swasta maupun BUMN. Maklum saja, saat itu dampak krisis ekonomi tahun 1998 masih terasa menghempas Indonesia.

Suatu LK mendapat opini disclaimer karena banyak alasan seperti defisiensi modal, kewajiban lancar konsolidasi melebihi aktiva lancar konsolidasi, konflik internal dan sebagainya. Dalam dunia akuntansi, opini disclamer, menempati peringkat yang terendah.

Opini disclamer itu sekaligus mencerminkan rendahnya level of confidence auditor terhadap laporan keuangan yang diperiksa. Jadi tidak heran, jika publik merasa ngeri setiap mendengar kata laporan keuangan perusahaan X disclaimer. Dan tak heran pula bila ada perusahaan publik yang akuntannya memberi opini disclaimer akan dijauhi investor. (Tim BEI) (//rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s