1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

satu kata : terpuruk … 081009 8 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:08 pm

08/10/2009 – 16:58
Penutupan Transaksi Saham
Aksi Jual Asing Gembosi IHSG
Asteria

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG terkoreksi, anomali dengan bursa Asia. Aksi jual asing terhadap saham berkapitalisasi besar, membuat indeks tak berkutik di bawah 2.500. Tekanan berasal dari BUMI.

Pada perdagangan Kamis (8/10), IHSG ditutup melemah 28,888 (1,15%) ke level 2.484,518. Indeks saham unggulan LQ 45 melemah 6,820 poin (1,38%) ke level 488,277 dan indeks JII turun 1,16% menjadi 401.74.

Bursa saham Indonesia dibuka menguat tipis 0,34% ke level 2.521. Namun, kondisi langsung berbalik tajam dan konsisten bergerak melemah, sehingga indeks pada sesi siang anjlok ke level 2.478.

Melemahnya BUMI dengan nilai transaksi yang besar, berimbas bagi pelemahan IHSG. Penguatan indeks pun hanya mampu mencapai angka 2.484, masih di zona negatif. IHSG terkoreksi di tengah positifnya bursa global dan regional.

Pasar menilai, IHSG sudah overbought, dengan harga saham yang sudah tinggi. Hal ini mengingat kenaikan bursa sudah mencapai 85% sejak awal tahun. “Pelaku pasar asing pun melakukan profit taking dengan aksi jual saham berkapitalisasi besar,” ujar Viviet Putri, analis Anugerah Securindo

Pelemahan harga minyak mentah menembus level US$ 71 per barel, juga membawa sentimen buruk bagi saham komoditas. Hal ini ditambah koreksi saham PT Bumi Resources (BUMI) yang turun Rp 150 menjadi Rp 2.725 per lembar.

PT CLSA Indonesia (KZ) di sesi awal melakukan transaksi tutup sendiri atas 4,19% saham BUMI, di harga Rp 1.700 per saham. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 1,384 triliun.

Semua sektor tampak memerah, hanya sektor konsumsi yang berhasil menghijau. Sektor finansial memimpin penurunan dengan anjlok 2%, aneka industri 1,95%, tambang 1,25%, manufaktur dan industri dasar 0,9%, perdagangan 0,76%, perkebunan 0,6%, infrastruktur 0,5% dan properti 0,1%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi sebesar 6.434 juta lembar saham, senilai Rp 8,841 triliun dengan frekuensi 106.015 kali. Sebanyak 61 saham naik, 118 saham turun dan 87 saham stagnan.

Emiten-emiten yang mengalami pelemahan terbesar antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 33.850, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 14.100, PT International Nickel (INCO) turun Rp 225 menjadi Rp 4.700, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 225 ke Rp 4.700.

Saham PT United Tractors (UNTR) juga melemah Rp 200 menjadi Rp 15.400, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 8.400, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.975, dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) melemah Rp 25 menjadi Rp 2.050.

Kendati demikian, positifnya harga logam mampu membawa beberapa saham berbasis metal seperti PT Timah (TINS) dan PT Aneka Tambang (ANTM) ke area hijau. TINS naik Rp 100 menjadi Rp 2.250 dan ANTM naik Rp 75 menjadi Rp 2.675,

Beberapa emiten lain yang menguat antara lain PT Sepatu Bata (BATA) Rp 500 menjadi Rp 30.000, PT Indofood (INDF) naik Rp 25 ke level Rp 3.150, PT Jembo Cable Company (JECC) naik Rp 100 ke Rp 950 dan PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 75 menjadi Rp 4.550.

IHSG melemah di tengah penguatan bursa regional. Indeks Kospi naik 17,46 poin (1,09%) ke level 1.615,46, indeks Nikkei-225 naik 32,87 poin (0,34%) ke 9.832,47, indeks Hang Seng naik 251,31 poin (1,18%) ke level 21.492,9 dan indeks Straits Times naik 12,98 poin ke level 2.647,61. [mdr]

Kamis, 08 Oktober 2009 | 12:33

BURSA SAHAM

Bluechips dan The Seven Brothers Loyo, IHSG Melemah 1,37%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin lemah tak berdaya. Kamis (8/10), hingga sesi pertama berakhir, indeks bertengger di 2.478,89, atau melemah 1,37%. Perinciannya 40 saham naik, 133 saham turun, dan 58 saham tak mengalami perubahan harga.

Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia pun melesat dan tercatat Rp 5,83 triliun. Meski begitu, nilai transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp 3,97 triliun, atau setara 68% nilai transaksi BEI.

Satu hal yang menghebohkan, tercatat dua transaksi di pasar negosiasi senilai Rp 2,76 triliun terhadap saham BUMI. Transaksi pertama dilakukan antara broker CLSA Securities (KS) dengan CLSA pada pukul 10.16 WIB. Sementara, transaksi kedua dilakukan antara broker CLSA dengan Sinar Mas Securities DH) pada pukul 10.20 WIB. Meski jumlah dan nominal saham berbeda, nilai transaksi keduanya nyaris sama, yaitu masing-masing Rp 1,38 triliun.

Penurunan indeks kali ini disebabkan melorotnya sejumlah saham papan atas dan anggota The Seven Brothers. Mereka adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 2,45% menjadi Rp 33.900, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 1,41% menjadi Rp 21.050, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 1,92% menjadi Rp 15.300, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,34% menjadi Rp 8.350, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,22% menjadi Rp 2.725.

Sebaliknya saham-saham yang masih mampu bertahan adalah; PT Timah Tbk (TINS) naik 4,65% menjadi Rp 2.250, PT Indosat Tbk (ISAT) naik 0,93% menjadi Rp 5.400, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik 1,92% menjadi Rp 2.650, PT Delta Dunia Petroindo Tbk (DOID) naik 1,09% menjadi Rp 1.860, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,35% menjadi Rp 1.500.

Hendra Soeprajitno
Kamis, 08/10/2009 16:06 WIB

Aksi jual landa Bumi, IHSG sore turun ke 2.484

oleh : Berliana Elisabeth S.

Chart for Composite Index (^JKSE)

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi II sore ini terkoreksi 1,15% atau minus 28,88 poin menjadi 2.484,51 terseret saham Bumi meski Eropa dan Asia menguat.

Indeks Bisnis-27 juga terpangkas 1,73% menjadi 226,31. Seluruh indeks sektoral di BEi sore ini terkoreksi dipimpin sektor aneka industri dan finansial.

Top losers dicatat saham Astra International (ASII) minus 3,16% menjadi Rp33.650, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) minus 2,08% menjadi Rp14.100, United Tractors (UNTR) minus 1,60% menjadi Rp15.350 dan Bank Central Asia (BBCA) minus 4,56% menjadi Rp4.700.

Saham Bumi Resources (BUMI) kembali terpangkas yakni minus 5,21% menjadi Rp2.725 dengan tekanan jual yang besar sehingga menjadi top value di BEI sore ini yakni Rp2,19 triliun atau 25% dari total nilai transaksi.

Pemodal kemarin secara masif menjual saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) karena khawatir laba bersihnya dalam 2 tahun ke depan tergerus bunga utang yang diperoleh dari China Investment Corporation (CIC). Akibatnya harga saham emiten tambang batu bara terbesar di Indonesia terjun bebas 6,50% atau Rp200 ke posisi Rp2.875. Seiring dengan tekanan aksi jual, nilai transaksi saham Bumi mencapai Rp2,94 triliun, hampir 40% dari nilai transaksi harian bursa efek Rp7,58 triliun.

Total nilai transaksi di BEI sore ini mencapai Rp8,76 triliun dengan volume mencapai 12,80 miliar saham.

Indeks saham di Eropa mayoritas dibuka menguat setelah Alcoa Inc melaporkan kenaikan laba bersih kuartal III/2009 melampaui perkiraan analis serta angka tenaga kerja di Australia bertambah di luar perkiraan. DJStoxx 600 Eropa naik 1,17%, FTSE 100 London naik 0,88%, DAX 30 Jerman positif 1,27% dan CAC 40 Prancis menanjak 1,41%.

Indeks saham di Asia sore ini mayoritas menguat. Indeks Shanghai China naik 0,90%, Hang Seng Hong Kong naik 1,18%, KLCI Malaysia naik 0,37%, Nikkei Jepang positif 0,34%, Strait Times Singapura menanjak 0,38% dan Kospi Korsel bertambah 1,09%.

Harga minyak mentah untuk kontrak November naik 0,88% menjadi US$79,18 per barel di New York Mercantile Exchange. Rupiah melemah 10 poin menjadi Rp9.430 per dolar AS meski pagi hingga siang tadi sempat

menguat 65 poin menjadi Rp9.355 per dolar, level terkuatnya sejak 26 September 2008, menurut data Bloomberg.

bisnis.com

08/10/2009 – 16:21
IHSG Ditutup Turun 28,89 Poin
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Kamis (8/10) ditutup turun 28,89 poin (1,15%) ke level 2.484,52 karena investor masih melakukan profit taking meskipun bursa regional berada di zona positif.

Hal itu dikatakan analis saham Asia First Capital, Bayu Aji kepada INILAH.COM Kamis (8/10). “Sektor perbankan dan grup Bakrie menjadi target ambil untung para investor. Selain itu grup Astra juga dilanda aksi ambil untung pada hari ini,” katanya.

Meskipun bursa regional positif tetapi IHSG sudah cukup ketinggian sehingga masih berada di area overbought sehingga terkoreksi. Kecenderungan melemah diperkirakan terjadi hingga akhir pekan ini. IHSG dianggap belum terlalu kuat berada di level 2.500.

Volume perdagangan mencapai 5,9 miliar unit saham senilai Rp 8 triliun dengan 61 saham naik, 118 saham turun serta 87 saham stagnan. Untuk LQ45 turun 6,8 poin ke 488,28 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,7 poin ke 401,74.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 500 ke Rp 30.000, Merck (MERK) naik Rp 200 ke Rp 79.000, Timah (TINS) turun Rp 100 ke Rp 2.250, Jemblo Cable Company (JECC) naik Rp 100 ke Rp 950, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 75 ke Rp 4.550, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 75 ke Rp 2.675.

Untuk saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.100 ke Rp 33.650, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 15.250, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 14.100, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 225 ke Rp 4.700, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.350, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 150 ke Rp 2.725, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 6.650, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 10.350, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 150 ke Rp 21.200. [hid/cms]

Ical Ketum Golkar, IHSG Luruh Tinggalkan 2.500

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pialang menjalankan aktivitas transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
/
Artikel Terkait:
Awal Musim Laporan Keuangan, Wall Street “Mixed”
Investor Fokus Saham Bakrie
Wall Street Dibuka Merah
IHSG Akhirnya Merah

KAMIS, 8 OKTOBER 2009 | 10:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun Aburizal Bakrie terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak lemas. Semula, tak sedikit pelaku pasar yang memprediksi saham keluarga Bakrie yang tergabung dalam The Seven Brothers bakal menguat hebat jika Aburizal berhasil menduduki kursi nomer satu di partai Pohon Beringin itu. Tapi, apa lacur jika yang terjadi justru sebaliknya.

Hingga pukul 10.11, IHSG bertengger di 2.486,56, atau melemah 1,07 persen. Perinciannya 28 saham naik, 92 saham turun, dan 57 saham tak mengalami perubahan.

Beberapa saham yang ditransaksikan melorot, antara lain; PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Sementara saham-saham The Seven Brothers yang melemah, antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Adapun pada waktu yang sama, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) tidak mengalami perubahan harga.

Sebaliknya saham-saham yang menguat adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan PT Delta Dunia Petroindo Tbk (DOID). (Hendra Soeprajitno/Kontan)

Kamis, 08/10/2009 09:34 WIB
Market Flash eTrading
eTrading Securities – detikFinance

Jakarta – Pada perdagangan IHSG kemarin saham BUMI kembali menjadi pertanyaan besar investor. Time to Buy or Time to Sell?. I says, short-term koreksi sangat obvious level support menurut TA adalah Support 1 pada level 2,775 dan support 2 pada level 2,550. BUMI terkoreksi 6% kemarin dan penjualan terbesar dari Broker RX dan total nilai transaksi bumi kemarin hampir mencapai setengahnya total transaksi IHSG.

Menurut pandangan saya, broker asing memang belum mengubah pandangan negative nya terhadap group atau saham tersebut karena korporat aksi yang di lakukan bertubi-tubi tanpa ada penjelasan tujuan dari peminjaman-pinjaman yang di lakukan.

Terakhir ini BUMI kembali meminjam dana dari CIC sekitar USD1,9bn dengan bunga 19% dan tenor selama 6 tahun. Negative pada saham ini adalah beban bunga yang sangat besar yang dikawatirkan akan berdampak pada laba bersih perseroan di jangka pendek mengingat harga komoditas masih pada level rendah. Saat ini Newc, coal di perdagangkan berkisar USD 70/ton di bandingkan tahun sebelumnya sempat menyentuh USD197/ton.

Menurut model kita BUMI akan di bebani dengan bunga USD 423jt/thn di bandingkan tahun sebelumnya USD43 FY08 dan USD59jt FY07. Ini berarti beban bunga BUMI akan meningkat 10x lipat. Sementara kita tidak melihat ada peningkatan pesat dari harga batu-bara di jangka pendek ini maupun volume. BUMI menargetkan produksi batu-bara akan mencapai 111jt ton di 2012 naik dari saat ini 53-58jt ton.

Is there a light in the end of the tunnel? Terlalu cepat untuk mengatakan a light in the end of the tunnel, namun there is a potential light in the end. Harga batu-bara masih pada level blm pasti namun menurut saya ini adalah level terendah, jadi hanya ada satu arah untuk harga batu-bara kedepan yaitu naik. Secondly, potensi explorasi dari cadangan asset lain sangat besar terutama setelah banyak likuiditas yang masuk ke balance sheet perusahaan. Dan potensi M&A juga sangat besar mengingat KPC dan Arutmin adalah asset yang sangat mengiyurkan untuk sesame pemain batu-bara baik dunia Maupun local.

Dow Jones: Bursa US terus melanjutkan penguatan untuk hari ketiga seiring dengan penguatan saham perbankan setelah setelah upgrade saham yang dilakukan oleh analis Bank of America dan Wells Fargo & Co. merencanakan meningkatkan tingkat kredit sementara Alcoa Inc. melonjak sebelum hasil laporan kuartal tiga keluar. Bank of America dan Wells Fargo masing-masing naik 2.1%, Google Inc. rally 3.8% setelah Oppenheimer & Co. menaikkna estimasi harga sahamnya.

Alcoa, produsen aluminium terbesar naik 2.2% sebelum melaporkan laba yang tidak terduga sebelim penutupan bursa. Dow Jones mengalami penurunan dipimpin oleh AT&T Inc. dengan adanya rencana untuk membiarkan pemilik iPhone menggunakan internet phone. Indeks S&P 500 (+0.3%) 1,057.58, Nasdaq (+0.3%) 2,110.33, Dow Jones (-0.1%) 9,725.58.

Regional Pagi: Mayoritas bursa Asia menguat, meskipun penguatan berkurang setelah kekhawatiran Wall Street dalam sesi yang bergerak rally selama 2 hari. Saham logam dan pertambangan menguat setelah Alcoa secara tak terduga mencetak laba kuartalan. Namun, bursa Jepang melemah seiring eksportir seperti Sony Corp. melemah dengan penguatan yen. Pasar energi Australia ditopang oleh kuatnya harga komoditas, sedangkan bursa Korea Selatan naik tipis setelah mengalami pelemahan. NIKKEI 225 (-0.27%) 9,772.87. KOSPI INDEX (+0.24%) 1,601.86. S&P/ASX 200 INDEX (+1.39%) 4,761.20. STI (+0.41%) 2,645.46.

Commodity: Crude Oil (+0.66%) $70/bbl, Gold (+0.42%) $1.049/oz, CPO (-0.8%) $653/MT, Nickel (+2.9%) $18.650/MT, Tin (+0.5%) $14.675/MT.

Economic & Industrial News

Banking: Ekspansi Kredit 2010 Diproyeksikan 17%

BI memperkirakan pertumbuhan kredit tahun depan mencapai 17%, lebih tinggi dari realisasi tahun ini sekitar 12-13%. Naiknya proyeksi pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh kian membaiknya aktivitas ekspor.

Automotive: Pasar Mobil September Anjlok 22,5%

Pasar mobil domestik pada September anjlok 22,5% menjadi 37.295 unit, dibandingkan dengan realisasi Agustus, akibat libur Lebaran yang membuat hari kerja efektif menjadi berkurang. Permintaan Oktober dan November diprediksikan membaik. Kondisi 4Q09 diprediksi hampir sama dengan 3Q09, kemungkinan berada di kisaran 40.000 unit atau lebih, menurut Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto.

Commodity: Bintangdelapan Siapkan Pabrik Nikel US$ 1,2 M

PT Bintangdelapan bekerja sama dengan Dingxing Group Tiongkok tengah menyiapkan pabrik pengolahan (smelter) nikel berkapasitas 30 ribu ton per tahun. Pabrik tersebut diperkirakan membutuhkan investasi US$ 1,2 miliar. Bintangdelapan dan Dingxing membentuk PT Sulawesi Mining nvestment yang diharapkan beroperasi 2014.

General: Komisaris Utama Sarijaya Sekuritas Dihukum 26 Bulan

Pengadilan Negeri jakarta Selatan memvonis Komisaris Utama PT Sarijaya Permana Sekuritas, Herman Ramli, selama 26 bulan. Herman terbukti bersalah menggelapkan dana nasabah yang merugikan sebanyak 13.074 nasabah senilai Rp235,6 miliar.

Corporate news

TLKM: Berencana Jual Anak Usaha, Tambah Saham Scicom Berhad

TLKM berencana menjual anak usahanya meliputi 25% saham PT Citra Sari Makmur dan 22% PT Pasifik Satelit Nusantara guna memfokuskan pada bisnis intinya. Selain itu, perseroan akan menambah kepemilikan saham di atas 50% dari saat ni 10% saham Scicom Berhad Malaysia.

SMGR: Kantongi Untung Rp216 M

SMGR meraih keuntungan Rp215,99 miliar dari hasil penjualan saham buyback sebanyak 68,03 juta saham secara block sale pada 2 hari lalu yang dibantu PT Mandiri Sekuritas. Keuntungan tersebut disimpan ke kas perseroan.

PTBA: Didukung Pemerintah Beli Lahan BHP Biliton

Kemenneg BUMN mengatakan pemerintah mendukung PTBA untuk mengakuisisi lahan milik BHP Biliton dan mengizinkan membentuk konsorsium sesama perusahaan BUMN. Namun, perseroan belum memberikan keterangan resmi kepada pemerintah terkait rencana tersebut.

ANTM: Dijajaki Norsk Hydro Aliansi Bangun Pabrik Smelter

Norsk Hydro, produsen alumunium ketiga terbesar di Eropa asal Norwegia menjajaki ANTM beraliansi membangun pabrik pengolahan smelter grade alumina dan proyek pengembangan bauksit di Tayan, Kalbar senilai US$1,2-1,5 miliar. Sementara, hingga saat ini belum ada kejelasan kerjasama dari OAO Russian Alumunium dan perseroan untuk menggarap proyek tersebut.

BUMI: Siapkan Dana Herald Rp250 M

BUMI menyiapakan US$25 juta atau Rp250 miliar untuk mengakuisisi 15,8% atau 29,42 juta saham Herald Resources. Pendanaan berasal dari modal kerja perseroan dan menyatakan transaksi tersebut bukan material.

DOID: Buma Pangkas Obligasi jadi US$350 Jt

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) memangkas nilai obligasi globalnya jadi US$350 juta dari semula US$600 juta. Pasalnya, Buma akan mengkombinasikan pencarian dana US$600 juta dengan pinjaman bank hingga US$250 juta. Adapun enam bank yang dijajakinya Barclays Capital, Deutsche Bank, ING, Macquarie Bank, Mizuho Bank, dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ.

HEXA: Penuhi Target Penjualan Tahun Ini

Jelang akhir tahun, HEXA kebanjiran pesanan alat berat hingga mencapai 400 unit seiring memanasnya harga komoditas. Saat ini, HEXA telah menjual alat berat sebanyak 00 unit, dengan pencapaian tersebut, maka perusahan telah berhasil memenuhi target penjualan sepanjang tahun sebanyak 1.200 unit.

(etr/qom)

Sore Ini, IHSG Terburuk Se-Asia Pasifik!
Kamis, 8 Oktober 2009 – 16:11 wib

Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – Penutupan perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) sore ini terpantau masih anjlok. Namun dibandingkan penutupan sesi pertama siang, IHSG sore sedikit naik walaupun terkoreksi.

IHSG pada perdagangan Kamis (8/10/2009) anjlok 28,89 poin atau setara 1,15 persen ke posisi 2.484,52. Begitu pula dengan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang masih melemah 4,73 poin ke posisi 401,74 dan indeks LQ45 turun 6,82 poin ke posisi 488,28.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 4,67 miliar lembar saham senilai Rp5,34 triliun. Saham yang menguat sebanyak 61 jenis saham, melemah 118 jenis saham, dan stagnan 87 jenis saham.

Pelemahan IHSG masih didukung memerahnya seluruh saham-saham dari berbagai sektor, kecuali untuk sektor konsumer yang meningkat tipis 0,15 poin. Pelemahan tertinggi pun masih dipimpin sektor pertambangan yang turun sebesar 27,57 poin. Selain itu, pelemahan IHSG ini menjadi yang terparah se-Asia Pasifik mengikuti pelemahan indeks Dow Jones sebesar 5,6 poin.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Sepatu Bata Tbk (BATA) naik Rp500 ke posisi Rp30.000, PT Merck Tbk (MERK) naik Rp200 ke posisi Rp79.000, PT Timah Tbk (TINS) naik Rp100 ke posisi Rp2.250, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik Rp100 ke posisi Rp950, dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp75 menjadi Rp4.550.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp900 ke posisi Rp33.850, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp300 ke posisi Rp14.100, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp225 menjadi Rp4.700, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp200 ke posisi Rp15.400, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok Rp150 menjadi Rp2.725. (ade)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s