1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

investor daily memprediksikan … : 091009 9 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:10 am

PREDIKSI INVESTOR DAILY 9 Oktober 2009: Indeks Berpotensi Rebound
09/10/2009 07:20:15 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi rebound setelah terkoreksi dalam dua hari terakhir. Pada perdagangan kemarin, indeks terkoreksi 28,89 poin (1,15%) menjadi 2.484,52.

“Secara teknikal, indeks akan rebound setelah terkena profit taking selama dua hari terakhir. Meski demikian, pemodal harus tetap mewaspadai lanjutan aksi ambil untung saham-saham tertentu,” kata pengamat pasar modal Deni Hamzah kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (8/10).

Dia mengatakan, indikator teknikal menunjukkan indeks berhasil untuk mempertahankan support dalam moving average (MA) selama tujuh hari. Selain itu, indikator directional movement index (DMI) dan moving average convergence divergence (MACD) mengindikasikan indeks bergerak pada teritori positif. Hanya saja, indikator stochastic oscillator menunjukkan pelemahan indeks terbatas.

Kondisi makroekonomi yang kondusif, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan aliran dana investor asing ke pasar modal domestik akan menopang pergerakan indeks hari ini.

Hari ini, menurut Deni, indeks akan mencoba menyentuh level resistance 2.524. Namun jika aksi profit taking masih berlanjut, indeks kemungkinan menguji level support 2.484. (epa)

REKOMENDASI SAHAM INVESTOR DAILY 9 Oktober 2009
09/10/2009 07:25:29 WIB
Valbury Asia Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemungkinan bergerak bervariatif dengan kecenderungan turun. Apabila harga minyak bertahan di atas US$ 70 per barel, indeks berpeluang rebound. Meski demikian pemodal masih tetap mencermati beberapa data makro ekonomi domestik dan global. Pada perdagangan hari ini, pemodal dapat mencermati saham ANTM, BMRI dan BUMI.

Reliance Securities
Indeks berpotensi naik pada perdagangan hari ini. Ekspektasi rebound indeks akan ditopang tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Investor bisa melakukan buy on weakness saham-saham, seperti ANTM, TINS, JSMR, BBRI, dan BMRI.

Optima Sekuritas
Aksi ambil untung (profit taking) saham BBCA, ASII, dan saham kelompok Bakrie menekan indeks kemarin sebanyak 28,88 poin (1,1%) menjadi 2.484. Sementara itu, nilai transaksi pasar regular kemarin melonjak menjadi Rp 5,3 triliun. Hal ini bisa menjadi sinyal positif terhadap pergerakan indeks. Hari ini, indeks berpotensi naik yang ditopang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Indeks akan bergerak pada kisaran 2.450-2.500.

Panin Sekuritas
Pergerakan indeks hari ini kemungkinan pada kisaran 2.469-2.525. Tekanan indeks dari harga saham PT Bumi Resources Tbk kemungkinan mulai mereda mulai hari ini. Sehingga bisa berdampak positif terhadap pergerakan indeks. Beberapa saham yang direkomendasikan, yaitu BBCA, MEDC, BDMN, SMGR. SMRA, dan MAPI.

Jumat, 09/10/2009 09:05 WIB

Dow, Asia, minyak naik, IHSG berpotensi tertekan

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks saham di bursa regional dan global menguat, begitu juga harga minyak mentah dan emas. Namun minimnya sentimen positif dari dalam negeri, sehingga berpotensi kembali menekan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Trimegah Securities menyatakan investor disarankan agar waspada terhadap berita negatif regional yang dapat menambah besar tekanan jual. Pada hari ini IHSG diperkirakan masih tertekan, sehingga pergerakan diperkirakan berada di 2.444-2.505.

Senior Analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan pada perdagangan kemarin IHSG kembali turun yakni minus 1,15% atau 28,88 poin menjadi 2.484,52, karena sentimen terhadap saham BUMI yang masih dijual investor asing. Investor melihat aksi korporasi BUMI yang menjaminkan saham anak usahanya Kaltim Prima Coal dan Arutmin untuk mendapatkan pinjaman sebesar US$1,9 milyar ke CIC dengan biaya bunga yang tinggi.

Indeks saham di Wall Street AS kembali naik dikarenakan oleh kenaikan saham-saham perbankan dan ekspektasi laba bersih yang baik di kuartal ketiga dan beberapa data ekonomi yang masih baik. Indeks Dow Jones naik 0,63% atau 61,29 poin menjadi 9.786,87, Standard & Poors’s 500 naik 0,75% atau 7,90 poin menjadi 1.065,48 dan Nasdaq naik 0,64% atau 13,60 poin menjadi 2.123,93.

Indeks Eropa juga naik karena suku bunga Eropa ditetapkan tidak berubah sebesar 1% dan kenaikan saham-saham pertambangan. Harga emas mengalami kenaikan lagi setelah dolar AS melanjutkan trend pelemahan, sementara rupiah terus menguat.

Harga minyak juga naik lagi menuju ke US$71 per barel akan harapan pemulihan ekonomi. Pagi ini juga indeks regional terlihat menguat dan banyak harapan bahwa indeks dalam negeri kembali menguat dan membuat investor kembali membeli saham setelah selama 2 hari ini tertekan karena sentimen dari saham-saham group Bakrie.

bisnis.com

Jumat, 09/10/2009 10:01 WIB

Cermati BUMI, FREN, INDY, ADHI, ELSA, ANTM, BMRI

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini setidaknya akan terpengaruh kondisi keuangan, aksi korporasi maupun berita-berita seputar perusahaan seperti BUMI, FREN, INDY, ADHI, ELSA, BTPN, ANTM, SDRA dan BMRI.

Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat, 9 Oktober 2009 memberitakan kesembilan emiten tersebut yakni:

Grup Ancora melalui Jupiter Asia No.1 Pte Ltd kemungkinan melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui transaksi tutup sendiri (crossing) kepada perusahaan pengelola dana yang berbasis di Eropa.

Crossing itu dilaksanakan melalui broker PT CLSA Indonesia dengan volume 814,15 juta saham atau 4,30% saham Bumi senilai Rp1,38 triliun atau Rp1.700 per saham kemarin. Harga transaksi itu mencerminkan diskon 37,61% atau Rp1.025 dibandingkan dengan posisi per penutupan saham Bumi di level Rp2.725 kemarin, atau diskon 40,87% atau Rp1.175 dibandingkan dengan penutupan Rabu Rp2.875.

Total transaksi crossing saham Bumi di pasar negosiasi kemarin mencapai 1,48 miliar saham senilai Rp3,08 triliun. Berdasarkan data Bloomberg, CLSA Indonesia tercatat sebagai broker crossing terbesar Rp2,77 triliun atas 1,63 miliar saham Bumi. Transaksi tutup sendiri melalui broker dengan kode perdagangan KZ itu dilakukan oleh investor asing.

Seorang eksekutif yang mendengar informasi itu menambahkan di balik Jupiter Asia adalah Grup Ancora yang memegang 4,30% saham Bumi sebagai jaminan atas pengambilalihan utang PT Bakrie & Brothers Tbk, induk perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia itu, dari krediturnya JP Morgan.

Grup Ancora, melalui Blue Resources Limited, pada 27 November 2008 sepakat dengan Bakrie Investment Pte Ltd mengambil alih utang Bakrie & Brothers senilai US$72 juta dari JP Morgan.

PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) berencana mengganti direksi dan komisaris. Menurut Presiden Direktur Mobile-8 Merza Fachys, pengambilan keputusan itu akan dilaksanakan pada rapat umum pemegang saham pada 11 November 2009. “Agenda RUPS adalah pergantian direksi dan atau komisaris,” katanya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Pada 1 Juni 2009, Mobile-8 baru saja mengganti jajaran direksi perseroan itu menjadi Merza Fachys, Anthony C. Kartawiria, Beydra Yendi, dan Agus Heryanto Lukas. Adapun, Harmanto Tanidjaja menjadi presiden komisaris dan Felix Ali Chendra, Edwin Sudibyo menjadi komisaris perseroan

PT Indika Energy Tbk (INDY) membidik kontrak penjualan batu bara ke salah satu perusahaan India sebesar 4 juta ton per tahun. Sementara itu, perseroan masih memiliki dana sebesar US$270 juta yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis di sektor pertambangan dan energi, yang salah satunya melalui akuisisi perusahaan lain.

Vice President & Investor Relations Indika Energy Retina Rosabai menuturkan saat ini perseroan masih bernegosiasi dengan pihak pembeli, untuk menentukan harga jual serta lamanya kontrak. “Semuanya masih dalam tahap pembicaraan dan kami mengharapkan bisa segera menyelesaikan transaksi tersebut,” ujarnya kemarin.

Batu bara yang akan dipasok itu berasal dari anak usaha Indika, PT Kideco Jaya Agung. Namun, dia tidak menyebutkan nama perusahaan yang akan membeli batu bara dari perseroan.

PT Adhi Karya Tbk (Persero) Tbk (ADHI) mengincar tender pembangunan pembangkit listrik PT Semen Tonasa, anak perusahaan PT Semen Gresik Tbk, senilai US$120 juta. “Baru-baru ini kami sudah mendaftarkan penawaran kami terhadap tender power plant tersebut. Nilai tender itu berkisar US$120 juta,” kata Direktur Utama Adhi Karya Bambang Triwibowo, di sela-sela Papua Investment Day, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Semen Tonasa Sattar Taba mengatakan langkah pembangunan pembangkit listrik itu mengiringi pembangunan Pabrik Tonasa V. Semen Gresik meraih pendanaan dari paket sindikasi Bank Mandiri senilai Rp3,54 triliun guna pembangunan Pabrik Tonasa V dan proyek pembangkit listrik di Tonasa itu. “Kami akan memutuskan pihak mana yang menjadi pemenang atas tender itu pada 1 bulan hingga 1,5 bulan ke depan,” kata Sattar.

Selanjutnya, Bambang mengatakan perseroan juga akan terus menggenjot kontrak dari proyek-proyek di luar negeri pada tahun ini. “Selain proyek infrastruktur kereta api di India, kami juga sudah meraih kontrak lebih dari Rp1,7 triliun per September 2009 dari Oman,” katanya.

BUMN karya itu telah memperoleh proyek di Oman senilai Rp969 miliar. Proyek yang mulai dijalankan pada 2007 itu meliputi pembangunan kompleks perhotelan, pusat perbelanjaan, dan mal yang dikerjakan selama 25 bulan. Proyek-proyek tersebut selesai pada tahun ini.

PT Tridaya Esta selaku penjual 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dan Konsorsium Saratoga Capital-Northstar Pacific Partners sebagai pembeli sepakat memperpanjang waktu transaksi.

Direktur Bahana Securities yang menjadi penasihat keuangan Tridaya Eko Yuliantoro menuturkan perpanjangan waktu telah diputuskan oleh kedua belah pihak. “Jika penyelesaiannya disebutkan sebelum akhir tahun ini, hal itu memang sudah menjadi kesepakatan kami [Tridaya dan Konsorsium Saratoga]. Semua kesepakatan telah kami capai,” ujarnya kemarin.

Menurut Eko, kesepakatan tidak mencakup penunjukan preferred bidder lain apabila Konsorsium Saratoga tidak mampu menyelesaikan transaksi hingga tenggat waktu yang ditentukan. “Kesepakatan tersebut tidak sampai ke masalah itu [penunjukan preferred bider].”

Proses divestasi 37,15% saham Elnusa sebenarnya dimulai pada April. Pada Juni, penjual mengumumkan konsorsium Saratoga terpilih sebagai preferred bidder atas saham yang akan dijual itu, mengalahkan Pertamina dan Konsorsium Ciptadana.

Konsorsium Saratoga diberi tenggat selama 8 pekan untuk menuntaskan transaksi, terhitung sejak 11 Juni. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan, Konsorsium Saratoga belum menuntaskan pembelian saham Elnusa. Pendiri dan Direktur Saratoga Edwin Soeryadjaya meyakini transaksi tersebut bisa tuntas sebelum akhir tahun ini. “Sekarang masih dalam proses. Kemarin sempat ada delay makanya belum selesai,” ujarnya kemarin.

Dalam pengumuman resmi pada akhir September, Tridaya menyatakan proses pelepasan saham kepada Konsorsium Saratoga akan dilakukan seiring dengan restrukturisasi kewajiban perseroan kepada krediturnya. Namun, Tridaya tidak menjelaskan spesifik tenggat yang ditetapkan untuk transaksi itu.

International Finance Corporation (IFC), anak perusahaan Bank Dunia berpeluang menguasai 4% saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Direktur Utama BTPN Jerry Ng mengungkapkan perseroan meraih pinjaman senilai US$70 juta dari IFC dalam dua tranche. “Tranche pertama pinjaman senilai US$15,9 juta dalam bentuk convertible sehingga bisa ditukar menjadi saham BTPN sebanyak 4%. Tetapi hak untuk konversi menjadi saham BTPN tersebut ada di IFC,” ujarnya kemarin.

Jumlah saham BTPN yang dicatatkan mencapai 943,93 juta sehingga mengacu ke angka itu, 4% dari jumlah saham tersebut adalah 37,75 juta. Dampaknya, apabila IFC mengonversi pinjaman US$15,9 juta dengan kurs US$1 setara Rp10.000, harga pertukaran menjadi saham BTPN berada pada level Rp4.211. Padahal, harga saham BTPN kemarin ditutup melemah 3,4% menjadi Rp3.550 dibandingkan dengan akhir pekan lalu senilai Rp3.325. Mengacu kepada harga saham tersebut, nilai kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp3,35 triliun.

Jerry menuturkan pinjaman tersebut merupakan tahap pertama dari IFC dan saat ini sudah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia. “Ini merupakan pinjaman tahap pertama dari IFC.” Rencananya, tutur dia, dana pinjaman itu akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi pembiayaan ke sektor mikro.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) memberi tenggat kepada United Co. Rusal sampai akhir tahun ini untuk memastikan perannya sebagai mitra strategis dalam proyek smelter grade alumina senilai US$1,4 miliar-US$4 miliar di Tayan, Kalimantan Barat.

Namun, opsi perpanjangan waktu masih terbuka bagi Rusal apabila perusahaan asal Rusia tersebut masih berminat menjadi mitra strategis. Pada saat yang sama Antam sudah berbicara dengan Norsk Hydro ASA yang berminat menjadi mitra strategis.

“Nilai proyek itu berkisar US$1,4 miliar, bahkan bila menghitung dengan infrastrukturnya bisa mencapai US$4 miliar. Hydro sudah membicarakan soal pendanaan dan pembangunan itu dengan kami. Namun, kami belum sampai pada komposisi investasi,” kata Presiden Direktur Antam Alwinsyah Loebis, di sela-sela Papua Investment Day, kemarin.

Dia menuturkan perseroan menghormati kesepakatan antara Antam dan RusAl yang disetujui pada 2007 dan berlaku sampai Desember 2009. Namun, klausul perjanjian itu memungkinkan adanya perpanjangan waktu bagi pelaksanaan proyek.

“Kami harap Rusal menunjukkan kemajuan atas komitmen itu. Kami tunggu hingga Desember 2009. Apabila mereka menyatakan akan memperpanjang perjanjian itu, kami akan mempertimbangkan. Mereka juga perlu menyebutkan kapan studi kelayakan proyek itu akan digelar,” katanya.

Rusal yang merupakan produsen terbesar aluminium di dunia mengungkapkan telah mengirimkan proposal ke Antam. “Kami berminat berpartisipasi dalam proyek itu dan telah mengirimkan proposal ke Antam,” papar manajemen Rusal seperti dikutip dari Bloomberg, pekan ini.

Asian Development Bank (ADB) akan membeli 25% saham PT Bank Saudara Tbk (SDRA) melalui skema kemitraan strategis guna meningkatkan permodalan bank yang dikendalikan oleh konglomerat Arifin Panigoro tersebut.

Salah satu eksekutif yang mengetahui transaksi itu mengatakan dalam waktu dekat akan diteken nota kesepakatan kerja sama kemitraan. Namun, belum bisa dipastikan berapa nilai pengambilalihan saham.

Mereka sudah melakukan pertemuan dua kali, secara lisan disepakati untuk melepas 25% saham. Dalam waktu dekat ini nota kesepakatan akan diteken untuk proses selanjutnya,? katanya kepada Bisnis kemarin.

Dirut Bank Saudara Farid Rahman saat dikonfirmasi enggan berkomentar mengenai rencana aksi korporasi itu. No comment. Saya nggak tahu itu, ujarnya. Menurut dia, perseroan memang ada rencana untuk melakukan aksi korporasi, yakni penawaran saham terbatas (rights issue). Namun, sambungnya, rencana itu dalam tahap pengkajian dan masih jauh dari tahap finalisasi.

Saat diminta untuk menjelaskan kenaikan saham Bank Saudara yang cukup signifikan apakah karena rencana rights issue dan akuisisi BPR, dia enggan berkomentar. Keputusan itu ada di pemegang saham, katanya.

Bursa Efek Indonesia pada 5 Oktober 2009 sempat menghentikan sementara perdagangan saham Bank Saudara pada sesi pertama karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar. Dalam 1 bulan, harga kumulatif saham bank itu naik 150% jadi Rp345.

Bank Saudara sejak awal tahun ini memang berniat untuk melakukan penawaran saham terbatas guna meningkatkan permodalan. Bank publik itu juga berencana untuk melakukan akuisisi tujuh BPR untuk dijadikan bank syariah. Eksekutif tadi menyampaikan bahwa keluarga Arifin Panigoro masih ingin menjadi pemegang saham mayoritas pada Bank Saudara.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga kuartal III/2009 membukukan kenaikan kredit sebesar Rp12,22 triliun atau 7% dibandingkan dengan akhir tahun lalu menjadi sebesar Rp186,72 triliun.

Chief Officer Finance Bank Mandiri Pahala Mansyuri optimistis target tahun ini dikisaran 15%-18% bakal tercapai meskipun hingga kuartal III/2009 masih membukukan kenaikan kredit 7%.

“Kami melihat ada tren kenaikan kredit pada paruh kedua tahun ini cukup signifikan. Jadi kami optimistis pada akhir tahun ini kredit bisa mencapai target di atas 15%,” katanya di sela-sela Papua Investment Day di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan tren kenaikan kredit saat masuk semester II/2009 cukup signifikan dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini. Menurut dia, perbaikan kondisi ekonomi akan kian mendorong permintaan kredit pada sektor riil.

Hingga semester I/2009 Bank Mandiri membukukan kredit-termasuk anak usaha-sebesar Rp181,6 triliun. Artinya dalam 6 bulan pertama bank itu mencetak kredit Rp7,1 triliun. Namun, dalam 3 bulan terakhir kredit tren kredit sudah naik sebesar Rp5,12 triliun.

Menurut Pahala, kredit perseroan masih bisa tumbuh positif karena banyak ditopang oleh sektor ritel dan usaha kecil. Saat ini, sambungnya, perusahaan korporasi banyak yang menahan kredit untuk ekspansi baru.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s