1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

order transaksi gw saat seharusnya MANTUL NAEK … :) : 091009 9 Oktober 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:54 am

order jual bumi:
2800
2825
2850
order jual bumi tambahan:
2775
order jual bumi:
2775 full matched
2800 full matched
2825 full matched
2850 full matched
order jual bumi tambahan:
3000
… sinyal beli semakin kuat di bumi secara teknikal … batas atas bollinger bands bumi di 2850 sudah tembus … ada ekspektasi setelah memasuki area jenuh beli maka akan disusul koreksi ke medium bb di 2800 … di sesi 02 amat besar probabilitas menuju batas atas bb baru di 2900 …
… sebenarnya sinyal jenuh beli sudah menghalau sinyal beli bumi di 2875, tapi dengan sinyal beli yang masih kuat harga bumi tetap melaju ke 2900 batas atas bb …
order jual bumi tambahan:
2925
2900
25 menit jelang tutup, sinyal beli bumi tampak melemah s/d 2875 di medium bollinger bands … tapi ekspektasi mantul naek bisa terjadi kembali menyentuh batas atas di 2925 … tapi tampaknya 5 menit terakhir akan menjadi momentum beli lage ….
order jual bumi:
2900 full matched
——————————————- saham lain
order jual trub:
167
168
——————————————- saham lain
Jumat, 09/10/2009 11:45 WIB
Sesi Siang
Minus 7 Poin, IHSG Tampil Beda
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tampil beda dari bursa regional. Luruhnya saham PT Astra International Tbk menyeret IHSG ke teritori negatif.

Penguatan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tidak banyak membantu penguatan IHSG. Penguatan yang terjadi di awal perdagangan akhirnya tidak bertahan lama.

Pada perdagangan Jumat (9/10/2009) sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah 7,274 poin (0,29%) ke level 2.477,244. Indeks LQ 45 juga melemah 1,489 poin (0,30%) ke level 486,788. Rupiah tercatat stabil di kisaran 9.417 per dolar AS.

Penguatan IHSG terjadi di saat bursa-bursa regional menguat.
Indeks Nikkei-225 naik 59,19 poin (0,60%) ke level 9.891,66.
Indeks Komposit Shanghai naik 106,78 poin (3,84%) ke level 2.886,20.
Straits Times menguat 1,71 poin ke level 2.652,66.

Perdagangan berjalan cukup moderat, dengan frekuensi transaksi sebanyak 39.323 kali dengan volume 1.520 juta lembar saham senilai Rp 1,749 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 81 saham turun dan 62 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain ASII turun Rp 650 menjadi Rp 33.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 menjadi Rp 23.500, BRI (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 8.150, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.875, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.625.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain BUMI naik Rp 125 menjadi Rp 2.850, BCA (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 4.750, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 50 menjadi Rp 6.700, Medco Energi (MEDC) naik Rp 25 menjadi Rp 3.075.
(qom/dro)
Jumat, 09/10/2009 11:40 WIB

IHSG siang minus 7 poin meski Asia & Bumi naik

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan sesi I siang ini berbalik terkoreksi setelah pagi tadi dibuka naik 0,7%.

IHSG siang ini minus 7,32 poin atau 0,29% menjadi 2.477,20. Indeks Bisnis-27 juga minus 0,53% menjadi 225,87 dengan indeks sektoral di BEI bervariasi. Koreksi dipimpin sektor aneka industri dan finansial. Kenaikan dicatat sektor tambang, perdagangan dan industri dasar.

Minimnya sentimen positif dari dalam negeri, sehingga kembali menekan indeks harga saham gabungan.

Top losers siang ini dicatat saham Astra International (ASII) minus 1,92% menjadi Rp33.200, Indo Tambang (ITMG) minus 1,25% menjadi Rp23.550 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terpangkas 2,97% menjadi Rp8.150.

Saham Bumi Resources (BUMI) menguat 4,58% menjadi Rp2.850 dan menjadi top value di BEI siang ini yakni Rp676,09 miliar disusul Bank Central Asia (BBCA) Rp105,07 miliar dengan harga naik 50 poin atau 1,06% menjadi Rp4.750.

Total nilai transaksi siang ini di BEI mencapai Rp1,75 triliun dengan volume 3,04 miliar lembar saham.

Indeks saham di bursa Asia siang ini mayoritas menguat. Indeks Shanghai China naik 3,84%, Hang Seng Hong Kong menanjak 0,03%, KLCI Malaysia naik 0,37%, Nikkei Jepang bertambah 1,20%, Strait Times Singapura naik 0,13% dan Kospi Korsel naik 1,65%.

Harga minyak mentah siang ini di New York Mercantile Exchange terpangkas 0,74% menjadi US$71,16 per barel untuk kontrak November. Rupiah melemah tipis 5 poin menjadi Rp9.435 per dolar AS.

bisnis.com
09/10/2009 – 09:42

IHSG Dibuka Naik 0,23 Poin
INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Jumat (9/10) dibuka naik 0,23 poin (0,06%) ke level 2.486,14 karena sentiment positif dari pergerakan Wall Street dan harga minyak dunia.

Volume perdagangan mencapai 19,5 juta unit saham senilai Rp 32,4 miliar dengan 15 saham naik, 9 saham turun serta 27 saham stagnan. Untuk LQ45  naik 0,04 poin ke 488,32 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,4 poin ke 402,14.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 14.200, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 34.000, United Tractors (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 15.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 50 ke Rp 23.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 50 ke Rp 21.200.

Untuk saham-saham yang turun antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 ke Rp 8.300, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun Rp 50 ke Rp 3.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 ke Rp 4.925, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 7.900, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp 50 ke Rp 11.750.

Pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (9/10) diperkirakan akan terjadi rebound karena kenaikan harga komoditas dan akan berada di kisaran 2.452-2.495. Beberapa saham pilihan adalah ANTMTINSINCOPGAS dan INDF. [hid/cms]

09/10/2009 – 09:48
Inilah 4 Saham Berpotensi Trading Hari Ini!
Susan Silaban

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG sesi 1 dibuka naik tipis 0,93 poin ke level 2.485. Berarti ada ruang yang cukup luas untuk melakukan trading 4 saham hari ini.

Analis CIMB Securities Indonesia Mastono Ali meramalkan, 4 saham untuk trading, yakni Holcim Indonesia tbk (SMCB) dengan target harga Rp1.550, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target harga Rp23.850, Timah Tbk (TINS) yang direkomendasikan trading buy atau trading sell dengan target harga Rp2.250 dan Bank Centra Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp4.700.

“Rekomendasi ini berdasarkan perspektif teknikal,” ujarnya.

Ia pun meramalkan, indeks akan berada di teritorial positif. “Perlawanan ketat untuk indeks diperkirakan terjadi pada kisaran 2.522,1,” prediksi Mastono.

Menguatnya indeks, lanjutnya, seiring dengan menguatnya indeks Dow Jones Industrial Avearage sebesar 0,63% di level 9786,87. Bursa di Jepang juga membuka perdagangan pagi hari ini dengan menguat 0,6% ke level 9893,63. SHAI mencatat kenaikan 0,9% ke level 2779,426. KLCI naik 0.94% di 1230,09. Di sisi lain CDS mengalami penurunan 6,81% di level 168,365. [san/cms]
Chart for Composite Index (^JKSE)

kalo disimak dari sinyal jenuh belinya, maka koreksi ihsg masih terekspektasi terjadi … support di 2440 sebagai medium bollinger bands dan batas bawah bb di 2340 … namun support pertama bisa berfungsi sebagai pemantul ihsg balek ke atas 2500 mendekati batas atas bb di 2550 … tampaknya kembali ke 2500 aja uda BAGUS DAH, daripada ambles lage terimbas index mover sang bumi ke 2450 …
… 1 jam buka, ihsg bersinyal beli kuat menuju batas atas bollinger bands di 2490 … sesi 01 mungkin saja 2500 akan tersentuh karena sinyal beli mungkin akan memasuki area jenuh beli tapi dengan dukungan beli bumi sang index mover yang tinggi …
,,,, 15 menit jelang tutup, sinyal jual masih kuat di ihsg pada batas bawah di 2470, sementara medium bollinger bands di 2475 … mantul naek memang mungkin terjadi, tapi mungkin terhenti di 2475…
… 10 menit jelang tutup, batas bawah bollinger bands 2470 sudah ditembus dan mulai terbentuk support baru di 2465 …
… 😛 prediksi gw meleset sedikit tukh, 2474,401 adalah ihsg penutupan di hari 2 teroris tewas di ciputat …

——————————————- saham lain
09/10/2009 – 06:42
Prediksi IHSG
Tambang: ANTM, TINS, INCO, UNTR
Natascha & Asteria

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (9/10) diperkirakan masih terkoreksi. Beberapa saham mendapat rekomendasi seperti ANTM, TINS, INCO, dan UNTR.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities mengatakan, IHSG masih berpeluang mengalami koreksi lanjutan. Pasalnya, ini adalah hari terakhir perdagangan, dimana pelaku pasar cenderung melakukan aksi profit taking.

“Namun, ada potensi indeks rebound seiring penguatan nilai tukar rupiah, yang mengindikasikan adanya capital inflow,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (8/10) petang.

Menurutnya, koreksi yang terjadi pada perdagangan kemarin, merupakan hal yang wajar mengingat bursa sudah naik cukup pesat. Namun, ia menilai, penurunan IHSG hanya faktor teknikal saja.

Purwoko menuturkan, beberapa investor melihat adanya peluang beli di tengah pelemahan bursa. Mereka melakukan pembelian beberapa saham di harga rendah. “Hal ini menyebabkan kalau IHSG turun pun, akan terbatas,” ujarnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan berasal dari saham tambang, seperti PT Aneka Tambang (ANTM), PT Timah (TINS), PT International Nickel Indonesia (INCO) dan PT United Tractors (UNTR). “Investor bisa akumulasi saham-saham ini,” ujarnya.

Menurutnya, saham komoditas logam dapat sentimen yang cukup kuat dari pelemahan dolar AS. Seperti naiknya harga emas ke atas US$ 1.000 per troy ons, akibat diburu sebagai sarana hedging. PT Aneka Tambang (ANTM) pun berhasil memimpin penguatan pada perdagangan kemarin, mengingat fokus produksinya pada emas.

Sementara Profit taking masih berpeluang terjadi seiring sentimen negatif dari saham grup Bakrie. Meski sempat tertolong kemenangan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar, aksi korporasi PT Bumi Resources (BUMI) yang dinilai negatif akan terus mengerogoti harga emiten ini dan saham lain dalam grupnya. “Ada spekulasi yang menunjukkan pergerakan BUMI akan mengarah ke Rp 2.400,” ucapnya.

Pada perdagangan Kamis (8/10), IHSG ditutup melemah 28,888 (1,15%) ke level 2.484,518. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi 6,434 miliar lembar saham, senilai Rp 8,841 triliun dengan frekuensi 106.015 kali. Sebanyak 61 saham naik, 118 turun dan 87 saham stagnan.

Emiten-emiten yang mengalami pelemahan terbesar antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 33.850, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 14.100, PT International Nickel (INCO) turun Rp 225 menjadi Rp 4.700, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 225 ke Rp 4.700.

Saham PT United Tractors (UNTR) juga melemah Rp 200 menjadi Rp 15.400, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 8.400, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.975, dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) melemah Rp 25 menjadi Rp 2.050.

Kendati demikian, positifnya harga logam mampu membawa beberapa saham berbasis metal seperti PT Timah (TINS) dan PT Aneka Tambang (ANTM) ke area hijau. TINS naik Rp 100 menjadi Rp 2.250 dan ANTM naik Rp 75 menjadi Rp 2.675,

Beberapa emiten lain yang menguat antara lain PT Sepatu Bata (BATA) Rp 500 menjadi Rp 30.000, PT Indofood (INDF) naik Rp 25 ke level Rp 3.150, PT Jembo Cable Company (JECC) naik Rp 100 ke Rp 950 dan PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 75 menjadi Rp 4.550. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s