1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg ditekan bank2, gw sempat beli bbri di bawah 8000 : 121009 12 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:55 pm

12/10/2009 – 16:47
Sesi Penutupan Saham
Perbankan Dorong IHSG Turun
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan buruk. Derasnya aksi profit taking menekan pergerakan indeks, dengan saham sektor perbankan yang tercatat anjlok signifikan.

Pada perdagangan Senin (12/10), IHSG () ditutup melemah 17,712 poin (0,72%) ke level 2.456,689, indeks saham unggulan LQ 45 melemah 3,849 poin (0,79%) ke level 482,470 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,4% menjadi 399,96

Di awal perdagangan, IHSG dibuka langsung menguat 0,15% ke level 2.478. Namun, bursa berbalik arah sering mixednya bursa regional, sehingga pada sesi siang, IHSG bertengger di angka 2.466. Tekanan jual terus berlanjut, hingga IHSG pun akhirnya berlabuh di angka 2.456.

IHSG ditutup merosot seiring pemburukan bursa Asia. Sentimen positif dari naiknya harga minyak dan penutupan Wall Street akhir pekan lalu belum mampu menahan tekanan jual dari para pelaku pasar. “Investor gencar melakukan profit taking, mengabaikan sentimen dari bursa AS,” ujar Norico Gaman, analis dari BNI securities.

Menurutnya, koreksi IHSG tidak hanya dipicu sentimen bursa eksternal namun juga domestik. Pelemahan rupiah dari dalam negri antara lain berasal dari kenaikan harga elpiji, yang akan mempengaruhi inflasi, berlanjut pada naiknya tingkat suku bunga.

“Ekspektasi pemulihan ekonomi yang berjalan lambat menambah kekhawatiran pasar,” ujarnya. Selain itu, pasar juga pesimistis dalam menghadapi musim laporan keuangan kuartal tiga 2009, yang diperkirakan memburuk.

Hampir semua sektor membukukan pelemahan. Hanya sektor properti dan infrastruktur yang masih menghijau. Sekor industri dasar memimpin pelemahan dengan turun 1,8%, finansial 1,4%, tambang 1,2%, manufaktur dan konsumsi 0,8%, perkebunan 0,3% dan perdagangan 0,06%.

Saham-saham perbankan merosot signifikan, mengingat berakhirnya trend penurunan BI Rate bulan ini. Gencarnya ekspansi kredit sektor perbankan sejak awal semester kedua, dikhawatirkan malah akan menimbulkan ekses yang kurang baik bagi sektor perbankan.

Beberapa saham perbankan yang turun antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 7.800, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 ke Rp 4.800, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 4.725.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebesar 3.300 juta lembar saham, senilai Rp 3,256 triliun dengan frekuensi 78.105 kali. Sebanyak 62 saham naik, 126 saham turun dan 80 saham stagnan.

Emiten-emiten yang mengalami penurunan terbesar antara lain PT International Nickel (INCO) turun Rp 125 menjadi Rp 4.025, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.825, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 3.500, PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 ke Rp 2.575, PT Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 6.450.

Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.700, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 ke Rp 14.150, PT Astra International (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 33.600, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 23.700.

Di t engah liburnya bursa Nikkei, bursa-bursa regional yang semula sempat menguat, akhirnya ditutup melemah. Di bursa Korea Selatan, indeks Kospi turun 6,98 poin (0,4%) ke level 1.638,81, dipicu anjloknya saham refiners. Hal ini terjadi seiring kecemasan bahwa SK Energy, refiner terbesar berdasarkan kapasitas, akan melaporkan pemburukan earnings kuartal ketiga.

Bursa China terkoreksi, dilanda aksi profit-taking menjelang penutupan. Hal ini dipicu kecemasan atas demand yang tidak mencukupi menjelang initial public offerings IPO. Indeks komposit Shanghai ditutup turun 17.24 poin (0.6%) ke level 2.894,48, setelah akhir pekan lalu naik 4.8%, paska libur nasional. Indeks Shenzhen naik 1.43 poin (0.1%) menjadi 998.75.

Lebih dari selusin perusahaan skala kecil dan medium menyatakan China Regulatory Commission menyetujui rencana mereka meluncurkan IPO menjelang listings di Shenzhen. Sedangkan sembilan perusahaan kecil laninya menyatakan rencananya untuk menjual saham di Growth Enterprise Markets China Selasa besol.

Indeks Hang Seng di Hong kong juga terpantau melemah 200,09 poin (0,93%) ke level 21.299,35. Sedangkan bursa-bursa Eropa dibuka menguat tipis, indeks DAX 30 naik 0,27%, CAC 40 naik 0,36%, dan indeks FTSE 100 naik 0,32%. [mdr]

Aksi Ambil Untung Kembali Tekan Indeks
Senin, 12 Oktober 2009 | 16:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Aksi ambil untung lanjutan yang dilakukan para investor seiring turunnya bursa regional kembali menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hari ini. Indeks kembali turun 17,712 poin (0,72 persen) ke posisi 2.456,689 dibanding penutupan akhir pekan lalu 2.474,401.

Analis PT. Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing mengatakan sentimen positif kenaikan indeks Dow Jones Jumat lalu, serta menguatnya harga minyak mentah diatas US$ 72 per barel tidak mendapat respon positif bursa.

“Justru terkoreksinya bursa regional seperti bursa Hongkong yang turun 0,93 persen, serta bursa Shanghai 0,59 persen memicu kejatuhan indeks.” Bahkan, bank sentral Australia yang menaikkan suku bunganya 25 basis poin menjadi 3,25 persen yang akan diikuti oleh bank sentral lainnya akan menjadi ancaman bursa. Pardomuan memproyeksikan, besok indeks masih akan melanjutkan penurunan dan bergerak di kisaran 2.420 – 2.480.

Hari ini volume perdagangan hanya mencapai 3,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,26 triliun. Frekwensi perdagangan kurang dari 79 ribu kali. Sebanyak 126 saham jatuh, hanya 62 saham yang berhasil naik, serta 80 saham lainnya tidak berubah harganya. Investor asing kembali membukukan penjualan bersih senilai Rp 291 miliar.

Saham – saham yang menggiring indeks berada di teritori negatif antara lain: Bank BRI yang jatuh Rp 250 per saham, Bank Mandiri turun Rp 75, PGAS terkoreksi Rp 50, Antam turun Rp 50, INCO jatuh Rp 125, Indocement tergerus Rp 300, Bank BCA turun Rp 25, serta Bumi Resouces juga melorot Rp 75 per saham.

VIVA B. KUSNANDAR

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s