1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

reminder doang: oktober bulan RUGI… secara historis : 121009 12 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:38 am

12/10/2009 – 05:46
Prediksi Saham Pekan Ini
IHSG: ‘The Octo-Phobia Market’
Ahmad Munjin

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks saham pekan ini diprediksikan mengalami pelemahan upside-momentum. Namun, dalam perdagangan harian terbuka peluang menguat ke level 2.575.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, potensi pelemahan upside-momentum indeks saham karena pelaku pasar masih dihantui kondisi psikologis yang khawatir terhadap The Octo-Phobia Market. Secara historis, Oktober merupakan bulan di mana market bergerak melemah dan terdapat imbal hasil yang terkecil.

Menurutnya, sejarah juga menunjukkan dalam tiga kali market crash terjadi bulan Oktober. Ia memprediksikan indeks saham pekan ini akan bergerak pada kisaran support 2.440 dan 2.530 untuk level resistance-nya. “Untuk hari ini, akan berada pada level 2.454 hingga 2.505,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (11/10).

Pada perdagangan Jumat (9/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,117 poin (0,41%) ke level 2.474,401. Indeks saham unggulan LQ 45 turun tipis 1,958 poin (0,40%) ke level 486,319.

Lebih jauh David mengatakan, pekan ini di tahun yang lalu, Wall Street mengalami a slow-motion crash hingga ke level 12.400 poin atau minus tajam 22%. Pekan ini dua tahun lalu, Wall Street juga mengalami kejadian penting yaitu kenaikan yang luar biasa hingga puncak tertinggi di level 14.164.

Hingga posisi terkini, Wall Street sudah membukukan kenaikan fantastis 51% hanya dalam waktu 7 bulan dari bottom level di 6.547 pada 9 Maret 2009. Namun demikian, David menegaskan, crash yang ditakutkan tersebut tidak akan terjadi pada Oktober kali ini. “Unlikely to happen this October,” ujarnya.

Koreksi yang terjadi saat ini, hanyalah pelemahan wajar dan normal yang justru akan menyehatkan trend penguatan yang sudah dimulai sejak akhir kuartal 1 2009. Technical correction yang terjadi bulan ini, seperti ‘mengambil nafas’ untuk kembali berada on bullish track. “Hingga akhir tahun ini, indeks mendekati the highest level-nya di angka 2.800 kembali,” paparnya.

Sementara itu, harga minyak dunia saat ini masih bergerak fluktuatif dalam kisaran US$ 66 hingga US$ 70 per barel. David memperkirakan harga minyak akan cenderung naik memasuki musim dingin di akhir tahun.

Pergerakan harga minyak saat ini juga terkait pelemahan dolar yakni investor mengalihkan aset berbasis dolar AS ke aset berbasis komoditas. “Kenaikan harga minyak dunia serta harga komoditas lainnya sebagai salah satu faktor pemicu positifnya pasar,” imbuhnya.

Pasar yang positif juga sebagai respon dari kepercayaan investor terhadap ekspektasi perbaikan pendapatan perusahaan publik pada kuartal ketiga 2009. “Spekulasi membaiknya kinerja perusahaan triwulan ketiga 2009 membuat bursa masih berpotensi menguat hingga akhir tahun,” ucapnya. Investor pekan ini mulai menanti kinerja keuangan kuartal ketiga ini yang mulai akan dirilis hingga beberapa pekan ke depan.

Ia juga memaparkan, melihat akhir pergerakan indeks pekan lalu pada kisaran level 2.480, diperkirakan dalam jangka pendek akan terjadi penurunan. Level kritis indeks berada di angka 2.440. Sedangkan untuk target terdekat pada Oktober ini adalah kenaikan IHSG hingga strong resistance level di 2.575.

Dalam kondisi ini, David merekomendasikan positif saham-saham yang berkaitan dengan komoditas khususnya batubara dan minyak dunia. “Karena selain faktor harga kedua komoditas itu, valuasi price/earnings (P/E) multiple secara sektoral juga masih undervalued,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku pasar akan cenderung melakukan selective buying pada saham yang berlikuiditas tinggi dan beberapa saham blue-chip. Adapun saham-saham yang menjadi pilihannya adalah PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Astra International (ASII), dan PT Berlian Laju Tanker (BLTA).

Demikian pula untuk saham PT Bumi Resources (BUMI), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT International Nickel International (INCO), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). “Saya rekomendasikan buy untuk semua saham itu,” pungkasnya. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s