1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

di bawah 2500, ihsg bermanuver-ria … : 131009 13 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:08 am

Selasa, 13/10/2009 08:26 WIB
IHSG Maksimal di Level 2.500 Saja untuk 2009
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi hanya akan mentok di level 2.500-an saja untuk tahun 2009 ini. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan kredit di tahun 2009 diperkirakan hanya sebesar 12%.

Demikian dikatakan oleh guru besar Perbanas sekaligus analis pasar modal Adler Haymans Manurung ketika ditemui detikFinance dalam acara Indonesia Economic Outlook and Prospect 2010 di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin malam (12/10/2009).

“Maksimum 2.500 karena kan pertumbuhan kredit hanya 12 persen,” katanya.

Adler juga menambahkan, untuk saat ini indeks akan bergerak pada kisaran 2.400 – 2.500. Koreksi yang terjadi pada IHSG beberapa hari yang lalu adalah wajar karena pelaku pasar ingin merealisasikan keuntungannya.

“Jadi dengan kata lain wajar kalau orang mau jualan sekarang, sebelum asing jual ya kau jual dulu,” paparnya.

Adler menjelaskan, untuk mencapai target IHSG 2.850 pada tahun 2010, maka setidaknya diperlukan pertumbuhan kredit sebesar 17 persen. Pertumbuhan kredit penting karena bisa mendorong kinerja emiten-emiten sehingga harga saham-saham bisa meningkat.

“Itu kalau pertumbuhan kredit 17 persen lho, dan dengan posisi atau keadaan ekonomi saat ini,” kata Adler.

Tapi jika pencapaian pertumbuhan kredit hanya sebesar 12 persen – 15 persen, kata Adler, maka pencapaian IHSG juga akan lebih kecil lagi. Meski IHSG berpeluang naik ke level 2.850 pada tahun depan, tapi Adler mengatakan IHSG akan sulit untuk menembus level 3.000.

“Dengan forecasting inflasi 6 persen – 7 persen di tahun 2010, maka tahun depan bunga pasti naik. Berarti itu yang membuat IHSG tidak akan berkembang dari 2.850,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan kebijakan regulator, adler mengatakan pemerintah seharusnya melakukan perbaikan infrastruktur.

“Yang diperbaiki tetap regulasi dan kasih orang kebebasan bertransaksi,” katanya.

Ia menambahkan perbaikan regulasi juga meliputi pemangkasan biaya. “Jangan terlalu besar cost-nya, dikecilkan,” pungkasnya.

(dru/qom)
Rabu, 14/10/2009 04:31 WIB

MEDIASI
BCA prediksi kredit tumbuh 12%

oleh :

JAKARTA: PT Bank Central Asia Tbk memprediksi ekspansi kredit pada tahun depan sekitar 10% sampai 12% yang akan digenjot sesuai dengan arah perkembangan ekonomi dan perbaikan di sektor usaha.

Wadirut BCA Jahja Setiaatmadja mengutarakan pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun depan kemungkinan di kisaran 10%-12% saja sambil mengamati perkembangan situasi ekonomi.

“Kalau bisa lebih tentu kita akan genjot lagi, tapi jika situasi berat ya jangan dipaksakan karena itu tidak akan membawa efek yang positif terhadap kinerja bisnis,” belum lama ini.

Jahja menjelaskan ekspansi kredit suatu bank itu harus timbul dari kebutuhan yakni adanya peningkatan permintaan di pasar dan membaiknya premi risiko.

Untuk itu, katanya, ekspansi kredit tidak bisa dipaksakan untuk tinggi karena bank harus mengatur antara suplai dan permintaan serta pertumbuhan di sektor usaha. Jahja menyatakan dalam situasi seperti ini proyeksi pertumbuhan kredit 12% itu tergolong tinggi. (Bisnis/17)

bisnis.com

13/10/2009 – 04:00
Ayo! Beli BBCA, BMRI, TLKM, ISAT, INDF & UNVR
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG  pada perdagangan Selasa (13/10) ini diperkirakan masih akan mengalami koreksi yang bergerak di kisaran 2.420 – 2.500 dengan saham pilihan antara lain BBCABMRITLKMISATINDF &UNVR.

Hal itu dikatakan Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing kepada INILAH.COM kemarin. “IHSG besok (hari ini, red) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan pelemahan. IHSG terpengaruh sentimen regional dan aksi profit taking yang dilakukan investor asing,” katanya.

Investor menunggu keluarnya laporan keuangan kuartal III yang diperkirakan berbeda dengan kuartal sebelumnya. Sektor yang diperkirakan masih menarik sambil menunggu sentimen baru antara lain perbankan, infrastruktur dan konsumer. Namun investor dapat melakukan akumulasi dengan strategi buy on weakness (BoW). Saham-saham tersebut antara lain Bank Central Asia (BBCA),Bank Mandiri ( BMRI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indosat (ISAT), Indofoof Sukses Makmur (INDF) & Unilever Indonesia (UNVR).

Sementara analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. “Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah,” katanya.

Meski demikian, ada peluang untuk trading pada saham pertambangan dan perkebunan. IHSG  diperkirakan akan menguji level support 2.442, sementara untuk resistance harian di 2.474. IHSG bergerak melemah -0,72% ditutup di 2.456,689 yang didorong melemahnya saham sektor perbankan. Transaksi juga relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan pada pekan lalu. [hid/cms]

EKONOMI
13/10/2009 – 06:43
Usai Koreksi Bakrie & Bank
IHSG: Akumulasi ELTY & CTRA
Natascha & Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada Selasa (13/10) masih akan melemah. Investor disarankan membeli sahamELTY dan CTRA setelah bursa terkoreksi oleh saham perbankan dan Bakrie.

Analis Bhakti Securities Reza Nugraha mengatakan, IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Minimnya sentimen positif di pasar yang secara signifikan mengangkat bursa, masih akan terjadi. “Pola ini akan berulang mengingat aksi jual saham belum usai,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (12/10) petang.

Menurutnya, beberapa saham saat ini sudah mahal, terutama yang berkapitalisasi besar, seperti saham sektor perbankan dan saham grup Bakrie. Salah satunya adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang sudah mendekati level psikologis, sehingga akan memicu profit taking dalam jangka pendek.

Hal ini pun akan berpengaruh pada pergerakan saham di sektornya. “Apalagi sentimen positif secara sektoral dalam waktu dekat ini sangat minim. Kecuali di akhir bulan yang diperkirakan akan ada penurunan suku bunga kredit,” paparnya.

Demikian pula sentimen negatif saham Bakrie yang masih kuat, akibat tingginya pinjaman BUMI terhadap perusahaan China (CIC) yang dikhawatirkan akan membebani kinerja perseroan. “Sebenarnya, secara fundamental, penjualan batubara BUMI tidak terpengaruh,” ucapnya.

Pasar pun memprediksikan BUMI akan terus melakukan pinjaman, apalagi perseroan dikabarkan berencana melakukan akuisisi lagi. Padahal, dengan cadangan BUMI saat ini, sebenarnya tidak perlu melakukan akuisisi dalam 1-2 tahun ini.

Ia pun menyarankan perseroan fokus pada beban utang yang baru dibuat dengan pendanaan CIC dan sebaiknya tidak digunakan untuk akuisisi. “Kecuali akuisisi untuk diversifikasi produk, misalnya emas,” tuturnya.

Tingginya tekanan pada saham BUMI juga akan mempengaruhi saham grup Bakrie lainnya. Sementara sentimen buruk masih akan melanda perbankan karena bunga kredit baru mulai muncul akhir bulan.

Koreksi saham emiten-emiten ini pun akan menekan bursa. “Namun investor dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum untuk mengakumulasi saham yang sudah rendah harganya,” tandasnya.

Di tengah kondisi bursa yang secara teknikal masih turun, Reza menyarankan investor untuk mencermati peluang pada sektor properti. Pasalnya, turunnya suku bunga kredit akan menambah gairah pada emiten ini. “Meskipun perang bunga kredit baru mulai terlihat pada akhir bulan,” ulasnya.

Saham properti yang direkomendasikan adalah PT Bakrieland Development (ELTY) dan Ciputra (CTRA). Namun, saham ELTY cenderung menjadi pilihan utamanya, mengingat valuasinya yang lebih murah serta bidang usaha yang terdiversifikasi, baik di apartemen maupun jalan tol.

“Untuk antisipasi penurunan suku bunga, emiten ini menarik diakumulasi. Saya rekomendasikan buy on weakness,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (12/10), IHSG  ditutup melemah 17,712 poin (0,72%) ke level 2.456,689. Saham-saham perbankan merosot signifikan, mengingat berakhirnya trend penurunan BI Rate bulan ini. Gencarnya ekspansi kredit sektor perbankan sejak awal semester dua, dikhawatirkan malah akan menimbulkan ekses yang kurang baik bagi sektor perbankan.

Beberapa saham perbankan yang turun antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 7.800, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 ke Rp 4.800, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 4.725.

Perdagangan mencatatkan volume transaksi 3.300 juta lembar saham, senilai Rp 3,256 triliun dengan frekuensi 78.105 kali. Sebanyak 62 saham naik, 126 saham turun dan 80 saham stagnan.

Emiten-emiten yang mengalami penurunan terbesar antara lain PT International Nickel (INCO) turun Rp 125 menjadi Rp 4.025, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.825, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 3.500, PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 ke Rp 2.575, PT Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 6.450.

Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.700, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 ke Rp 14.150, PT Astra International (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 33.600, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 23.700. [mdr]

Selasa, 13/10/2009 08:05 WIB
IHSG Belum Punya Banyak Tenaga
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah beriringan dengan bursa-bursa regional. Perdagangan berjalan sepi di tengah bursa-bursa regional yang lesu dan liburnya bursa Jepang.

Pada perdagangan Senin (12/10/2009), IHSG ditutup melemah 17,712 poin (0,72%) ke level 2.456,689, seiring melemahnya saham BUMI dan perbankan.

Kondisi perdagangan yang sepi dan variatif itu diprediksi akan berlanjut pada perdagangan hari ini. IHSG pada perdagangan Selasa (13/10/2009) diprediksi masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tipis.

Penguatan Wall Street dan bursa Jepang diharapkan bisa membawa angin segar lagi. Pada perdagangan Senin (12/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 20,86 poin (0,21%) ke level 9.885,80.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan hari ini dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 tercatat dibuka naik 37,61 poin (0,38%) ke level 10.054.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s