1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

(maseh) disuruh jual … :141009 14 Oktober 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 9:23 am

order jual bumi:
2950
order jual bumi tambahan:
2925
2900
order jual bumi:
2900 full matched
2925 full matched
2950 full matched
… seperti biasa tren 5 menit terakhir yang berlaku …

Chart for Bumi Resources Tbk (BUMI.JK)

———————————————— saham lain
order jual trub:
165
163
162
order jual trub tambahan:
161
160
order jual trub:
160 full matched
———————————————— saham lain
order jual bnii:
405
400
395
———————————————— saham lain
order jual elsa:
360
———————————————— saham lain
order jual indy:
2500
———————————————— saham lain
order jual adro:
1440
order jual adro tambahan:
1430
1420
order jual adro:
1420 full matched
———————————————— saham lain
30 menit buka, ihsg bersinyal beli kuat walau jelang masuk area jenuh beli di 2500 … ihsg sudah sempat tembus batas atas di 2495, dan medium bollinger bands saat ini di 2480 … bila ihsg terhenti di batas atas bollinger bands nantinya, maka ekspektasi terjadi tembus 2500 akan besar di sesi 02 …
… 25 menit jelang jeda, jelas sinyal beli di ihsg maseh kuat, tapi telah terjadi golden crossing menuju jual lemah … ihsg dikurung oleh batas atas bollinger bands di 2505 dan medium bollinger bands di 2499 … jika sinyal benar akan berbalik arah lagi saat golden crossing baru terjadi yaitu ke area jenuh beli lage …
… kayanya salah satu halangan bwat ihsg melejit ke 2505 adalah pola beli bumi di rentang 2875-2900 amat sulit tertembus apalagi daya beli bumi sudah mulai melemah setelah melejit 75 poin ke 2875 …
… 5 menit ke jeda, ihsg mulai berbalik arah lage ke jenuh beli …
… 4 menit ke jeda, ihsg sulit melepaskan diri dari batas atas 2505, tapi tetap di atas medium bollinger bands yaitu di 2500 …
… ihsg ditutup di 2511 saat harga minyak global tembus 74 ke $75 pb :

Composite Index (^JKSE)Composite Index(Jakarta: ^JKSE)
Index Value: 2,511.7209
Trade Time: 5:00am ET
Change: 39.729 (1.61%)
Prev Close: 2,471.9919
Open: 2,472.301
Day’s Range: 2,472.301 – 2,511.7209
52wk Range: N/A

———————————————— saham lain
Rabu, 14 Oktober 2009 | 12:16

BURSA SAHAM

Melesat 1,29%, Selamat Datang 2.500

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke angka keramat 2.500. Rabu (14/10), hingga sesi pertama berakhir, indeks bertengger di 2.503,98, atau naik 1,29%. Tercatat 117 saham naik, 52 saham turun, dan 75 saham tak mengalami perubahan harga.

Hingga sesi pertama berakhir, tercatat ada 6 saham keluarga Bakrie yang kembali menguat. Mereka adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 4,46% menjadi Rp 2.925, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 1,43% menjadi Rp 355, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) naik 2,38% menjadi Rp 860, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) naik 1,5% menjadi Rp 135, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 3,23% menjadi Rp 128, dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik 1,45% menjadi Rp 350. Sementara, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tak mengalami perubahan harga.

Emiten lain yang juga mencatatkan kenaikan, antara lain; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,9% menjadi Rp 8.050, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,05% menjadi Rp 4.800, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 3,13% menjadi Rp 4.950, PT INCO (INCO) naik 3,05% menjadi Rp 4.225, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,63% menjadi Rp 3.125.

Sebaliknya saham-saham yang melemah, antara lain; PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 1,77% menjadi Rp 1.110, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) turun 2,05% menjadi Rp 3.575, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 1,37% menjadi Rp 720, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 1,9% menjadi Rp 1.030, dan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) turun 0,81% menjadi Rp 1.230.

Hendra Soeprajitno
Rabu, 14 Oktober 2009 | 10:27
kontan
BURSA SAHAM

The Seven Brothers dan Emiten Perbankan Antarkan IHSG Sentuh 2.500

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di hari ketiga perdagangan saham pekan ini. Rabu (14/10), hingga pukul 10.24 WIB, indeks bertengger di 2.501,36 atau naik 1,19%. Tercatat 92 saham naik, 34 saham turun, dan 77 saham tak mengalami perubahan harga.

Kali ini yang menjadi penopangnya adalah saham-saham keluarga Bakrie atau The Seven Brothers. Ya, pada awal perdagangan, setidaknya ada lima saham keluarga Bakrie yang menguat. Mereka adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Sementara, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tak mengalami perubahan harga.

Selain The Seven Brothers, penguatan IHSG juga ditopang oleh saham-saham emiten perbankan besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Sebaliknya saham-saham yang melemah, antara lain; PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Hendra Soeprajitno
Rabu, 14/10/2009 09:02 WIB

Cermati SMGR, BNBR, EXCL, BLTA, ADRO, BBCA, BDMN

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini setidaknya akan terpengaruh aksi korporasi, kondisi keuangan maupun berita-berita seputar perusahaan seperti SMGR, BNBR, EXCL, BSDE, BLTA, ADRO, BBCA, BDMN, BNGA, dan BNII.

Harian Bisnis Indonesia edisi Rabu 14 Oktober 2009 memberitakan ke-10 emiten tersebut yakni:

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mencatat kenaikan laba bersih hingga akhir kuartal III/2009 melampaui 20% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto menjelaskan perolehan laba didukung oleh stabilnya harga semen sejak awal tahun ini. “Karena kuartal III tahun lalu pricing sudah tinggi maka pendapatannya tidak terlalu banyak tumbuh. Namun, di sisi laba bersih itu cukup bagus,” ujarnya kemarin.

Dari laporan keuangan kuartal III/ 2009, laba bersih Semen Gresik mencapai Rp1,79 triliun. Mengacu ke angka itu, laba bersih Semen Gresik melampaui Rp2,14 triliun. Hingga akhir tahun ini Semen Gresik menargetkan pendapatan sebesar sekitar Rp13 triliun.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mendapat utang repo lagi senilai Rp582 miliar dari berbagai pihak dengan menggadaikan saham tiga anak perusahaan pada September hingga Oktober tahun ini. Dalam laporan keuangan Bakrie per Juni 2009 disebutkan perusahaan itu bertransaksi repurchase agreement (repo) dengan empat pihak yaitu Harus Capital, Recapital Securities, Nusa Bintang Lestari, dan Danatama Makmur.

“Total utang repo yang diraih Bakrie & Brothers dalam mata uang dolar dan rupiah dengan menjaminkan saham PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk,” ungkap laporan keuangan itu.

Dalam transaksi repo itu, Bakrie menggadaikan 249,6 juta saham Bumi atau setara dengan 1,29% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh, 96 juta saham Bakrieland atau 0,48% dari seluruh modal, dan 391 juta saham Bakrie Telecom atau setara dengan 1,37% dari seluruh modal. Dari Harus Capital, Bakrie mengantongi utang repo sebanyak US$46 juta, Rp35 miliar dari Recapital, Rp55 miliar dari Nusa Bintang Lestari, dan Rp55 miliar dari Danatama Makmur. Laporan keuangan Bakrie itu tidak menjelaskan harga per saham transaksi repo tersebut.

Setelah mengantongi utang repo itu, Bakrie kemarin mengumumkan buyback 324,21 juta saham Bumi senilai Rp551,20 miliar dari Grup Ancora Capital. Jika dihitung, berarti pembelian kembali itu dilaksanakan di level Rp1.700 per saham. Menurut Direktur Bakrie & Brothers Sri Dharmayanti, perseroan dan anak perusahaan Grup Ancora telah menandatangani perjanjian jual beli pada 8 September 2009 untuk guna melaksanakan pengambilalihan kembali saham Bumi. Beberapa waktu lalu Ancora melalui Jupiter Asia No.1 Pte Ltd melepas 814,15 juta saham atau 4,30% saham Bumi senilai Rp1,38 triliun atau Rp1.700 per saham.

Sebanyak 99,8% saham baru PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) yang ditawarkan dalam penawaran umum terbatas (rights issue) senilai US$300 juta akan diserap oleh pemegang saham mayoritas operator telekomunikasi itu, yaitu Axiata Group Berhad dan Etisalat International Indonesia Ltd.

Senior Vice President Corporate Finance Excelcomindo Johnson Chan mengatakan perseroan akan menerbitkan saham baru sesuai dengan kepemilikan masing-masing dari pemegang saham. “Saat ini, pemegang saham publik memegang 0,2% saham Excelcomindo, jadi kami akan menerbitkan saham baru sesuai dengan porsi pemegang saham publik itu. Sisanya, bagi Axiata dan Etisalat yang menguasai Excelcomindo secara mayoritas,” ujar Johnson, kemarin. Dia mengatakan apabila 0,2% saham publik tersebut tidak terserap oleh pemegang saham minoritas, Axiata dan Etisalat akan menjadi pembeli siaga (standby buyer). Aksi korporasi itu diperkirakan akan dilaksanakan pada Desember 2009.

Presiden Direktur Excelcomindo Hasnul Suhaimi mengatakan Axiata dan Etisalat siap mendukung aksi korporasi tersebut. Adapun, Axiata sudah melaksanakan rights issue senilai US$1 miliar. Rencana itu, lanjutnya, akan dimatangkan hingga akhir bulan ini. Rapat umum pemegang saham (RUPS) Excelcomindo akan digelar pada 16 November 2009 guna meminta persetujuan atas rencana itu.

Semula, perseroan berencana emisi ekuitas dan obligasi wajib tukar (mandatory convertible notes/MCN) pada penawaran umum terbatas (rights issue) itu. Perseroan akan mengusulkan tiga opsi atas komposisi tersebut kepada pemegang sama mayoritas, yaitu Axiata dan Etisalat.

Pertama, penerbitan saham hingga 100% dari komposisi rights issue senilai US$300 juta itu. Kedua, emisi MCN hingga 100% dari rights issue itu. Ketiga, emisi 50% saham dan 50% MCN. Penerbitan saham baru itu semula direncanakan terdiri dari dua bagian, yaitu penerbitan saham baru dan surat utang yang dapat dikonversikan menjadi saham pada waktu tertentu. Perseroan akan menggunakan seluruh hasil rights issue untuk membayar utang. Langkah itu akan mengurangi biaya bunga dan memperbaiki struktur modal, sehingga neraca Excelcomindo semakin kuat untuk berinvestasi.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyiapkan opsi rights issue untuk mendanai kebutuhan pengembangan tahap II yang menyedot Rp8 triliun dalam 5 tahun. Lahan seluas 200 hektare-300 hektare terbuka untuk digarap bersama investor asing.

Bumi Serpong tidak menampik adanya kemungkinan merger dengan PT Duta Pertiwi Tbk untuk menjadi perusahaan properti beraset terbesar nasional. Direktur Utama Bumi Serpong Harry Hartanto mengatakan perseroan membutuhkan dana senilai Rp7 triliun-Rp8 triliun untuk pengembangan tahap II seluas 2.000 hektare dalam 5 tahun, yang tidak mungkin dipenuhi hanya dari kas internal. “Kami tidak bisa mengandalkan pemasukan dari pra-penjualan untuk pengembangan tahap II. Rights issue bisa menjadi salah satu opsi pendanaan untuk itu, selain juga untuk menambah jumlah saham beredar sekarang,” tuturnya, kemarin.

Kebutuhan investasi sebesar itu, lanjutnya, bersamaan dengan kenaikan nilai aset perseroan mencapai Rp18 triliun berdasarkan penilaian PT Heburinas Nusantara, perusahaan yang berasosiasi dengan CB Richard Ellis. Nilai aset itu meningkat Rp3 triliun sejak perseroan mencatatkan saham perdana (listing) 2008. Valuasi berasal dari keseluruhan aset seperti sisa lahan (landbank), inventori, kawasan residensial, bisnis, komersial, dan aset tetap. Harry menambahkan pihaknya telah menyiapkan proyek seluas 200 hektare-300 hektare untuk digarap bersama investor asing dengan skema penyertaan saham terbatas.

Komisaris Bumi Serpong Hermawan Wijaya mengatakan belum ada pembicaraan resmi tentang rencana merger dengan Duta Pertiwi, seperti ekspektasi pelaku pasar selama ini. Alasannya, kedua perusahaan memiliki struktur kepemilikan saham berbeda dan fokus bisnis yang berbeda. “Namun kami terbuka dengan kemungkinan tersebut, jika memang nantinya dinilai menguntungkan kedua belah pihak. Meski Bumi Serpong dan Duta Pertiwi dimiliki Grup Sinarmas, struktur pemegang sahamnya tidak sama,” tuturnya.

Harry menilai wacana merger kedua emiten tersebut tidak bisa dijalankan secara gegabah karena banyak kendala teknis yang mengadang, terutama perpajakan. Perseroan menargetkan laba bersih tahun ini naik 10%-15% dibandingkan dengan posisi 2008 sebesar Rp 223 miliar. Belanja modal ditargetkan mencapai Rp800 miliar-Rp1 triliun.

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berencana merestrukturisasi seluruh utangnya senilai US$1,47 miliar melalui perpanjangan tenor jatuh tempo utang selama 5 tahun. Berlian Tanker berencana menerbitkan obligasi tukar (mandatory exchangeable bond/MEB) senilai US$368 juta guna mengakuisisi perusahaan pelayaran Norwegia, yaitu Camillo Eitzen & Co ASA (CECO) dan menggelar ekspansi.

“Kami akan memfinalisasi restrukturisasi utang berkisar US$1,47 miliar pada akhir bulan ini. Rencananya kami perpanjang hingga 5 tahun ke depan,” kata Direktur Keuangan Berlian Tanker Kevin Wong, kemarin. Dia menuturkan langkah tersebut terkait dengan posisi utang gabungan antara Berlian Tanker dan CECO per semester I/2009 yang menembus US$2,85 miliar.

Kevin mengatakan perseroan berencana untuk melakukan voluntary exchange offer terhadap seluruh saham yang sudah diterbitkan Camillo Eitzen yang tercatat di Bursa Efek Oslo sejak 2004. “Kami berharap bisa menguasai hingga 100% saham perseroan. Kemungkinan ada delisting CECO dari Bursa Efek Oslo apabila saham CECO dapat kami serap minimal 95%. Saham publik CECO saat ini 45% dari total saham CECO. Jika permintaan jauh dari target penerbitan MEB, bisa tidak dilaksanakan, termasuk akuisisi,” ujar Kevin.

Perseroan berharap dapat menyelesaikan transaksi akuisisi CECO senilai US$168 juta tersebut paling lambat pada akhir November 2009. Sebanyak US$200 juta dalam penerbitan MEB yang mencapai US$368 juta akan digunakan untuk ekspansi perseroan. “Kami berharap MEB senilai US$200 juta akan diserap oleh investor lain. Kami yakin, tidak akan ada perubahan pengendali terkait dengan aksi korporasi ini,” kata Kevin. Adapun, pemegang saham mayoritas Berlian Tanker, yaitu PT Tunggaladhi Baskara mempersiapkan dana sedikitnya US$50 juta guna mengeksekusi MEB itu. Kepemilikan Tunggaladhi yang saat ini mencapai 54,58% saham Berlian Tanker akan terdilusi menjadi 31,65% jika tidak mengeksekusi MEB.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dinilai perusahaan yang paling diuntungkan dengan adanya rencana pemangkasan pembayaran royalti produksi batu bara dari semula 13,5% menjadi sekitar 9% dibandingkan dengan produsen lainnya yang tercatat di lantai bursa.

Rencana pemangkasan royalti atau dikenal dengan nama dana hasil produksi batu bara (DHPB) yang kini dibahas tim Departemen ESDM dan Departemen Keuangan dibagi tiga kategori, yakni DHPB batu bara kalori 5.000 kal – 4.600 kal terpangkas menjadi 9%, batu bara kalori kurang dari 4.600 kal (7,5%), dan batu bara tambang bawah tanah 8,75%. Laporan riset harian Danareksa Sekuritas kemarin mengungkapkan potensi itu berlandaskan biaya royalti efektif perusahaan itu hanya 16% pada 2008.

Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -perusahaan yang tercatat memiliki nilai kapitalisasi terbesar- diperkirakan tidak terimbas rencana itu. Begitu juga dengan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Kedua perusahaan hanya memproduksi batu bara berkalori tinggi.

Berbeda dengan hasil riset Danareksa, Head of Research Valbury Asia Securities Krishna Dwi Setiawan justru menilai yang bakal diuntungkan adalah PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan produk batu bara berkalori rendahnya. Menanggapi hal itu, Director & Corporate Secretary Adaro Andre Johanes Mamuaya belum dapat memproyeksikan dampak kebijakan itu terhadap kinerja perusahaan. “Namun, kami juga belum mempunyai gambaran akan seperti apa implementasinya nanti,” tuturnya.

Tahun ini, Adaro baru memulai uji coba produksi batu bara berkalori rendah dari tambang Wara, Kalimantan Selatan. Pertumbuhan kredit empat bank papan atas yakni BCA, Danamon, CIMB Niaga, dan BII hingga Agustus 2009 masih negatif jika dibandingkan dengan akhir 2008 sehingga mendorong pemangkasan target pembiayaan.

Berdasarkan statistik Bank Indonesia Agustus 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menjadi lembaga intermediasi dengan penurunan kredit terbesar yakni Rp5,59 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu Rp64,37 triliun menjadi Rp58,78 triliun.

Kredit PT Bank Internasional Indonesia (BNII) Tbk minus Rp2,3 triliun menjadi Rp32,46 triliun, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) merosot Rp1,89 triliun jadi Rp71,91 triliun dan PT Bank Central Asia (BBCA) Tbk turun Rp1,66 triliun jadi Rp111,04 triliun.

Kredit 10 bank papan atas masih tertolong oleh kinerja bank BUMN, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Tbk yang mencatat rekor kenaikan Rp29,7 triliun menjadi Rp190,8 triliun.

Selanjutnya, kredit PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang tumbuh Rp9,8 triliun menjadi Rp166,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk naik Rp8,46 triliun menjadi Rp8,46 triliun dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) naik Rp5,32 triliun menjadi Rp37,3 triliun. Secara keseluruhan kredit 10 bank papan atas hingga Agustus 2009 masih tumbuh sebesar Rp45,16 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu menjadi Rp863,3 triliun. Pangsa pasar kredit 10 bank papan atas itu mencapai sebesar 63,2% dari total kredit Agustus 2009 sebesar Rp1.365 triliun. Adapun pangsa empat bank papan atas yang membukukan kredit negatif adalah 20,1%.

Presdir CIMB Niaga Arwin Rasyid memastikan pertumbuhan kredit perseroan tahun ini tidak akan mencapai target semula sebesar 15%, meski hingga September 2009 pertumbuhan dinyatakan sudah positif. “Memang sampai Juni negatif, saat ini sudah positif, lebih dari Rp1 triliun. Tapi, untuk mencapai target semula, sepertinya tidak, kami akan umumkan nanti [koreksi kredit],” ujarnya, kemarin.

Sejauh ini BCA telah memangkas target pertumbuhan kredit jadi 8%-9% dari 15%. Bank Danamon yang pada awal tahun masih optimistis bisa mencapai pertumbuhan kredit 8%, kini tinggal mematok 2%. Bank Panin sempat yakin kredit naik 15%, kini hanya berani menargetkan 9%-10%.

Iklan
 

2 Responses to “(maseh) disuruh jual … :141009”

  1. zaki Says:

    disini saya sebagai trader valuta asing jika ingin main selain saham bisa hub saya, cukup dgn 100jt anda bisa mainkanya.

    zaki
    085647047422

    • bumi2009fans Says:

      well, mas Zaki, kayanya hampir 100% pengunjung blog gw modalnya (keberaniannya) CUMA 10 JUTA MAKSIMUM … boleh dicek lage dah, itu sebabnya gw selalu menawarkan maen saham beneran @5-10 juta perak maksimum … up2 everybody lah 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s