1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

valuasi SUDAH di atas 100% mahalnya … : 141009 14 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:55 am

14/10/2009 – 06:42
IHSG Terancam Koreksi
Akumulasi INCO & AALI
Natascha & Asteria

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (14/10) cenderung terkoreksi akibat sentimen negatif saham grup Bakrie. Namun, investor masih bisa mengakumulasi saham INCO dan AALI, yang sudah terkoreksi dalam.

Kepala Riset PT Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana mengatakan, IHSG berpotensi melemah. Hal ini disebabkan berubahnya aliran likuiditas ke pasar domestik serta tekanan dari ketidakpastian saham grup Bakrie. “Imbas saham grup Bakrie sangat besar, menyumbang 40% rata-rata transaksi harian,” ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (13/10) petang.

Menurutnya, pergerakan IHSG tidak terlalu fluktuatif, seiring menipisnya aliran dana. Valuasi saham di emerging market Asia sudah tinggi, demikian pula saham di Bursa Efek Indonesia, yang kalau dikonversi ke dolar AS, sudah mengalami kenaikan sebesar 100% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, pemodal asing saat ini sedang mencermati peluang mencari pasar lain di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur yang pergerakan sahamnya masih terbatas (lagging), bahkan masih minus dibanding saham di kawasan Asia. “Mereka mencari pasar yang lebih terbuka potensi naiknya, meskipun returnnya tidak terlalu besar,” paparnya.

Namun, lanjutnya, risk apetite di Asia sebenarnya masih ada, terindikasi dari pemulihan di berbagai sektor perekonomian AS yang menyebabkan larinya dana ke kawasan ini. Namun, penambahan dana ke emerging market di Asia semakin merosot . “Hal ini membuat penguatan IHSG ke target di level 2.800 agak tertahan,” jelasnya.

Selain itu, asumsi pasar bahwa kenaikan suku bunga bank sentral Australia (RBA) akan memicu naiknya suku bunga acuan bank sentral negara lain, membuat bursa Indonesia menjadi tidak menarik. “Karena spread dengan suku bunga AS menipis,” imbuhnya.

Tekanan terhadap bursa akan bertambah, terutama bila saham PT Bumi Resources (BUMI) masih dalam sentimen negatif. Hal ini mengingat beberapa broker asing, seperti PT Merrill Lynch Indonesia (ML) dan PT DBS Vickers Securities Indonesia (DP), sudah menurunkan rating harga BUMI masing-masing di level Rp2.900 dan Rp1.100.

Selain itu, pekan lalu ada transaksi tutup sendiri (crossing) saham BUMI di level 1.700. Ini semua memberikan sentimen negatif pada BUMI, sehingga gap BUMI di level Rp3.475 sulit ditutup “IHSG pun akan terimbas dan sulit menguat. Kalaupun naik, masih minus,” paparnya.

Untuk jangka pendek, lanjutnya, potensi pelemahan lebih besar terjadi pada IHSG. Namun, menjelang pengumuman susunan kabinet, indeks akan mengalami rebound, meskipun minor. “Saat ini tren sudah berubah, dimana dana yang sempat masuk beberapa hari ini adalah hot money,” ucapnya

Adrian menuturkan, hampir seluruh saham sudah mencapai target harga tertingginya, sehingga sulit mencari saham yang potensi penguatannya masih besar. Saham yang menjadi pilihannya adalah PT International Nickel (INCO) dan PT Astra Argo Lestari (AALI). “Saham-saham ini berpotensi menguat, setelah kemarin terkoreksi banyak,” katanya.

IHSG pada perdagangan Selasa (13/10) ditutup menguat tipis 15,30 poin (0,62%) ke level 2.471,99. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi 3,246 miliar saham, senilai Rp 3,266 triliun dengan frekuensi 78.428 kali. Sebanyak 99 saham naik, 89 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Beberapa emiten yang ditutup mengat antara lain PT Multibreeder Adirama (MBAI ) naik Rp375 ke posisi Rp3.900, PT Unilever Indonesia (UNVR)naik Rp 200 menjadi Rp 11.050, PT Smart (SMAR) menguat Rp 150 di posisi Rp 3.300, PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 14.000, PT Telkom (TLKM ) naik Rp 100 menjadi Rp 8.800.

Beberapa emiten CPO yang kemarin menguat antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI ) yang naik 700 (3,30%) ke level Rp 21.850, PT London Sumatra (LSIP) naik Rp100 ke Rp7.950, PT Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp50 ke level Rp2.125.

Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT BAT Indonesia (BATI) yang turun Rp 1.300 ke Rp 5.200, PT Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) turun Rp 100 ke Rp 1.200, PT Astra International (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 33.550, PT Yanaprima Hastapersada (YPAS) turun Rp60 ke posisi Rp540, PT Medco Energi (MEDC) turun Rp 50 ke Rp 3.075, dan PT HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 40 menjadi Rp 10.300. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s