1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

dream team halo @ ihsg 2600 … : 171009 17 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:58 pm

17/10/2009 – 17:27
Jelang Kabinet Baru, IHSG Bisa Tembus 2.675
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Diprediksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan bisa menembus level 2.675.

Pelantikan presiden dan wakil presiden serta pengumuman kabinet memberikan sentimen positif untuk bursa saham. “Pekan lalu menembus level 2.515. Pada pekan depan IHSG  bisa menembus level 2.675 karena peluang terbuka lebar ditambah harga minyak yang bisa menembus level US$ 79 sehingga ada peluang IHSG menguat,” ujar pengamat pasar modal Willy Sanjaya, saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (17/10).

Penguatan IHSG kemungkinan terus berlanjut hingga pekan depan, bahkan pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono serta pengumuman kabinet. Willy mengatakan kemungkinan kembali terpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat para investor tenang. “Secara umum Sri Mulyani diterima oleh pasar,” katanya.

Seperti diketahui, hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai memanggil calon-calon menteri. Calon-calon menteri yang mungkin masuk dalam tim ekonomi seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang pernah menjabat sebagai ketua tim kampanye nasional SBY-Boediono.

Pada Jumat (16/10), IHSG  ditutup pada level 2.515 atau menguat 43 poin. [cms]

Sabtu, 17/10/2009 15:05 WIB
Meski Diterima Pasar, Sri Mulyani Punya Kelemahan
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Menebak calon Menteri Keuangan memang paling mudah, nama Sri Mulyani cukup kuat untuk kembali menduduki posisi ini karena dirinya merupakan sosok yang paling bisa diterima pasar. Namun begitu Sri Mulyani memiliki beberapa kelemahan.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono mengatakan, di dalam negeri, Sri Mulyani sempat menjadi ‘bulan-bulanan’ pengamat dan media massa terutama terkait isu neoliberalisme dan kasus Bank Century.

“Namun, secara umum tudingan tersebut relatif dapat diredam. Isu neoliberalisme mencoba memberi cap antek asing dan membenturkannya dengan isu nasionalisme ekonomi,” ujarnya kepada detikFinance , Sabtu (17/10/2009).

Sedangkan soal Century dihantam karena sah-tidaknya kebijakan bailout . Orang sempat berpikir, mestinya Century dimatikan saja. Namun, mematikan Century bisa menimbulkan komplikasi yang luas. Karena saat itu (November 2008) dunia masih dicekam kebangkrutan Lehman Brothers (15 September 2008).

Rupiah melemah ke Rp 12.000/USD, capital outflow (modal asing mengalami repatriasi ke New York), dan simpanan masyarakat di bank hanya dijamin hingga Rp 2 miliar, padahal negara tetangga (Singapura, Malaysia, Australia) menerapkan penjaminan penuh (blanket guarantee ). Sangat riskan membiarkan Century mati pada saat nervous seperti itu.

Sedangkan di luar negeri, Sri Mulyani mendapatkan respek tinggi, sebagai salah satu perempuan yang berpengaruh dalam beberapa tahun belakangan ini, diantaranya dari majalah Forbes.

Sri Mulyani hari ini dipanggil Presiden SBY ke kediamannya di Cikeas untuk diseleksi menjadi calon menteri, dan sepertinya Sri Mulyani akan kembali menduduki jabatannya saat ini sebagai Menteri Keuangan. Selama wawancara, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono mengajaknya berdiskusi soal pembiayaan dan keuangan negara.

(dnl/dnl)

Sabtu, 17/10/2009 16:45 WIB
Mari Elka Pangestu Tetap Menteri Perdagangan
Luhur Hertanto – detikFinance

Foto: Suhendra-detikFinance Jakarta – Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, Mari Elka Pangestu kemungkinan besar akan kembali menempati posisinya sebagai Menteri Perdagangan. Hal ini diketahui setelah ia mengikuti audisi menteri yang dilakukan Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kami kembali ditugaskan di bidang ekonomi. Presiden minta agar menjaga pertumbuhan tetap berkelanjutan. Terus meningkatkan perdagangan termasuk ekonomi kreatif dan perdagangan dalam negeri karena permintaan eksternal sedang melambat,” kata Mari usai diwawancarai SBY di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (17/10/2009).

Tidak hanya itu, Mari mengakui juga ditugaskan SBY untuk meningkatkan dan memperbaiki iklim investasi. “Juga mengoptimalkan keberadaan kita di forum ekonomi internasional,” katanya.

(lh/dnl)
17/10/2009 – 19:20
JK: Hatta, Sri, dan Mari Pengalaman Kelola Ekonomi
Agustina Melani

Jusuf Kalla
(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Memperbaiki infrastruktur, birokrasi, reformasi moneter adalah masalah yang harus segera diselesaikan tim ekonomi kabinet mendatang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, penyelesaian masalah ekonomi seperti infrastruktur dan birokrasi, reformasi moneter dengan suku bunga lebih rendah harus secepatnya diselesaikan untuk menyelesaikan masalah ekonomi Indonesia. “Masalah harus cepat diselesaikan, tugas pemerintah pusat tidak banyak lagi. Teman-teman menyelesaikan masalah tersebut dan tetap konsisten maka penyelesaian masalah ekonomi bisa jalan,” ujar Jusuf Kalla dalam sebuah wawancara di salah satu televisi swasta, Sabtu (17/10).

Jusuf Kalla pun mendukung tim ekonomi pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini. Menurut Kalla, Hatta Rajasa, Sri Mulyani, dan Mari Pangestu merupakan tim ekonomi yang memiliki pengalaman panjang. “Hampir 10 tahun bersama Hatta Rajasa, yang sebelumnya Hatta menduduki di posisi Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Kabinet. Mari pun punya pengalaman,” tuturnya.

Meskpun Hatta Rajasa tidak memiliki pengalaman di bidang ekonomi, Jusuf Kalla menilai pengalaman panjang Hatta Rajasa menjadi poin pentingnya. “Pengalaman lebih penting dari pendidikan. Banyak insniyur yang menjadi ekonom. Ical sebelumnya menteri perekonomian, dan dia pun mempunyai grup bisnis,” jelas Kalla.

Lebih lanjut ia mengatakan, teori ekonomi penting tetapi juga harus mempunyai sesuatu untuk mengatasi masalah.Hal penting yang harus diselesaikan tim ekonomi seperti membangun infrastruktur, suasana ekonomi yang baik dan juga makro ekonomi.

Menurut Kalla, dengan menyelesaikan masalah tersebut maka masalah ekonomi bisa berkurang. Menyelesaikan masalah ekonomi tersebut menjadi tantangan berat bagi tim ekonomi kabinet mendatang.

Sebelumnya, pemerintah harus membayar bunga utang yang tinggi sekitar 40% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan sekitar 45% membayar hal yang tidak produktif. Menurut Kalla, saat ini subsidi jauh lebih ringan dibandingkan pada 2004 hingga 2005.

Pada akhir masa jabatannya, Jusuf Kalla terlihat masih begitu semangat dalam menjalankan tugas sebagai wakil presiden. Menurut Kalla, tugasnya merupakan tanggung jawab dan keikhlasan dalam pekerjaan tersebut merupakan ibadah. [cms]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s