1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ge-eRp ABIS … 2800 mah SERIBU … taon lage kale :P : 171009 17 Oktober 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 9:03 am

… sekira 4 bulan yang lalu dalam sebuah seminar nasabah bertema market update oleh sebuah bank asing besar di Jakarta, gw pernah bertanya: IHSG 2800 itu kapan ? jawaban sang analis yang dibayar: mungkin 1 taon lage, atawa 2 taon, 3 taon, 4 taon, 5 taon lage … nah itu JAMINAN WAKTU yang diberikan oleh sang analis prof yang MENGAKU KETERBATASANNYA memprediksikan situasi pasar saham indo … manusiawi khan ya :
Jumat, 16 Oktober 2009 | 06:53

PASAR SAHAM INDONESIA

Tunggu Waktu IHSG Tembus 2.800

JAKARTA. Pesta pora investor saham bisa berlanjut hingga akhir tahun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa Indonesia makin mantap melaju kencang, dan bisa menembus level 2.800.

Maklum, kabar baik terus berembus masuk ke bursa saham kita. Sebagai contoh, dari luar negeri, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terus menguat. Pada penutupan Rabu (14/10), DJIA bahkan berakhir di posisi 10.015,86, rekor posisi tertingginya sejak 6 Oktober 2008.

Pada perdagangan kemarin, DJIA masih mencoba memantapkan posisinya di level 10.000-an. Tapi, hingga pukul 23.15 WIB, DJIA masih melemah 0,12% menjadi 10.003,69.

Sebagai kiblat bursa saham sejagat, rekor tertinggi DJIA tahun ini adalah kabar baik bagi bursa global. “Krisis berawal dari sana, maka AS yang harus memimpin pemulihan ini,” kata Kepala Riset Valbury Asia Securities, Krishna Dwi Setiawan, kemarin.

Tasrul, Analis Overseas Securities, optimistis, kabar baik ini akan memantapkan laju IHSG. Apalagi, harga minyak mentah juga naik, dan sempat mencapai US$ 76 per barel pada perdagangan kemarin.

Dua modal tadi menjadi pijakan lompatan IHSG. Tasrul optimistis, jika dua faktor tadi bergabung dengan komposisi kabinet baru sesuai selera pasar, plus kinerja emiten kuartal III-2009 masih bagus, IHSG akan kembali ke level 2.800-an pada akhir tahun nanti.

Pada penutupan bursa kemarin, IHSG menguat 0,15% menjadi 2.515,38.

Sandy Baskoro, Irma Yani KONTAN
Jumat, 16 Oktober 2009 | 07:15

INDEKS SENTIMEN INVESTOR INDONESIA

ING : Investor Indonesia Makin Optimis

JAKARTA. Investor Indonesia semakin optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia. Menurut paparan hasil survei ING kemarin, indeks sentimen investor Indonesia pada kuartal ketiga 2009 naik 1,5% dari 129 pada kuartal kedua 2009 menjadi 131 pada kuartal ketiga 2009. “Investor tetap optimistis terhadap Indonesia sebagai salah satu pasar utama di Asia,” kata Tim Condon, Kepala Riset dan Ekonom ING Wholesale Banking Asia, kemarin (15/10).

Indeks buatan ING yang memiliki nilai maksimal 200 itu membedakan persepsi investor menjadi lima tingkatan, mulai dari sangat pesimistis, pesimistis, netral, optimistis, dan sangat optimistis. Nah, angka indeks investor Indonesia masuk kategori optimistis.

Hasil ini sejalan dengan indeks keyakinan investor di pasar Asia non-Jepang. Menurut ING, sentimen investor pan-Asia kecuali Jepang naik dari angka 132 pada kuartal kedua 2009 menjadi 143 di kuartal ketiga 2009. Angka ini melesat pesat dibandingkan hasil survei kuartal ketiga tahun lalu yang hanya menghasilkan poin 86. Hasil survei terbaru ini juga menunjukkan nilai indeks sentimen investor tertinggi sejak diluncurkan pada kuartal ketiga 2007.

Berkat optimisme investor itulah, rupiah menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terbaik tahun ini. Sejak awal tahun, rupiah sudah menguat lebih dari 3% ke posisi Rp 9.293 per dolar AS. Aliran dana asing juga telah mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sekitar 100,25% dari awal Maret lalu.

Condon memperkirakan, investor masih akan optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia tahun depan. Tapi, melihat percepatan inflasi belakangan ini, investor mulai bersikap hati-hati dan menunggu perkembangan lebih lanjut. “Kami memperkirakan, bank sentral akan menaikkan suku bunga 0,25% di awal 2010,” ujarnya.

Condon meramal, inflasi akan membuat imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik lagi ke kisaran 11%. Artinya, harganya akan turun. Sementara rupiah hingga akhir tahun ini akan mencapai Rp 10.000 per dolar AS.

Sementara, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, inflasi akan naik menjadi 3,7% pada akhir tahun ini dan 6% di tahun depan. Namun, inflasi ini masih terbilang wajar. “Jadi, BI belum perlu menaikkan suku bunga sampai akhir tahun depan,” katanya.

Wahyu Tri Rahmawati, Herlina KD Kontan

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s