1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pasar menatap kabinet, gw lirik laba dah… : 191009 19 Oktober 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 6:29 am

order beli bumi:
2900

Chart for Bumi Resources Tbk (BUMI.JK)
———————————————- saham lain
order beli bbri:
7750
order beli bbri tambahan:
7850

Chart for Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI.JK)
———————————————- saham lain
order beli trub:
156
order jual trub:
161
162
163
164
165
order beli trub tambahan:
158
order jual trub tambahan:
160
159
———————————————- saham lain
order jual bnii:
400
405
410
———————————————- saham lain
dalam sesi 02, volume lot transaksi tetap sepi … sinyal beli ihsg tiba2 melesat sekali ke 2508 dari 2499 … 50 menit sesi 02 berjalan, ihsg sudah mulai tersergap jenuh beli di W%R dan ada tanda golden cross mungkin mengintai di slow stochastic ke jual … ternyata sinyal ihsg menguat lagi ke 2511 pada 55 menit buka sesi 02, walau pun area jenuh beli tetap menempel sinyal … batas atas bollinger bands di 2514 sedangkan medium bollinger bands ihsg di 2504 … ihsg masih harus tenggelam dalam area jenuh beli dulu …
… 75 menit menuju tutup bursa, ihsg mulai memberi tanda golden cross ke jual di 2507…
… 35 menit menuju tutup, ihsg mulai lepas dari sinyal jenuh beli W%R dan bergerak mendekati batas atas bollinger bands di 2515 … ihsg mulai bermain di atas 2512 lage …
… 10 menit terakhir, sinyal jenuh beli sudah mereda, bahkan golden cross ke beli kuat mulai timbul lagi di 2512 … ihsg ditutup di 2520 pada 191009

Chart for Composite Index (^JKSE)

———————————————- saham lain

Transaksi Sepi, IHSG Mampu Ditutup Rebound
Senin, 19 Oktober 2009 – 16:09 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi sore berhasil beranjak dari zona merah. Sejumlah saham yang bergerak di sektor pertambangan dan konsumer membawa indeks sore ini bergerak di jalur merah.

IHSG pada perdagangan Senin (19/10/2009) sore ini ditutup naik 5,118 poin atau 0,2 persen ke posisi 2.520,924. Sedangkan indeks LQ45 ditutup naik 1,697 poin ke posisi 497,109 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 1,07 poin ke posisi 411,314.

Pergerakan saham hingga sore ini terpantau mengalami penguatan, seperti saham di sektor agri yang naik 9,28 poin, sektor pertambangan melonjak 19,33 poin, serta sektor perbankan menguat tipis 1,26 poin. Sedangkan, sektor konsumer masih terkoreksi meski tipis 0,96 poin.

Pergerakan bursa di Asia Pasifik terpantau bergerak fluktuatif, seperti indeks Nikkei 255 melemah 21,05 poin atau naik 0,21 persen ke posisi 10.236,51, indeks Shanghai Composite di China menguat 61,64 poin ke posisi 3.038,27. Sementara itu indeks Hang Seng berhasil menguat 270,56 poin ke posisi 22.200,46 dan indeks Straits Times Singapura naik tipis 1,42 poin ke level 2.709,54.

Volume perdagangan tercatat 1,977 miliar lembar saham senilai Rp2,339 triliun, dengan total transaksi pembukaan mencapai 57.434 kali. Saham yang ditutup menguat 77 saham, melemah 80 jenis saham, dan stagnan 99 jenis saham.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp400 ke level Rp14.200, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp250 ke posisi Rp16.500, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp150 menjadi Rp5.650, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp150 ke level Rp10.300, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp75 ke posisi Rp4.800.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) naik Rp310 ke posisi Rp1.930, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp150 ke level Rp14.850, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp150 menjadi Rp8.100, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menguat Rp150 ke Rp1.960. (css)
Senin, 19/10/2009 16:12 WIB
IHSG Berbalik Cepat ke Zona Positif
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Badai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mereda. Sebagian saham-saham unggulan yang sempat terkapar bisa pulih, sehingga membuat IHSG berakhir di teritori positif.

IHSG yang hampir sepanjang perdagangan bergerak di teritori negatif, akhirnya berbalik arah cepat pada detik-cetik terakhir menjelang penutupan perdagangan.

Pada perdagangan Senin (19/10/2009), IHSG ditutup menguat 5,118 poin (0,20%) ke level 2.520,924. Indeks LQ 45 juga menguat 1,697 poin (0,34%) ke level 497,109. IHSG hari ini sempat berada dititik terendahnya di 2.497,325.

Sebagian besar bursa-bursa regional juga sudah berhasil menguat:
Indeks Hang Seng menguat 270,56 poin (1,23%) ke level 22.200,46.
Indeks Komposit Shanghai naik 61,64 poin (2,07%) ke level 3.038,27.
Indeks Nikkei-225 melemah tipis 21,05 poin (0,21%) ke level 10.236,51.
Indeks KOSPI naik tipis 8,71 poin (0,53%) ke level 1.649,07.

Namun transaksi sangat tipis, dengan frekuensi transaksi hanya 57.434 kali pada volume 1.977 juta lembar saham senilai Rp 2,339 triliun. Sebanyak 77 saham naik, 80 saham turun dan 99 saham stagnan.

Saham unggulan banyak yang berbalik arah. Misalnya saham PT Astra International Tbk (ASII) yang sempat melemah hingga Rp 32.200, akhirnya ditutup naik Rp 100 menjadi Rp 33.000.

Saham-saham lain yang menguat harganya di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 8.100, BCA (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 4.800, PTBA naik Rp 150 menjadi Rp 14.850, Charoen Pokphan (CPIN) naik Rp 150 menjadi Rp 1.960, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 menjadi Rp 22.600.

Sedangkan saham-saham yang melemah harganya di top loser antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 250 menjadi Rp 16.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.800, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.000,
(qom/dro)
Sesi II Tutup
Pasar Nanti Kabinet Baru, IHSG Berfluktuasi
Indeks di BEI berbalik arah menguat ke level 2.520, sedangkan rupiah di posisi 9.402/US$.
SENIN, 19 OKTOBER 2009, 16:23 WIB
Antique

Papan pengumuman valas (Prasetyo Utomo)
BERITA TERKAIT
Detik Terakhir, IHSG Berbalik Menguat
IHSG & Rupiah Kompak Menguat
Rupiah Topang Pergerakan Positif IHSG
IHSG & Rupiah Kembali Positif
Pelemahan IHSG & Rupiah Berlanjut
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akhirnya ditutup menguat tipis menjelang enam menit berakhirnya transaksi. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih melemah.

Menurut riset PT Reliance Securities Tbk yang diterima VIVAnews hari ini, IHSG berfluktuasi dengan kecenderungan melemah seiring aksi pelaku pasar yang menantikan kandidat menteri yang akan mendampingi presiden terpilih SBY dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

Selain itu, sekuritas tersebut mengaku aksi pelaku pasar yang masih menuggu berita positif lain mengenai perkembangan ekonomi turut mempengaruhi pergerakan indeks awal pekan ini.

Pasalnya, data laporan keuangan perusahaan-perusahaan di AS yang mengalami perbaikan dibanding periode sebelumnya sudah tercermin dari pergerakan harga saham sebelumnya, sehingga pelaku pasar cenderung melakukan sell on news.

IHSG pada penutupan transaksi Senin, 19 Oktober, berbalik arah menguat 5,12 poin (0,20 persen) ke level 2.520,92. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terkoreksi di posisi 2.499,94 atau turun 15,86 poin (0,64 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,34 triliun dan volume tercatat 3,95 juta lot, dengan frekuensi 57.434 kali. Sebanyak 77 saham menguat, 80 melemah, 99 ditutup stagnan, serta 208 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 471,46 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 618,40 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index naik 270,56 (1,23 persen) ke level 22.200,46, Nikkei 225 melemah 21,05 poin atau 0,21 persen menjadi 10.236,51, dan Straits Times terangkat 1,37 persen (0,05 persen) di posisi 2.709,49.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang menguat cukup besar di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 150 atau 1,88 persen ke level Rp 8.100, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp 150 (1,02 persen) menjadi Rp 14.850, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terangkat Rp 100 atau 2,12 persen di posisi Rp 4.800.

Rupiah Masih Melemah
Sementara itu, analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi berpendapat, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan melemah sejak pagi tadi membuat IHSG sepi sentimen negatif.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.402 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.460/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.477 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.360-9.420/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Arah Investasi Sepekan
Investor Saham Optimistis Kabinet Baru
Akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan berlikuiditas tinggi pada pekan ini.
SENIN, 19 OKTOBER 2009, 07:47 WIB
Antique

Pialang mengamati pergerakan saham (Widodo S Jusuf)
BERITA TERKAIT
Pelaku Saham Cermati Laporan Kuartal III-2009
IHSG Pekan Terakhir Agustus Cenderung Naik
Awal Pemulihan Ekuitas, IHSG Sepekan Positif
Indeks Saham Berpeluang Menguat
Indeks Saham Ada Tanda Rebound
Web Tools

VIVAnews – Merah-kuning-hijau di langit yang biru (semua berkoalisi dan mendapat bagian dalam pemerintahan) dan akan menjadi tanggal yang istimewa dan bersejarah pada 20 dan 21 Oktober bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Menurut analis saham David Cornelis, bentuk kabinet maupun pemerintahan baru ini terlihat cenderung populis dan market-friendly, sehingga akan menciptakan efek positif bagi ekonomi dan juga pasar modal Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Dia mengakui, level psikologis 2.500 indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih menjadi titik episentrum bagi pergerakan bolak-balik IHSG saat ini, dan secara umum arah dan tren indeks akan naik ke depannya hingga akhir tahun menuju titik tertinggi yang pernah dicapainya di level 2.800.

“Masih adanya sentimen beli asing dapat kembali mendorong IHSG untuk mencoba level tertinggi sebelumnya di 2.559 pada pekan ini (19-23 Oktober 2009),” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2009.

Namun, dia mengakui, berfluktuasinya pergerakan bursa dunia terkesan belum dapat memberi dukungan di tengah tren naiknya harga minyak dunia ke atas US$77. Kendati demikian, nilai tukar rupiah masih stabil ke arah penguatan hingga di kisaran stabil Rp.9.400.

“IHSG hingga saat ini masih bergerak seimbang dan netral, serta tetap mempertahankan pergerakan positif dan masih terjaga di dalam uptrend channel-nya, yang saat ini memiliki proyeksi kenaikan jangka pendek ke 2.630 (November) dan masih akan menguat hingga akhir tahun ke posisi 2.800,” kata Cornelis.

Skenario positif ini, kata David, masih sejalan (in-line) dengan data-data ekonomi dan laporan keuangan yang keluar, yang masih mungkin untuk dirilis dengan angka positif, di tengah proyeksi kenaikan minyak dunia memasuki musim dingin hingga awal 2010.

Dirinya menyarankan, akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan berlikuiditas tinggi pada pekan ini seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Senin, 19/10/2009 02:00 WIB

Tim ekonomi dinilai propasar
Fit and proper test calon menteri berlanjut hari ini

oleh :

JAKARTA: Para calon menteri bidang ekonomi yang sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai dapat menjaga kepercayaan dan stabilitas perekonomian karena sesuai dengan ekspektasi pasar.

Beberapa ekonom menyebut incumbent posisi kunci tim ekonomi, seperti Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan, sudah teruji dapat mempertahankan stabilitas makroekonomi di tengah kondisi krisis keuangan global.

Akan tetapi, tugas itu belum berakhir karena pemulihan ekonomi membutuhkan pertumbuhan yang lebih berkualitas.

“Secara umum Sri Mulyani bekerja sesuai dengan ekspektasi pasar dalam menghadapi krisis global sekarang. Hanya saja, otoritas Menteri Keuangan saat ini masih terlalu dominan di pasar modal,” ujar Direktur Riset dan Pemasaran PT Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana Setyamihardja kepada Bisnis, kemarin.

Selain itu, Adrian berharap tim ekonomi ke depan lebih memprioritaskan kebijakan yang menyentuh sektor riil secara langsung seperti penciptaan lapangan kerja, pengendalian inflasi, dan mempercepat stimulus ekonomi. “Pembangunan sektor infrastruktur juga perlu dipercepat. Jangan hanya menjadi simbol atau slogan semata. Kita menunggu kebijakan riil tim ekonomi sekarang.”

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Moneter, Fiskal dan Kebijakan Publik Hariyadi Sukamdani juga tidak mempermasalahkan siapa pun yang akan mengisi kabinet untuk 5 tahun ke depan. Dia yakin tokoh yang telah ditunjuk sebagai calon menteri memiliki kemampuan untuk bisa membangun bangsa sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

“Siapa pun menterinya, baik dari profesional maupun parpol, tak masalah. Kalau parpol, memang tujuan mereka dari awal kekuasaan. Tetapi, kalau sudah jadi menteri ya harus ingat tugasnya untuk menyejahterakan rakyat.”

Dia menyoroti ada dua hal utama di bidang perekonomian yang harus dibenahi untuk 5 tahun ke depan, yakni menyangkut birokrasi yang buruk dan masalah ketenagakerjaan.

Reformasi birokrasi

Menurut dia, reformasi birokrasi yang tengah berlangsung perlu dioptimalkan pelaksanaannya dengan melakukan reorganisasi atau perampingan struktur birokrasi yang terlalu gemuk dan tidak efisien.

Akan tetapi, Fadhil Hasan, Institute for Development of Economics and Finance Indonesia, menyoroti latar belakang pendidikan beberapa calon menteri yang dianggap kurang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Dia memberi contoh Mustafa Abubakar sebagai calon Meneg BUMN yang memiliki latar belakang ilmu perikanan dan kelautan. “Background-nya tidak sama dengan tugas yang harus diemban.”

Selain itu, dia juga menyebut faktor popularitas calon menteri yang belum dikenal pasar, seperti Darwin Zahedy Saleh sebagai Menteri ESDM. Demikian halnya menko perekonomian yang bakal diduduki oleh Hatta Rajasa masih memberikan keraguan, kendati posisi itu bukan untuk mengambil kebijakan teknis.

“Tetapi pak Hatta itu quick learner, sekarang tinggal bagaimana tim ekonominya. Kalau masih sama seperti kabinet lalu, dia harus kerja ekstra.”

Sekjen Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Toto Dirgantoro berpendapat Mari Elka Pangestu merupakan salah satu menteri yang memiliki kinerja bagus dalam Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009. Dengan begitu, tidak heran jika dia dipercaya kembali oleh Presiden Yudhoyono.

Menurut dia, asal usul Mari yang bukan berasal dari politisi membuat dirinya tidak memiliki konflik kepentingan dalam melaksanakan kebijakan perdagangan. Kondisi seperti ini diperlukan karena era globalisasi menghendaki kerja sama perdagangan lebih agresif.

Hingga kemarin, sebanyak 30 calon menteri dan pejabat setingkat menteri telah menjalani fit and proper test untuk duduk dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. (lihat ilustrasi)

Presiden Yudhoyono mengungkapkan proses uji kepatutan dan kelayakan masih berlangsung hingga hari ini sehingga keputusannya masih mencair. (16/Sepudin Zuhri/Dewi Astuti/Arif Gunawan S./Aprilian Hermawan/Neneng Herbawati) (irsad.sati@bisnis.co.id/ ratna.ariyanti@bisnis.co.id)

Oleh Irsad Sati & Ratna Ariyanti

Bisnis Indonesia

bisnis.com
Senin, 19/10/2009 02:01 WIB

Pemodal cermati harga minyak dunia

oleh :

JAKARTA: Di tengah pemilihan menteri kabinet baru, pergerakan harga minyak mentah dunia diperkirakan menjadi sentimen utama yang memengaruhi psikologi bursa saham dalam jangka menengah.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi bergerak mengikuti harga energi dunia tersebut, sehingga bisa menjadi bumerang ketika penguatan harga mulai terlalu tinggi dan mendorong inflasi.

Kepala Riset & Ekonom ING Wholesale Banking Asia Tim Condon menilai lonjakan harga minyak dunia berpotensi membuat inflasi di Indonesia melambung. Jika pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM, inflasi diperkirakan melambung menjadi 6% pada tahun depan dan berangsur turun menjadi 4% pada akhir 2010.

“Pemodal di Indonesia sangat khawatir dengan kondisi inflasi itu. Ini akan menjadi tantangan baru bagi pemerintahan baru SBY, bagaimana kebijakan inflasi dan suku bunga dikelola dengan tidak menyebabkan pasar modal tertekan,” tuturnya akhir pekan lalu.

Dia memperkirakan harga minyak dunia tersebut masih memiliki ruang penguatan hingga menyentuh level psikologis baru US$80 per barel akibat pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang memicu minat investasi di pasar minyak mentah.

Komoditas energi dunia itu menguat 1,4% (US$1 per barel) ke level US$75,15 pada perdagangan pekan lalu di New York Mercantile Exchange. Level itu merupakan yang tertinggi sejak 21 Oktober 2008. Sepanjang tahun, harga energi dunia itu melonjak 68%.

Fenomena tersebut mendorong indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) untuk Asia Pasifik menguat 0,7% ke level 119,6.

IHSG juga menguat 0,02% ke level 2.515,81 mengiringi rally Indeks Bisnis-27 sebesar 0,12% ke level 229,11. Namun, sebagian bursa utama Asia melemah mengikuti koreksi Dow Jones sebesar 0,67%.

Beberapa bursa Asia yang negatif adalah Kospi (-1,12%) dan Hang Seng (-0,31%). Nikkei masih menguat sebesar 0,18%.

Analis riset PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono menilai indeks diperkirakan cenderung tertahan pada awal pekan ini, dengan fokus pasar tertuju pada harga komoditas.

Saham-saham unggulan dinilai berpotensi menahan penguatan IHSG.

“Beberapa saham unggulan yang menjadi motor naiknya indeks sudah memasuki area jenuh beli [overbought]. Tertahannya gerak indeks terlihat dari kenaikan indeks yang sangat tipis pada Jumat lalu,” tuturnya. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Senin, 19/10/2009 02:02 WIB

Kabinet lemah di sektor riil
CATATAN AWAL PEKAN

oleh :

Dari para calon menteri yang telah dipanggil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terutama bagi para menteri yang akan menduduki pos ekonomi, tampak sekali kelemahan dari para calon menteri yang akan menduduki posisi yang bertanggung jawab terhadap sektor riil.

Padahal kelemahan dari Pemerintahan SBY yang pertama nyata sekali kelemahannya di sektor riil. Untuk bidang makro dengan tetap dipertahankannya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dan Mari Pangestu sebagai Menteri Perdagangan, ditambah Budiono sebagai Wapres, maka kekuatan tim ekonomi makro kembali akan menjadi andalan.

Sementara itu, yang menduduki posisi menteri yang bertanggung jawab di sektor riil, terutama energi dan pertambangan, pertanian, dan industri, serta yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur tampak bahwa track record-nya kurang memadai dan banyak tidak memadai keahliannya.

Kuntoro yang semula diperkirakan menjadi menteri ESDM kemungkinan hanya akan menduduki jabatan nonmenteri. Dengan komposisi seperti ini, maka kebijakan ekonomi akan tetap mengandalkan makro dan lemah dalam sektor riil seperti sebelumnya.

Penunjukan Hatta Rajasa sebagai Menko Ekuin mengejutkan karena banyak yang memperkirakan dia akan tetap sebagai Mensesneg. Kekuatan Hatta adalah dipercaya Presiden dan mempunyai kemampuan koordinasi. Kelemahannya adalah dalam hal substansi kebijakan ekonomi.

Dengan kuatnya tim ekonomi makro, maka tugas Hatta Rajasa menjadi sangat berat di sisi sektor riil di mana ia harus dapat mengatasi kelemahan dari tim ekonomi di sektor riil ini, berkaitan dengan energi, pertanian, industri dan infrastruktur.

Hanya dengan memperkuat kelemahan ini dan membuat tim ekonomi dapat memberikan hasil (deliver) maka keberadaan Hatta Rajasa sebagai Menko Ekuin akan berkontribusi secara berarti.

Dengan menempatkan Kuntoro pada kedudukan nonmenteri diharapkan dia dapat mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan sektor riil pada umumnya.

Namun, pengalaman pemerintahan di Indonesia, betapa besar sekalipun pengalaman dan kemampuan seseorang, jika ia tidak mempunyai kedudukan menteri akan lebih banyak menghadapi hambatan dalam menjalankan tugasnya dibandingkan jika dia mempunyai kedudukan sebagai menteri dengan portofolio yang jelas.

Menteri-menteri yang terkait akan cenderung menghambat karena porsinya diambil oleh tim khusus ini daripada membantu untuk keberhasilan tugas tim khusus.

Pengalaman di negara maju juga demikian. Presiden Obama di AS membentuk banyak tim khusus berkaitan dengan industri mobil, kesehatan, energi, dan lain-lain, tetapi efektifnya diragukan dan membuat kebingungan di kalangan penentu kebijakan sendiri dan lebih membingungkan bagi pelaku ekonomi dan bisnis. Situasinya tentu saja lebih sulit untuk negara berkembang seperti Indonesia.

Tidak ahli

Patut disayangkan bahwa Presiden tidak memperkuat tim ekonomi di sektor riilnya dengan menteri-menteri yang mempunyai pengalaman, keahlian dan mempunyai track record memadai di bidangnya. Karena perkembangan ekonomi Indonesia sangatlah lemah terasa di sektor riil yang semestinya menjadi pendukung utama pertumbuhan yang berkelanjutan dan menyediakan kesempatan kerja.

Perkembangan ekonomi tidak akan sinambung jika hanya mengandalkan sektor non-traded yang berkaitan dengan jasa, seperti keuangan, telekomunikasi, dan perumahan. Pembangunan Indonesia membutuhkan dukungan sektor riil (traded) dan pembangunan infrastruktur. Orang yang bertanggung jawab haruslah mempunyai kemampuan yang tinggi dan di sini bukan tempat untuk mereka yang baru belajar.

Mengandalkan kebijakan makro semata hanya mendatangkan investasi portofolio jangka pendek, di pasar modal dan pasar obligasi, yang tidak dapat secara langsung memperkuat struktur perekonomian. Dengan keterbatasan aset yang ditawarkan kepada investor portofolio, maka perkembangan investasi portofolio juga akan cepat menghadapi keterbatasan.

Sebenarnya kepercayaan dan harapan terhadap perekonomian dan Pemerintah Indonesia demikian tinggi. Hal ini antara lain diperlihatkan dengan penguatan nilai rupiah dan indeks pasar modal yang sangat tinggi. Namun, keterbatasannya adalah tidak banyak aset di pasar modal yang diminati oleh investor.

Hambatan perkembangan ekonomi karena kelemahan infrastruktur sangatlah mencolok. Hal ini membuat tidak banyak perusahaan yang dapat berkembang dan dapat menarik investasi langsung.

Karena itu, jika kelemahan dalam infrastruktur dan sektor riil tidak dapat diatasi yang sebagian besar adalah tugas pemerintah, maka harapan terhadap perekonomian Indonesia tersebut akan melemah kembali dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat optimal.

Sayang kesempatan yang demikian baik kurang dapat dimanfaatkan. Tampaknya Presiden kemungkinan akan melakukan perombakan tim ekonomi lagi setelah 1 tahun.

Oleh Umar Juoro

Ketua Center for Information and Development Studies (Cides)

bisnis.com

19/10/2009 – 05:56
IHSG Pekan Ini Terimbas Positif
Kabinet Baru ‘Market-Friendly’
Ahmad Munjin

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks saham pada perdagangan pekan ini diprediksikan menguat. Sentimen positif kabinet baru yang populis dan market friendly menjadi salah satu penopangnya.

Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan salah satu penopang penguatan indeks saat ini adalah bentuk kabinet maupun pemerintahan baru yang dinilai pasar cenderung populis dan market-friendly. Akibatnya, efek positif bagi ekonomi dan pasar modal Indonesia dalam lima tahun ke depan segera tercipta.

Apalagi, lanjut David, kabinet yang terbentuk saat ini berasal dari koalisi yang mendapat bagian dalam pemerintahan. Ia menyebut Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dengan analogi: ‘Merah-kuning-hijau di langit yang biru’.

“IHSG akan bergerak pada kisaran support 2.475 dan resistance level ada di 2.560,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (18/10). Pada perdagangan Jumat (16/10), IHSG ditutup naik tipis 0,423 poin (0,01%) ke level 2.515,806. Indeks LQ-45 melemah tipis 0,074 poin (0,01%) ke level 495,412.

Lebih jauh David mengatakan, pada 20 dan 21 Oktober 2009 akan menjadi tanggal yang istimewa dan bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia. “Tanggal itu merupakan detik-detik kabinet baru diumumkan,” ujarnya.

Sementara penguatan harga minyak dunia ke level US$ 77 per barel berpotensi turut menopang penguatan indeks meskipun fluktuasi pergerakan bursa dunia terkesan belum dapat memberi dukungan. Menurut David, penguatan harga minyak dipicu persediaan minyak bumi Amerika yang lebih rendah dari ekspektasi.

Karena itu, harga minyak dunia saat ini berhasil mengimbangi gerakan bursa global dan Wall Street untuk menetralkan sentimen negatif di pasar. Pasalnya, kinerja triwulan III 2009, Goldman Sachs dan Citigroup relatif berada di bawah ekspektasi.

Namun di lain sisi ada juga sentimen positif dari laporan keuangan JP Morgan Chase & Co dan Intel Corp yang justru berada di atas ekspektasi. Hingga saat ini bursa global dan regional masih mixed namun cenderung untuk bergerak ke atas. “Pekan lalu Dow berhasil menembus angka psikologis 10.000,” paparnya.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah yang masih stabil ke arah penguatan hingga di kisaran stabil Rp 9.400-an juga berpengaruh positif bagi indeks. Hingga saat ini, IHSG masih bergerak seimbang, netral, dan tetap mempertahankan pergerakan positif. “Indeks masih terjaga di dalam uptrend channel-nya,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, IHSG juga mendapat sentimen positif dari aksi beli asing sehingga mendorong indeks untuk mencoba level tertinggi sebelumnya di 2.559. David memastikan teritori IHSG masih dalam zona positif.

Semua tren jangka pendek hingga jangka panjang masih intact dan on the bullish track. ”Begitu juga dengan data-data fundamental ekonomi yang still inline,” ucapnya.

Alhasil, IHSG masih berpotensi bergerak netral dan belum melewati zona overbought sehingga ada ruang untuk potential upside ke depannya.

David memproyeksikan kenaikan indeks jangka pendek selama November 2009 berpotensi mencapai 2.630. Secara umum arah dan trend IHSG masih akan naik hingga akhir tahun menuju titik tertinggi yang pernah dicapainya di level 2.800. “Target IHSG terdekat menuju ke atas 2.600,” timpalnya.

David menegaskan, skenario positif ini masih sejalan dengan data-data ekonomi dan laporan keuangan. “Semua indikator masih mungkin untuk dirilis dengan angka positif di tengah proyeksi kenaikan minyak dunia memasuki musim dingin hingga awal tahun 2010,” imbuhnya.

Untuk itu, saham-saham berbasis komoditas mendapat rekomendasi positif. Sektor ini akan kembali cycling-up seiring penguatan harga minyak dunia yang saat ini mencapai US$ 77 per barel.

Adapun saham-saham pilihan David adalah PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bumi Resources (BUMI), PT International Nickel (INCO), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Bukit Asam (PTBA), dan PT United Tractors (UNTR). ”Saya rekomendasikan buy untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [mdr]

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (19/10) diperkirakan akan melemah terbatas. Beberapa saham yang masih menarik adalah INDF SMCB, PGAS, INTP, INVR, dan KLBF.

Analis Etrading Securities Suryadi Chandra Kasih menuturkan, IHSG awal pekan ini berpotensi terkoreksi, meskipun terbatas. Optimisme investor lokal berkurang setelah IHSG akhir pekan lalu kembali menembus level psikologis di level 2.500. Investor jangka pendek, mulai kelelahan setelah terus melaju menembus level barunya. “IHSG dalam tren konsolidasi cukup panjang di angka 2.500,” ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, harga saham saat ini sudah naik dan tidak bisa dikatakan murah. Dengan harga saham yang sudah terlalu tinggi, investor pesimistis IHSG masih akan rally. Menurut mereka, melesatnya bursa selama ini, harus diimbangi dengan koreksi besar. ”Namun, setelah koreksi, bursa masih butuh katalis yang cukup kuat untuk rebound dan itu tidak mudah,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini sedikit banyak membuat pelaku pasar sadar, bahwa target IHSG akhir 2009 di level 2.800, sulit terealisasi. Suryadi memperkirakan level ini baru akan terbentuk pada 2010. Investor lokal pun disarankan mengurangi agresivitas melakukan pembelian. “Target 2.800 kemungkinan tidak tercapai. Pasar sebaiknya jangan terlalu optimisris. Akhir tahun IHSG mungkin di 2.600,” paparnya.

Meskipun valuasi mahal, namum apresiasi rupiah terhadap dolar AS, masih menarik bagi investor asing. Apalagi sentimen pengumuman kabinet tidak terlalu berimbas besar pada bursa, karena sudah terfaktorkan sebelumnya.

Pergerakan IHSG ini di-drive investor asing yang melihat prospektifnya fundamental ekonomi Indonesia. Sementara depresiasi dolar AS, memaksa pelaku pasar beralih ke aset yang lebih menguntungkan, yaitu pasar Asia yang memiliki suku bunga menjanjikan. “Selama bursa masih bisa naik dan dolar melemah, tidak ada alasan kenapa harus keluar dari pasar Asia,” ujarnya.

Pelaku pasar saat ini cenderung konsolidasi karena komposisi pemain asing dan lokal saat ini mencapai 50:50. Penurunan jumlah investor lokal diimbangi dengan masuknya pemain asing yang membawa semangat risk apetite-nya.

Di tengah situasi seperti ini, investor disarankan memanfaatkan peluang beli di harga rendah, bagi saham-saham yang sensitif terhadap fluktuasi dolar AS. Saham pilihannya adalah PT Indofood (INDF), PT Semen Holcim (SMCB), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Indocement (INTP), PT Unilever (UNVR) dan PT Kalbe Farma (KLBF). “Buy on Weakness emiten-emiten ini. Meski upside hanya sedikit, namun penurunannya terbatas,” ulasnya.

Suryadi menuturkan, ketika dolar melemah, saham seperti UNVR dan KLBF akan diuntungkan. Hal ini mengingat biaya produksi bahan baku menggunakan dolar AS. “Mereka bisa menghemat biaya prediksi memanfaatkan koreksi dolar AS,” imbuhnya.

Akhir pekan lalu, bursa Wall Street ditutup melemah, dipicu kinerja kuartal tiga yang mengecewakan dari GE dan Bank of America, serta anjloknya consumer sentiment menjadi 69,4 pada pertengahan Oktober, dibandingkan dengan 73,5 pada akhir September lalu. Indeks Dow Jones turun 67.03 poin (0.67%) ke level 9.995,91, indeks S&P 500 anjlok 8.88 poin (0.81%) ke level 1.087,68 dan Nasdaq merosot 16.49 poin (0.76%) ke level 2.156,80.

Pada perdagangan Jumat (16/10), IHSG ditutup naik tipis 0,423 poin (0,01%) ke level 2.515,806. Perdagangan mencatatkan volume transaksi 2,098 miliar lembar saham, senilai Rp 3,039 triliun dengan frekuensi 63.945 kali. Sebanyak 93 saham naik, 75 saham turun dan 91 saham stagnan.

Di tengah tipisnya transaksi, PT Bumi Resources (BUMI) berhasil menjadi penggerak bursa, dengan nilai transaksi sebesar Rp398 miliar, atau 13,1% total nilai transaksi sepanjang hari ini. Adapun emiten batubara ini ditutup menguat Rp25 (0,83%) menjadi Rp3.025.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp 400 ke Rp 3.200, PT Excelcomindo Pratama (EXCL) menguat Rp 320 ke posisi Rp 1.620, PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 (2,09%) ke Rp 14.600, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 16.750, PT Medco Energi (MEDC) naik Rp 100 ke Rp 3.150, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 75 ke Rp 3.750.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Astra International (ASII) yang turun Rp 800 ke Rp 32.900, PT Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.000, PT London Sumatra (LSIP) turun Rp 150 ke Rp 8.550, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 7.950, PT Indocement (INTP) turun Rp 100 (ke Rp 12.200, PT Astra Argo Lestari (AALI) turun Rp 100 ke Rp 22.500, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 75 ke Rp 4.700. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s