1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

prediksi tren ihsg saat kabinet digodok-godok … 211009 21 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:09 am

21/10/2009 – 06:42
Prediksi IHSG
‘Buy on Weakness’ Saham INDF, TLKM dan KLBF
Natascha & Asteria

INILAH.COM, Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (21/10) diperkirakan masih akan terkoreksi. Beberapa saham disarankan beli di harga rendah, seperti INDF, TLKM dan KLBF.

Muhammad Arif, analis pasar modal dari Pacific 2000 mengatakan, IHSG hari ini berpeluang besar terkoreksi. Meskipun sentimen yang beredar di lantai bursa cukup positif namun karena market sudah terlalu tinggi, maka IHSG sulit untuk rally. “Koreksi IHSG masih akan berlanjut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (20/10) petang.

Menurutnya, koreksi yang terjadi pada IHSG kemarin bukan disebabkan pelantikan SBY Boediono atau susunan menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2. Selain sudah difaktorkan sebelumnya, nama-nama calon menteri sudah sesuai ekspektasi pasar. “Sedangkan bagi calon yang menimbulkan spekulasi, tidak perlu khawatir. Karena ada ekonom senior Boediono yang menggawangi pemerintahan,” paparnya.

Pasar menilai, dasar-dasar yang diletakkan dalam KIB sudah bagus, tinggal melakukan akselerasi dan debottlenecking. “Semua tinggal implementasi, didukung menteri-menteri untuk mengantisipasi gejolak ekonomi, terutama dari volatilitas harga minyak mentah,” paparnya.

Sementara ini, masih ada sentimen negatif dari eksternal karena laporan keuangan sejumah perusahan unggulan yang diprediksi masih akan turun. Sedangkan kenaikan harga minyak mentah mendekati US$80 per barel, dinilainya belum mengkhawatirkan. “Pasalnya rupiah masih berada dalam tren menguat,” ujarnya.

Adapun pelemahan dolar dipicu tertekannya ekonomi AS, terutama defisit anggaran yang meningkat, serta neraca pembayaran dan neraca perdagangan yang naik. Lemahnya ekonomi AS juga tercermin dari neraca keuangan The Fed yang meningkat. “Kondisi ini cukup mengkhawatirkan sehingga berpotensi menekan dolar AS,” tambahnya.

Namun, imbuhnya, kenaikan mata uang lokal ini sudah mulai terbatas, sehingga akan segera berbalik arah. “Bila hal ini terjadi, maka bursa berpotensi mengalami pelemahan,” ulasnya.

Sedangkan untuk jangka menengah, ia memprediksi rally bursa masih berpotensi terjadi ditopang apresiasi rupiah. Hal ini terjadi akibat pelemahan dolar AS seiring naiknya harga minyak mentah. “Selama rupiah masih di bawah 9.500 per dolar AS, maka IHSG masih bisa bertahan di atas level 2.500,” ujarnya.

Di tengah kondisi seperti ini, investor disarankan untuk mencermati pergerakan saham yang berorientasi pada produksi dalam negeri dan melakukan penjualan dalam rupiah. “Emiten berbasis konsumsi domestik, diuntungkan tertekannya dolar AS terhadap mata uang lain,” katanya.

Ia mengakui, hampir seluruh saham di kategori ini sudah mahal. Namun, karena diperkirakan ada koreksi di bursa, maka investor disarankan mengakumulasi di harga rendah. Beberapa saham yang direkomendasikan adalah PT Indofood (INDF), PT Telkom TLKM), PT Kalbe Farma (KLBF). “Buy on weakness pada saham emiten-emiten ini,” tandasnya.

Pada perdagangan Selasa (20/10), IHSG  ditutup melemah 18,708 poin (0,74%) ke level 2.502,216. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi 6.462 juta lembar saham senilai Rp 3,757 triliun, dengan frekuensi 81.352 kali. Sebanyak 65 saham naik, 134 saham turun dan 63 stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Bukit Asam (PTBA) yang turun Rp 250 menjadi Rp 14.600, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang turun Rp 200 menjadi Rp 7.900, PT London Sumatra LSIP) turun Rp 200 menjadi Rp 8350, PT Medco Energi Internasional (MEDC) yang turun Rp 100 menjadi Rp 3.050, PT Bank Danamon (BDMN) turun Rp 75 menjadi Rp 4.750, serta PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 3.700.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain PT Exelcomindo (EXCL) yang naik Rp 220 menjadi Rp 2150, PT Smart (SMAR) naik Rp 200 menjadi Rp 3400, PT Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 33.200, PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 150 menjadi Rp 4.450, PT United Tractors (UNTR) naik Rp 100 menjadi Rp 16.600, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 12.100. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s