1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

investor yang bertanggungjawab … 241009 24 Oktober 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 6:39 pm

Tiga Perilaku Buruk Investor
Kamis, 22 Oktober 2009 11:30 WIB
AP/Eugene Hoshiko
JAKARTA–MI: Investor diimbau harus tetap mewaspadai risiko yang timbul akibat perilaku negatif investor dalam berinvestasi.

Pasalnya, perilaku negatif investor tersebut tanpa disadari seringkali menyebabkan peningkatan risiko pada portofolio investasi, sehingga keuntungan yang diraih tidak maksimal. “Kondisi perekonomian saat ini memberikan peluang yang baik bagi para investor untuk berinvestasi. Namun, beberapa perilaku investasi mereka seringkali menjadi penyebab tidak maksimalnya keuntungan yang mereka peroleh,” kata Vice President Investment Head Citibank, Harsya Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Harsya, terdapat tiga perilaku utama investor yang dinilai dapat membahayakan investasi mereka. Pertama, aksi ikut-ikutan (herding behaviour). Kedua, investor terlalu percaya diri, sehingga ingin memiliki kontrol yang lebih besar (overconfidence), Terakhir, aksi diversifikasi portofolio yang terlalu sederhana (naive diversification of investment).

Untuk perilaku pertama, ia menjelaskan, dalam situasi penuh ketidakpastian, secara alami biasanya seseorang akan berasumi bahwa orang lain dengan kondisi yang hampir sama dengannya memiliki penilaian yang lebih benar dibanding dirinya. Perilaku ini muncul akibat keterbatasan pengetahuan yang dimiliki si investor. Asumsi ini kemudian cenderung menyebabkan seseorang untuk membuat keputusan yang identik dengan keputusan yang telah dibuat orang lain.

“Yang perlu dicermati dari sikap ini, jika terdapat cukup banyak investor dengan kepercayaan yang sama, maka harga sebuah aset atau saham dapat bergerak sesuai dengan kepercayaan para investor tersebut. Akibatnya, harga aset atau saham dapat menjadi terlalu mahal atau terlalu murah sehingga sangat rentan untuk berbalik menguat atau melemah dalam waktu cepat sehingga investor dapat langsung merasakan dampaknya,” ujar dia.

Pada perilaku kedua, dalam kondisi keahlian dan keberuntungan dapat berlaku silih berganti, investor akan cenderung lebih percaya diri sehingga ingin memiliki kontrol yang lebih besar dibanding biasanya. Di sisi lain, kata dia, perdagangan yang aktif, tidak pasif, seakan-akan memberikan persepsi bahwa investor memiliki kontrol penuh.

Sikap investor yaitu terlalu percaya diri tersebut akan menyebabkan keenderungan investor untuk melakukan aksi jual-beli secara berlebihan. Biasanya, hal ini disebabkan sang investor merasa sedang beruntung karena mendapatkan keuntungan sehingga dirinya cenderung sangat aktif dalam perdagangan.

Lantas, banyak pula investor yang cenderung melakukan diversifikasi investasi dengan cara yang terlalu sederhana, yaitu secara merata ke setiap produk investasi tanpa mengindahkan jenis aset dari produk tersebut. Perilaku ini, menurut dia, disebabkan karena investor cenderung tidak ingin ambil pusing ketika dihadapkan dengan beragamnya produk investasi yang ada. Strategi paling mudah adalah menempatkan dana secara pukul rata di semua produk investasi yang ada. “Akibatnya, protofolio mereka tidak akan seoptimal yang seharusnya, bahkan dapat merugi,” jelas dia. (*/OL-04)
Jurus Tangkis Perilaku Negatif Investor
Kamis, 22 Oktober 2009 11:51 WIB
JAKARTA–MI: Untuk mengendalikan perilaku negatif tersebut, yang termudah, investor dianjurkan menyisihkan dana likuid berupa deposito atau tabungan di luar dana yang diinvestasikan sebagai dana darurat untuk hidup minimal 12 bulan ke depan.

Vice President Investment Head Citibank, Harsya Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10), menjelaskan, “Yang bersifat sistematis, dapat dilakukan perencanaan-perencanaan seperti menerapkan investasi secara berkala atau teratur (Dollar Cost Averaging/DCA) atau diversifikasi pertofolio ke berbagai jenis aset dengan komposisi yang sesuai dengan profil resikonya.

DCA, jelas Harsya, akan membantu investor untuk tetap memiliki kontrol tanpa melakukan overtrading dan menghilangkan unsur ketidakpastian akan penambahan jumlah yang akan diinvestasikan. DCA juga memberikan kesempatan yang lebih tinggi untuk investor meraih keberuntungan. Hal ini dikarenakan DCA akan memberikan investor kesempatan mendapatkan harga investasi per unit yang lebih rendah dibanding bukan dengan DCA.

Dengan diversifikasi portofolio yang sesuai akan tercipta kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai tujuan investasi dan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu bila terjadi situasi darurat. “Diversifikasi portofolio juga tetap disarankan ke dalam produk yang memiliki fitur pembayaran pendapatan secara reguler, seperti obligasi. Jadi, jangan hanya di saham semua atau deposito semua,” kata dia.

Ditambahkannya, memberikan pengetahuan atau pendidikan kepada investor sangat penting. Dengan mengetahui tujuan, komitmen investasi portofolio nasabah diharapkan bisa digunakan untuk mencapai tujuan investasi dibandingkan naluri alamiah. (*/OL-04)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s