1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

doji di ihsg, batubara maseh oke … 271009 27 Oktober 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:50 am

… setelah Jum’at pekan lalu ihsg ditutup turun, maka Senin kemarin ditutup dengan KETIDAKYAKINAN investor … salah satu alasan adalah pemulihan ekonomi amrik yang belum jelas … lalu diperkuat oleh NAEKNYA US$ … semua sentimen negatif ini TERJADI LAGI kemarin di Wall Street … lalu doji yang mencerminkan ketidakyakinan investor itu akan disusul tren turun lage kah … tren turun seperti apa yang akan terjadi … ATAU MALAH SEBALIKNYA, reversal pattern yang terjadi, yaitu ke tren naek … well, liat aja dah

 

26/10/2009 – 16:47
Penutupan IHSG
Awal Pekan, IHSG Stagnan
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Bervariasinya sentimen membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini berakhir stagnan. Sedangkan nilai tukar rupiah terlihat bergerak melemah terhadap dolar AS.

Pada perdagangan Senin (26/10), IHSG ditutup melemah sangat tipis 0,234 poin (0,01%) ke level 2.467,714. Indeks saham unggulan LQ 45 juga melemah tipis 0,114 poin (0,02%) ke level 484,983 dan indeks JII naik 0,01% ke 402.08.

Bursa saham Indonesia dibuka langsung melemah 0,23% ke level 2.462. Meskipun sempat mampir ke wilayah positif, IHSG terus turun hingga pada sesi siang berada di angka 2.459. Beberapa penguatan saham, akhirnya berhasil mengangkat bursa hingga ditutup stagnan di level 2.467.

Tekanan jual mendominasi perdagangan IHSG sepanjang hari ini, akibat anjloknya bursa Wall Street akhir pekan lalu. Investor kembali khawatir akan gambaran masa depan pemulihan ekonomi. “Hal ini memberi gambaran bahwa kondisi program ekonomi, masih menjadi perhatian utama pelaku pasar,” ujar analis BNI securities Norico Gaman.

Namun, positifnya bursa regional berhasil membawa IHSG kembali menguat. Indeks komposit Shanghai naik 1,72 (0,06%) ke level 3.109,57, Nikkei 225 menguat 79,63 poin (0,77%) menjadi 10.362,62, indeks KOSPI naik tipis 16,94 poin (1,03%) ke level 1.657,11 dan Straits Times terangkat 3,87 poin (0,14%) di posisi 2.719,21.

harga batu bara naik 2.2% ke US$72.53/ton

Sementara pergerakan harga komoditas dunia juga bervariasi, dimana harga minyak berada di bawah level US$80/barel dan harga batu bara naik 2.2% ke US$72.53/ton. “Kondisi ini turut mempengaruhi keputusan pelaku pasar,” paparnya.

Menurut Norico, saat ini pasar masih mencermati apakah kabinet Indonesia Bersatu jilid dua ini bisa menciptakan pertumbuhan yang baik. Sementara pelemahan rupiah dianggap indikasi positif. Pasalnya, bila penguatan rupiah terlalu signifikan, dikhawatirkan dapat menganggu komposisi ekspor Indonesia.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.460 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.420 per dolar AS

Sektor-sektor saham di lantai bursa bergerak variatif, dengan sektor infrastruktur merosot 0,7%, perkebunan turun 0,3%, finansial dan tambang yang turun 0,2%. Sedangkan beberapa sektoryang menguat antara lain sektor aneka industri yang naik 1,09%, disusul sektor manufaktur dan industri dasar yang naik 0,7%, properti 0,5%, kemudian konsumsi dan perdagangan yang naik 0,4%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebesar 3.718 juta lembar saham, senilai Rp 2,239 triliun dengan frekuensi 70.455 kali. Sebanyak 66 saham naik, 106 saham turun dan 85 saham stagnan.

Beberapa emiten yang berhasil menguat antara lain adalah PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 menjadi Rp 15.500, Astra International (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 33.100, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 menjadi Rp 16.250, Holcim Indonesia (SMBC) naik Rp 130 menjadi Rp 1.720, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.750.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp 150 menadi Rp 8.500, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.500, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) melemah Rp 100 menjadi Rp 3.150 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.725.

27/10/2009 – 04:00
Ayo! Beli DEWA, ANTM, INDF & LSIP
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG  pada perdagangan Selasa (27/10) diperkirakan bergerak mixed di area positif yang berada di kisaran 2.454 – 2.482 dengan saham pilihan DEWA,ANTMSMCBINDFLSIPJSMR danINTP.

Hal itu dikatakan analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono di Jakarta kemarin. “Hari ini kami melihat indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan positif. Indeks diperkirakan akan menguji kembali level resistance 2.475,” katanya.

Pergerakan harga komoditas logam dunia yang juga bervariasi, di mana nikel mencatat penurunan sementara timah naik turut mempengaruhi posisi pelaku pasar. Indeks dalam negeri masih tetap dipengaruhi oleh sentimen bursa regional dan bursa global. Selain itu pergerakan harga minyak dunia juga masih cukup mempengaruhi pasar saham. Namun kalau dolar AS menunjukan keperkasaannya maka dana asing akan bermain di pasar valas. Akibatnya pasar saham masih sangat sepi.

Beberapa saham yang masih layak menjadi pilihan antara lain Dharma Henwa (DEWA), Aneka Tambang (ANTM), Semen Holcim (SMCB) Indofood Sukses Makmur (INDF), PP London Sumatea (LSIP), Jasa Marga (JSMR) dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP).

IHSG kemarin bergerak melemah 0,2 poin (0,01%) ditutup pada level 2.467,714. Indeks bergerak mixed setelah sepanjang sesi 1 mengalami tekanan jual. Meski demikian, indeks perlahan mulai menguat menjelang akhir sesi meski gagal ditutup di zona positif. [hid]

Perbankan dan Pertambangan Bisa Jadi Tenaga

Kompas/Alif Ichwan
Pialang saham seusai perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
SENIN, 26 OKTOBER 2009 | 07:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pergerakan saham di awal pekan ini diperkirakan akan melanjutkan kenaikan (rebound) yang dimulai pada Jumat pekan lalu.

“Pergerakan indeks akan diwarnai oleh selective buying terhadap saham-saham yang turun tajam pekan lalu (oversold). Kami melihat beberapa saham perbankan dan pertambangan masih berpeluang untuk rebound,” sebut analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Meski demikian, lanjutnya, beberapa faktor eksternal perlu diperhatikan pula, seperti kinerja keuangan perusahaan dan data makro AS, serta pergerakan harga komoditas. “Kisaran support-resistance untuk hari ini 2.450-2.490,” tambah dia.

Adapun pekan lalu, IHSG melorot 1,90 persen dari pembukaan 2.515,81 hingga penutupan hari Jumat di 2.464,95. Indeks terlihat kehilangan arah dan mengalami profit taking setelah berhasil menembus level 2.500.

Menurutnya, sentimen negatif yang menjadi pendorong turunnya indeks adalah aksi jual asing terhadap saham bluechip yang mendominasi perdagangan kemarin. “Terlihat saham perbankan, pertambangan menjadi sasaran profit taking sepanjang pekan lalu. Saham BUMI, BBRI, dan BMRI tampak menjadi 3 saham utama yang mendorong turunnya indeks pekan lalu,” ujarnya.

Mengenai kegagalan pelantikan Presiden dan pengumuman kabinet mengangkat kinerja pasar dan memberikan sentimen positif, Purwoko menilai hal itu terjadi karena pasar sudah mengantisipasi nama-nama yang dipilih oleh Presiden untuk menduduki kursi menteri.

EDJ

Editor: Edj

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s