1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

maseh disuruh jual … 271009 27 Oktober 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 5:11 am

order jual bbri:
7500
order jual bbri revisi:
7450
… 35 menit ihsg buka, sinyal beli memang lemah di bbri dan berada cukup jauh di bawah medium bollinger bands bbri di 7500 …
order jual bbri revisi:
7400
order jual bbri:
7400 full matched
order beli bbri:
7350
order beli bbri:
7350 full matched
—————————————- saham lain
order beli bnii:
370
375
order beli bnii:
375 full matched
order jual bnii:
380
—————————————- saham lain
order jual elsa:
335
340
order jual elsa:
335 full matched

order jual elsa:
340 full matched
order beli elsa:
330
order beli elsa:
330 full matched
order beli elsa tambahan:
325
—————————————- saham lain
order jual trub
139
order beli trub:
131
order beli trub:
131 full matched
order beli trub tambahan:
130
129
—————————————- saham lain
order beli bumi:
2550
order beli bumi:
2550 full matched
order beli bumi tambahan:
2525
order jual bumi :
2575
2600
order beli bumi:
2525 full matched
… 40 menit terakhir, sinyal beli bumi mulai membentuk golden cross yang berarti reversal pattern ke batas atas 2575 …
order jual bumi :
2575 full matched
—————————————- saham lain
order beli adro:
1570
order beli adro:
1570 full matched
—————————————- saham lain
order beli indy:
2275
order beli indy:
2275 full matched
order jual indy:
2300
order beli indy tambahan:
2250
… di menit2 terakhir, tiba2 ada mantul naek ke beli kuat di indy menuju 2300 …
—————————————- saham lain
… sinyal beli melemah di bawah ekuilibrium beli dan jual di ihsg, sehingga ihsg berada di bawah batas bawah bollinger bands di 2450 … 10 menit buka, ihsg sudah berada di rentang 2440-2450 …
… 20 menit buka, ihsg sudah tembus batas bawah bollinger bands ihsg di 2445 … walaupun sinyal beli maseh melemah dan agak jauh dari area jenuh jual, ihsg belum punya momentum beranjak ke 2450 dengan mudah …
… 21 menit buka, ihsg sudah tembus 2450 ke 2451 dengan sinyal beli maseh lemah tapi berusaha menghindari area jenuh jual …
… 28 menit buka, ihsg berusaha menembus medium bollinger bands ihsg di 2458 …
… 52 menit buka, ihsg maseh di bawah bayangan medium bollinger bands di 2459 dan bersinyal beli lemah … area jenuh jual masih berhasil dihindari sehingga batas bawah bollinger bands di 2441 bisa menjadi support yang kuat …
… setelah ambles ke 2419, ihsg mulai beli kuat s/d di atas medium bollinger bandsnya 2425 … tampaknya batas atas 2440 akan terhalang oleh kemungkinan golden cross ke jual lage di 2431 pada 1 jam buka sesi 02 …
… 60 menit ke penutupan, sinyal tidak pasti masih menggayuti ihsg di 2427 …
… 50 menit ke penutupan, sinyal tekanan jual masih kuat … ihsg menempel di medium bollinger bands terus pada 2427 …
… 35 menit terakhir, sinyal beli mulai ada nafasnya ke ihsg 2430 lagi …
… 30 menit terakhir, sinyal beli terus melaju ke batas atas di 2439 sambil agak malu2 meninggalkan medium bollinger bands di 2430 …
… ihsg maseh bisa ditutup di atas batas bawah bollinger bands yaitu di 2425 … KESIMPULAN AKHIR TRANSAKSI: GW MANIAK BELI SEMUA SAHAM GW DAH secara kontrarian … 2 hari ini akan sangat dinantikan semua investor seglobal, terutam catatan angka GDP amrik yang positif lage … jika positif berapa pun, maka pasar seglobal akan bereaksi positif kuat …
—————————————- saham lain
27/10/2009 – 16:11
Duh…IHSG Ditutup Turun 42,51 Poin
Wahid Ma’ruf
INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Selasa (27/10) ditutup turun 42,51 poin (1,75%) ke level 2.425,2 yang melanjutkan penurunan saham-saham unggulan karena sepi sentimen.

Hal itu dikatakan pengamat pasar modal, Deni Hamzah kepada INILAH.COM Selasa (27/10). “Indeks lebih dipengaruhi oleh pergerakan bursa regional dan karena dari internal tidak ada sentimen positif sehingga memicu koreksi saham-saham unggulan,” katanya.

Koreksi terjadi pada saham-saham keluarga Bakrie, Grup Astra dan BUMN. saham keluarga Bakrie dipicu oleh penurunan saham BUMI yang cukup dalam sehingga menyeret penurunan saham-saham unggulan yang lain.

Volume perdagangan mencapai 4,5 miliar unit saham senilai Rp 3,5 triliun dengan 34 saham naik, 179 saham turun serta 54 saham stagnan. Untuk LQ45 turun 8,9 poin ke 476,03 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 7,2 poin ke 394,79.

Untuk saham-saham yang naik antara Mayora Indonesia (MYOR) naik Rp 75 ke Rp 3.000, Bintang Mitra Semestaraya (BMSR) naik Rp 55 Ro 240, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 50 ke Rp 6.800, BAT Indonesia (BATI) naik Rp 50 ke Rp 5.350.

Untuk saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 23.100, Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 32.500, Gudang garam (GGRM) turun ke Rp 500 ke Rp 13.400, Bank Ekonomi Raharja ((BAEK) turun 400 ke Rp 2.800, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp 400 ke Rp 10.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 15.900, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp 300 ke Rp 8.100, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 300 ke Rp 21.700. [hid/cms]

rumor ipot:
asing masih mengumpulkan BUMI, ASII

Author : 11623
Trimegah Securities

Investor cenderung berhati-hati untuk bertransaksi hari ini, menyusul sepinya sentimen positif penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dari dalam maupun luar negeri. Indikasi indeks rebound masih dibendung oleh tingginya tekanan jual. Hari ini, indeks akan bergerak pada kisaran 2.436 – 2.492 dengan cenderung mengarah negatif.

Panin Sekuritas

Indeks akan bergerak mixed cenderung positif. Indikasi ini terlihat dari pola perdagangan saham kemarin, ketika indeks mencoba ke luar dari aksi jual pada sesi kedua. Indeks kemungkinan menguji kembali level resistance 2.475. Adapun kisaran support-resistance harian indeks adalah 2.454-2.482.

Etrading

IHSG berpotensi menguat karena sudah terkoreksi cukup dalam beberapa hari terakhir. Saham-saham Bakrie dan perbankan kemungkinan menjadi penopang utama indeks hari ini. Pemodal juga dapat mencermati pergerakan saham SMCB, ASII, dan UNTR. Indeks akan bergerak pada kisaran 2.430 – 2.520.

Sumber : INVESTORINDONESIA
Selasa, 27/10/2009 08:41 WIB

Cermati TLKM, GZCO, TRUB, HITS, DOID, INCO, PGAS

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini setidaknya akan terpengaruh aksi korporasi, kondisi keuangan maupun berita-berita seputar perusahaan seperti TLKM, GZCO, TRUB, HITS, DOID, INCO dan PGAS.

Harian Bisnis Indonesia pada edisi hari ini, Selasa 27 Oktober 2009, memberitakan ketujuh emiten:

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) berencana mencari pendanaan eksternal senilai US$735 juta guna memenuhi belanja modal tahun depan yang diproyeksikan mencapai US$2,1 miliar.

Menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, komposisi pencarian dana eksternal itu akan dirumuskan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan 2010. “Kami perkirakan pencarian dana eksternal mencapai hingga 35% dari belanja modal 2010 yang jumlahnya diproyeksikan sama dengan belanja modal tahun ini atau tahun lalu [US$2 miliar-US$2,1 miliar] dan sisanya akan kami penuhi melalui kas internal,” ujar Rinaldi kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan perseroan menjajaki pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi guna memenuhi belanja modal tersebut yang akan ditujukan untuk peningkatan infrastruktur dan ekspansi perseroan. Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Sarwoto Armosutarno mengatakan pada tahun depan perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar US$1,3 miliar atau Rp13 triliun untuk membangun berbagai infrastruktur bisnis perseroan. “Untuk sumber pendanaannya yang jelas proporsional, yaitu dari internal maupun eksternal. Saat ini kami masih menghitung porsi dari internal maupun eksternal tersebut,” ujarnya pekan lalu.

Menurut Sarwoto, salah satu yang dijajaki adalah mencari dana dari pasar. Namun hingga saat ini belum diputuskan sumber dana dari obligasi. Belanja modal Telkomsel, lanjut dia, akan digabungkan dengan induk usahanya yaitu Telkom. Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menuturkan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal perseroan yang mencapai US$2 miliar-US$2,1 miliar, perseroan akan menjajaki penerbitan obligasi sebesar sekitar Rp2 triliun-Rp3 triliun. “Namun kami masih mengkaji berbagai kemungkinan sebelum melepas obligasi tersebut. Dana yang diperoleh tentu saja untuk mendukung ekspansi bisnis,” ujarnya.

Laba bersih PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) pada kuartal III/2009 tumbuh 72,88% menjadi Rp127,45 miliar dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp73,72 miliar menyusul kontribusi akuisisi PT Palma Sejahtera. Untuk per 30 September 2009, perseroan membukukan penjualan bersih Rp305,71 miliar naik 24,20% dari periode yang sama tahun lalu Rp246,15 miliar. Menurut manajemen, pertumbuhan penjualan yang signifikan ini terjadi berkat kenaikan volume produksi dan penjualan.

Pada 9 bulan pertama tahun ini, hasil panen sawit perseroan naik 23,16% dari 94.639 ton menjadi 116.417 ton. Lalu, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) perseroan naik 38,74% menjadi 42.507 ton. Selain itu, produksi kernel tumbuh 29,16% dari 6.230 ton menjadi 8.047 ton. Kenaikan penjualan bersih dibarengi oleh lonjakan beban pokok penjualan, yang naik dari Rp133,14 miliar menjadi Rp198,02 miliar. Akibatnya laba kotor perusahaan turun dari Rp113,01 miliar menjadi Rp107,69 miliar. Kenaikan beban usaha sebesar Rp6,94 miliar juga menggerus laba usaha anjlok dari Rp100,85 miliar menjadi Rp88,59 miliar.

Namun, penurunan laba tersebut tertolong oleh adanya kenaikan penghasilan bunga sebesar Rp13,04 miliar, lebih tinggi dari tahun lalu Rp8,04 miliar serta lonjakan laba selisih kurs dari Rp2,26 miliar menjadi Rp27,68 miliar. Hal ini membuat laba sebelum taksiran beban pajak naik dari Rp100,69 miliar menjadi Rp146,49 miliar. “[Di samping itu,] kenaikan laba bersih sebagian disumbangkan oleh hasil akuisisi Palma,” jelas manajemen dalam keterangan persnya, kemarin.

Palma adalah perusahaan yang menguasai delapan unit usaha perkebunan tersebar di Sumatra Barat dan Kalimantan. Perseroan mengakuisisi Palma pada Juni 2009, sehingga total luas lahan bertambah 340,5% dari 28.380 hektare menjadi 125.030 hektare. Dari jumlah lahan tersebut yang tertanami seluas 26.110 hektare, atau naik 87,57% dari sebelumnya 13.920 hektare. Pada saat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 15 Mei 2009, Gozco baru memiliki empat anak perusahaan yaitu Suryabumi Agrolanggeng, Golden Blossom, Cahya Vidi, dan Bumi Indo Sawit yang mempunyai anak perusahaan Pemdas Agro. Seluruh unit usaha ini berlokasi di Sumatra Selatan. Saat itu, total lahan yang tertanam seluas 13.920 hektare, dan seluas 14.460 hektare merupakan lahan belum dikembangkan.

PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) kembali mencari rekanan kerja untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Kuala Tanjung yang berkapasitas 2X135 megawatt (MW) yang diperkirakan menelan dana US$274,3 juta. Sementara itu, pendapatan perseroan selama 9 pertama tahun ini diperkirakan tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Kami membuka kemungkinan untuk menggandeng perusahaan lainnya, apakah itu dari China atau negara lainnya. Sebelumnya kami telah menggandeng perusahaan Thailand yaitu Ratchaburi untuk pembangunan pembangkit tersebut,” ujar Sekretaris Perusahaan Truba Alam Gamala Katoppo

Menurut Gamala, perseroan masih menjajaki beberapa perusahaan yang memungkinkan untuk digandeng dalam pembangunan pembangkit tersebut. Langkah mencari partner dilakukan oleh Truba untuk mempercepat pembangunan PLTU Kuala Tanjung. Beberapa waktu lalu, Truba mendapat fasilitas pinjaman berdenominasi renminbi (RMB) dari Pemerintah China untuk pengadaan berbagai peralatan PLTU Lampung berkapasitas 60 megawatt (MW).

Fasilitas yang diterima itu sebesar RMB13,63 juta dalam bentuk letter of credit (L/C) dan RMB6,82 juta untuk transaksi valuta asing. Perseroan memperoleh fasilitas tersebut pada 2 Juli, dan fasilitas pinjaman diberikan melalui anak usaha Truba, PT Central Daya Energi. Gamala Katoppo sebelumnya menuturkan perseroan berencana akan menambah fasilitas tersebut untuk membiayai berbagai pembangkit listrik perseroan. “Tentu saja kami akan menambah fasilitas tersebut. Dengan fasilitas L/C dari Pemerintah China itu, kami tidak akan mengalami kerugian karena pembayaran langsung menggunakan mata uang renminbi,” ujarnya (Bisnis, 17 Juli).

Salah satu pembangkit listrik yang direncanakan memperoleh fasilitas L/C itu adalah PLTU Kuala Tanjung di Sumut 2 X 135 MW. “Untuk Kuala Tanjung, saat ini kami prioritas mencari partner dengan perusahaan lain untuk mempercepat pembangunannya,” lanjut Gamala. Dalam kesempatan itu, Gamala juga mengungkapkan kinerja perseroan pada akhir September mengalami kenaikan, baik year on year maupun kuartalan. “Jika dihitung per kuartal, kenaikan pendapatan pada kuartal III kurang lebih sebesar kenaikan pendapatan kuartal II dibandingkan dengan kuartal I.”

Pendapatan kuartal II/2009 Truba mengalami kenaikan sebesar 78,1% menjadi Rp1,56 triliun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar Rp878,17 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan pada 6 bulan pertama tahun ini tercatat hanya naik sebesar 27,86% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari Rp1,22 triliun menjadi Rp1,56 triliun pada semester I tahun ini. Harga saham Truba kemarin ditutup di posisi Rp142 per saham atau turun 4,06% jika dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu Rp148 per saham. Jika mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp2,24 triliun.

Pencarian dana belanja modal PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) senilai US$13 juta, berpotensi terhambat karena laporan keuangan konsolidasi per 30 Juni 2009 mendapat pernyataan disclaimer (tidak menyatakan pendapat) dari auditor independen. Menurut Sekretaris Perusahaan Humpuss Intermoda Sapto Basuki, belanja modal tersebut akan digunakan bagi operasi Humpuss Intermoda dan salah satu anak perusahaannya, yaitu PT Humpuss Transportasi Kimia. Disclaimer itu, lanjutnya, terkait dengan sengketa hukum anak perusahaan perseroan yang terjadi saat kepemimpinan direksi yang lama.

“Hingga saat ini pencarian dana eksternal bagi belanja modal perseroan masih berlangsung. Kami berharap disclaimer itu tidak memengaruhi kepercayaan pasar,” ujar Sapto, kemarin. Dia menuturkan perseroan berencana menggelar paparan publik terkait dengan pernyataan disclaimer tersebut pada 12 November 2009.

Direktur Utama Humpuss Intermoda Antonius Widyatma Sumarlin mengatakan penyebab timbulnya opini disclaimer itu adalah terjadinya sengketa hukum yang penyelesaiannya disepakati melalui arbitrase sesuai dengan klausul dalam perjanjian. Dalam menanggapi sengketa tersebut, kata dia, perseroan dan anak-anak perseroan telah menyiapkan dan melakukan pembelaan secara hukum. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, sengketa hukum sedang dalam proses arbitrase, sehingga belum ada keputusan atas sengketa hukum tersebut. “Menurut auditor independen, kondisi ini mengakibatkan ketidakpastian yang signifikan atas pemulihan aset, kewajiban tambahan serta kerugian yang mungkin akan terjadi sebagai akibat dari sengketa hukum dan perseroan tidak dapat menentukan hasil dari ketidakpastian yang signifikan ini,” tutur Antonius.

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mulai hari ini melaksanakan roadshow ke luar negeri untuk menawarkan sebagian saham perseroan itu kepada investor. Seorang eksekutif yang mengetahui informasi itu mengatakan Delta Dunia roadshow di Singapura mulai hari ini dan Rabu, disusul di Hong Kong pada Kamis dan Jumat. “Senin dan Selasa pekan depan, Delta Dunia menemui investor di London, sedangkan Rabu dan Kamis dijadwalkan di New York,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Serangkaian penawaran saham itu dilaksanakan seiring dengan rencana closing penerbitan obligasi dan pinjaman bank senilai total US$600 juta oleh kontraktor pertambangan batu bara terbesar kedua di Indonesia, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma). Buma pada Selasa dan Rabu pekan ini akan menutup transaksi penerbitan obligasi senilai US$350 juta dan pinjaman sebesar US$250 juta yang dibantu oleh Barclays Capital, Deutsche Bank, ING, dan Macquarie Securities. Obligasi bertenor 5 tahun itu, seperti dikutip Bloomberg, kemungkinan menawarkan yield 11,5%-12%.

Delta Dunia merupakan perusahaan milik Edy Suwarno kini sedang membeli seluruh saham Buma senilai US$500 juta. Menurut rencana, Northstar Pacific Partners Limited kemungkinan menyerap 35%-45% saham Delta Dunia yang ditawarkan tersebut. Eksekutif dari Northstar juga telah masuk manajemen Delta Dunia beberapa waktu yang lalu.

Empat perusahaan sekuritas yaitu PT CLSA Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Deutsche Securities, dan PT Macquarie Securities membantu penjualan saham Delta Dunia. Sumber lainnya menambahkan harga penawaran saham Delta Dunia di kisaran Rp1.700-Rp1.800 per saham. Berdasarkan data Bloomberg, pemegang saham Delta Dunia adalah PT Texta Indonesia sebanyak 49,02%, Benny Wirawansa 26,09%, dan Edy Suwarno sebanyak 7,52%.

Sebanyak 3,33 miliar saham atau 82,63% dari total saham yang dikeluarkan oleh Delta Dunia ditransfer kepada tiga perusahaan yang berbasis di Singapura. Ketiga perusahaan yang menjadi pemegang saham Delta Dunia tersebut adalah Credence Trust sebesar 43,36%, Lion Trust 22,50%, dan Amicorp Trustees 22,50%. Transaksi itu dilakukan pada 10 September 2009.

Sekretaris Perusahaan Delta Dunia Ricardo Suhendra Wirjawan ketika dikonfirmasi mengenai penawaran saham mengatakan belum mengetahui soal itu. “Semuanya yang mengatur Barclays Capital.” Ricardo juga belum dapat memerinci mengenai porsi pinjaman dan surat utang bernilai total hingga US$600 juta yang akan dipasarkan Delta Dunia bersama dengan Buma. Delta Dunia berencana mencari kombinasi utang dan pinjaman hingga US$600 juta, di mana US$240 juta untuk mendanai akuisisi Buma dan US$310 juta merupakan pembiayaan kembali utang Buma. Ketika dikonfirmasi, Chief Executive Officer PT Barclays Capital Sity Samudera tidak merespons panggilan dan pesan singkat yang Bisnis kirimkan.

Sojitz Corporation melepas seluruh kepemilikannya atas 0,14% saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO). Sayangnya tidak dijelaskan tujuan penjualan saham tersebut. Investor Relations Director & Corporate Secretary Inco Indra Ginting mengatakan Sojitz telah menjual 100.000 saham Inco pada 21 Oktober dan menginformasikannya pada 23 Oktober. “[Sebelum melepas seluruh kepemilikannya,] Sojitz telah mendapat izin dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mengubah status menjadi pemegang saham publik,” tuturnya dalam keterbukaan informasinya kepada BEI, kemarin.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan laba bersih per September 2009 senilai Rp4,4 triliun, melonjak 145% dibandingkan dengan posisi tahun lalu, menyusul kenaikan penjualan gas dan apresiasi rupiah. Pendapatan emiten BUMN tersebut mencapai Rp13,5 triliun atau meningkat 50% dibandingkan dengan pendapatan usaha per September tahun lalu.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan pencapaian kinerja itu terutama disumbang kenaikan volume penjualan gas selama sepanjang tahun ini sebesar 776 juta kaki kubik standar per hari (MMscf), naik 37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Ini merupakan hasil peningkatan penyaluran gas kepada pembangkit listrik, industri, komersial, dan rumah tangga,” tuturnya dalam pernyataan resmi, kemarin.

Volume penyaluran gas juga tercatat menguat 2% menjadi 763 MMscf pada 9 bulan pertama tahun ini di bandingkan dengan volume penyaluran tahun lalu sebesar 747 MMscf. Per 28 September 2009, PGN menyalurkan gas untuk pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Tanjung Priok sebanyak 30 miliar british thermal unit (Btu) per hari.

Setelah proyek SSWJ selesai Agustus tahun lalu, PGN kini mengoperasikan lebih dari 5.600 km jaringan pipa transmisi dan distribusi di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Batam. Jaringan itu digunakan untuk menyalurkan lebih dari 1.500 juta kaki kubik gas per hari di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memenuhi permintaan gas bumi domestik yang terus meningkat, manajemen PGN berencana membangun terminal penerima LNG di beberapa lokasi.

Sejalan dengan tren penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) dan yen Jepang pada 9 bulan pertama tahun ini, BUMN distributor gas itu membukukan laba selisih kurs bersih sebesar Rp911 miliar. Laba kurs itu didominasi laba selisih kurs translasi.

EKONOMI
27/10/2009 – 06:18
Cermati IPO BW Plantation
Giliran SGRO, SMCB, JSMR, BDMN
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Selasa 27/10) diperkirakan masih akan melemah. Beberapa saham masih mendapat rekomendasi seperti SGRO, BW Plantation (BWPT), SMCB, JSMR dan BDMN.

Analis pasar modal Sebastian Shart mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)masih berpotensi berlanjut. Selain itu, pelemahan juga terjadi karena bursa sudah naik pesat akhir-akhir ini. Evaluasi basis price earning 13-14 kali itu sudah cukup tinggi.

“Namun, pasar tidak perlu khawatir karena global liquid masih akan masuk ke Asia, terutama Indonesia,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (26/10) petang.

Pada perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi karena ada faktor eksternal, yakni turunnya Wall Street dan bursa regional. Selain itu adanya penguatan dolar AS yang disebabkan profit taking di bursa Asia dan pasar valas. Akibatnya, bursa Jakarta menjadi tertekan.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya akan mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi, yang bahkan lebih cepat dari ekspektasi, akibat suku bunga yang rendah. “Kondisi ini akan memicu pertumbuhan dengan cepat sehingga PE (price earning) itu sudah tidak relevan lagi dan menjadi murah,” paparnya.

Meskipun ada tekanan karena profit taking, Sebastian menilai, pasar tidak perlu khawatir karena ada apresiasi terhadap rupiah yang akan meningkatkan marjin laba perusahaan.

Selain itu juga ada sentimen membaiknya sejumlah laporan kinerja perusahaan pada kuartal ketiga, terutama yang berbasis konsumsi. “Positifnya kinerja korporasi September, dipicu periode liburan pada Agustus-September, yang mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi,” paparnya.

Ia menyarankan investor untuk fokus pada saham-saham sektor komoditas, khususnya CPO. Hal ini terkait harga CPO yang masih agak lagging di bawah US$700 per MT, sementara minyak telah menyentuh level tertingginya dan cenderung naik terus. “Saham pilihan kita adalah PT Sampoerna Agro (SGRO) dan BW Plantation (BWPT) yang akan IPO (penawaran saham perdana) besok,” katanya.

Saham lain yang direkomendasikan Sebastian adalah saham yang terkorelasi dengan kenaikan harga minyak mentah. Menurutnya, hal ini merupakan bukti tak terbantahkan mengenai kondisi perekonomian global.

“Kalau membaik, maka yang outperform itu saham-saham yang sensitif terhadap pertumbuhan seperti PT Holcim (SMCB), PT Jasa Marga (JSMR), dan PT Bank Danamon (BDMN),” ujarnya.

Pada perdagangan Senin (26/10), IHSG ditutup melemah sangat tipis 0,234 poin (0,01%) ke level 2.467,714. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi 3,718 miliar lembar saham, senilai Rp 2,239 triliun dengan frekuensi 70.455 kali. Sebanyak 66 saham naik, 106 saham turun dan 85 saham stagnan.

Beberapa emiten yang berhasil menguat antara lain adalah PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 menjadi Rp15.500, PT Astra International (ASII) naik Rp 450 ke Rp33.100, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 350 menjadi Rp 16.250, PT Holcim Indonesia (SMCB) naik Rp 130 menjadi Rp 1.720, dan PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.750.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.500, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.500, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) melemah Rp 100 menjadi Rp 3.150 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.725. [ast/mdr]

Saham AS Meluncur Turun
SELASA, 27 OKTOBER 2009 | 04:32 WIB
NEW YORK, KOMPAS.com – Saham AS meluncur turun pada Senin (26/10) waktu setempat, setelah tiba-tiba membalikkan kenaikan awal karena para investor mengabaikan laporan penghasilan lebih positif di tengah penguatan dolar yang mempengaruhi perusahaan multinasional.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 104,60 poin (1,05 persen) menjadi 9.867,58 pada penutupan pasar, di bawah tingkat psikologis penting 10.000 untuk kedua sesi berturut-turut.

Indeks komposit saham teknologi Nasdaq turun 12,62 poin (0,59 persen) menjadi 2.141,85 dan indikator pasar yang lebih luas indeks Standard & Poor’s 500 indeks tergelincir 12,64 poin (1,17 persen) ke awal penutupan 1.066,96.

“Kurangnya kepemimpinan telah memungkinkan penguatan dollar AS dan gangguan teknis di antara saham-saham teknologi untuk mengambil pasar yang lebih luas menandai kerugian,” kata analis Briefing.com dalam sebuah catatan kliennya.

XVD

Editor: primus
Sumber : Ant

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s