1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

waran, bwat yang pengen tau … 27 Oktober 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 8:35 pm

Waran Sebagai Pemanis
Senin, 26 Oktober 2009 – 13:50 wib
TEXT SIZE :

WARAN bagi sebagian besar pelaku pasar –apalagi yang aktif bertransaksi setiap hari di Bursa Efek– bukanlah sesuatu yang asing. Tapi bagi sebagian yang lain, apalagi mereka yang baru berkecimpung di pasar modal, istilah waran masih menjadi tanda tanya.

Apa sebenarnya yang dimaksud waran, apa bedanya dengan saham dan apa untung ruginya membeli waran? Bisa jadi ada sederet pertanyaan lain yang masih berkaitan dengan waran.

Istilah waran sebenarnya berasal dari covered warrant, sebuah produk investasi yang diterbitkan pertama kali oleh perusahaan-perusahaan Jepang di pasar modal Swiss pada tahun 1980-an. Ia hampir sama dengan opsi saham (option), dipergunakan sebagai sarana lindung nilai (hedging). Covered warrant umumnya diterbitkan oleh perusahaan keuangan seperti investment bank, bank, lembaga pemerintah atau institusi lain yang bukan emiten atau perusahaan publik. Dalam perkembangannya, mulai banyak emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan covered warrant.

Penerbit covered warrant memperoleh premi dari pemodal atas penawaran covered warrant yang dilakukannya, sementara pemodal memperoleh hak untuk membeli atau menjual underlying asset pada harga tertentu dan pada waktu tertentu. Adapun aset yang dapat menjadi underlying asset dari covered warrant adalah saham, portofolio saham atau aset tertentu, indeks, kurs mata uang, dan komoditi.

Seperti halnya produk opsi saham (option) yang dibedakan antara put option dan call option, covered warrant juga dibedakan antara put warrant dan call warrant. Pada umumnya waran yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah call warrant, di mana pemegang waran diberikan hak untuk membeli atau melaksanakan hak untuk membeli saham yang diterbitkan oleh emiten tersebut pada jumlah dan harga tertentu serta pada waktu tertentu.

Saat ini cukup banyak emiten di BEI yang menerbitkan waran. Umumnya waran diterbitkan sebagai pemanis (sweetener) bersamaan dengan penerbitan saham baru baik dalam rangka penawaran umum (initial public offering/IPO) ataupun penawaran umum terbatas (right issue). Karena diterbitkan sebagai pemanis, umumnya emiten sebagai penerbit waran tidak memperoleh dana (premi) dari penerbitan waran tersebut.

Ilustrasinya begini. Misalnya PT XYZ akan melakukan penawaran umum (IPO) 500 juta saham dengan nominal Rp100 dan ditawarkan pada harga Rp1.000 per saham. Bersamaan dengan itu, PT XYZ juga menerbitkan 250 juta waran seri I yang diterbitkan menyertai saham, di mana setiap pemegang 2 saham baru akan mendapatkan 1 waran seri I. Setiap waran seri I memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dari portopel. Waran seri I perseroan diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun di mana waran seri I itu bernilai nominal Rp100 dan harga pelaksanaan (exercise price) Rp1.200.

Karena diterbitkan sebagai sweetener, maka waran yang diterbitkan tadi merupakan bonus cuma-cuma bagi investor. Jika harga saham XYZ mengalami kenaikan saat masuk pasar sekunder, maka investor selain memperoleh keuntungan berupa capital gain, juga mendapatkan keuntungan berupa waran. Sebab, saat masuk ke pasar sekunder waran yang diberikan secara cuma-cuma tadi juga diperdagangkan pada papan yang terpisah. Artinya waran itu mempunyai nilai yang besarnya akan terbentuk sesuai dengan mekanisme pasar. Jika harga saham misalnya naik menjadi Rp1.100 dan waran diperdagangkan dan ditutup pada harga Rp100, maka berarti capital gain yang diperoleh investor dari setiap saham adalah Rp100 plus setengah dari nilai waran.

Lantas apa untungnya bagi investor membeli waran? Seperti disebutkan di atas waran hampir sama dengan opsi, ia adalah hak. Karena di Indonesia yang dimaksud waran adalah call warrant, maka ia berarti hak membeli saham pada harga tertentu (dalam contoh ini exercise price Rp1.200). Pemegang waran akan untung jika harga saham di pasar lebih tinggi dari exercise price plus harga pembelian waran.

Dalam contoh ini, jika investor membeli waran di Rp100, maka ia akan untung jika harga saham saat jatuh tempo berada di atas Rp1.300 (Rp1.200 + Rp100). Jika saat jatuh tempo harga saham Rp2.000, maka investor akan meraih gain Rp700 per saham. Tapi jika harga saham turun di bawah Rp1.200, investor tidak perlu menggunakan haknya untuk membeli. Artinya, potensi kerugian paling tinggi yang bisa terjadi pada investor sebesar harga waran yang dibelinya di pasar. (Tim BEI)(//jri)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s