1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg, lage … 281009 28 Oktober 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 6:49 am

Mekanisme Pembentukan IHSG
(Vibiznews – Stock) – Indeks Harga Saham Gabungan atau yang lebih dikenal dengan
IHSG, tentu menjadi sebuah istilah yang akrab di telinga sebagian masyarakat. Terlebih
bagi para investor pasar saham. Namun, tak banyak yang mengetahui komponen apa
saja yang menjadi pembentuk nilai IHSG. Padahal, IHSG sering dijadikan acuan guna
melihat respresentasi pergerakan pasar saham secara keseluruhan.
Kali ini diberikan gambaran mengenai komponen-komponen pembentuk IHSG serta
faktor-faktor apa saja yang membuat IHSG berubah-ubah seiring terjadinya transaksi di
lantai bursa.
Pertama-tama akan dihadirkan metode-metode yang umumnya digunakan untuk
menyusun indeks saham. Secara umum, ada dua jenis rumusan untuk membentuk
indeks saham. Pertama rumus atau metode yang dikenal dengan nama Weighted
Average
. Rumusnya adalah (Sigma)PxQ/Nd kemudian dikali dengan 100.
P adalah harga saham di pasar reguler. Q adalah bobot saham (jumlah saham yang
tercatat di Bursa Efek Indonesia)
. Nd adalah nilai dasar, yaitu nilai yang dibentuk
berdasarkan jumlah saham yang tercatat di BEI yang masuk dalam daftar
penghitungan indeks.
Nilai dasar bisa berubah jika ada aksi korporasi yang
menyebabkan jumlah saham berkurang atau bertambah.

Sederhananya, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasar. Kemudian
dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar per saham atas saham-saham yang
diperhitungkan dalam indeks, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan
dengan 100.

Nah, kapitalisasi pasar per saham yang di total ini berbeda dengan nilai kapitalisasi
pasar seluruh saham di BEI, karena ada saham-saham yang tidak perhitungkan dalam
penghitungan indeks. Saham-saham yang tidak diperhitungkan ini menjadi rahasia BEI.
Pihak BEI memiliki kriteria sendiri atas saham-saham yang bisa dimasukkan dalam
penghitungan IHSG.
Jadi boleh dibilang, IHSG merupakan nilai representatif atas rata-rata harga seluruh
saham di BEI berdasarkan jumlah saham tercatat.
Itulah kenapa disebut sebagai
Weightened Average nilai harga rata-rata terhadap bobot atau jumlah saham.
Rumus kedua adalah apa yang disebut sebagai Average. Penghitungannya mirip
dengan rumus pertama. Hanya saja, tidak memasukkan bobot atau jumlah saham
tercatat dalam penghitungan.
Rumusnya adalah (Sigma)P/Nd dikali 100.
Metode ini dipakai oleh indeks saham industri Dow Jones (Dow Jones Industrial
Average/DJIA). Alasan indeks ini tidak memasukkan bobot sebagai pengali harga
saham karena DJIA merupakan indeks 30 saham terpilih di bursa New York. Sebanyak
30 saham yang masuk dalam DJIA diasumsikan telah memiliki bobot yang setara,
sehingga penghitungan bobot dianggap tidak perlu lagi. Sebagai catatan, 30 saham
ini boleh dibilang mewakili setiap industri di Amerika Serikat (AS) dan memiliki likuiditas
transaksi yang tinggi.
Kalau boleh disamakan, indeks LQ45 memiliki karakter yang mirip dengan DJIA,
meskipun rumus penghitungan yang dipakai tetap sama seperti rumus yang dipakai
dalam menghitung IHSG.

Nah, sekarang akan dibahas mengenai faktor-faktor apa saja yang membuat level
IHSG bergerak naik atau turun. Pertama tentunya harga saham. Namun tidak hanya
itu. Kenaikan atau penurunan tajam harga satu saham memang berpengaruh
terhadap pergerakan IHSG. Namun seberapa besar kenaikan itu mempengaruhi IHSG
tergantung pada bobot saham tersebut.
Jadi sederhananya, kenaikan atau penurunan IHSG sangat bergantung pada
pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.
Berangkat dari sinilah kemudian
muncul beberapa saham yang disebut-sebut sebagai motor penggerak IHSG.
Sebut saja saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Saham ini memiliki saham
tercatat mencapai 20,159 miliar saham. Dengan harga saat ini sebesar Rp 8.700, maka
kapitalisasi pasar TLKM mencapai Rp 175,383 triliun. Nilai itu mencapai 10% dari total
nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI yang masuk dalam penghitungan IHSG.
Kapitalisasi pasar BEI saat ini sekitar Rp 1.700 triliun. Dengan kapitalisasi pasar sebesar
itu, kenaikan atau penurunan harga sebesar Rp 50 poin saja akan memberikan
pengaruh pada level IHSG.
Saham TLKM memang tercatat sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI. Lain
halnya dengan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Saham BNBR yang tercatat di
BEI mencapai 93,721 miliar saham, jauh lebih besar dari TLKM. Akan tetapi, harga
saham BNBR saat ini sebesar Rp 127 yang berarti nilai kapitalisasi pasar BNBR sebesar Rp
11,902 triliun.
Angka tersebut tidak sampai 1% dari kapitalisasi pasar BEI.
Jadi, meskipun BNBR mengalami kenaikan harga atau penurunan harga sebesar 35%
pun tidak akan memberi pengaruh besar terhadap perubahan level IHSG. Lain halnya
jkalau suatu saat harga saham BNBR mencapai Rp 5.000, dapat dipastikan kenaikan
atau penurunan tipis harga saham BNBR akan memberi pengaruh besar pada level
IHSG.
Oleh sebab itu, jika level IHSG naik tajam, dapat dipastikan hal itu didorong oleh
kenaikan harga-harga saham berkapitalisasi besar atau yang lebih dikenal sebagai Big
Cap
. Jadi wajar saja, kalau saham TLKM naik tajam, level IHSG pun akan terkerek naik
secara tajam pula.
Kelemahan penghitungan ini adalah karena rumus ini memasukkan saham-saham
yang kurang aktif
diperdagangkan serta memasukkan faktor bobot atau jumlah saham
secara keseluruhan dalam penghitungannya. Contohnya, saham TLKM hanya
ditransaksikan sebanyak 1 lot dan mengalami kenaikan sebesar Rp 300 hari ini.
Kapitalisasi pasar yang terbentuk mewakili seluruh 20,159 miliar saham TLKM. Jadi level
IHSG sudah pasti akan terangkat.
Dan metode ini ikut memasukkan saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan,
malah terkadang tergolong saham tidur. Ini akan memangkas representasi pasar IHSG
secara riil, karena saham-saham yang tidak ditransaksikan ikut dimasukkan dalam
penghitungannya.
Kendati demikian, BEI menganggap metode yang dipakai ini sudah cukup mewakili
pergerakan seluruh saham harian di lantai bursa.
(ras/RAS/dtc)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s