1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

order transaksi MOGA2 MANTUL NAEK … 291009 28 Oktober 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 10:46 pm

… rupanya lapangan banteng dan scbd GEMPAR JUGA LIAT IHSG KOK AMBLES, APALAGI RI01 ADA DI JAKARTA … ya diintervensi lah … sebenernya gw mah uda lumayan imun terhadap soal2 krisis dan crash di portofolio finansial ย  … jadi gw mah ikut tren aja (BUKAN IKUT PASAR lho), tren turun gw beli harga lebe murah dan jual harga lebe tinggi selama memungkinkan … ketika tren berbalik arah, gw mulai lepas sebagian besar saham2 yang gw udah beli di harga murah … relatif harga rata2 saham gw jadi lebih murah sekarang daripada sebelumnya … semoga GDP amrik beneran +3,2% di Q3 ini, sehingga bursa bener2 bisa kena imbas globalisasi lage ke atas 2350 menuju 2400 lage ๐Ÿ™‚

order beli bumi:
2350
order jual bumi:
2425
2400
order beli bumi tambahan:
2275
2300
2325
order beli bumi:
2275 full matched
2325 full matched
2300 full matched
order jual bumi tambahan:
2225
2300
2375
2350
order jual bumi:
2225 full matched
2300 full matched
order beli bumi tambahan:
2250
order jual bumi:
2375 full matched
order jual bumi revisi:
2450
2475
order jual bumi:
2450 full matched
2475 full matched
———————————————- saham lain
order beli adro:
1500
order jual adro:
1530
order beli adro tambahan:
1480
1470
order beli adro:
1470 full matched
1480 full matched
order beli adro gw withdraw:
1500
order jual adro tambahan:
1460
1480
1490
order jual adro:
1460 full matched
1480 full matched
1490 full matched
order beli adro revisi:
1490
order jual adro revisi:
1500
order beli adro:
1490 full matched
order jual adro:
1500 full matched
———————————————- saham lain
order beli indy:
2075
2050
order jual indy:
2150
order beli indy tambahan:
2000
order beli indy:
2000 full matched
order jual indy tambahan:
2025
2050
2075
order jual indy:
2025 full matched
2050 full matched
2075 full matched
order jual indy tambahan:
2100
order jual indy revisi:
2125

order jual indy :

2125 full matched
———————————————- saham lain
order jual trub:
118
117
order beli trub:
109
order beli trub:
109 full matched
order jual trub tambahan:
106
108
110
111
112
order jual trub:
106 full matched
108 full matched
110 full matched
111 full matched
112 full matched
order beli trub tambahan:
108
104
order jual trub withdraw:
118
order jual trub:
117 full matched
———————————————- saham lain
order jual elsa:
320
315
order beli elsa:
295
300
order beli elsa:
295 full matched
300 full matched
order jual elsa tambahan:
310
305
order jual elsa:
310 full matched
305 full matched
———————————————- saham lain
order jual bnii:
370
365
order beli bnii:
360
order beli bnii:
360 full matched
order beli bnii tambahan:
355
order jual bnii tambahan:
360
order beli bnii:
355 full matched
order jual bnii:
360 full matched
———————————————- saham lain
order beli bbri:
7100
order beli bbri:
7100 full matched
———————————————- saham lain
Tenang di Tengah Badai
29/10/2009 10:50:25 WIB
TAJUK INVESTOR DAILY, 29 Oktober 2009

Entah faktor kebetulan atau tidak, tepat ketika rakyat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, pasar saham justru berdarah-darah. Kemarin, IHSG anjlok hampir 70 poin (2,88%) ke level 2.355,3 setelah mencapai titik tertinggi tahun ini di posisi 2.528,1 pada 6 Oktober lalu. Koreksi itu merupakan penurunan harian terbesar sepanjang tahun ini.

Persis setahun silam, 28 Oktober 2008, IHSG juga terjungkal ke titik terendah di posisi 1.111. Padahal, awal tahun lalu indeks sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah bursa pada level 2.830.

Sentimen negatif memang tengah membayangi bursa domestik dan regional hari-hari ini. Apresiasi dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya dan isu kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks. Asing kompak keluar dari bursa negara-negara berkembang untuk merealisasikan keuntungan.

Di dalam negeri, asing tidak hanya melepas saham, tapi juga melego sebagian obligasi negara (SUN). Mereka mereguk untung dobel, dari gain di pasar saham maupun di pasar uang dari hasil penjualan portofolio dalam bentuk rupiah untuk ditukar ke mata uang dolar AS.

Aksi asing itulah yang ikut memperlemah nilai tukar rupiah, sehingga kemarin menyentuh level 9.600 per dolar AS, setelah beberapa waktu lalu tembus 9.300-an. Selama Oktober, investor asing mencatat penjualan bersih (net selling) Rp 3 triliun lebih di bursa.

Kejatuhan indeks bertubi-tubi membuat kapitalisasi pasar saham terpangkas Rp 86 triliun hanya dalam tiga hari terakhir. Kapitalisasi tujuh saham Grup Bakrie yang populer dengan julukan Seven Brothers juga anjlok Rp 5,5 triliun sehari kemarin.

Begitulah hukum alam pasar finansial yang penuh risiko dan cenderung spekulatif. Harga bisa melonjak atau rontok dalam hitungan hari. Ada yang untung segunung, ada yang buntung sampai bangkrut.

Tapi, satu prinsip yang harus diyakini para investor: jangan ikutan panik ketika harga sedang meluncur turun. Tidak perlu terseret arus dengan aksi jual yang bisa merugikan investor. Ingat bahwa koreksi indeks adalah fenomena biasa dan wajar. Apalagi banyak analisis yang menyebut bahwa kenaikan IHSG di BEI terlalu cepat, harga sudah kemahalan. Dengan penurunan kemarin pun, IHSG tahun ini masih menikmati gain 73,77%, terbaik di kawasan regional.

di laen pihak, JUGA JANGAN IKUT2AN EUFORIA (SENENG BANGET) … KARENA ITU GW SELALU MENGGUNAKAN AKSI KONTRARIAN, YAITU JUAL SAAT SEMUA ORANG HEPI, BELI SAAT SEMUA ORANG CEMAS … SEHINGGA GW SELALU MENIKMATI LABA DAN SELALU SIAP MASUK BELI HARGA MURAH

Sangat boleh jadi kondisi yang terjadi akhir-akhir ini di pasar saham memang sengaja diciptakan asing. Mereka menjatuhkan indeks dengan tujuan membeli saham pada harga rendah. Buktinya, meski mencatat penjualan sekitar Rp 25,4 triliun sepanjang bulan ini, asing tetap membeli senilai Rp 22,3 triliun.

Manuver dan siasat semacam itu adalah keahlian mereka, dan sudah terbukti berulang kali dilakukan di pasar saham domestik. Ironisnya, tetap saja banyak investor lokal yang terseret permainan asing, sehingga tak sedikit yang menderita kerugian besar.

Investor lokal sebaiknya tetap berpegang pada hukum dasar di pasar modal, yakni mengacu pada fundamental. Baik itu menyangkut fundamental emiten maupun fundamental makro ekonomi. Dari sisi keuangan, fundamental emiten di BEI umumnya cukup bagus. Banyak emiten yang membukukan kenaikan laba signifikan pada kuartal III-2009. Kalaupun sebagian emiten mencatat penurunan laba dan pendapatan, realisasinya jauh lebih baik dari prediksi awal.

Dalam konteks fundamental makro ekonomi, kondisinya juga masih kuat. Pertumbuhan ekonomi di atas 4%, laju inflasi tahun ini diprediksi hanya 4%, cadangan devisa mencatat rekor sebesar US$ 62 miliar lebih, rasio utang terhadap PDB menurun, dan defisit APBN juga terjaga baik.

Dari berbagai indikator mikro emiten maupun makro ekonomi tersebut, tidak ada alasan bagi investor untuk panik menghadapi โ€˜badaiโ€™ yang sedang melanda pasar saham. Indeks dan harga saham pasti akan kembali ke posisi yang mencerminkan fundamentalnya. Tetap hold dan mengambil posisi buy untuk saham-saham yang memiliki fundamental kuat.

Meski gejolak yang terjadi di pasar finansial adalah murni mekanisme pasar, pemerintah dan otoritas moneter perlu secara intensif bekerja sama dan bersinergi. Mereka harus mengawal dan menjaga agar kondisi fundamental makro tetap kondusif di tengah kondisi global yang masih pasang-surut dan penuh ketidakpastian. ***
29/10/2009 – 14:19
Indeks Anjlok
Fuad: Investor Tak Perlu Panik
Susan Silaban

Fuad Rahmany
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany mengimbau pelaku pasar berhati-hati dan tidak perlu panik lantaran IHSG yang turun.

“Market harus belajar, kan itu kenaikannya cepat dan penurunannya pun cepat. Namun hal itu adalah hal yang wajar. Memang dropnya tidak seperti Januari 2009,” ucap Fuad ketika ditemui di sela-sela acara ‘National Summit’ di Pasific Place Jakarta, Kamis (29/10).

Menyoal penurunan IHGS lantaran repo Bakrie, Fuad enggan berkomentar. Fuad malah mengungkapkan, perusahaan melakukan repo adalah kebutuhan masing-masing perusahaan begitu juga dengan risikonya. “Tidak semua

emiten yang melakukan aksi ini, contohnya repo harus melapor ke kita,” tegas Fuad.

Hari ini, IHSG terpental 80 poin ke posisi Rp2.150. Kondisi bursa panik dan memicu profit taking investor. [san/cms]
———————————————- saham lain

ihsg_291009_pascaJUALpanik
… 27 menit ke jeda, jelas sinyal beli ihsg maseh kuat, walau pun kemungkinan jenuh beli semakin tinggi di 2280… batas atas bollinger bands ihsg di 2310 … tampaknya sinyal beli ihsg mengejar batas itu … ๐Ÿ˜› seru juga transaksi hari ini … kejar-kejaran laba di saham2 gw emang enjoyable dah ๐Ÿ˜›
… 10 menit jelang jeda, jelas ihsg masuk area jenuh beli di 2288 …
… 43 menit jelang tutup sesi 02, ihsg sebenarnya berada dalam area jenuh beli di 2300-an … tapi INVISIBLE HAND bekerja, akibatnya ihsg kembali berenang dalam area 2300 seperti ocehan ketua bapepam lk dan menkeu … ini berarti INVISIBLE BUYBACK ACTION …
… 30 menit jelang tutup sesi 02, ihsg bener2 masuk area jenuh beli tapi suasana semi-euforia sedang melanda pasar karena invisible hand bener2 berhasil membawa ihsg kembali ke atas 2300 setelah DIANCAM OLEH BAPEPAM-LK UNTUK DIBIARIN TENGGELAM S/D 2100 ๐Ÿ˜› … gw mah uda biasa dah dengar gertakan kaya gitu, karena uda puluhan tahun gw hidup di 3 jaman RI, Soekarno, Soeharto dan Reformasi … batas atas bollinger bands ihsg di 2350 mungkin kalo tercium sedikit uda seneng dah para investor, tapi kayanya resistensi 2330 harus bisa ditembus dulu dah …
… aduh gw mah sante aja neh, uda kipas2 karena semua laba gw menumpuk dah di day trading hari ini … walau pun secara inves, sebagian besar harga saham gw maseh tenggelam di area merah…. tapi lumayan uda bisa menurunkan tingkat harga rata2 saham gw …
… 10 menit jelang tutup sesi 02, arus beli maseh paten, tampaknya investor terus mencari harga2 yang maseh murah di banyak saham, seperti di perbankan dan bumn …
———————————————- saham lain
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini hancur-hancuran di level 2.300 kena sentimen regional. Namun menurut Ketua Bapepam LK, hal itu terjadi karena IHSG sudah naik tajam menembus 2.500. Padahal IHSG 2.100 saja sudah cukup bagus.

“Kalau 2.500 kan terlalu tinggi banget, 2.100 saja sudah cukup bagus,” ujar Fuad saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/10/2009).

Indeks Harga Saham Gabungan menembus level tertingginya sepanjang tahun 2009 pada 9 Oktober, ketika menembus 2.528. Namun sejak sepekan terakhir, IHSG terus merosot dan hari ini bahkan sempat merosot jauh 108,658 poin (4,71%) ke level 2.246,656.

Fuad menilai, penurunan IHSG pada hari ini meskipun tercatat sebagai yang terburuk di Asia sebagai hal yang wajar. Hal ini dikarenakan pertumbuhan IHSG sebelumnya juga terlalu cepat.

“Jadi kalau ada profit taking dan kalau ada perkembangan-perkembangan lainnya, jadi biasa aja. Kalau ada pengaruh global, regional dan domestik juga biasa saa,” tegasnya.

Ia menegaskan, pelaku pasar harus belajar jika ada kenaikan ataupun penurunan yang cepat seperti yang terjadi sepanjang tahun ini.

“Kita sudah sampai ke 2.500 saja sudah tinggi banget pada Januari dan Februari, jadi itu biasa saja,” ujar Fuad santai.

Kepada para investor, Fuad mengimbau agar lebih cermat. Ia mengaku sudah memberikan wejangan kepada investor untuk berhati-hati sejak dulu.

“Nggak usah panik, ini perkembangan dunia. Biasa. Selama ini indeks kita yang tumbuhnya paling cepat. Intinya nggak usah panik,” imbuhnya lagi.

Saat ditanya mengenai grup Bakrie apakah yang menjadi penyebab kemerosotan IHSG, Fuad enggan menjawabnya. “Biar analis saja yang ngomong,” ketusnya.

Yang pasti, mengenai masalah repo PT Bakrie & Brothers Tbk, Bapepam tidak akan mengurusinya. Semua hal yang berkaitan dengan pencarian pembiayaan diserahkan kepada emiten bersangkutan.

“Jadi semua yang berhubungan dengan emiten kita itu urusan mereka masing-masing, saya serahkan pada mekanisme pasar saja,” pungkasnya.

Sumber: detikcom
Kamis, 29/10/2009 12:14 WIB
Tekanan Jual Mereda, IHSG Terpangkas 2,97%
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Tekanan jual yang sempat menggila di awal perdagangan akhirnya mulai surut. Namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terseok-seok melemah tajam hingga penutupan sesi I.

Aksi jual hebat terjadi setelah Wall Street tadi malam merosot dan diikuti oleh bursa-bursa regional. Tak ada saham unggulan yang selamat dari aksi jual.

Pada perdagangan Kamis (29/10/2009) sesi I, IHSG akhirnya ditutup merosot 69,994 poin (2,97%) ke level 2.285,320. Indeks LQ 45 juga melemah 15,469 poin (3,35%) ke level 446,330. IHSG sempat merosot jauh 108,658 poin (4,71%) ke level 2.246,656. Rupiah juga ikut melemah ke 9.715 per dolar AS.

Kemerosotan yang tajam di awal perdagangan ini diduga tidak hanya sekedar kepanikan namun juga adanya aksi jual paksa atau forced sell.

“Sangat patut diduga kalau ini adalah forced sell. Dengan nilai transaksi tipis, namun penurunan sangat tajam, kelihatannya ini memang akibat forced sell,” ujar Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance.

Bursa-bursa regional juga merosot tajam mengikuti pelemahan Wall Street tadi malam.
Indeks Nikkei-225 melemah 195,68 poin (1,94%) ke level 9.879,37.
Indeks Hang Seng merosot 525,7 poin (2,42%) ke level 21.235,88.
Indeks Komposit Shanghai melemah 63,81 poin (2,10%) ke level 2.967,52.

Perdagangan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 63.679 kali pada volume 3.718,6 juta lembar saham senilai Rp 3,418 triliun. Sebanyak 17 saham naik, 191 saham turun dan 25 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.400 menjadi Rp 30.550, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 menjadi Rp 20.700, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.100, PTBA turun Rp 200 menjadi Rp 14.550, BCA (BBCA) turun Rp 200 menjadi Rp 4.400, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 8.150.

Sedangkan saham-saham yang masih mampu mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Bank Himpunan Saudara 1906 (SDRA) naik Rp 5 menjadi Rp 345, Bumi Serpong Damai (BSDE) naik Rp 10 menjadi Rp 690, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 25 menadi Rp 2.175, Tunas Ridean (TURI) naik Rp 10 menjadi Rp 1.490.
(qom/dro)

Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini yang sempat menembus 5% ke level 2.235,387 diduga bukan sekedar akibat kepanikan pasar. Aksi jual paksa (forced sell) diduga menjadi penyebab utamanya.

“Sangat patut diduga kalau ini adalah forced sell,” ujar Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance, Kamis (29/10/2009).

IHSG jatuh cukup dalam dengan nilai transaksi tipis. Ketika penurunannya mencapai 5% sesaat setelah dibuka, nilai transaksi hanya sebesar Rp 1 triliun.

“Dengan nilai transaksi tipis, namun penurunan sangat tajam, kelihatannya ini memang akibat forced sell,” ujarnya.

Transaksi investor asing juga tidak banyak. Penjualan asing hanya sebesar Rp 395,277 miliar, aksi beli asing hanya sebesar Rp 287,709 miliar. Artinya, aksi penjualan masif hari ini diakibatkan oleh aksi jual yang dilakukan oleh investor lokal.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah ini benar-benar keputusan yang memang diambil investor? Menurut Edwin, aksi jual pelaku pasar hampir tidak mungkin menjadi sepanik ini dalam waktu singkat.

“Kalau kepanikan pasar kelihatannya tidak mungkin sesingkat ini. Memang ada sentimen negatif di pasar, itu terlihat dari tipisnya posisi beli. Kelihatannya karena tipisnya posisi beli itu, penurunan menjadi tajam akibat forced sell dalam waktu bersamaan,” jelas Edwin.

Kendati demikian, Edwin belum dapat memastikan apakah aksi jual masif dalam waktu singkat dengan volume tipis ini merupakan aksi forced sell. “Kita belum punya datanya, yang punya datanya tentu pihak bursa. Tapi memang patut diduga kalau ini forced sell,” ujarnya.

Sementara Direktur Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Wan Wei Yiong belum berani mengambil kesimpulan adanya aksi forced sell pada perdagangan pagi ini.

“Kita belum melakukan pengecekan, tapi akan kita pantau terus,” ujarnya.

Forced sell merupakan hak jual yang dimiliki sekuritas terhadap nasabah-nasabahnya yang melakukan pembelian saham dengan dana pinjaman dari sekuritas. Fasilitas ini memiliki batasan rasio harga saham yang disebut sebagai Margin Call.

Jika batas ini tersentuh akibat penurunan tajam selama beberapa hari, nasabah akan diminta untuk melakukan penambahan dana (top up) terhadap utang-utangnya kepada sekuritas. Jika nasabah tidak bisa memenuhi kewajibannya, sekuritas memiliki hak untuk melakukan forced sell atas saham nasabah yang dibeli dengan dana pinjaman.

Tujuannya adalah agar sekuritas bisa menutupi kewajiban nasabah yang tidak bisa dipenuhi.

Nah, mengingat IHSG telah mengalami tren penurunan (bearish) selama dua pekan, seperti dikatakan Edwin, sangat mungkin koreksi tajam IHSG pagi ini diakibatkan oleh forced sell.

Sumber: detikcom

PREDIKSI INVESTOR DAILY 29 Oktober 2009: Teknikal Rebound Indeks
29/10/2009 07:09:19 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang teknikal rebound setelah terkoreksi tajam. Pada perdagangan kemarin, indeks anjlok 69,89 poin (2,89%) menjadi 2.355,31.

โ€œIndeks kemungkinan mengalami technical rebound. Namun demikian, pemodal harus tetap mewaspadai rebound tersebut, karena tren penguatan indeks sudah terpatahkan,โ€ ujar pengamat pasar modal David Cornelis kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (28/10).

David mengatakan, indeks sedang memasuki zona bearish, karena ditutup di bawah level moving average jangka pendek, menengah, maupun panjang. Selain itu, tren naik yang sudah terbangun sejak akhir kuartal satu tahun ini sudah patah, sehingga saat ini sangat berisiko bagi investor untuk membeli saham.

Menurut dia, pemodal sebaiknya menunggu sinyal dan konfirmasi pasar untuk bertransaksi saham dalam beberapa hari mendatang. Hari ini, indeks akan bergerak pada level support pertama 2.400 dan kedua 2.295 dengan resistance pertama 2.295 dan kedua 2.392. (epa)
Kamis, 29/10/2009 06:53 WIB

Hari ini IHSG diperkirakan resistance testing

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Sisi positif koreksi tajam kemarin adalah tercapainya target koreksi head and shoulder di kisaran 2.350, sehingga IHSG berpeluang technical rebound.

Trimegah Securities menilai IHSG masih berada di bawah MA-50, sehingga investor harus berhati-hati karena indikator tersebut mengindikasikan indeks rawan profit taking. Hari ini IHSG diperkirakan resistance testing di mana IHSG dengan bergerak di kisaran 2.300-2.382.

Sementara itu, OSK Nusadana mengemukakan bahwa IHSG kemarin terkoreksi 2,88% ke level 2.355, ditutup ke bawah MA50. Indikator technical stochastic turun hampir menyentuh area oversold dan MACD histogram negatif dalam 7 hari perdagangan terakhir.

Support kuat berikutnya berada di level 2.170, yang merupakan titik 61,2% fibonacci retracement. Nusadana perkirakan IHSG bergerak di kisaran 2.319-2.409. Saham pilihan adalah Bumi (sell), Inco (sell) Timah, (sell) BRI (sell), dan PTBA (buy).

Di sisi lain, Kresna Securities mengatakan bahwa IHSG berpotensi menurun setelah kemarin melemah 2,9%. Indeks menembus titik support di 2.363 dan berpotensi melanjutkan penurunan. MACD bergerak menurun menuju titik 2,2 dan stochastic oscillator mengindikasikan hal yang sama menuju titik 21,7 Pergerakan indeks telah melawati batas bawah bollinger bands sehingga memungkinkan melanjutkan penurunan. Trading range pada hari ini 2.319-2.409.
Rabu, 28/10/2009 19:42 WIB

Bursa saham di seluruh dunia jeblok

oleh : M. Yunan Hilmi

LONDON (Bloomberg): Bursa saham di seluruh dunia jeblok menyeret MSCI AC World Index melemah terlama sejak Januari setelah sejumlah perusahaan dari SAP AG sampai ArcelorMittal membukukan kinerja yang mengecewakan.

Indeks MSCI AC di negara maju dan emerging market melemah 0,9% pada pukul 11:18 a.m. di London. Yen menguat atas 16 mata uang teraktif yang dicatat Bloomberg. Sementara harga tembaga jatuh 1,4%.

SAP, pembuat software bisnis manajemen terbesar di dunia, memperkirakan penjualan turun lebih besar dari estimasi tahun ini karena perlambatan di emerging market dan Jepang.

Sementara China berencana untuk melakukan pengetatan kredit, sedangkan Norwegia diperkirakan menjadi negara pertama di Eropa yang menaikkan suku bunga sejak krisis kredit.

“Kinerja pendapatan hari ini memberitahu kita bahwa risiko masih tinggi bagi bank sentral untuk mengakhiri stimulus. Pengetatan yang terlalu dini akan berdampak buruk bagi pasar saham,” kata Beat Siegenthaler, chief emerging-market TD Securities Ltd di London.

Dow Jones Stoxx 600 Index Eropa turun untuk keempat kalinya dalam 5 hari sebesar 1,7% tertekan penurunan 7% saham SAP di pasar Frankfurt. MSCI Asia Pacific Index turun 1,3%.

Saham ArcelorMittal melanjutkan penurunan untuk hari kelima sebesar 3,2% di Amsterdam. Pembuat baja terbesar di dunia itu membukukan pendapatan operasional plus depresiasi, biaya dan pos pengecualian sebesar US$1,59 miliar. Angka ini lebih kecil dari estimasi median 15 analis US$1,78 miliar.

Saham Canon Inc turun 3,4% di Tokyo setelah laba kuartalan produsen kamera terbesar di dunia itu jatuh untuk kuartal ketujuh berturut-turut.

S&P 500 berjangka melemah 0,5% yang mengindikasikan indeks patokan untuk saham-saham di AS ini bisa berlanjut turun untuk hari keempat. Pergerakannya akan dipengaruhi oleh kinerja penjualan produk tahan lama dan sektor perumahan di AS per September.

International Monetary Fund memperkirakan pemerintah dan bank sentral tengah bersiap mengakhiri paket stimulus setelah menggelontorkan dana sebesar US$12 triliun guna melawan resesi.

Ekonom memperkirakan Norwegia menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin. Hal ini didasarkan atas pertumbuhan GDP yang bisa mencapai 3,2% selama kuartal III, tercepat dalam 2 tahun.(yn)

bisnis.com

29/10/2009 – 05:55
Duh! Wall Street Anjlok
Mosi Retnani Fajarwati

(istimewa)
INILAH.COM, New York – Tanda-tanda penjualan rumah dan redupnya proyeksi ekonomi, memicu para investor untuk menjual sahamnya pada perdagangan Rabu (28/10).

Penurunan indeks pada Rabu ini seiring dengan pernyataan Departemen Perdagangan tentang penurunan penjualan rumah baru untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Penjualan turun 3,6% pada September menjadi 402 ribu. Para analis sebelumnya memproyeksikan kenaikan.

Banyak saham pada Dow Jones maupun Nasdaq berhubungan erat dengan keadaan ekonomi, sehingga mencatatkan rugi.

Penurunan indeks juga terjadi usai Goldman Sachs Group Inc.menurunkan ekspektasinya terhadap keadaan ekonomi untuk kuartal III 2009. Goldman memprediksikan GDP kuartal III menjadi 2,7%, atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya 3%. Sementara para analis memprediksikan sebesar 3,3%.

Penurunan indeks memperlihatkan bahwa para investor kembali kawatir akan keadaan ekonomi, kendati saham-saham sektor konsumsi mengalami penguatan seperti Procter&Gamble. Sedangkan saham-saham sektor energi, keuangan, dan ritel membukukan kerugian yang besar. Untuk sektor energi, sehubungan dengan pelemahan harga minyak dunia.

Pada penutupan perdagangan Kamis, Dow Jones turun 119,48 poin (1,2%) ke 9.762,69. The Standard & Poor’s 500 turun 20,78 poin (2%) menjadi 1.042,63. The Nasdaq turun 56,48 poin (2,7%) ke 2.059,61.[mre]
Kamis, 29/10/2009 11:28 WIB
IHSG Jeblok, Pemerintah Yakinkan Fundamental Ekonomi RI Baik
Ramdhania El Hida – detikFinance

Foto: dok.detikFinance Jakarta – Menghadapi penurunan terus-menerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam 3 hari berturut-turut sampai hari ini, pemerintah terus coba yakinkan kepada para pelaku pasar bahwa fundamental ekonomi Indonesia terus membaik.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di sela acara National Summit di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (29/10/2009).

“Kita pantau perkembangan terus, kalau kita terus meyakinkan para pelaku pasar mengenai masalah fundamental yang terus baik, kita akan coba untuk berkomunikasi dengan para pelaku,” tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan, penurunan IHSG yang terjadi belakangan ini jugaakibat pengaruh penurunan indeks saham di regional dan AS. “Tapi kalau dari dalam negeri seluruh korporasi dan para pelaku ekonomi informasinya bagus. Ini dapat diminimalkan,” ujarnya.

Dia pun berharap penurunan IHSG terjadi hanya sesaat, dan pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan pengaruhnya terhadap ekonoi di dalam negeri.

Sebelumnya sesaat setelah pembukaah perdagangan saham hari ini, IHSG tenggelam hingga di bawah level 2.300. Anjloknya bursa-bursa regional mengikuti Wall Street tadi malam terus menggerus harga saham-saham di lantai bursa Indonesia.

Pada perdagangan Kamis (29/10/2009), IHSG langsung merosot 108,658 poin (4,71%) ke level 2.246,656. Indeks LQ 45 juga merosot 20,276 (4,39%) ke level 441,523. Namun pada pukul 11.10 waktu JATS, IHSG tercatat sudah mereda turun 78,878 (3,35%) ke level 2.275,211.
(dnl/qom)

Iklan
 

2 Responses to “order transaksi MOGA2 MANTUL NAEK … 291009”

  1. skenarionya mungkin bisa retes supoort nih

    • bumi2009fans Says:

      risiko support selalu terjadi pada setiap hari transaksi baik dalam tren harga saham naek atawa turun, tapi mungkin IHSG akan diuji turun lage setelah beberapa sentimen negatif lagi, seperti penurunan wall street dan masalah politis … tapi kalo lapkeu emiten BAGUS, bisa aja tren naek saham2 tertentu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s