1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

RISIKO TRANSAKSI MARJIN SAAT TREN TURUN … 301009 30 Oktober 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 2:31 pm

… ini lah yang terjadi kalo investor mengambil risiko spekulasi lewat utang dari broker/sekuritas, yaitu FORCED SELLING DI HARGA BERAPA PUN UNTUK MENGEMBALIKAN UTANG oleh manuver broker/sekuritas … kale ini, manuver ini berimbas tidak raksasa, TAPI LAEN KALE, MUNGKIN DAHSYAT …

Jumat, 30/10/2009 13:29 WIB
Bapepam Bantah Aksi Forced Sell Picu Kejatuhan IHSG
Wahyu Daniel, Suhendra – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membantah adanya aksi jual paksa (forced sell) dalam kejatuhan tajam IHSG pada perdagangan pekan ini. Kejatuhan IHSG dinilai wajar.

“Forced sell nggak ada itu, forced siapa? Kemarin kan cuma minus 0,4%,” ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Jumat (30/10/2009).

Menurut Fuad, sejak terjadinya krisis pasar modal tahun 2008, volatilitas tinggi gerak IHSG wajar terjadi. Apalgi, lanjutnya, mengingat IHSG telah mengalami kenaikan tajam secara cepat selama periode triwulan II-2009 hingga triwulan III-2009.

“Jadi ya wajar-wajar saja kalau ada penurunan tajam,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Fuad menyatakan tidak akan melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kejatuhan tajam IHSG selama pekan ini, terutama pada perdagangan kemarin yang sempat ambruk 5,09%.

“Nggak ada (pemeriksaan), itu normal-normal saja,” ujarnya.

IHSG ditutup pada level 2.467,948 pada perdagangan Jumat (23/10/2009). Pada perdagangan kemarin, Kamis (29/10/2009), IHSG ditutup di level 2.344,033, turun 123,915 poin (5,02%) dibanding penutupan Jumat.

Namun pada awal perdagangan kemarin, IHSG sempat ambruk tajam dalam tempo kurang dari 1 jam dengan nilai transaksi tipis. IHSG sempat jatuh ke level 2.235,387, turun 119,297 poin (5,09%) dibanding penutupan Rabu, atau turun 232,561 poin (9,42%) dibanding penutupan Jumat.

Banyak dugaan kalau kejatuhan tajam dalam waktu singkat ini merupakan akibat adanya aksi forced sell oleh sekuritas terhadap nasabah-nasabahnya yang menggunakan fasilitas dana pinjaman (marjin) yang tidak melakukan setoran jaminan (top up). Apalagi mengingat transaksi jual asing tidak terlalu besar, artinya dorongan jual cepat ini dilakukan oleh investor domestik.

Meski hingga saat ini tidak ada bukti mengenai keberadaan forced sell ini, namun menurut sejumlah pelaku pasar sangat patut dicurigai kalau kejatuhan itu akibat aksi forced sell.

Forced sell merupakan hak jual yang dimiliki sekuritas terhadap nasabah-nasabahnya yang melakukan pembelian saham dengan dana pinjaman dari sekuritas. Fasilitas ini memiliki batasan rasio harga saham yang disebut sebagai Margin Call.

Jika batas ini tersentuh akibat penurunan tajam selama beberapa hari, nasabah akan diminta untuk melakukan penambahan dana (top up) terhadap utang-utangnya kepada sekuritas. Jika nasabah tidak bisa memenuhi kewajibannya, sekuritas memiliki hak untuk melakukan forced sell atas saham nasabah yang dibeli dengan dana pinjaman.

Tujuannya adalah agar sekuritas bisa menutupi kewajiban nasabah yang tidak bisa dipenuhi.
(dro/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s