1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

imbas OCEHAN pada ihsg … 311009 31 Oktober 2009

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 11:38 am

di kalangan investor ritel ada yang ngoceh2 … waktu menkeu dan ketua bapepam-lk ngoceh soal koreksi ihsg, ekh, ihsg malah mantul naek kuat … saat RI 01 dan kapolri ngoceh2, ihsg malah AMBLES lage dah … berarti sesuai dengan ocehan gw di blog ini pada beberapa posting transaksi harian gw dah … bener2 investor peka soal2 korupsi dan pemulihan ekonomi nasional
Wall Street, Kasus KPK Pukul IHSG
Senin, 02 2009 10:26 WIB 355 Dibaca | 0 Komentar
JAKARTA–MI: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11), pada pembukaan pasar turun 1,70 poin, akibat aksi lepas saham oleh pelaku pasar karena terpicu oleh melemahnya bursa Wall Street.

Indeks BEI turun 39,660 poin menjadi 2.328,048 dan indeks LQ45 melemah 8,571 poin atau 1,91 persen. Pialang PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, di Jakarta, Senin, mengatakan, berlanjutnya melemahnya bursa Wall Street, AS, menekan Bursa Efek Indonesia, sehingga indeks terus mengalami penurunan.

“Kami optimistis indeks BEI pada perdagangan sesi pagi akan juga melemah yang mendekati level 2.300 poin,” katanya. Selain terpicu oleh melemahnya saham di Wall Street, indeks juga tertekan oleh kasus KPK terkait dua pimpinan nonaktif Chandra Hamzah serta Bibit Samad Rianto ditahan oleh kepolisian.

Penahanan keduanya itu menimbulkan aksi protes, karena kepolisian dinilai sewenang-wenang. Apalagi, kasus itu berjalan dalam waktu lama. Indeks BEI akan terus terpuruk, karena pelaku asing khawatir tentang hukum di Indonesia. “Kami khawatir hukum di Indonesia masih belum berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Saham yang mengalami koreksi antara lain Astra International turun Rp750 menjadi Rp30.500, Astra Agro Lestari melemah Rp650 jadi Rp21.000, United Tractor turun Rp300 menjadi Rp14.700, Bank BTPN melemah Rp100 menjadi Rp3.100, dan Bank Danamon turun Rp75 menjadi Rp4.475. (Ant/OL-04)

Sabtu, 31/10/2009 10:05 WIB
Polemik Pemberantasan Korupsi Bikin Investor Gusar
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Berbagai polemik seputar pemberantasan korupsi akibat penangkapan pimpinan KPK oleh Polisi membuat investor sanksi terhadap komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Dradjad Wibowo kepada detikFinance , Sabtu (31/10/2009).

“Polemik tersebut dapat membuat investor dalam dan luar negeri sanksi terhadap komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi,” jelasnya.

Dradjad mengatakan, investor bisa makin yakin hukum di Indonesia mudah dibolak-balik dan mereka baru akan merasa aman kalau dekat kepada kekuasaan. “Ini dapat memperkuat persepsi bahwa korupsi is the name of the game di Indonesia,” ujarnya.

Jika kasus ini dibiarkan terus, lanjut Dradjad, Indonesia akan kembali kepada era kolusi yang kuat antara penguasa dengan pengusaha nakal.

“Kepastian hukum merupakan barang mewah yang hanya bisa dimiliki oleh penguasa dan pengusaha nakal tersebut,” ujarnya. (dnl/dnl)

Sabtu, 31/10/2009 18:11 WIB
Polemik Cicak-Buaya Buyarkan Kepercayaan Investor
Herdaru Purnomo – detikFinance

Foto: dok.detikFinance Jakarta – Masalah pemberantasan korupsi di Indonesia sedang mengalami masa-masa berat dengan penangkapan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Polisi, dari sisi ekonomi bisa membuyarkan kepercayaan investor akan kepastian hukum di Indonesia.

“Kasus ini bagi kalangan investor menambah beban ketidakpastian hukum. Sebelumnya mereka mendapatkan sentimen positif dari kinerja KPK, namun sekarang hal tersebut menjadi buyar,” ujar Pengamat Ekonomi Tony Prasetiantono kepada detikFinance , Sabtu (31/10/2009).

Menurut Tony, kasus penangkapan pimpinan KPK akan berakibat negatif, kecuali jika kasus ini bisa cepat disidangkan dan Polisi berhasil membuktikan dengan baik. “Jika tidak, ini telah membuyarkan ekspektasi investor dan pelaku ekonomi terhadap kepastian hukum di Indonesia,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi dari ECONIT Hendri Saparini mengatakan investor menilai kasus KPK saat ini sebagai upaya pemerintah untuk membersihkan korupsi, ini positif dan akan menjadi insentif bagi masuknya investor ke Indonesia.

“Tapi sayangnya banyak investor yang justru menilai kasus penangkapan pimpinan KPK ini tidak transparan dan khawatir ini merupakan upaya pemerintah untuk menutupi kasus korupsi. Jadi jangan heran kalau akhirnya kasus KPK justru kontra produktif terhadap upaya mendorong investasi,” paparnya.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky mengatakan, Negara yang lemah dalam penegakan hukum hanya akan menarik bagi permainan uang panas (hot money ).

“Karena itu berarti melakukan transaksi gorengan hot money pun pasti leluasa karena di yurisdiksi negara manapun itu termasuk tindakan pidana. Beda halnya dengan investasi riil, karena sifatnya menanamkan uang untuk berproduksi maka pasti ada resikonya, sehingga struktur biaya produksi akan sangat dihitung,” tuturnya.

Yanuar mengatakan, saat ini biaya birokrasi di Indonesia membebani keuangan perusahaan, yang artinya perlu pemberantasan korupsi.

(dnl/dnl)

Minggu, 01/11/2009 13:15 WIB
Polemik Cicak-Buaya Bisa Kurangi Separuh Investasi Asing
Ramdhania El Hida – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Sukabumi – Pengamat Ekonomi Drajad Wibowo berpendapat penahanan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pergelutan antara KPK dengan Polri mengenai kasus tersebut bisa mengurangi separuh investasi asing di Indonesia.

Hal ini disampaikan Drajad usai diskusi Forum Wartawan Ekonomi dan Moneter (FORKEM) di Lido, Sukabumi, Sabtu (31/10/2009).

“Bila investor biasanya berinvestasi sebesar 10, maka dengan adanya masalah ini maka investor hanya akan berinvestasi sebesar 5,” papar Drajad.

Syarat investasi, ujar Drajad, yaitu adanya kepastian hukum dan transparansi hukum. Karena itu, kasus tersebut akan membuat berkurangnya jumlah investasi yang mereka gelontorkan di Indonesia. Drajad menyatakan dengan adanya kasus ini, jumlah investasi akan berkurang setidaknya separoh dari biasanya.

Menurutnya, mungkin para investor tetap akan berinvestasi ke Indonesia tetapi jumlahnya akan lebih rendah dibandingkan sebelum kasus ini mencuat.

“Saya rasa masalah antara KPK dengan Polri justru akan berdampak negatif bagi investor terhadap Indonesia,” tegas Drajad.

Drajad menyatakan kontoversi antara KPK dan Polri itu membuat para investor menyangsikan penegakan hukum di Indonesia. Hal ini menyebabkan mereka akan beranggapan kalau bisnis Indonesia harus dekat dengan penguasa sehingga akan mengembalikan kolusi antara penguasa dengan pengusaha nakal di masa lalu

“Kemudian investor akan berpikir bahwa korupsi The Name of The Damn di Indonesia dan hukum bukan hanya bisa dibeli tetapi juga diamankan kalau mereka bersahabat dekat dengan kelompok penguasa,” ujar Drajad.

(nia/dro)
SBY Kecewa National Summit ‘Dikalahkan’ KPK
“Namun saya Wapres dan pemerintah terus mengelola permasalahan itu dengan tepat.”
SENIN, 2 NOVEMBER 2009, 15:43 WIB
Umi Kalsum, Muhammad Hasits

BERITA TERKAIT
Guyuran Insentif di Program 100 Hari SBY
SBY Umumkan Program 100 Hari Pekan Ini
Hidayat Sesalkan Berita Summit Tersisih KPK
Lembaga Penjamin Infrastruktur Jadi Prioritas
Pemerintah Genjot Investasi Dalam Negeri
Web Tools

VIVAnews – Isu National Summit yang digelar pekan lalu tenggelam oleh berita soal penahanan dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Tersingkirnya isu National Summit membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kecewa.

“Meskipun pemberitaan National Summit tertutup berita yang lain seputar penahanan pimpinan KPK nonaktif yang jadi perhatian publik, namun saya, Wapres (Beodiono) dan pemerintah terus mengelola permasalahan itu dengan tepat dan bijak agar semua terlaksana dengan baik,” kata SBY sebelum rapat di Kantor Presiden, Senin 2 November 2009.

Yang jelas temu nasional yang dilaksanakan selama dua hari itu, kata dia, punya arti yang sangat penting dan ada masukan dari masing-masing komisi. Ia juga gembira karena adanya partisipasi dari peserta yang akan dilakukan untuk lima tahun mendatang.

“Meskipun berita kalah dengan yang lain, tapi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk program 100 hari dan lima tahun mendatang, dan mudah-mudahan semua program yang ditampung di Summit lebih baik lagi,” kata dia.

Pada sidang paripurna Kamis mendatang, kata dia, hasil temu nasional ini akan dibahas lebih dalam lagi . “Sekali lagi program kerja 100 dan 5 tahun sudah memenuhi aspek sektoral sebagaimana kemarin yang hadir adalah gubernur, walikota, peneliti, teman dari dunia pendidikan telah berkontribusi, dengan demikian progam kita lebih baik dan sebaik-baiknya,” kata dia.

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s