1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

valuasi murah datang lah ke bei … 021109 2 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:22 pm

Senin, 02/11/2009 16:14 WIB
IHSG Mendadak Hijau
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak hijau pada detik-detik terakhir menjelang penutupan perdagangan. Rebound saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberi kontribusi besar bagi hijaunya IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung merosot tajam, dengan hanya 1 saham naik. Kemerosotan IHSG terjadi menyusul amblesnya bursa-bursa regional. IHSG pun terus konsisten bergerak di teritori negatif hampir sepanjang perjalanan, sebelum akhirnya berbalik arah di detik-detik terakhir.

Dan pada perdagangan Senin (2/11/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 3,941 poin (0,17%) ke level 2.371,642. Indeks LQ 45 juga menguat 1,520 poin (0,33%) ke level 465,719. IHSG pada hari ini berada di titik terendahnya di 2.294,556, melemah 73,145 poin (3,09%).

Sementara bursa-bursa regional masih melemah, mengikuti jejak Wall Street sebelumnya. Hanya bursa China yang sukses survive di teritori positif.

Indeks Hang Seng melemah 132,68 poin (0,61%) ke level 21.620,19.
Indeks Nikkei-225 merosot 231,71 poin (2,31%) ke level 9.802,95.
Indeks Komposit Shanghai naik 80,80 poin (2,70%) ke level 3.076,65.
Indeks KOSPI melemah 21,60 poin (1,37%) ke level 1.559,09.
Indeks S&P/ASX merosot 102,8 poin (2,21%) ke level 4.540,4.

Perdagangan berjalan moderat, dengan frekuensi transaksi mencapai 82.159 kali pada volume 4.673 juta lembar saham senilai Rp 3,803 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 128 saham turun dan 55 saham stagnan.

Saham-saham perbankan bergerak menguat setelah pengumuman inflasi yang hanya 0,19% pada Oktober. Saham BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.250, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 menjadi Rp 4.600, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 25 menjadi Rp 4.600, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.700.

Saham-saham lain yang naik di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 2.425, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 40 menjadi Rp 1.580, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 menjadi Rp 15.450.

Sementara saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 31.050, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 14.850, PTBA turun Rp 350 menjadi Ro 14.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 menjadi Rp 22.450.
(qom/dro)

Senin, 02/11/2009 01:28 WIB

Pemodal perbarui nilai wajar indeks saham

oleh :

JAKARTA: Pengumuman angka inflasi dan BI Rate pada pekan ini seiring dengan sidang The Fed dalam menentukan suku bunga Amerika Serikat diperkirakan menjadi sentimen yang memengaruhi pasar di tengah perubahan nilai wajar bursa.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan cenderung menguat, mengikuti kenaikan fair value (nilai wajar) indeks yang memasukkan faktor ekonomi tahun depan dan bukan lagi tahun ini.

Analis PT Erdikha Sekuritas Muhammad Reza mengatakan kebijakan moneter akan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar setelah 2 pekan terakhir para pemodal merealisasikan keuntungan karena proyeksi 2009 telah tercapai.

“Mulai November, para manajer investasi menentukan fair value IHSG berdasarkan perhitungan proyeksi ekonomi dan kinerja emiten 2010. Proyeksi 2009 sudah terefleksi ketika IHSG berada di posisi 2.400, sehingga terjadi koreksi pekan lalu,” tuturnya kepada Bisnis kemarin.

Dia memperkirakan para pemodal masih mempertahankan portofolionya di bursa saham, mengingat kuatnya ekonomi tahun ini bisa menjadi batu loncatan pertumbuhan drastis perekonomian pada tahun depan.

Di Amerika Serikat, The Fed mengumumkan suku bunganya pada Rabu, 24 Oktober. Pasar memperkirakan suku AS itu tidak berubah, meski juga muncul kekhawatiran suku bunga akan naik yang memicu pulangnya dana global ke negara tersebut.

Reza menambahkan The Fed hanya memiliki dua kemungkinan yakni menaikkan suku bunganya atau mempertahankan. Inflasi dalam negeri juga masih terjaga, sehingga akhir tahun ini diperkirakan bisa ditutup ke level 5%.

Bloomberg melaporkan investor global masih mengkhawatirkan ekonomi dunia ke depan, karena pertumbuhan ekonomi dunia belum terjadi secara normal melainkan masih bergantung pada stimulus.

“Laba emiten bisa saja bagus sekarang, tetapi itu berdasarkan kinerja kemarin dan sekarang orang khawatir dengan kondisi ke depan. Orang mulai berpikir jika stimulus telah habis, ekonomi dunia kembali turun,” tutur Perencana Investasi Senior MU Investments Co. Hiroshi Morikawa.

Sepanjang pekan lalu, IHSG melemah 1,9% dari posisi awal pembukaan 2.515,81. Penjualan bersih saham oleh pemodal asing secara kumulatif Rp1,8 triliun.

IHSG akhir pekan lalu menguat 23,67 poin (1,01%) ke level 2.367,7. Indeks Bisnis-27 naik 1,31% menjadi 217,42. Bursa-bursa regional juga menguat seperti indeks Nikkei-225 yang naik 1,45%, dan Hang Seng menguat 2,29%. Indeks Dow Jones pekan lalu turun 2,51% ke level 9.712,73. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Senin, 02 November 2009 | 09:06

KONFLIK POLRI VS KPK

Konflik Polri vs KPK Tekan Pasar Saham

JAKARTA. Kisruh antara Kepolisian RI (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal buruk ke pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa remuk redam, karena investor saham merasa tidak nyaman melihat efek pertikaian dua institusi penegak hukum itu.

Pengamat pasar modal Goei Siauw Hong bilang, perseteruan ini bisa memukul bursa saham kita. “Makanya presiden harus tegas menyelesaikan masalah ini,” katanya kemarin (baca pula: Analisis).

Kekhawatiran Goei sesungguhnya hal wajar. Sebab, kisruh Polri dan KPK mulai menjalar ke ranah politik. Bukan mustahil pula, masalah ini bisa meledak menjadi konflik dan sosial. “Ini yang menjadi kekhawatiran pasar,” kata Edwin Sebayang, Kepala Riset Financorpindo.

Maklum, belakangan ini situasi makin memanas. Para tokoh masyarakat hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia mendukung KPK. BEM bahkan berniat menggelar aksi demonstrasi untuk memberi dukungan terhadap KPK.

Di sisi lain, Polri terkesan ngotot membela nama baik korpsnya. Jika dua kepentingan itu terus berbenturan dan bergesekan, api konflik sosial bisa berkobar. “Jika terus berlanjut, kondisi terburuknya adalah kerusuhan 1998 terulang dan pasar finansial bisa crash,” kata Goei.

Celakanya, dalam situasi genting di dalam negeri, sentimen buruk masih bertiup dari pasar global. Indeks Dow Jones Amerika Serikat minus 2,51% menjadi 9.712,73 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Ini jadi modal jelek bagi pasar saham dunia, termasuk bagi IHSG.

Era bunga naik

Penurunan indeks acuan sejagat ini tak lepas dari keraguan pasar saham terhadap pemulihan ekonomi AS. Kendati ekonomi negeri Uwak Sam tumbuh 3,5% pada kuartal ketiga 2009, angka pengangguran tetap meningkat.

Pasar juga mulai mengantisipasi keputusan berbagai bank sentral berbagai negara mengenai bunga acuannya. Federal Reserve (Fed), bank sentralnya AS, ambil contoh, akan menggelar pertemuan Rabu pekan ini.

Banyak kalangan memprediksi Fed akan mengerek suku bunga. Ini jadi pertanda AS akan mengerem kucuran stimulus. Padahal, pasar masih meragukan ekonomi AS bisa bergerak tanpa stimulus.

Jika Fed menaikkan bunga acuannya, Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris mungkin mengikuti jejak The Fed. “Makanya pasar akan wait and see,” kata Edwin.

Di luar itu, penurunan harga komoditas pun mengurangi kegairahan pasar. Harga minyak mentah kini berada di bawah US$ 80 per barel. Padahal, saham-saham emiten berbasis komoditas masih menjadi bantal indeks saham.

Dus, dengan berbagai faktor tadi, peluang IHSG anjlok lebih besar ketimbang potensi kenaikannya pada pekan ini. Edwin meramal, pekan ini indeks akan bergerak 2.315–2.385. Goei memprediksi, IHSG bisa menyentuh 2.550–2.600 sebelum akhir tahun nanti, asal konflik Polri vs KPK bisa diredam.

Sandy Baskoro, Irma Yani KONTAN

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s