1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

c v b, kode sial ihsg … 031109 3 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:31 pm

Indeks Domestik Masih Punya Kans Melemah
Selasa, 03 November 2009 | 17:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Munculnya rumor Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, yang bakalan menaikkan suku bunga dalam pertemuan rutinnya pada 3 hingga 4 November mendatang, membuat harga saham-saham di Asia bertumbangan, termasuk bursa Indonesia.

Pada perdagangan Selasa (3/11), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, terkoreksi 37,536 poin atau 1,58 persen ke level 2.334,106 dari posisi sehari sebelumnya yang berada di level 2.371,642.

Analis dari PT Finan Corpindo Nusa, Edwin Sebayang, menjelaskan kabar dari The Fed itu berkembang setelah Reserve Bank of Australia, bank sentral Australia, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis point hari ini. “Selain itu, kembali melemahnya rupiah, serta turunnya saham Bumi Resources karena isu akan kembali mengeluarkan obligasi sehingga indeks jatuh,” ucapnya.

Menurut Edwin, sidang Mahkamah Konstitusi mengenai dugaan kriminalisasi pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi secara tidak langsung mempengaruhi pasar. “Karena ada magnitude yang cukup besar di masyarakat terhadap kasus ini,” katanya. Dan publik akan terus menunggu kelanjutannya.

Sebanyak 155 saham mengalami koreksi, dan hanya 55 saham yang naik, serta 47 saham harganya stagnan. Volume perdagangan mencapai 3,87 miliar saham, senilai Rp 3,05 triliun, dengan frekuensi kurang dari 82 ribu kali. Namun, investor asing justru terlihat melakukan akumulasi saham dengan mencatat pembelian bersih Rp 47,79 miliar.

Saham-saham yang turut menenggelamkan indeks kali ini antara lain: Bumi Resources turun Rp 125 menjadi Rp 2.300, Bank BRI terkoreksi Rp 250 menjadi Rp 7.000, Astra International jatuh Rp 800 menjadi Rp 30.250, PTBA melemah Rp 300 menjadi Rp 14.550, serta United Tractor yang juga turun Rp 250 menjadi Rp 14.600 per saham.

Pada Rabu (4/11), indeks harga saham domestik diperkirakan masih akan cenderung terkoreksi menjelang dirilisnya data suku bungan Bank Indonesia (BI Rate) dan suku bunga The Fed dengan kisaran antara 2.297 hingga 2.380.

VIVA B. KUSNANDAR
Sesi II Tutup
IHSG Terkoreksi, Rupiah Menguat
Indeks di BEI melemah 1,59% ke level 2.334, sedangkan rupiah bercokol di posisi 9.575/US$.
SELASA, 3 NOVEMBER 2009, 16:25 WIB
Antique

Papan perdagangan saham (ANTARA)
BERITA TERKAIT
Awal Pekan, IHSG & Rupiah Berakhir Rebound
Akhir Pekan, IHSG & Rupiah Berakhir Positif
Setelah Anjlok, IHSG Melemah Tipis
Minin Sentimen, IHSG & Rupiah Negatif
Ambil Untung Ramai, IHSG & Rupiah Melemah
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali berakhir melemah. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih bergerak positif.

Menurut pengamat pasar modal Ukie Jaya Mahendra, pelemahan kembali IHSG dari pembukaan pagi tadi yang menguat terpicu minusnya bursa regional Asia dan eropa.

“Tekanan jual dari saham grup Bakrie dan sektor tambang turut memicu kembali tertekannya indeks domestik hari ini,” tutur dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 3 Oktober 2009.

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, terkoreksi 37,54 poin (1,59 persen) ke level 2.334,12. Pada akhir sesi I tadi, indeks juga berakhir melemah 5,64 poin (0,24 persen) ke level 2.366,00 dari pembukaan yang bergerak positif.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,05 triliun dan volume tercatat 7,74 juta lot, dengan frekuensi 81.530 kali. Sebanyak 49 saham menguat, 155 melemah, 47 ditutup stagnan, serta 215 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 708,26 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 668,64 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 380,13 (1,76 persen) ke level 21.240,06 dan Straits Times terkoreksi 21,80 persen (0,82 persen) di posisi 2.623,63.

Di Bursa Efek Indonesia, saham grup Bakrie yang melemah cukup besar di antaranya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 7 poin atau 7,29 persen ke level Rp 89, PT Energi Mega Persada Tbk (ENGR) melemah Rp 30 (9,67 persen) menjadi Rp 280, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi Rp 125 atau 5,15 persen di posisi Rp 2.300.

Rupiah Masih Positif
Sementara itu, Ukie mengaku rupiah masih bergerak positif, karena terpicu pelemahan mata uang dolar AS di pasar regional.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.575 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.550/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.545 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Senin, 2 Oktober 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.562-9.610/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Investor Diminta Tetap Harus Waspada
Selasa, 03 November 2009 | 08:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, memprediksi indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia hari ini akan bergerak di kisaran 2.359 hingga 2.391.

Pada perdagangan kemarin indeks saham berhasil ditutup diteritori positif setelah sepanjang sesi pertama jatuh tajam hingga di bawah level 2.300. Indeks ditutup di level 2.371,642, atau menguat tipis 3,941 (0,17 persen) dari posisi sebelumnya 2.367,701.

Menurut Purwoko, pengumuman data inflasi dari Biro Pusat Statistik yang jauh di bawah ekspektasi para ekonom mampu memicu penguatan indeks. “Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan menjadi pendorong kenaikan indeks,” paparnya.

Namun, Purwoko mengingatkan, investor harus tetap waspada karena bursa global sedang kehilangan arah. Naik turunnya harga komoditas membuat pergerakan saham pertambangan yang selama ini menjadi motor penggerak indeks cenderung fluktuatif.
Ikhsan Binarto, analis PT Optima Securities berpendapat serupa. Menurut dia, data inflasi Oktober sebesar 0,19 persen menjadi pemicu penguatan indeks kemarin. “Rendahnya laju inflasi ini membawa harapan tingkat inflasi sepanjang tahun ini akan berada di bawah 4 persen sesuai target pemerintah,” ujarnya.

Optimisme ini membawa sentimen positif ke bursa, salah satunya emiten d isektor consumer seperti Unilever dan Gudang Garam. “Sehingga keduanya mampu menopang pergerakan indeks kemarin,” ungkapnya.

Hari ini,menurut Ikhsan, indeks menunggu sentimen global untuk kembali menguat. Ia memperkirakan, pergerakan indeks hari ini akan berada dalam rentang 2.310-2.400.

VIVA B KUSNANDAR
Prediksi IHSG
Pasar Saham Ramai Aksi Beli Kembali
Akumulasi saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), terutama grup Bakrie.
SELASA, 3 NOVEMBER 2009, 08:17 WIB
Antique

Papan Bursa Efek Indonesia (Andika Wahyu)
BERITA TERKAIT
Pemodal Masih Mengacu Bursa Mancanegara
Dow Jones Rebound, Beli Saham Marak
Tekanan Jual di Pasar Saham Masih Terjadi
Pasar Saham Masih Rawan Tekanan
Pasar Saham Berpotensi Ramai Aksi Beli

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan melanjutkan penguatan awal pekan ini, seiring potensi pembalikan arah positif (rebound) bursa global maupun regional.

“Pasar saham bakal ramai aksi beli kembali,” ujar Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Senin sore, 2 November 2009.

Dia memproyeksikan, indeks Selasa, 3 November 2009, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.320 dan batas atas (resistance) 2.460.

Pada transaksi Senin, indeks kembali berakhir positif karena bercokol di posisi 2.371,64, naik 3,94 poin (0,16 persen) dari perdagangan Jumat, 30 Oktober 2009, yang menguat 23,67 poin atau 1,00 persen ke level 2.367,70.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 132,68 (0,61 persen) ke level 21.620,19, Nikkei 225 melemah 231,79 poin atau 2,31 persen menjadi 9.802,95, dan Straits Times terkoreksi 3,67 persen (0,14 persen) di posisi 2.647,46.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York, atau Selasa dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones menguat 76,71 poin (0,79 persen) menjadi 9.789,44, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 terangkat 6,69 poin atau 0,65 persen ke level 1.042,88, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq naik 4,09 poin (0,20 persen) di posisi 2.049,20.

Menurut Robin, IHSG berpeluang besar melanjutkan penguatan transaksi kemarin. Sebab, indeks Dow Jones bisa berbalik arah positif karena Dow Future kemarin sore menguat.

Selain itu, kata dia, data inflasi Oktober yang dirilis Badan Pusat Statistik cukup positif, karena lebih rendah dari bulan sebelumnya. “Sisi teknis dan volume yang kembali meningkat juga mendukung penguatan,” tutur Robin.

Bahkan, Robin menambahkan, kekuatan beli pelaku pasar yang mulai terlihat kemarin, karena mereka tenyata tidak mengindahkan indek regional sepertinya akan terjadi lagi pada transaksi hari ini.

Rekomendasi
Robin menyarankan, akumulasi saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), terutama grup Bakrie. “BUMI (PT Bumi Resources Tbk) layak beli, seiring sisi teknis dan fundamental yang menunjukkan penguatan saham,” kata dia.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s