1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

041109 : dataran membentang luas … 4 November 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:17 am

order beli bumi:
2200
—————————— saham lain
order beli adro:
1470
—————————— saham lain
order beli indy:
2025
—————————— saham lain
order beli bbri :
6800
order beli bbri revisi:
6900
… tampaknya KEBIJAKAN SUKU BUNGA BI sedang ditungguin oleh investor, terutama jika berpengaruh terhadap net interest margin dan ekspektasi laba Q4 09 … apalagi sudah pasti ada dividen interim Rp,74 pada pertengahan Desember 09 dengan cum dividen pada 30 November 09 …
order beli bbri revisi:
6850
—————————— saham lain
order beli bnii:
345
—————————— saham lain
order beli trub:
121
order beli trub revisi:
128
order beli trub:
128 full matched
—————————— saham lain
order beli elsa:
290
order beli elsa revisi:
310
order beli elsa:
310 full matched
—————————— saham lain
ihsg_tren3m_031109
… dalam 3 bulan terakhir, ihsg bersinyal beli paling rendah pekan ini, meski pun lom nyampe area jenuh jual … sentimen beli memang maseh lemah, namun angka2 laba emiten dominan tampaknya bakal diintip abis oleh investor yang berusaha meraih MIMPI TERAKHIR dalam 2 bulan terakhir 2009 ini … apalagi tren pemulihan global tampaknya semakin jelas, walau pun cukup berangsur-angsur … batas bawah bollinger bands di 2300 dan medium bb di 2450 akan menjadi pagar2 penghalang tren ihsg pekan ini … bila cicak mulai dilupakan investor, maka 2400 sebagai batas psikologis paling penting November 2009 ini akan diuji berulang-ulang oleh investor sehingga bisa tembus menuju 2450 lage … may gecko be healthy and helpful to the markets …
… ihsg bersinyal beli kuat maseh pada 40 menit buka walau pun sudah mulai turun ke medium bollinger bands di 2345 …
… tampaknya ihsg santai sejenak di medium bollinger bands @ 2345, menantikan sesuatu yang dahsyat terjadi, padahal bursa regional maseh bergairah …
… antm sudah menguat lebih dari 5% atas 2 berita fundamental: harga emas global naek ke rekor 2009 gara2 India beli 200 Ton emas IMF dan antm ditunjuk sebagai pembeli 14% saham NNT … tapi kejadian ini membuat saham2 laen jadi tertekan kenaikannya, terutama pada saham batubara …
… sinyal beli 10 menit terakhir sesi 01 mulai menguat ke 2352, tapi maseh jauh di bawah medium bollinger bands dan sayangnya sudah akan langsung memasuki area jenuh beli …
… 57 menit menuju tutup, ihsg bersinyal beli sedang pada daerah sedikit di atas medium bollinger bands 2358 … sementara batas atas bb di 2368 …
… lage2 ocehan di sebuah kantor yang disiarkan secara nasional MEMPENGARUHI SEMANGAT INVESTOR untuk membeli pada area beli yang lumayan murah … ihsg secara teknikal melemah sekale, selaras dengan sinyal politis di luar gedung bursa bahkan menuju area jenuh jual lage pada saat ihsg di 2355 … 1 menit terakhir situasi senyap di transaksi bener2 mencerminkan suasana hati investor yang kecewa dengan sinyal politis … tapi mungkin 30 detik terakhir terjadi sesuatu … ternyata ihsg ditutup di 2371 … ijo seh …
ihsg_041109
—————————— saham lain
Rabu, 04/11/2009 16:24 WIB

IHSG ‘menghijau’ 1,62% menjadi 2.371,86

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA: Perdagangan saham hari ini ditutup pada level 2.371,86 atau naik 37,75 basis poin (1,62%) dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, yaitu 2.334,94 ditopang oleh saham-saham pertambangan.

BI Rate yang tetap bertengger pada posisi 6,5% tidak banyak memengaruhi penutupan IHSG hari ini.

Volume perdagangan hari ini mencapai Rp4,08 triliun, di mana 151 saham tercatat naik, 39 saham turun dan 204 saham tidak mengalami perubahan.

Saham-saham di sektor pertambangan yuang menjadi penggerak pasar adalah PT Bumi Resources Tbk yang naik Rp175 menjadi Rp2.475, PT Aneka Tambang Tbk naik Rp175 menjadi Rp2.350, saham PT Adaro Indonesia Tbk naik Rp50 menjadi Rp1.560 dan saham PT Indotambang Raya Megah naik Rp1.400 menjadi Rp7.150.

Saham-saham bluechip yang mendorong ‘hijau’-nya IHSG adalah saham Telkom yang naik Rp250 menjadi Rp8.600 dan saham PT Semen Gresik Tbk menjadi Rp7.150.

Adapun, saham-saham yang menunjukkan penurunan adalah PT Unilever Indonesia Tbk menjadi Rp10.200 atau turun Rp100, saham PT Excelcomindo Pratama Tbk menjadi Rp1.750 atau turun Rp100, saham Gudang Garam Tbk turun Rp350 menjadi Rp15.200 dan saham PT United Tractor Tbk menjadi Rp14.500.

Indeks saham di Asia juga menguat, seperti Hang Seng menguat 374,71 poin (1,76%) ke level 21.614,1, Indeks Komposit Shanghai naik 14,31 poin (0,46%) ke level 3.128,54, Indeks KOSPI naik 30,01 poin (1,94%) ke level 1.579,93 dan Indeks Nikkei-225 naik 41,36 poin (0,42%) ke level 9.844,31.

bisnis.com
Rabu, 04/11/2009 12:14 WIB
Sesi Siang
Saham Antam Lincah, IHSG Naik 16 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih konsisten bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi I. Penguatan IHSG ini terjadi beriringan dengan bursa regional.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) semakin gesit setelah pemerintah pusat menunjuk BUMN tersebut untuk mengambil jatah divestasi Newmont. Saham ANTM tercatat naik Rp 175 menjadi Rp 2.350.

Pada perdagangan Rabu (4/11/2009) sesi I, IHSG naik 16,303 poin (0,70%) ke level 2.350,409. Indeks LQ 45 naik 3,269 poin (0,72%) ke level 460,429. Rupiah terpantau stabil di 9.579 per dolar AS.

Bursa-bursa regional mayoritas bergerak menguat, kecuali bursa Tokyo yang melemah tipis setelah kemarin libur.

Indeks Hang Seng naik 346,67 poin (1,63%) ke level 21.586,73.
Indeks Komposit Shanghai naik 18,71 poin (0,60%) ke level 3.132,93.
Indeks Nikkei-225 melemah tipis 6,67 poin (0,07%) ke level 9.796,28.
Indeks Straits Times naik 18,42 poin ke level 2.639,97.

Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi 42.906 kali pada volume 1.403 juta lembar saham senilai Rp 1,329 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 29 saham turun dan 55 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 menjadi Rp 23.200, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.100, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.450, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.375.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 30.05, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 6.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 menjadi Rp 15.000.

(qom/dro)
Rabu, 04/11/2009 09:38 WIB

Saham Asia menguat dimotori perusahaan tambang

oleh : Elsya Refianti

TOKYO (Bloomberg): Mayoritas saham Asia terangkat gain produsen logam karena harga emas yang mencapai rekor membalas penurunan pada perusahaan semikonduktor.

Newcrest Mining Ltd., produsen emas terbesar Australia, mengalami gain 3,3%. Toyota Motor Corp. naik 0,8% di Tokyo setelah harian Yomiuri mengatakan perusahaan itu telah menaikkan rencana produksi global untuk tahun ini. Tokyo Electron Ltd tertekan 4,1%.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi 114,61 pada pukul 10:24 a.m. di Tokyo, dengan empat saham menguat untuk setiap tiga yang melemah.

Indeks itu telah melonjak 62% dari posisi terendah 5 tahun lebih pada 9 Maret lalu di tengah indikasi upaya stimulus pemerintah membantu ekonomi global.

Indeks Nikkei 225 Stock Average bergerak tipis di posisi 9.808,13. Indeks S&P/ASX 200 Australia terangkat 1%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1%.

Toyota naik 0,8% menjadi 3.600 yen, Tokyo Electron tenggelam 4,1% menjadi 4.900 yen, Sumco Corp tertekan 2,8% menjadi 1.665 yen.

Sejumlah saham pada indeks MSCI Asia Pacific bernilai 22 kali estimasi pendapatan, dibandingkan dengan 17 kali pada S&P 500 dan 16 kali di indeks Dow Jones Stoxx 600 Eropa.(er)

bisnis.com
analis pro memprediksikan ihsg sbb :
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung melemah akibat tekanan jual saham sektor pertambangan. Pada perdagangan kemarin, indeks terkoreksi 37,54 poin (1,59%) menjadi 2.334,12.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, tekanan terhadap harga saham pertambangan kemungkinan berlanjut sampai hari ini, menyusul volatilitas harga komoditas di pasar internasional. Selain itu, dalam empat hari terakhir, pergerakan indeks cenderung liar (volatile) dengan kisaran pergerakan sangat lebar.

“Investor sebaiknya melakukan trading jangka pendek pada saham-saham yang memiliki kinerja bagus (bluechips) karena tren indeks belum terlihat jelas,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (3/11).

Dia memproyeksikan, indeks akan bergerak menguji batas support bawah 2.290. Apabila berita positif di pasar cukup kuat, indeks bisa saja melaju menuju batas resistance atas 2.348.

Pada perdagangan kemarin, indeks bergerak pada kisaran cukup lebar dan akhirnya ditutup melemah 1,58% menjadi 2.334,106. Anjloknya indeks bursa regional menjadi pemicu utama penurunan ini. Indeks Nikkei 225 melemah 231,79 (2,31%) menjadi 9.802,95, Hang Seng terkoreksi 380,13 (1,76%) menuju 21.240,06, dan Strait Times turun 23,88 menjadi 2.621,55 (0,90%).

Nilai perdagangan saham BEI mencapai Rp 3,05 triliun dengan volume sebanyak 7,74 juta lot. Sebanyak 49 saham menguat, 155 melemah, 47 ditutup stagnan. Pemodal asing melakukan pembelian saham senilai Rp 708,26 miliar, dengan penjualan mencapai Rp 668,64 miliar.

Sumber : INVESTORINDONESIA
Wall Street Berakhir Mixed, Saham Transportasi Melonjak
Rabu, 04 November 2009 05:35 WIB
(Vibiznews – Index) – Wall Street pada perdagangan hari ini (04/11) berakhir mixed, terutama dipicu oleh saham transportasi yang melonjak dan pelemahan di sektor teknologi. Dow Jones merosot 17.53 poin atau 0.18% ke level 9,771.91; S&P 500 menguat 2.53 poin atau 0.24% ke level 1,045.41; dan Nasdaq menanjak 8.12 poin atau 0.40%, ke level 2,057.32.

Sentimen negatif dialami oleh bursa, terutama sektor teknologi, dipicu oleh Intel yang mendapat downgrade dari Morgan Stanley, dari overweight menjadi equal-weight, serta memangkas outlook industri dari `attractive` menjadi `cautious`. Saham Intel anjlok 2.68% ke level $18.50, diikuti STMicroelectronics merosot 0.37% ke level $7.98.

Saham transportasi melonjak setelah Berkshire Hathaway, perusahaan Warren Buffet memberli Burlington Northern Santa Fe senilai $26 miliar. Saham Burlington sendiri melejit 27.51% ke level $97.00, diikuti saham transportasi lainnya seperti FedEx melejit 2.7% ke level $74.83 dan UPS naik 0.35% ke level $54.20. Saham industrial juga mengalami penguatan tajam setelah solidnya laporan manufaktur di seluruh dunia kemarin, dipimpin oleh Caterpillar naik 1.75% ke level $56.46 dan Deere melejit 1.97% ke level $47.21.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa AS selanjutnya masih berpotensi untuk bergerak mixed, terutama dipicu oleh rilis indikator ekonomi ISM service, persediaan minyak mentah, dan yang paling utama yakni pengumuman suku bunga Fed yang ditunggu-tunggu.

Rinella Putri/RP/vbn
KUARTAL IV-2009 DIPREDIKSI LEBIH BAGUS, Laba Bersih 29 Emiten LQ-45 Tumbuh 11%
03/11/2009 23:50:19 WIB
Oleh Jauhari Mahardhika dan Eva Fitriani

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Sebanyak 29 emiten yang masuk kelompok LQ-45 membukukan laba bersih sebesar Rp 63,1 triliun per kuartal III-2009 atau naik 11,7% dibandingkan periode sama tahun 2008 Rp 56,5 triliun. Pendapatan emiten unggulan yang memiliki saham terlikuid di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu meningkat 4,96% dari Rp 326,94 triliun menjadi Rp 343,15 triliun. Hingga Senin (2/11), 16 emiten lainnya belum mempublikasikan laporan keuangannya per September 2009.

nilai kapitalisasi pasar ke-29 perusahaan itu sudah mewakili 86,05% terhadap total kapitalisasi LQ-45 di BEI senilai Rp 1.467 triliun pada 2 November 2009

Namun, nilai kapitalisasi pasar ke-29 perusahaan itu sudah mewakili 86,05% terhadap total kapitalisasi LQ-45 di BEI senilai Rp 1.467 triliun pada 2 November 2009. Total nilai kapitalisasi bursa dalam negeri tercatat Rp 1.879 triliun. Sedangkan 45 saham blue chips itu mengontribusi 78,07% terhadap nilai kapitaliasi BEI.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memimpin perolehan laba bersih terbesar, yaitu Rp 9,3 triliun atau naik 4,27% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Urutan berikutnya adalah PT Astra International Tbk (ASII) Rp 7,11 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 5,3 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 5,08 triliun. Sedangkan Astra International mencetak pendapatan tertinggi Rp 70,64 triliun. (lihat tabel).

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 411,99% dari Rp 686,5 miliar menjadi Rp 3,51 triliun, dan disusul PT Elnusa Tbk (ELSA) 382,84%,

Namun, dari segi lonjakan laba bersih dialami PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 411,99% dari Rp 686,5 miliar menjadi Rp 3,51 triliun, dan disusul PT Elnusa Tbk (ELSA) 382,84%, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 145,34%. Penurunan laba bersih terendah adalah PT Dharma Henwa Tbk (DEWA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Timah Tbk (TINS).

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, kenaikan laba bersih perseroan seiring pertumbuhan pendapatan sekitar 5,52% dari Rp 44,65 triliun menjadi Rp 47,11 triliun. Pertumbuhan pendapatan berasal dari jasa seluler anak usahanya, PT Telkomsel, yang bertumbuh 15,1% menjadi Rp 21,04 triliun per kuartal III-2009. Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika menyumbang pendapatan sebesar Rp 12,43 triliun.

Rinaldi optimistis, pendapatan Telkom akhir 2009 diestimasi tumbuh satu digit atau di bawah 10% dibandingkan tahun lalu. Laba bersih telekomunikasi terbesar di Tanah Air itu diperkirakan naik di atas 5%. “Kami yakin, kinerja perseroan masih positif,” ujar dia di Jakarta, Senin (2/11).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Hiramsyah S Thaib menargetkan, pendapatan perseroan akhir tahun bisa berada di atas Rp 1 triliun atau meningkat dari tahun lalu. Perusahaan properti milik Grup Bakrie itu bakal meningkatkan perolehan laba kotor. “Kami akan lebih fokus pada produk yang menghasilkan margin tinggi,” tandas dia.

Hingga kuartal III-2009, pendapatan Bakrieland turun sekitar 12,6% menjadi Rp 656,4 miliar dibandingkan periode sama 2008 sebesar Rp 751,3 miliar. Laba bersih perusahaan juga merosot 28,9% dari Rp 133,4 miliar menjadi Rp 94,9 miliar.

Peningkatan kinerja emiten hingga akhir tahun juga disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Achmad Sudarto. Menurut dia, perseroan menargetkan volume penjualan hingga 13,2 juta ton batubara atau tumbuh 3,1% dibanding tahun lalu sekitar 12,8 juta ton. “Tahun depan, kami targetkan pertumbuhan volume penjualan sekitar 15%,” ungkap dia.

Bukit Asam telah membeli 51% saham perusahaan tambang batubara milik Grup Rajawali di Kalimantan Timur senilai US$ 17,5 juta. Akuisisi tambang tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan kinerja perseroan.

Di samping itu, perseroan masih mengincar tambang milik BHP Billiton Ltd di Maruwai, Kalimantan Tengah, sebesar US$ 500 juta. Perseroan akan membentuk konsorsium dan menyiapkan dana akuisisi sekitar Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah mengincar sejumlah proyek migas senilai US$ 125 juta. Dirut Elnusa Eteng A Salam mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun ini sebesar 22% menjadi Rp 3,1 triliun. Bisnis jasa hulu migas akan mengontribusi pendapatan sebesar Rp 2 triliun, jasa hilir Rp 550 miliar, dan sisanya dari pendapatan anak usaha. Laba bersih 2009 diharapkan mencapai Rp 215 miliar, tumbuh 61,65% dibanding 2008 senilai Rp 133,77 miliar.

Cukup Bagus

Sejumlah analis pasar modal mengakui, pertumbuhan emiten LQ-45 hingga kuartal III-2009 cukup bagus. Ke depan, kinerja emiten diperkirakan terus meningkat seiring pemulihan ekonomi global dan Indonesia.

“Hingga September, pertumbuhan emiten lebih banyak ditopang kondisi ekonomi dalam negeri yang positif,” kata Wakil Sekjen Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Pardomuan Sihombing, kemarin.

Namun, menurut dia, pergerakan harga saham emiten LQ-45 terkadang tidak sejalan dengan fundamental. Sebab, investor masih terpengaruh dengan sentimen dari luar negeri. “Mekipun laporan keuangan emiten bagus, kenyataannya indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 4% akhir Oktober,” jelas Pardomuan yang juga kepala riset PT Paramitra Alfa Sekuritas.

Meski demikian, kata dia, investor jangka panjang seharusnya tetap berpatokan pada fundamental ekonomi dan emiten. Pasalnya, kinerja emiten ke depan terus bertumbuh. Beberapa saham yang layak dikoleksi adalah saham-saham blue chips di sektor infrastruktur, komoditas pertambangan, dan perbankan.

Analis PT Jakarta Securities T Hendry Andrean menilai, emiten sektor perbankan menunjukkan, pertumbuhan yang cukup signifikan sepanjang kuartal III-2009. Sektor ini diuntungkan oleh kestabilan tingkat suku bunga bank dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, kata Hendry, emiten sektor infrastruktur, terutama telekomunikasi, juga menunjukkan pertumbuhan. Tetapi, pertumbuhannya di bawah 10%, sehingga kurang menarik bagi investor. Kinerja emiten sektor pertambangan di luar batubara juga melemah, menyusul terkoreksinya harga komoditas di pasar internasional.

Hendry mengakui ada tanda-tanda perbaikan kinerja emiten pada kuartal III-2009 dibandingkan kuartal kedua. Namun, perbaikan itu belum cukup signifikan, sehingga harus dibuktikan pada kuartal IV- 2009.

“Pada kuartal IV, emiten sektor perbankan sepertinya masih akan mencapai pertumbuhan. Kondisi ini diharapkan berdampak positif terhadap harga saham masing-masing emiten,” ujar dia. (c134/yoy)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s