1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

2010, ihsg @ 2007 level … 041109 4 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:13 pm

05/11/2009 – 05:48
Menjelang 2010
Ramalan Ekonomi yang Melegakan
Jagad Ananda

INILAH.COM, Jakarta – Tahun 2010 masih dua bulan lagi. Tapi, berbagai ramalan tentang ekonomi negeri ini sudah bermunculan. Jika IMF begitu pesimistis, ramalan Bank Dunia tentang justru sebaliknya menyegarkan.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, IMF meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya akan mencapai 4,8%. Pernyataan itu langsung ditentang Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Menurut Menkeu, IMF kerap salah dalam meramal.

Contohnya, di semester I yang baru lalu, pertumbuhan ekonomi negeri ini mencapai 4,2%. Sementara lembaga itu hanya memasang target di angka 2,5%. “Yah, namanya juga orang meramal, bisa saja salah,” papar Hatta.

Pantas memang jika dua petinggi ekonomi itu langsung mengeluarkan bantahan. Soalnya, pemerintah sudah memasang target sebesar 5,5% pada APBN 2010. Kabar yang agak melegakan justru datang dari Bank Dunia.

Mereka meramalkan, Indonesia dan Vietnam akan menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Vietnam, pada 2010 diprediksi akan tumbuh 6,5%. Sedangkan pertumbuhan Indonesia diperkirakan bakal mencapai 5,4% alias hanya 0,1% di bawah angka yang dipatok pemerintah.

Pertumbuhan itu sudah termasuk bagus. Paling tidak dibandingkan Malaysia dan Thailand. Karena beberapa permasalahan yang harus dihadapi, ekonomi Malaysia ditaksir akan mengalami penurunan 2,3% dan Thailand 3,4%.

Kabar baik inilah yang tampaknya ditangkap para pakar ekonomi. Sehingga, Adler Manurung, Direktur PT Nikko Securities begitu yakin, tahun depan arus dana investasi yang masuk ke negri ini akan melimpah. Arus itulah yang diperkirakan bakal mendorong indeks harga saham gabungan menyentuh level 2.800. [mdr]

Rabu, 04/11/2009 17:50 WIB
IHSG Bisa Kembali Sentuh 2.800 di 2010
Herdaru Purnomo – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bisa kembali menyentuh level 2.800 di tahun 2010, terutama didorong oleh masuknya investasi asing seiring dengan pemulihan ekonomi global.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Fund Managment PT Nikko Securities Indonesia Adler Manurung dalam diskusi terbatas pasar modal di kawasan Pakubowono, Jakarta, Rabu (04/11/2009).

“Saya rasa IHSG tahun 2010 kisarannya 2.500-2.800,” ujarnya.

IHSG tertinggi menyentuh level 2.810 pada 14 Januari 2008. Sejak itu, IHSG tidak pernah kembali ke level 2.800-an.

Adler mengatakan, kenaikan IHSG tersebut dipengaruhi oleh sentimen inevstasi yang diperkirakan mulai naik pada tahun depan. “Dengan banyaknya investasi yang masuk maka pemerintah tidak akan menaikkan suku bunga sehingga IHSG akan terdongkrak,” ungkapnya.

Adler mengatakan, selain itu dari faktor internal, faktor eksternalnya perekonomian Amerika sudah mulai tumbuh sehingga indikasi kepada pasar saham di Indonesia juga akan kembali meningkat di tahun depan.

Namun Adler mengatakan instrumen investasi di Indonesia akan mengarah kepada surat utang (bond) yang dikeluarkan pemerintah.

“Itu yang paling aman untuk tipe masyarakat tahun depan. Karena masyarakat cenderung tidak mau berisiko besar maka mereka lari kepada bond yang dikeluarkan pemerintah saja,” jelasnya.

Alhasil, lanjut Adler, jika memang pemerintah terus mengeluarkan bond maka subdebt (obligasi subordinasi) ataupun penawaran saham perdana (IPO) oleh beberapa perusahaan dan perbankan akan sulit untuk memperoleh pangsa pasar.

“Yang terjadi nanti, sektor makronya bagus namun mikronya akan menjadi amburadul. Bond oleh sektor swasta tidak akan dilirik investor, karena investor melihat yang aman-aman saja yakni bond pemerintah,” pungkasnya.

(dru/dro)
04/11/2009 – 17:59
Adler: IHSG Berkisar 2010 Kisaran 2.500-2.800
Mosi Retnani Fajarwati

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Direktur Fund Managment PT Nikko Securities Indonesia Adler Manurung memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2010 akan mencapai kisaran 2500-2800.

Demikian disampaikannya dalam diskusi terbatas investasi dan pasar modal, di Jakarta, Rabu (4/11). “Saya rasa IHSG tahun 2010 kisarannya 2.500-2.800,” ujarnya.

Menurutnya, pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi oleh sentimen investasi yang diperkirakan mulai naik tahun depan. “Sentimennya akan ada investasi sehingga pemerintah tidak akan menaikkan tingkat bunga dan IHSG naik,” ujarnya.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG perlahan menunjukkan penguatan meyusul pengumuman suku bunga acuan (BI Rate) yang tetap berada di level 6,5%.

Sementara untuk instrumen investasi yang cocok tahun depan, Adler akan menyatakan masih condong ke obligasi pemerintah karena suku bunga yang ditawarkan masih cukup menggiurkan.

Sedangkan untuk prospek penawaran perdana saham (initial public offering/IPO), right issue, dan subdebt, Adler mengungkapkan, masih belum baik karena adanya kecenderungan investasi ke obligasi pemerintah.[mre/hid]
Pengamat: 2010, IHSG Berpotensi Menuju 2.800
Faktor yang mempengaruhi pergerakan saham tahun depan adalah kemampuan kelola ekonomi.
RABU, 4 NOVEMBER 2009, 17:20 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Enam Saham Eks BES Masuk Perhitungan IHSG
Investor Panik, Saham Unggulan Berguguran
IHSG Terjungkal di Atas 100 Poin
Bapepam: IHSG Turun ke 2.300 Masih Normal
2010, BEI Incar 25 Emiten Baru
Web Tools

VIVAnews – Pengamat ekonomi Adler H Manurung berpendapat indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2010 diprediksi berada di kisaran 2.500-2.800.

Menurut dia, faktor internal yang mempengaruhi pergerakan saham tahun depan adalah kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi.

Sementara itu, posisi menteri koordinator bidang perekonomian masih dipertanyakan pelaku pasar. Terutama terkait kemampuannya mengelola ekonomi.

Menurut dia, saat ini yang harus secepatnya dibereskan adalah kasus
cicak versus buaya yang menjadi sorotan masyarakat. “Jika cicak dan
buaya tidak dibereskan bagaimana mau ngurusin ekonomi,” kata dia di
Jakarta, Rabu 4 November 2009.

Sementara itu, dengan proses pemulihan ekonomi saat ini, harga komoditas dan inflasi meningkat. Hal itu akan menyebabkan kenaikan suku bunga, sehingga pasar modal akan ikut terpengaruh.

“Ada perpindahan portofolio, misalnya pergeseran ke obligasi pemerintah dari saham,” ujarnya.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s