1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

saham islamic index ada bumi tukh … 041109 4 November 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 8:54 am

Wahyu Sidarta
Associate Analyst Vibiz Research Center
Indeks JII; Saham – Saham Berbasis Syariah Memberikan Keuntungan yang Cukup Atraktif
Senin, 02 November 2009 14:37 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Jakarta Islamic Index atau biasa disebut JII adalah salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung indeks harga rata-rata saham untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 Juli 2000. Pembentukan instrumen syariah ini untuk mendukung pembentukan Pasar Modal Syariah yang kemudian diluncurkan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003. Setiap periodenya, saham yang masuk JII berjumlah 30 (tiga puluh) saham yang memenuhi kriteria syariah. JII menggunakan hari dasar tanggal 1 Januari 1995 dengan nilai dasar 100.

Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk melakukan investasi di bursa efek Indonesia. JII menjadi tolak ukur kinerja (benchmark) dalam memilih portofolio saham yang halal.

Perhitungan JII dilakukan oleh BEJ dengan menggunakan metode perhitungan indeks yang telah ditetapkan yaitu dengan bobot kapitalisasi pasar (market cap weighted). Perhitungan indeks ini juga mencakup penyesuaian – penyesuaian (adjustments) akibat berubahnya data emiten yang disebabkan adanya corporate action.

Apa Bedanya JII dengan Indeks Saham Lainnya?

Terdapat beberapa karakteristik saham yang diperdagangkan di BEI. Emiten yang sahamnya tercatat dan diperdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Ada saham yang masuk dalam kategori saham unggulan, sehingga tergabung 45 saham terlikuid (indeks LQ-45) dan ada emiten yang masuk dalam perhitungan Jakarta Islamic Index (JII).

Kendati perhitungan JII dan LQ-45 berbeda, tapi bisa saja saham yang tergabung dalam LQ-45 juga masuk kriteria JII, begitu pula sebaliknya. Saham apa saja yang masuk dalam kriteria JII? Sebagaimana saham yang tergolong LQ-45, saham yang tergabung dalam JII ini juga memiliki kriteria. Bahkan kategori dan kriterianya cukup ketat, sebab yang masuk dalam Jakarta Islamic Index adalah saham-saham yang terbebas dari unsur riba alias harus sesuai syariah.

Intinya saham-saham yang tergabung dalam JII ini adalah saham-saham yang memenuhi unsur syariah. Kalau LQ-45 tidak memperhitungan unsur halal haram, JII memperhitungan hal itu. Karenanya dalam menentukan apakah sebuah saham masuk kategori syariah harus mengikutsertakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Sedangkan IHSG adalah indeks saham gabungan dari seluruh saham–saham yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia), sehingga dapat JII merupakan salah satu indeks turunan dari IHSG.

Saham-saham yang masuk kriteria JII adalah saham-saham yang operasionalnya tidak mengandung unsur ribawi, permodalan perusahaan juga bukan mayoritas dari hutang. Jadi bisa kita katakan bahwa saham-saham yang tergabung dalam JII ini adalah saham-saham yang pengelolaan dan manajemennya terbilang sudah transparan.

Karena itu jangan heran kalau sepanjang keberadaannya, saham-saham syariah yang tergabung dalam JII adalah saham yang memberikan keuntungan cukup atraktif. Dalam penilaian kriteria saham JII atau saham syariah ini, tiap periode selalu berubah. Periode perubahan saham JII adalah enam bulan sekali.

Berikut saham-saham yang termasuk dalam indeks JII periode Juni – November 2009 :

Kinerja Indeks JII Tiga Tahun Terakhir

Pada saat krisis ekonomi global 2008 terjadi, Indeks JII terseret turun dan sempat jatuh ke level terendahnya saat itu di level 166,917 di bulan September 2008. Setelah tumbang, saat ini indeks JII berangsur–angsur kembali menanjak menuju level tertingginya sepanjang sejarah di level 521,433. Sampai pada tanggal 30 Oktober 2009, indeks JII bertengger di posisi 383,665.

Berikut 10 Top Gainer saham – saham indeks JII selama 4 bulan terakhir:

Sektor Pertambangan dan Agrikultur Mendominasi Indeks JII

 

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2010 di kisaran 5-6 persen yang dihitung berdasarkan perekonomian tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi tersebut pastinya akan mendorong kegiatan ekspor dan tentunya impor akan positif lagi, berdampak juga bagi investasi dalam maupun luar negeri. Jika melihat Top Ten JII, sebagian besar didominasi oleh sektor agrikultural dan pertambangan. Hal ini dikarenakan krisis ekonomi global saat ini telah membuat harga – harga komoditi terus melonjak, seperti minyak mentah yang sempat menyentuh kisaran US$80/barel atau US$0,504/liter (Rp. 4.700,-/liter). Harga emas pun saat ini diperdagangkan pada kisaran harga US$34/gram (Rp. 320.000,-/gram).

Seiring dengan harga minyak, harga komoditi lainnya diperkirakan masih akan terus menanjak tinggi, terutama saat ini yang menjadi “selebritis” tanah air maupun global adalah minyak kelapa sawit dan batu bara. Kedua komoditi tersebut merupakan salah satu ekspor utama Indonesia, yang dimana cukup diminati oleh negeri asing.

Salah satu saham yang saat ini sangat diminati investor asing maupun lokal adalah saham PT. BUMI Resources Tbk. Bidang usaha utama dari BUMI adalah pertambangan, terutama komoditi batu bara. Seiring dengan kenaikan harga minyak, harga komoditi lain seperti batu bara juga akan ikut naik, sehingga potensi perusahaan ini untuk terus meraup keuntungan sangatlah besar.

Sampai pada 30 Oktober 2009, harga saham BUMI berada pada kisaran 2500-an, terseret turun dari harga tertingginya saat ini di 3475 yang dicapai pada 24 Oktober 2009 lalu. Saham BUMI sendiri sejak awal Maret 2009 sudah naik signifikan 650% dari level 400-an ke level Rp 3.000. Karena itu, sangat wajar jika pelaku pasar asing masih melakukan aksi profit taking. Ini harus dicermati investor karena tidak dapat dipungkiri bahwa struktur pasar Indonesia masih didominasi oleh asing.

Dalam laporan kuartal III-2009 yang akan diumumkan 30 November 2009 mendatang, . PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan produksi sebesar 70 metrik ton pada kuartal tersebut, sekaligus merupakan pencapaian tertingginya. Sementara harga rata-rata batubara pada kuartal III-2009 mencapai US$60/ton. Kondisi ini merupakan potensi yang besar untuk bisa meningkatkan penjualannya di kuartal IV-2009 nanti.

PT. BUMI Resources Tbk dinilai masih banyak ruang untuk melakukan ekspansinya, maka saham BUMI saat ini masih sangat layak untuk dikoleksi untuk investasi jangka panjang, apalagi aksi profit taking yang terjadi di bursa saham Indonesia saat ini membuat saham BUMI kembali ke harga yang cukup murah.

(Wahyu Sidarta/WS/vbn)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s