1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

051109 ditutup dengan OOW… 5 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:46 pm

Investor Ramai-ramai Berburu Untung
Kamis, 05 November 2009 | 16:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Para investor di lantai bursa dalam negeri merealisasikan keuntungan yang sudah diperoleh setelah beberapa harga saham unggulan naik yang membuat indeks harga saham domestik terkoreksi.

Analis dari PT Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing, menjelaskan investor melepas portofolio sahamnya setelah indeks saham domestik kemarin mengalami kenaikan untuk mengantisipasi keputusan hasil sidang Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat. “Ternyata sesuai ekspektasi pasar. Suku bunga The Fed dipertahankan di level 0,25 persen,” katanya.

Prospek ekonomi negeri Abang Sam yang belum menggembirakan di tengah kecemasan tingginya tingkat pengangguran, serta bursa regional yang juga melemah, turut menekan laju indeks. Laporan keuangan yang sudah diantisipasi sebelumnya membuat para investor cenderung melakukan aksi ambil untung. “Sehingga indeks ditutup sedikit melemah,” ucapnya.

Walhasil pada perdagangan Kamis (5/11) ini indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup turun tipis 4,642 atau 0,2 persen ke level 2.367,214 dibandingkan posisi kemarin yang berada di posisi 2.371,856.

Sebanyak 116 saham harganya turun, dan hanya 65 saham yang naik, serta 63 saham tidak mengalami perubahan harga. Saham yang berpindah tangan sebanyak 3,25 miliar unit senilai Rp 2,78 triliun dengan frekuensi kurang dari 58 ribu kali. Investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp 8,43 miliar.

Saham-saham yang mengganjal penguatan indeks antara lain: Bumi Resources mengalami koreksi Rp 100 per saham menjadi Rp 2.375, Astra International jatuh Rp 400 menjadi Rp 29.800, PTBA turn Rp 100 menjadi Rp 14.450, United Tractor surut Rp 150 menjadi Rp 14.350, Bank Mandiri melemah Rp 100 menjadi Rp 4.550, serta Antam sahamnya melorot Rp 50 per saham menjadi Rp 2.300.

Untuk akhir pekan besok, Pardomuan memproyeksikan indeks harga saham akan cenderung turun dan bakal mengikuti tren bursa regional serta harga komoditas, dan bergerak di kisaran 2.300 hingga 2.400.

VIVA B. KUSNANDAR

05/11/2009 – 16:12
Oow! IHSG Lagi-Lagi Ditutup Turun 4,65 Poin
Wahid Ma’ruf

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Kamis (5/11) ditutup turun 4,65 poin (0,2%) ke level 2.367,21 karena terpengaruh bursa regional yang negatif meskipun tidak setajam sesi I.

Hal itu dikatakan pengamat pasar modal Deni Hamzah kepada INILAH.COM Kamis (5/11). “Investor masih melakukan aksi ambil untuk dan wait and see karena bursa regional masih negatif,” katanya.

Koreksi masih terjadi pada saham unggulan karena saat ini lebih banyak saham lapis 2 dan lapis 3 yang aktif ditransaksikan investor.

Volume perdagangan mencapai 3,1 miliar unit saham senilai Rp2,5 triliun dengan 65 saham naik, 116 saham turun serta 63 saham stagnan. Untuk LQ45 turun 0,9 poin ke 464,24 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,7 poin ke 383,24.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Bristol-Myers Squibb Indonesia (SQBI) naik Rp11.000 ke Rp6.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp900 ke Rp16.100, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp250 ke Rp7.200, Semen Gresik (SMGR) naik Rp200 ke Rp7.350, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp150 ke Rp9.700, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp100 ke Rp11.450, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp100 ke Rp8.700, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp50 ke Rp7.650.

Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII) turun Rp400 ke Rp29.800, United Tractors (UNTR) turun R150 ke Rp14.350, Bumi Resources (BUMI) turun Rp100 ke Rp2.375, Alfa Retalindo (ALFA) turun Rp100 ke Rp3.100, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp100 ke Rp4.550, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 ke Rp9.900, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp100 ke Rp14.450. [hid/cms]
05/11/2009 – 16:57
Penutupan IHSG
Bakrie-Tambang Rontokkan Bursa
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – IHSG gagal bertahan di zona positif, dipicu deraan aksi ambil untung investor dan melemahnya bursa regional Asia. Rontoknya saham Bakrie 7 pun menambah tekanan.

Pada perdagangan Kamis (5/11), IHSG  ditutup melemah 4,642 poin (0,20%) ke level 2.367,214. Indeks LQ 45  juga melemah 0,899 poin (0,19%) ke level 464,243 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 1,779 poin ke posisi 383,758.

Bursa saham Indonesia dibuka langsung melemah sebesar 0,47% ke level 2.360 dan sempat mencicipi level positif sebelum akhirnya konsisten melemah hingga penutupan perdagangan. Pada sesi siang bertengger di angka 2.362 dan ditutup di angka 2.367.

Viviet S Puteri, analis pasar modal dari Anugerah Securindo mengatakan, IHSG melemah seiring koreksi bursa regional dan mixednya bursa Wall Street. Investor melakukan aksi profit taking, setelah kemarin indeks saham naik signifikan. “Mereka memanfaatkan momentum pelemahan bursa kawasan untuk profit taking,” katanya, Kamis (5/11).

Beberapa sentimen positif seperti keputusan BI rate mempertahankan BI rate di 6,5% serta aksi The Fed yang menahan suku bunganya di level rendah 0-0,25%. tidak banyak mengangkat pasar. “Para pelaku pasar masih wait and see sambil menunggu momentum terbaik untuk kembali masuk pasar,” ujarnya.

Semua sektor saham bergerak variatif, dengan sektor tambang anjlok terbesar mencapai 1,7%, perdagangan 1,3%, aneka industry 1,02%, property 0,4%, dan perkebunan turun 0,2%. Sedangkan sektor infrastruktur dan konsumsi naik 0,6%, industri dasar menguat 0,5%, finansial 0,2% dan manufaktur 0,04%.

Saham grup Bakrie terpantau cukup aktif diperdagangkan dan mengkontribusi penurunan bursa domestik cukup signifikan. Saham Bumi Resources (BUMI) memimpin koreksi, dengan Rp753 miliar, atau 27% dari total perdagangan hari ini. Adapun BUMI ditutup turun Rp 100 (0,04%) menjadi Rp 2.375.

Sedangkan saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp5 (0,05%) menjadi Rp94, Energi Mega Persada (ENRG) melemah Rp20 (0,062%) ke level Rp305, dan Bakrie Sumatra (UNSP) turun Rp10 (0,05%) ke level Rp680.

Demikian pula PT Bakrieland Development (ELTY) yang turun Rp10 (0,034%) ke level Rp280, PT Bakrie Telecom (BTEL) turn Rp2 (0,016%) ke Rp120 dan PT Darma Henwa (DEWA) melemah Rp3 (0,018%)ke Rp166.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebanyak 3.250 juta lembar saham, senilai Rp 2,779 triliun dengan frekuensi 57.640 kali. Sebanyak 65 naik, 116 saham turun dan 63 saham stagnan.

Emiten-emiten yang membukukan pelemahan antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 29.800, PT United Tractor (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 14.350, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.550, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 menjadi Rp 14.450, dan PT Alfa Reatilindo (ALFA) melemah Rp100 ke Rp3.100.

Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain PT Bristol-Myers Squibb Indonesia (SQBI) menguat Rp11.000 ke level Rp66.000, PT Gudang Garam (GGRM) menanjak Rp900 ke posisi Rp16.100, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp250 menjadi Rp7.200, PT Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8,700, PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.350, dan PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 menjadi Rp 16.100.

Bursa-bursa regional mayoritas juga melemah, kecuali bursa China, dimana indeks Komposit Shanghai naik 26,52 poin (0,85%) ke level 3.155,05. Sedangkan indeks Hang Seng  melemah 135,69 (0,63%) ke level 21.479,08, indeks Nikkei-225 melemah 126,87 poin (1,29%) ke level 9,717,44, dan indeks Straits Times  turun 16,04 poin ke level 2.632,6.

Bursa-bursa Eropa juga dibuka melemah, indeks FTSE 100 turun 0,42%, DAX 30 melemah 0,72% dan CAC 40 melemah 0,97%. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s