1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

order transaksi saat VIRUS2 menyelinap, siap2 vaksin dah … 051109 5 November 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 9:04 am

order beli bnii :
345
… seketika info detik.com tentang the aligator menyebar, IHSG LANGSUNG UPSIDE KE POSITIF IJO 2373 …
… di tvone seorang analis pro bilang: ADA KAITAN KASUS CICAK VERSUS BUAYA DENGAN SENTIMEN ASIENK DI BURSA SAHAM INDO …
————————– saham lain
order beli elsa:
310
order beli elsa:
310 full matched
order jual elsa:
315
order beli elsa:
305
————————– saham lain
order beli trub:
126
order beli trub:
126 full matched
order beli trub tambahan:
125
order beli trub tambahan:
125 full matched
order jual trub:
127
order jual trub tambahan:
126
————————– saham lain
order beli adro:
1520
order beli adro revisi:
1540
order beli adro:
1540 full matched
order beli adro tambahan:
1520
order beli adro tambahan:
1530
order beli adro:
1530 full matched
order jual adro:
1540
order jual adro:
1540 full matched
————————– saham lain
order beli bbri:
6950
order jual bbri:
7150
order jual bbri:
7150 full matched
————————– saham lain
order beli bumi:
2350
————————– saham lain
… 70 menit jelang jeda, ihsg memberi sinyal beli melemah ke ekuilibrium beli dan jual di 2360, sedangkan medium bollinger bands di 2363 … sedangkan batas atas bollinger bands di 2375 … ekspektasi mantul naek seperti sesaat setelah breaking news soal kejatuhan raja kali ternyata bener2 cuma sesaat karena banyak virus fundamental yang menjalar di pasar … tapi fenomena kemarin sesaat sebelum bursa ditutup patut disimak oleh investor juga, yaitu melesat di detik2 terakhir … well, liat aja dah …
… 30 menit ke tutup, ihsg bersinyal beli kuat menuju ke batas atas di 2365 … jika sama sekali tidak melewati batas itu berbalik ke medium bollinger bands 2360 berarti ihsg tampaknya terganggu oleh sentimen regional … namun yang paling menarik jika ihsg ditutup di sekira 2370 berarti doji lage di ihsg yang menimbulkan ketidakpastian ke arah bearish lage …
————————– saham lain

Kamis, 05/11/2009 10:07 WIB

Susno Duadji dan Abdul Hakim Ritonga mundur

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga dan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji di Mabes Polri mengundurkan diri.

Kapolri Komisaris Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan bahwa Susno telah mengajukan pengunduran diri dan ada pengumuman di Mabes Polri hari ini.

Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga dan Kabareskrim Komnjen Susno Duadji di Mabes Polri mengundurkan diri.

“Bukan main copot-copt tapi kita semua ini pakai prosedur. Akan ada pengumuman pengunduran diri di Mabes Polri,” kata Kapolri di Istana Negara sebelum rakor polkam di Istana Negara, Jakarta, hari ini, seperti yang disiarkan oleh stasiun televisi.

Pernyataan Kapolri disampaikan menjawab pertanyaan wartawan tentang nasib Komjen Susno Duadji.

Skandal Anggodo Widjojo menyebabkan petinggi di Mabes Polri dan Kejagung mengundurkan diri. Selain Komjen Susno Duadji, Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga juga menyatakan mundur.

Sementara itu, pengunduran diri Ritonga yang namanya tersebut di rekaman Anggodo disampaikan Jaksa Agung Hendarman Supandji di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

Jaksa Agung menyatakan bahwa Ritonga telah menyatakan mengundurkan diri secara lisan kemarin. “Pagi ini surat resmi pengunduran dirinya akan diberikan ke pada saya,” katanya. (ln)

bisnis.com

Kamis, 05/11/2009 09:53 WIB
Komjen Susno Duadji Mengundurkan Diri
Suhendra – detikNews

2 Peserta Mogok Makan Pingsan
Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan akan ada pengumuman pengunduran diri Komnjen Susno Duadji di Mabes Polri hari ini.

“Bukan main copot-copt semua pakai prosedur. Akan ada pengunduran diri di Mabes Polri,” kata Kapolri di Istana Negara sebelum rakor polkam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/11/2009). Pernyataan Kapolri disampaikan menjawab pertanyaan wartawan tentang nasib Komjen Susno Duadji.
(Rez/nrl)
————————– saham lain
Kamis, 05/11/2009 16:12 WIB
IHSG Lesu, Terpangkas 4 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu dengan nilai transaksi yang tipis. Saham-saham bergerak sangat perlahan mengikuti bursa regional yang juga sedang dilanda keragu-raguan.

Investor tidak terlalu bersemangat setelah Bank Sentral AS memutuskan untuk menahan suku bunga rendahnya di kisaran 0-0,25% dalam waktu yang lebih lama. Kebijakan The Fed dinilai tidak ada yang baru.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung memerah dan sempat mencicipi level positif sebelum akhirnya konsisten melemah hingga penutupan perdagangan.

Pada perdagangan Kamis (5/11/2009), IHSG akhirnya ditutup melemah 4,642 poin (0,20%) ke level 2.367,214. Indeks LQ 45 juga melemah 0,899 poin (0,19%) ke level 464,243.

Bursa-bursa regional mayoritas juga melemah, kecuali bursa China.

Indeks Hang Seng melemah 135,69 (0,63%) ke level 21.479,08.
Indeks Nikkei-225 melemah 126,87 poin (1,29%) ke level 9,717,44.
Indeks Komposit Shanghai naik 26,52 poin (0,85%) ke level 3.155,05.
Indeks KOSPI melemah 27,69 poin (1,75%) ke level 1.552,24.
Indeks Straits Times turun 16,04 poin ke level 2.632,6.

Bursa-bursa Eropa juga dibuka melemah, indeks FTSE 100 turun 0,42%, DAX 30 melemah 0,72% dan CAC 40 melemah 0,97%.

Perdagangan berjalan sangat tipis dengan frekuensi di seluruh pasar hanya 57.640 kali pada volume 3.250 juta lembar saham senilai Rp 2,779 triliun. Sebanyak 65 naik, 116 saham turun dan 63 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 250 menjadi Rp 7.200, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8,700, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.350, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 menjadi Rp 16.100.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 29.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 14.350, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.375, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.550, PTBA turun Rp 100 menjadi Rp 14.450.

(qom/qom)
Sesi I Tutup
IHSG Terkoreksi Tipis
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif seperti indeks Hang Seng dan Nikkei 225.
KAMIS, 5 NOVEMBER 2009, 12:12 WIB
Antique

Penutupan Bursa (Antara/Fanny Octavianus)
BERITA TERKAIT
Sentimen Positif Gerakkan IHSG
Sentimen Negatif Asia Picu IHSG Turun
Sentimen Negatif Global Picu IHSG Tetap Turun
IHSG Kembali Bercokol di Level 2.400
Meski Masih Anjlok, IHSG Mulai Pulih
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih bercokol di teritori negatif sejak transaksi pagi tadi. Sentimen negatif bursa regional dinilai menjadi katalis pelemahan.

Menurut riset PT Reliance Securities Tbk yang diterima VIVAnews hari ini, pelemahan IHSG pada perdagangan kali ini terpicu reaksi dingin dari bursa regional yang mengkhawatirkan masih melambatnya pemulihan (recovery) ekonomi dunia.

Indeks akhir sesi I Kamis, 5 November 2009, turun 9,37 poin (0,40 persen) ke level 2.362,51, dari awal transaksi pagi tadi yang melemah 8,73 poin (0,37 persen) di posisi 2.363,13.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,48 miliar dan volume tercatat 3,97 juta lot, dengan frekuensi 32.297 kali. Sebanyak 48 saham menguat, 104 melemah, 53 stagnan, serta 261 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham papan atas (blue chips) yang melemah cukup besar antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 250 (0,82 persen) di posisi Rp 29.950, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi Rp 125 atau 5,05 persen menjadi Rp 2.350, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp 100 (0,68 persen) ke level Rp 14.450.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 196,46 poin (0,91 persen) di posisi 21.418,31, Nikkei 225 terkoreksi 134,19 atau 1,36 persen menjadi 9.710,12, dan Straits Times melemah 13,15 poin (0,50 persen) ke level 2.635,49.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.490 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.497/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Saham Unggulan Keok, IHSG Dibuka Terkoreksi
Kamis, 5 November 2009 – 09:32 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi pagi dibuka melemah. Pergerakan bursa di kawasan regional yang mixed serta minimnya sentimen positif, memberi imbas negatif terhadap saham-saham unggulan.

Indeks saham pada perdagangan Kamis (5/11/2009) pagi turun 10,202 poin atau setara 0,43 persen ke level 2.36,654. Sementara itu indeks LQ45 melemah 2,358 poin ke posisi 462,784 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 2,204 poin ke posisi 383,398.

Sementara itu, nilai perdagangan dibuka sebanyak 28,3 juta lembar saham senilai Rp39,5 miliar. Sedangkan total frekuensi mencapai 418 kali transaksi. Terdapat 11 saham yang menguat, 71 melemah, dan 40 stagnan.

Sedangkan saham yang dibuka menguat atau top gainer, hanya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp100 ke Rp23.700, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menguat Rp50 menjadi Rp7.200.

Saham-saham yang dibuka melemah atau top loser, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terkoreksi Rp200 ke Rp15.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp100 ke posisi Rp14.450, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp100 ke Rp21.400, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 ke posisi Rp30.100.

Sementara, bursa regional bergerak mixed, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 113,63 poin atau setara 1,15 persen ke posisi 9.730,68, indeks Shanghai Composite di China menguat 17,311 poin ke posisi 3.145,848, dan indeks Hang Seng jeblok 155,97 poin ke posisi 21.458,8. Begitu pula indeks Seoul Composite turun 20,08 poin ke level 1.559,85. (css)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menguat berkat saham-saham tambang dan sektor semen. Melonjaknya harga emas memberi kontribusi dorongan bagi penguatan saham-saham tambang.

Pada perdagangan Rabu (4/11/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat 37,750 poin (1,62%) ke level 2.371,856. Indeks LQ 45 naik 7,982 poin (1,75%) ke level 465,142. IHSG bergerak menguat seirama dengan bursa-bursa regional lainnya.

Namun bursa-bursa utama dunia kembali lesu setelah Bank Sentral AS mengambil langkah yang tidak mengejutkan dengan memperpanjang suku bunga rendah di kisaran nol hingga 0,25%.

Keputusan itu membuat saham-saham di Wall Street bergerak gamang. Pada perdagangan Rabu (4/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 30,23 poin (0,31%) ke level 9.802,14. Indeks Dow Jones sempat naik hingga 156,13 poin atau 1,6% sebelum akhirnya surut oleh derasnya aksi jual pada setengah jam terakhir perdagangan.

Bursa Tokyo pun memulai perdagangan hari ini dengan pelemahan. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 40,81 poin (0,41%) ke level 9.803,50.

Virus-virus kelesuan itu akan menjangkiti perdagangan di Bursa Indonesia pada Kamis (5/11/2009) ini. IHSG pun diprediksi akan kembali bergerak variatif dengan volume perdagangan yang tidak terlalu besar.

Sumber: detikcom

IHSG Bakal Bergerak Flat
Kamis, 5 November 2009 – 08:32 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Pengumuman tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang tetap dipertahankan di 6,5 persen, yang sesuai dengan ekspetasi, menjadi sentimen positif bagi pasar.

Walau demikian, kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) nampaknya masih akan bergerak datar (flat) karena pasar dinilai akan spekulatif.

“Investor masih spekulatif,” kata analis pasar modal dari Indomitra Securities David Ferdinandus, di Jakarta, Kamis (5/11/2009).

Menurutnya, tren menurunnya indeks membuat investor akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) jika naik walau hanya sedikit saja. “Tapi memang akan cenderung naik,” jelasnya.

Menurutnya, indeks akan berada dalam kisaran support resistance di kisaran 2.330-2.400 pada perdagangan hari ini. Sementara untuk saham, dia mengatakan, jika saham dari komoditas khususnya energi cukup layak untuk dikoleksi, begitu juga dengan tujuh saham milik Bakrie.

Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities memproyeksikan masih akan berkonsolidasi di support resisintance 2.330-2.400, yakni dengan kecenderungan untuk testing resistance.

Sebelumnya, indeks pada perdagangan kemarin, Rabu (3/11/2009) naik 37,75 poin atau setara 1,62 persen ke level 2.371,856. Di mana pergerakan saham seluruh sektor mengalami penguatan. Seperti sektor konsumer naik tipis 0,58 poin, serta sektor perbankan yang meguat tipis 1,44 poin.(rhs)

Kamis, 05/11/2009 08:32 WIB

TLKM, ISAT, JSMR, PTBA dan BMRI bakal jadi market movers

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Saham-saham blue chip, yaitu TLKM, ISAT, JSMR dan PTBA diproyeksikan akan menjadi penggerak pasar, sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger pada level hijau, yaitu 2.400 pada hari ini.

Kepala riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan tipisnya kenaikan IHSG hari ini terkait dengan minimnya sentimen positif yang diharapkan pasar.

Meski The Fed mempertahankan kebijakan stimulus untuk mendukung perekonomian yang masih rentan dari resesi.

Bank Sentral AS itu memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya di kisaran 0%-0,25%. Bank Indonesia juga masih mempertahankan level suku bunga pada posisi 6,5%. Saham Bank Mandiri (BMRI) hari ini juga diperkirakan naik terkait dengan rencana perseroan menerbitkan obligasi dan ekspansi bank terbesar itu.

Penutupan perdagangan saham kemarin mencapai 2.371,86, meski demikian IHSG hari ini juga masih dibayangi oleh aksi profit taking yang terus berlanjut. Perdagangan saham di bursa regional hari ini akan bergerak mixed.

“Harga komoditas dan minyak naik. Meski demikian, perlu diwaspadai aksi profit taking yang masih akan terjadi. Pelaku pasar tampaknya mulai investasi jangka pendek karena kondisi dalam negeri yang menghangat terkait kasus KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi],” kata Pardomuan, pagi ini.

Saham ANTM kemungkinan terkena sentimen negatif, akibat pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang menyatakan bahwa ANTM tidak akan menjadi pemimpin dalam pengambilan saham dalam divestasi PT Newmont Nusa Tenggara.

“Pasar justru mengharapkan pemerintah daerah bekerja sama dengan BUMN dalam mengambil saham Newmont. Tidak ditunjuknya BUMN dalam divestasi itu dapat menjadi sentimen negatif,” tuturnya.

bisnis.com
05/11/2009 – 06:42
Prediksi IHSG
Cermati Batubara & Perbankan
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pada Kamis (5/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi menguat. Sederet saham bisa menjadi pilihan di antaranya PTBA, ADRO, BUMI, BMRI dan BBNI.

Analis pasar modal, Julius Sianipar mengatakan, IHSG masih berpeluang menguat seiring dipertahankannya suku bunga Bank Indonesia (BI) di level 6,5%. Menurutnya, dalam jangka pendek sebenarnya rupiah bisa terdepresiasi karena ada trend penguatan dolar.

“Namun karena BI mempertahankan suku bunga, maka koreksi rupiah menjadi terbatas. IHSG pun berpeluang menguat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Sedangkan IHSG, secara teknikal sudah mencapai fair value sehingga kenaikan-kenaikan yang terjadi tidak banyak lagi. Pola yang berlaku adalah konsolidasi. Ini berarti, bila IHSG terkoreksi hingga 2.200, maka akan ada trend penurunan. “Namun, support di level 2.200 cukup kuat sehingga kalaupun menguat, tidak terlalu banyak,” ucapnya.

Julius menuturkan, saat ini kenaikan indeks sudah merefleksikan hampir seluruh faktor-faktor positif fundamental ekonomi Indonesia. Termasuk kinerja emiten, angka pertumbuhan ekonomi, meningkatnya cadangan devisa, angka BI rate, serta inflasi rendah hingga akhir tahun.

“Bahkan, inflasi diperkirakan akan tetap di bawah 4%, sehingga BI mempertahankan suku bunga di level saat ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Di sisi lain, lanjut Julius, investor masih terus berspekulasi mengenai naiknya harga komoditas, dipimpin harga minyak mentah. Ekspektasi terhadap pulihnya perekonomian Amerika ikut mendongkrak harga. “Hal tersebut merupakan dorongan yang cukup kuat untuk IHSG, terutama saham berbasis komoditas,” ulasnya.

Untuk trading harian, imbuhnya, investor sementara ini bisa memanfaatkan naik turunnya indeks dengan buy on weakness. Tapi untuk jangka menengah bisa mulai akumulasi saham, dengan ekspektasi pemulihan dunia mulai awal 2010. Jika ditambahkan dengan permintaan komoditas yang tinggi dan harga komoditas ikut naik, saham sektor ini pun bisa mulai dikoleksi.

Untuk saham berbasis energi, saham sektor batubara menjadi pilihan. Hal ini terkait ekspektasi pemulihan dengan permintaan yang cukup kuat, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri.

Saham pilihannya PT Bukit Asam (PTBA), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Bumi Resources (BUMI). “Saham ini masih berpeluang menguat. Ada kenaikan harga jangka pendek, meski tak ada permintaan global sekalipun,” imbuhnya.

Terjadinya pemulihan ekonomi juga membuat sektor perbankan direkomendasikan. Hal ini mendorong naiknya permintaan kredit dari industri, seperti kredit modal kerja. Antisipasi pemulihan ini juga didukung peningkatan modal sejumlah bank agar bisa mulai mengeluarkan kredit.

“Bank yang menarik adalah yang telah meningkatkan modal obligasi subordinasi dan global bond, seperti Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI),” paparnya.

Pada perdagangan Rabu (4/11), IHSG ditutup menguat 37,75 poin (1,62%) ke level 2.371,856. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi 4,304 miliar saham, senilai Rp 3,130 triliun dengan frekuensi 90.285 kali. Sebanyak 163 saham naik, 45 saham turun, dan 40 stagnan.

Sektor pertambangan memimpin penguatan saham, dengan melonjak hingga 83,229 poin. Hal ini dipicu naiknya harga minyak dunia ke level US$ 79 per barel. Beberapa saham yang menguat antara lain PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.400 menjadi Rp 13.600, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 175 menjadi Rp 2.350, PT Bumi Resources (BUMI) naik Rp 175 menjadi Rp 2.475.

Sedangkan saham dari grup Bakrie melesat tajam dan mendominasi pergerakan bursa. Terutama setelah sebelumnya tergerus oleh berita-berita negatif seputar aksi korporasi perseroan. Saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) naik 10 poin (11,23%) ke level Rp 99, dan PT Energi Mega Persada (ENGR) menguat Rp 45 (16,07%) menjadi Rp 325.

PT Bakrieland Development (ELTY) naik 16,07% menjadi Rp 325, PT Darma Henwa (DEWA) naik 6,29% ke Rp 169, PT Bakrie Telecom (BTEL) naik 6,09% ke Rp 122 dan PT Bakrie Sumatra (UNSP) naik 4,55% ke Rp 690,

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Excelcomindo Pratama (EXCL) terkoreksi Rp350 ke posisi Rp15.200, PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 15.200, PT United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 14.500, PT Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 10.200, PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) turun Rp70 menjadi Rp1.400, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 6950, dan PT Astra International (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 30.200. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s