1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pasar memang WAJIB TERATUR … 051109 5 November 2009

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 7:30 am

Rabu, 04/11/2009 11:20 WIB

Menanti gebrakan hukum di pasar modal

oleh : Pudji Lestari

Anil Kumar terkejut dan jatuh pingsan ketika sejumlah pejabat federal AS datang ke rumahnya di California dan menangkapnya dengan tuduhan konspirasi dan penipuan efek, surat berharga. Pria berusia 51 tahun itu sempat mendapat perawatan medis sebelum dikirim ke bui pada 23 Oktober 2009.

Belakangan dia mengaku kaget dan membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Anil adalah salah seorang mitra dan direktur di McKinsey & Co, perusahaan konsultasi manajemen global yang memiliki klien perusahaan kenamaan di AS termasuk yang bergerak di bidang teknologi informasi.

Dia dituduh berkonspirasi dengan memberikan informasi nonpublik kepada Raj Rajaratnam, pemilik pengelola dana Galleon Group, yang banyak fokus pada saham teknologi.

Pada hari yang sama, Rajaratnam juga diciduk dari apartemen mewahnya di Sutton Place, yang terletak di bagian Upper East Side, Manhattan, pada pukul 06.00 dengan tangan terborgol. Empat orang lainnya termasuk petinggi IBM dan eksekutif di Intel Corp juga ikut ditahan atas tuduhan serupa, yang di pasar modal populer dengan sebutan insider trading.

Berbekal informasi dari tersangka lainnya itu, Galleon milik Rajaratnam bisa mengeruk keuntungan di pasar dengan menjual atau membeli saham lebih dulu sebelum perusahaan di Wall Street mengumumkan rencana aksi korporasinya. Ini membuat Galleon bisa bertahan pada saat krisis dan bahkan mampu memberi keuntungan sebesar US$3,7 miliar kepada para klien yang memercayakan dananya dikelola hedge fund itu.

Salah satu informasi orang dalam menguntungkan yang disebut dalam dokumen tuntutan, yang disiapkan federal, adalah rencana akuisisi Hilton Hotels oleh Blakstone Group senilai US$26 miliar atau setara dengan Rp247 triliun (asumsi US$1=Rp9.500). Rajaratnam meraup untung hingga US$4 juta (Rp38 miliar) dari kenaikan harga saham Hilton sebelum rencana akuisisi diumumkan ke publik pada Juli 2007.

Informan yang membocorkan rencana transaksi ini diduga adalah mantan analis junior di Moody’s Investors Service bernama Deep Shah, masih buron. The Wall Street Journal menulis analis junior berusia pertengahan 20-an itu sudah pulang kampung ke India jauh sebelum jaksa penuntut umum Preet Bharara mengungkap kasus ini.

Bharara, yang baru dipromosikan mengepalai kantor kejaksaan distrik selatan New York dalam tempo kurang dari 12 minggu, mengungkapkan timnya bersama dengan FBI dan Securities and Exchange Commission (SEC) telah menyadap telepon pembicaraan antara Rajaratnam sejumlah saksi yang bersedia bekerja sama dalam membongkar kasus ini selama lebih dari 2 tahun lalu.

Padahal, penggunaan penyadap yang diizinkan pengadilan ini biasanya hanya digunakan untuk mengusut gembong mafia dan obat terlarang. Penggunaan penyadap dalam kasus ini menjadi gebrakan baru dalam membongkar kasus insider trading yang diklaim terbesar dalam dua dekade terakhir, sejak Ivan Boesky dipenjarakan untuk kasus serupa pada 1988.

Dalam sejarah, tidak sedikit tersangka yang berhasil melenggang keluar setelah pengadilan gagal membuktikan orang-orang yang terlibat memang mempunyai perjanjian untuk tidak membocorkan informasi yang diperolehnya untuk kepentingan transaksi saham.

Lagipula, informasi adalah komoditas paling penting di pasar modal. Sepanjang tidak ada perjanjian kerahasiaan yang disepakati, pengadilan tak dapat menjeratnya ke dalam bui.

Denda pasar modal
Kasus lonjakan harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)
PGN Rp35 juta
Direksi PGN Rp5 miliar
Kasus lonjakan harga saham PT Agis Tbk
Manajemen Rp6 miliar
15 Sekuritas Rp5,3 miliar

Sumber: Bapepam-LK

Kasus di Indonesia

Berkaca pada kasus Rajaratnam, belum pernah ada kasus insider trading yang pernah dimejahijaukan di Tanah Air. Sejak 2007, Bapepam-LK masih melanjutkan pemeriksaan terhadap indikasi adanya perdagangan saham berdasarkan informasi orang dalam PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan pihak yang terkait dengan transaksi oleh anggota bursa.

Keputusan akhir saat itu (13 Maret 2007) baru mengganjar denda senilai Rp5 miliar kepada lima orang direksi karena dinilai telah memberi keterangan tidak benar kepada publik.

Kasus lonjakan harga saham PT Agis Tbk juga hanya berujung pada denda terhadap manajemen total sebesar Rp6 miliar dan 15 perusahaan efek total Rp5,3 miliar pada 5 Oktober 2007. Padahal, banyak orang diuntungkan dari transaksi saham berkode TMPI itu yang meroket dari Rp186 menjadi Rp3.247 pada kurun 2 Januari-4 Juni 2007.

Untuk penyelesaian kasus pasar modal lainnya, otoritas juga terkesan tak punya gigi. Tengok saja kasus dugaan penggelapan dana nasabah Sarijaya Sekuritas oleh komisaris dan pemiliknya, Herman Ramli. Pengadilan hanya menjatuhi hukuman penjara 26 bulan terhadapnya.

Padahal, kepolisian dan otoritas pasar modal menyebutkan Herman telah menggunakan 17 rekening nasabahnya untuk bertransaksi di pasar. Sejumlah rekening nasabah sekuritas, yang mempraktikkan transaksi online pertama dan terbesar ini, terkuras sekitar Rp245 miliar.

Hingga kini, tak jelas bagaimana pengembalian aset nasabah yang hilang tersebut. Sebagian efek yang selamat telah dipindahkan ke sekuritas lain. Saat ini, Herman dikabarkan sedang memproses naik banding atas putusan hakim tersebut.

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany menyayangkan vonis yang terlalu rendah itu. “Image pasar modal akan rusak. Kita sudah bekerja dengan benar, tetapi Bapepam-LK hanya ujung dari awal proses penegakan hukum pasar modal. Ada banyak aparat hukum termasuk pengadilan,” keluhnya.

Ketidakberdayaan otoritas ataupun kekurangpemahaman pihak yang berwajib dalam menindak pelaku kejahatan pasar modal dengan sendirinya mengurangi efek jera. Akibatnya, pelaku kejahatan yang sesungguhnya dapat memanfaatkan celah untuk mengeruk keuntungan tanpa terjerat hukum.

Dalam mewujudkan pasar modal yang beretika tentu membutuhkan pemahaman dan kerja sama antartiap bagian dan penegakan hukum merupakan bagian terkecil dari komponen itu. Namun, bukan berarti itu tidak mungkin diwujudkan kan? (pudji.lestari@bisnis.co.id)

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s