1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

diversifikasi WAJIB, inves di saham HARUS … 081109 8 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:05 pm

Courtney Smith: Indonesia Jadi Incaran Investor Global
Kamis, 29 Oktober 2009
Oleh : swa majalah
Kepiawaian Courtney Smith di dunia investasi dan keuangan tak diragukan lagi. Pengalamannya telah ditunjukkan dengan memimpin sejumlah perusahaan investasi di Amerika Serikat. Salah satunya, ia pernah menjabat sebagai Presiden dan CEO Quantum Financial Services Inc., perusahaan investasi di AS.

Sekarang, Smith adalah Chairman Investment Mentoring Institute, organisasi yang mencetak para investor andal di AS. Lalu ia juga President & Chief Investment Officer Courtney Smith & Co. Inc., perusahaan yang mengelola investasi untuk institusi, perusahaan keluarga dan individu. Di luar itu, Smith adalah CEO dan Chairman Greater China Technology Inc., perusahaan pengembangan software di Cina.

Aktivitas lainnya, ia menjadi pembicara utama di beberapa konferensi tentang investasi di Amerika Utara dan Eropa. Ia sering tampil di program acara TV seperti Wall Street Journal Report dan Moneyline. Juga, pertunjukan di TV, seperti di CNBC, Fox News, Bloomberg, CNN dan CNNfn.

Nah, di tengah kesibukannya mengisi sebuah seminar investasi di Jakarta, Dede Suryadi berhasil mewawancarai pakar investasi foreign exchange (forex) dan future trading ini. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana pandangan investor global tentang Indonesia?

Indonesia adalah salah satu tempat kunci untuk berinvestasi bagi komunitas investasi global saat ini. Walaupun krisis ekonomi terjadi secara global, faktanya, Indonesia merupakan salah satu yang terdepan yang bisa lepas dari krisis.

Indonesia punya perekonomian luas dan stabil, ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan, tenaga kerja berpendidikan, dan kebijakan pemerintah yang semakin baik.

Apakah Anda sendiri juga tertarik untuk berinvestasi di Indonesia?

Saya akan mengatakan sesuatu yang kontroversial. Saya lebih baik berinvestasi di Indonesia daripada di Cina. Semua orang bilang bahwa Cina adalah tempat terbaik buat berinvestasi karena Cina adalah perekonomian baru yang akan berkembang pesat. Namun, menurut saya, Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya akan mengalahkan Cina dalam 10-20 tahun ke depan atau dalam jangka panjang.

Alasan utamanya, Indonesia memiliki basis yang lebih kuat dibanding Cina. Sistem perbankan Cina mengalami kebangkrutan, sedangkan sistem perbankan Indonesia sempurna. Hal ini sangat penting dalam pertumbuhan bisnis ke depan, karena Indonesia memiliki populasi penduduk yang berpendidikan lebih banyak dibanding Cina.

Bagaimana posisi Indonesia jika dibanding negara ASEAN lainnya?

Saya lebih suka Indonesia dibanding Cina atau Thailand yang memiliki masalah politik di negaranya. Juga Filipina yang memiliki masalah dengan pemberontakan yang membutuhkan alokasi sumber daya dari pemerintahnya. Saya pikir Indonesia dan Malaysia akan menjadi lebih baik.

Bagaimana dengan pasar modal di Indonesia?

Pasar modal di Indonesia sudah bagus tapi masih sangat kecil dan perlu berkembang jika dibandingkan dengan pasar modal di New York, London dan Jepang yang menguasai 95% pasar modal di dunia. Hal ini berarti uang apa pun yang masuk ke Indonesia akan sangat meningkatkan pasar modalnya.

Sebagai pakar investasi, apa tip Anda agar kita berinvestasi dengan hasil yang maksimal?

Kunci sukses berinvestasi adalah pertama, psikologi. Jika kita takut terus dan rakus, kita tidak akan menjadi investor yang baik. Kedua, manajemen risiko. Kita harus mengontrol risiko ketika berinvestasi, memotong kerugian.

Seperti berinvestasi di forex, yang terpenting melihat pasar mana yang sangat kuat dan sangat lemah. Abaikan yang lain. Kita juga harus perhatikan jika melihat pasar yang sangat kuat bergerak menyamping, kemudian tiba-tiba mulai bergerak dengan kuat ke arah tertentu atau sebaliknya. Itulah future forex yang kita harus ikuti, karena ketika pasar bergerak dengan cepat itulah saatnya menghasilkan banyak uang. Di future forex, kita bisa menghasilkan uang di sebelah atas atau sebelah bawah. Keduanya bagus.

Uang yang besar di perdagangan future forex dihasilkan dari gerakan besar (moves). Setiap tahun di seluruh dunia kita hanya akan melihat 8-12 kali gerakan besar. Inilah gerakan yang harus kita ikuti. Contohnya, minyak mentah dunia dan emas. Fokuskan pada gerakan ini dan bukan pada yang lainnya.

Yang kedua, potonglah kerugian (cut loss). Jika kita membeli sesuatu dan kemudian merugi dalam berinvestasi, keluarlah dari situasi seperti itu. Kita selalu bisa kembali besoknya. Dengan keluar dari situ, kita akan dapat berpikir dengan jernih dan tidak akan terlibat secara emosional di future forex. Dengan cara itu kita akan menjadi trader yang lebih baik dan lebih menguntungkan.

Lalu, bagaimana dengan investasi di saham?

Di saham, yang kita cari adalah saham yang bergerak kuat, tapi saham ini juga yang paling memiliki momentum earning tertinggi. Saham ini tumbuh 20%, 30%, 40% bahkan 100% per tahun. Belilah saham seperti ini. Juga belilah saham yang mengejutkan orang, karena misalnya, saham itu diharapkan tumbuh 30%, ternyata ia tumbuh 40%.

Lakukanlah diversifikasi portofolio, misalnya berinvestasi di saham dan forex, untuk menjaga agar kerugiannya sedikit dan profitnya lebih besar. Jika hanya berinvestasi di saham, misalnya, kalau sedang untung akan mendapat uang tapi kalau merugi akan kehilangan uang. Artinya, risikonya lebih besar jika berinvestasi hanya di salah satu.

Bagaimana pandangan Anda tentang perekonomian AS saat ini?

Walaupun AS mengalami resesi selama 18 bulan terakhir, tetap akan ada pertumbuhan meski lambat. Pajak di AS lebih tinggi, sehingga kalau pajak dinaikkan akan mengurangi pertumbuhan ekonomi, dan perbaikan ekonomi akan bergerak lambat di negeri ini. Kendati demikian, kita akan melihat pertumbuhan positif di AS tahun depan, mungkin 2% atau 3% per tahun.

Orang bilang, kredit tidak tersedia di AS. Namun, pada bulan Maret tahun ini bank-bank di AS telah meminjamkan kredit dalam jumlah terbesar dalam sejarah. Krisis sebenarnya terjadi hanya di beberapa perusahaan besar AS. Itu sudah berakhir sekarang. Intinya, kita tidak perlu lagi khawatir akan krisis ekonomi global.

Perekonomian AS masih menjadi perekonomian paling penting di dunia saat ini. Demikian pula Eropa dan Jepang, masih tetap yang paling dinamis. AS telah menciptakan lapangan kerja lebih banyak dibanding Jerman dalam 10 tahun terakhir, sehingga AS bisa membeli banyak produk dari seluruh dunia.

Bagaimana dengan ekonomi Cina dan India?

Cina memiliki ekonomi yang dinamis, tapi ia tumbuh di belakang AS. Pasalnya, kalau AS tidak mengimpor barang-barang dari Cina, mereka tidak punya tempat lain. Ketika krisis terjadi di AS tahun lalu, ekspor di Cina turun 25%. Ini efeknya sangat besar bagi negara itu.

Menurut saya, perekonomian Cina masih muda dan merupakan negara pengekspor. Tahun ini Pemerintah Cina berusaha meningkatkan konsumsi domestik tapi tidak tahu sampai kapan hal ini akan berlangsung. Solusi bagi Cina adalah mereka butuh kebebasan yang lebih. Biarkan orang memproduksi lebih. Pemerintahnya tidak bisa menciptakan kekayaan, penduduklah yang menciptakan kekayaan.

Lalu, India telah membatasi dirinya selama 60 tahun. Sejak berdiri, India tidak memperkenankan barang masuk ke negaranya. Sepuluh tahun lalu, India mulai menciptakan kebebasan dan membuka perekonomian terhadap dunia. Hal ini telah mengubah India. Sekarang, India memiliki perusahaan-perusahaan besar yang bisa berkompetisi dengan siapa pun di dunia. Tapi India masih membatasi asing, seperti asing tidak boleh membeli saham di India sehingga membatasi orang India untuk jadi kaya.

Lalu, apa yang Anda sarankan bagi pengembangan perekonomian Indonesia?

Kebijakan yang terbaik adalah kebebasan dan menurunkan pajak. Ada prinsip ekonomi, ketika kita memberi pajak atas sesuatu, sesuatu itu akan berada lebih sedikit di masyarakat. Jadi, semakin rendah pajak pendapatan, maka semakin banyak pendapatan yang masuk. Jika pemerintah memotong pajak, perekonomian pasti akan naik. Jika ingin membangun masyarakat yang lebih baik, turunkan pajak serendah mungkin. Ciptakan sistem yang baik, legal, dan adil.

Kemudian, mengeliminasi korupsi juga penting. Singapura adalah contoh negara yang tidak punya apa-apa, tapi berhasil baik karena menurunkan pajak serendah mungkin, menjalankan sistem yang benar, dan mengeliminasi korupsi. Jadi, menurunkan pajak dan membuat regulasi yang baik sehingga orang bisa bebas menghasilkan uang merupakan langkah yang penting bagi sebuah negara.

Perilaku Psikologi Investor Tentukan Hasil Investasi
Kamis, 22 Oktober 2009
Oleh : Dede Suryadi
Jumlah transaksi investasi kian meningkat seiring dengan pulihnya kondisi perkonomian, yang membuktikan bahwa para investor telah memanfaatkan peluang ini dengan baik. Namun demikian, perlu dicermati bahwa masih terdapat beberapa perilaku psikologis investor yang mungkin dapat membahayakan investasi mereka. Perilaku tersebut diantaranya adalah herding, overtrading dan naïve diversification of investment.

Sepanjang tahun 2009, IHSG telah menunjukkan performa yang baik melalui pertumbuhan, sampai hari ini, sebesar 81,20% (per awal Oktober 2009). Citi juga mencatat pertumbuhan investasi yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan kuatnya pemulihan kondisi perekonomian Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Karenanya dapat dikatakan bahwa peluang berinvestasi telah kembali terbuka lebar.

“Kondisi perekonomian saat ini memberikan peluang yang baik bagi para investor dalam berinvestasi, namun beberapa perilaku investasi mereka seringkali menjadi penyebab tidak maksimalnya keuntungan yang mereka peroleh.” ujar Harsya Prasetyo, Vice President-Investment Head, Citibank N.A

Ketika dihadapkan pada sebuah ketidakpastian, manusia secara alamiah berasumsi bahwa orang lain dengan kondisi serupa akan memiliki ide yang lebih baik dibandingkan dengan ide mereka sendiri. Asumsi inilah yang menyebabkan rendahnya kepercayaan diri investor, sehingga mengakibatkan kecenderungan pembuatan keputusan yang serupa antara orang yang satu dengan yang lainnya. Dalam investasi, perilaku seperti ini dikenal dengan istilah herding.

Bagi orang-orang pada umumnya, herding mungkin terlihat seperti perilaku yang tidak masuk akal. Namun akan berbeda halnya dengan sebuah keadaan di mana keberuntungan dan keahlian sama-sama diperhitungkan, seperti halnya dalam perdagangan bursa, di mana herding menjadi suatu hal yang sepertinya memang terjadi secara alamiah.

“Beberapa dampak negatif dari perilaku herding ini adalah para investor mungkin saja melakukan jenis investasi yang sebenarnya tidak mereka pahami dan mengambil resiko yang sebenarnya tidak diperlukan. Perlu diingat bahwa suatu investasi yang berhasil di masa lalu, dan atau cocok dengan orang-orang tertentu, belum tentu akan cocok juga bagi orang yang lain,” kata Harsya mengingatkan.

Sebagai tambahan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lopes (1987) mengindikasikan bahwa saat keahlian dan keberuntungan diperlukan secara bersamaan, maka ia akan mempunyai keinginan yang lebih tinggi untuk memegang kendali. Keinginan untuk memegang kendali disalurkan melalui frekuensi transaksi yang terlalu sering.

Namun, sebuah penelitian pada 60 ribu investor dalam kurun waktu enam tahun yang dilakukan oleh Barber and Odean, memperlihatkan bahwa menjadi terlalu aktif dalam bertransaksi dapat memberatkan index sampai 60 basis points sebelum biaya transaksi. Ironisnya, biaya transaksi dapat memangkas 240 basis points dari performa portfolio tersebut. Penelitian ini memperlihatkan bahwa walaupun berlebihan dalam bertransaksi adalah hal yang sangat manusiawi, hal itu dapat membatasi keuntungan dari berinvestasi.

Perilaku beresiko yang ketiga adalah kecenderungan investor dalam menyederhanakan pola diversifikasi investasi mereka. Bernartzi and Thaler menyimpulkan bahwa para investor seringkali menyederhanakan diversifikasi dengan membagi rata jumlah investasi mereka atas setiap produk, tanpa mempertimbangkan jenis dari investasi tersebut. ”Naive diversification seperti ini dapat membuat investor memegang portfolio yang belum cukup tingkat diversifikasinya. Selain dapat mengarahkan investor untuk memiliki produk investasi dengan tingkat korelasi yang tinggi, perilaku seperti ini juga dapat menyebabkan investor harus menanggung resiko portfolio yang sebenarnya di luar batas kemampuan mereka,” ujar Harsya.

Kesempatan untuk berinvestasi akan selalu terbuka, selama para investor mampu berinvestasi secara bertanggung jawab. “Citi sangat memahami kondisi psikologis para investor ini, dan oleh karenanya selalu menjalankan risk-profiling sebelum memulai jenis investasi apapun,” ujar Meliana Sutikno – Vice President, Retail Bank Head, Citibank N.A.. Citibank terus berusaha memenuhi kebutuhan para nasabahnya dengan cara yang inovatif dan kreatif. Citibank menyediakan paket investasi melalui Model Portfolio dan CRIP.

(swa)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s