1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

10000 terealisasikan, 2400 terbayangkan … 091109 9 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:05 am

EKONOMI
09/11/2009 – 05:48
Bursa Saham Bergairah
Angin Segar dari New York
Bastaman

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Ada sebuah berita yang cukup menyejukan dari New York. Kamis malam waktu Jakarta (5/11), perdagangan saham di Wall Street menembus level 10.000.

Indeks Dow Jones, misalnya, melompat lebih dari 200 poin ke level 10.003,96. Indeks S&P’s 500 dan Nasdaq juga mengalami kenaikan masing-masing 1,92% dan 2,4%. Jum’at (6/11), bursa-bursa di kawasan Asia pasifik mencatat kenaikan.

Bagaimana dengan Jakarta? Seperti halnya bursa-bursa di kawasan Asia Pasifik, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun kecipratan sentimen positif itu. Pada perdagangan Jumat (6/11), IHSG ditutup menguat 27,892 poin (1,18%) ke level 2.395,106. Indeks saham unggulan LQ 45 naik 5,993 poin (1,29%) ke level 470,236.

“Indeks diharapkan lebih bergairah dengan adanya sentimen positif di regional,” kata seorang analis. Ia memperkirakan, pekan depan indeks akan kembali menembus 2.400.

Ramalan yang sangat optimistis itu bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Soalnya salah satu faktor yang mendorong kenaikan indeks di New York adalah data perekonomian Amerika yang menunjukan kemajuan cukup mengembirakan.

Laporan keuangan sejumlah emiten, seperti Cysco System, juga ikut mendongkrak optimisme pasar. Yang lebih penting lagi, penurunan harga minyak ke level di bawah US$80 per barel diperkirakan akan memberikan tambahan tenaga di pasar modal.

Ah, mudah-mudahan perkiraan itu menjadi kenyataan. Tapi, untuk saat ini, seorang analis dari Kresna Securities menyarankan investor untuk selektif mengoleksi saham-saham. Ia menilai, saham-saham makanan seperti Indofood. Di luar sektor makanan, ia menyarankan investor untuk menjajaki saham-saham perbankan dan properti. [mdr]
Senin, 09/11/2009 00:57 WIB

Laba emiten naik 30%
Indeks BISNIS-27 tumbuh tertinggi

oleh :

JAKARTA: Sebanyak 22 konstituen Indeks BISNIS-27 membukukan rata-rata pertumbuhan laba bersih 29,62% dengan nilai total Rp58,5 triliun.

Pencapaian itu menunjukkan kuatnya kinerja emiten unggulan tersebut di tengah kondisi sulit.

PT Adaro Energy Tbk membukukan kinerja terkuat dengan pertumbuhan laba bersih 411,99%, disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebesar 145,34%. Sebaliknya, laba bersih PT Aneka Tambang Tbk turun terparah sebesar 81,71%,

Data yang dihimpun Bisnis menyebutkan 25 emiten itu menyumbang 80,6% kapitalisasi bursa nasional senilai Rp1.450,8 triliun.

Lima emiten belum menyampaikan laporan keuangan yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Bayan Resources Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Indika Energy Tbk, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto menyebutkan ada tiga hal mendasar yang membuat kinerja emiten hingga 9 bulan pertama tahun ini masih positif, meski ekonomi dunia masih berupaya memulihkan diri dari resesi.

“Pertama, ekonomi nasional memilki daya tahan yang kuat, sehingga kebanyakan emiten hanya menghadapi fase terburuk pada 3 bulan pertama 2009. Kedua, konsumsi dalam negeri masih mendorong ekonomi di samping kuatnya ekspor ke China,” tuturnya, kemarin.

Ketiga, lanjutnya, krisis 1997 memberi pelajaran berharga bagi perusahaan nasional, sehingga mereka berhasil meningkatkan efisiensinya dan dapat melampaui kondisi turbulensi ekonomi.

Kenaikan laba bersih itu terjadi di tengah kuatnya rata-rata pendapatan perusahaan terbuka sebesar 11,6% per emiten, dengan rata-rata pertumbuhan margin laba bersih 5,61% per emiten.

Saham Adaro membukukan margin laba bersih (net profit margin) terbesar di antara emiten lain di BISNIS-27, yakni mencapai 216,85%. Margin bersih menunjukkan profitabilitas sebuah perusahaan dari sisi operasional.

Analis PT NISP Sekuritas Bagus Hananto menilai kekuatan kinerja Adaro tahun ini ditopang faktor harga jual, yang pada tahun ini dinegosiasikan ulang sehingga memengaruhi penjualan.

“Adaro telah menegosiasikan ulang harga jualnya yang telah terefleksikan dalam neraca keuangan tahun ini, menunjukkan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 29,1% secara tahunan dari US$47,8 per ton pada 2008 menjadi US$61,7 per ton pada semester I/2009,” ujarnya.

Sebelumnya, perseroan tidak mendapat manfaat dari harga batu bara karena harga jualnya sudah dikunci untuk penjualan tahunan 20 juta ton pada 2006-2009, dan 10 juta ton untuk 2010.

Sejalan dengan kinerja positif emitennya, Indeks BISNIS-27 di pasar naik tertinggi di bursa Indonesia dengan rally 83,88% sepanjang tahun ini. Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 81,25%, disusul Kompas-100 (81,08%), LQ-45 (81,07%), dan Jakarta Islamic Index (JII) sebesar 80,39%.

Kepala Riset PT E-Capital Securities Aan Budiarto menilai tingginya kenaikan BISNIS-27 tersebut terjadi karena tidak memasukkan saham-saham likuid yang tahun ini terpuruk parah seperti saham Grup Bakrie.

“Indeks ini berisikan emiten likuid yang menjadi penggerak utama bursa nasional. Namun, IHSG di sisi lain, terlalu banyak dibebani emiten yang tidak likuid maupun emiten fluktuatif yang tahun ini turun besar seperti saham Grup Bakrie,” tuturnya.

Sebaliknya jika saham Grup Bakrie naik, lanjutnya, Indeks BISNIS-27 berpotensi tertinggal dibandingkan dengan IHSG.

Kepastian hukum

Airlangga memperkirakan hingga akhir tahun ini kinerja emiten Indonesia bisa lebih baik dari capaian September, asalkan kondisi ekonomi dan politik terus mendukung ekspektasi positif para pebisnis dan investor.

Menurut dia, pemerintah perlu menyelesaikan persoalan terkait dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri, karena jika berlarut-larut bisa memengaruhi sentimen investor terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum nasional. “Rule of law harus dijalankan dengan tegas, karena bisa memengaruhi iklim investasi.”

Jaminan kepastian hukum, lanjutnya, menjadi salah satu prasyarat untuk menggairahkan investasi, karena Indonesia perlu Rp2.000 triliun per tahun untuk tumbuh 7%. Dari kebutuhan itu, setiap tahun pasar modal menyumbang Rp400 triliun-Rp500 triliun. (21) (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s