1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

g20 + stimulus (jangan boong loh) = ihsg menjalar ke 2450 … 091109 10 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:36 am

Stocks jump after G-20 pledge to aid economies

Stocks jump as G-20 countries agree to maintain economic stimulus; sliding dollar lifts market

By Ieva M. Augstums and Tim Paradis, AP Business Writers
On 12:06 pm EST, Monday November 9, 2009
NEW YORK (AP) — Stocks jumped to new highs for the year Monday as the dollar extended its slide, boosting prices for commodities including gold and oil. Energy and materials stocks led the market higher.

Investors were also buying stocks on growing confidence about the global economic recovery, getting a shot of optimism from news this weekend that the Group of 20 countries will keep stimulus measures in place. Investors saw the agreement as a signal that interest rates would remain low. Major stock indexes rose more than 1 percent, including the Dow Jones industrial average, which rose 150 points.

Investors around the world are seeing the dollar as weaker than other currencies because of low U.S. interest rates, and so they’re using it for what’s known as “carry trade,” to finance purchases of investments in other countries. That trend takes the dollar down when those purchases are made.

Stock investors like a weaker dollar because it helps U.S. exporters by making their goods cheaper to overseas buyers and giving the companies a boost when they convert profits from abroad to dollars.

The U.S. dollar index, which measures the greenback against a basket of foreign currencies, fell more than 1 percent to its lowest level of the year. The index began sliding for the past eight months since major stock indicators bounced off 12-year lows. Investors, although they’ve been basing most of their buy or sell decisions on the economy, have also been following a pattern of funneling money into stocks when the dollar weakens and pulling it out when the currency rises.

Commodities prices, meanwhile, tend to rise when the dollar is down, so gold topped $1,100 an ounce. Crude oil rose $2.07 to $79.50 per barrel on the New York Mercantile Exchange, helped in part by Tropical Storm Ida, which threatened the Gulf of Mexico.

Energy and materials stocks rose along with commodities prices, and investors’ enthusiasm for those stocks spilled over to other industries.

Brian Battle, vice president of trading at Performance Trust Capital Partners in Chicago, said the strength of the carry trade is giving an artificial lift to a range of assets, including stocks.

“There’s cheap money that’s going to be pumping its way into the system,” he said. “That money is finding is home in the currency and commodity markets.”

In midday trading, the Dow rose 147.60, or 1.5 percent, to 10,171.02. The index rose as high as 10,175.10, topping its previous 12-month trading high of 10,119.46 set Oct. 21.

The broader Standard & Poor’s 500 index rose 16.38, or 1.5 percent, to 1,085.68, and the Nasdaq composite index rose 29.56, or 1.4 percent, to 2,142.00.

In corporate news, McDonald’s, the world’s largest fast-food chain, said monthly sales growth was relatively flat in the U.S. but offset by stronger growth globally. The stock rose 71 cents to $62.43.

Britain’s Cadbury Plc rejected a $16.4 billion hostile takeover bid from Kraft Foods Inc. Cadbury rose 35 cents to $50.85, while Kraft fell 35 cents to $26.43.

Among energy stocks, Exxon Mobil Corp. rose 64 cents to $72.80, while Chevron Corp. rose 26 cents to $77.79. Aluminum producer Alcoa Inc. rose 41 cents to $13.30.

Bond prices were mixed. The yield on the benchmark 10-year Treasury note, which moves opposite its price, fell to 3.49 percent from 3.50 percent late Friday.

The latest burst of enthusiasm about the potential for the economy comes as investors await retailers’ quarterly earnings reports to see how much consumers are spending as the holidays approach. The market is concerned that rising unemployment, which now stands at 10.2 percent, will further discourage already hesitant consumers from spending.

Still, the Labor Department’s jobs report from Friday hasn’t deterred investors, who were buying stocks on the theory that the weak labor market will prompt the Federal Reserve to keep interest rates low for some time.

Five stocks rose for every one that fell on the New York Stock Exchange, where volume came to 411.6 million shares compared with 422.3 million shares traded at the same point Friday.

The Russell 2000 index of smaller companies rose 8.76, or 1.5 percent, to 589.11.

Overseas, Japan’s Nikkei stock average rose 0.2 percent. In afternoon trading, Britain’s FTSE 100 rose 1.5 percent, Germany’s DAX index advanced 1.8 percent, and France’s CAC-40 rose 1.7 percent.

Bank Dunia : Ekonomi Asia Pasific Tahun 2010 Akan Naik; China Jadi Barometer
Rabu, 04 November 2009 17:30 WIB

(Vibiznews – Business) – Bank Dunia pada hari ini (4/11) kembali memberikan prediksinya terhadap perkembangan perekonomian global. Kali ini lembaga dunia tersebut memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Asia Pasific pada tahun 2010 akan mengalami peningkatan ke level 7,8% dari level 6,7% pada tahun 2009 ini. Prediksi yang dilakukan oleh Bank Dunia ini lebih tinggi dibandingkan oleh prediksi sebelumnya yang memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Asia Pasific akan cenderung flat di level 5,3%.

China Masih Pegang Peranan Utama

Bank Dunia dalam prediksinya menekankan bahwa ekonomi China akan cenderung mendominasi perekonomian dengan masih menunjukan pergerakan peningkatan yang masih cukup signifikan. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi China tahun depan akan menembus level 8,7% atau lebih tinggi dibandingkan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diperkirakan akan menembus level 8,4%.

Ekspor barang-barang jadi, setengah jadi dan juga komponen elektronik diperkirakan akan masih menjadi tulang punggung bagi perekonomian China selain tingginya tingkat konsumsi masyarakat di negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia tersebut. naiknya perekonomian China tersebut juga akan mempengaruhi perekonomian agregat negara-negara Asia Timur yang menurut Bank Dunia pada tahun 2010 akan mengalami peningkatan sebesar 4,5% atau jauh lebih besar dibandingkan dengan prediksi agregat pertumbuhan ekonomi pada tahun ini yang diperkirakan hanya akan mengalami peningkatan sebesar 1,1%.

Negara-negara ASEAN Jadi “Underdog”

Dalam melihat perekonomian global saat ini, Bank Dunia rupanya melihat peranan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang mulai menunjukan sebuah kemajuan dan dapat dijadikan sebagai contoh yang baik bagi negara-negara berkembang di dunia. Di kawasan Asia Tenggara, Bank Dunia memfokuskan kepada dua negara yang diperkirakan akan cukup mengalami pergerakan ekonomi yang cukup signifikan. Kedua negara tersebut ialah Vietnam dan Indonesia.

Menurut Bank Dunia, perekonomian Vietnam pada tahun 2010 mendatang akan menembus level 6,5%, sedangkan pada tahun 2009 ini diprediksi akan berakhir di level 5,5%. Sektor pertanian dan manufaktur diperkirakan akan menjadi “senjata” yang baik untuk mengatrol perekonomian negara tersebut ke level yang makin membaik. Sedangkan dipihak lain, perekonomian Indonesia pada tahun 2010 mendatang diprediksi akan mengalami kenaikan ke level 5,4% atau membaik dibandingkan prediksi bahwa perekonomian akhir tahun ini yang diperkirakan akan berada di level 4,3%.

Dua negara tersebut menurut Bank Dunia akan menjadi “pemimpin” bagi perekonomian Asia Tenggara mengingat negara-negara lainnya cenderung memiliki permasalahan dalam negeri termasuk ekonomi yang cukup membutuhkan waktu yang lama dalam upaya pemulihan. Malaysia misalnya, menurut Bank Dunia perekonomian negara tersebut pada tahun ini akan masih mengalami penurunan di level 2,3%. Begitupula yang terjadi pada Thailand yang diprediksi akan mengalami kontraksi pada tahun depan di dilevel 3,5%.

Berdasarkan pengamatan Bank Dunia, secara mayoritas pertumbuhan ekonomi di Asia Pasific akan mengalami peningkatan. Negara-negara yang akan memgang perenan diantaranya ialah China, berikut dengan negara-negara berkembang lainnya seperti Indonesia, Filipina dan Vietnam. Keempat negara tersebut memiliki karakteristik yang sama dimana masing-masing negara tersebut menekankan pada industri manufaktur dan ekspor barang-barang setengah jadi.

Kedepannya Bank Dunia berharap bahwa China masih akan memacu ekonominya dengan pemberian paket-paket stimulus ekonomi, terutama stimulus fiskal. Selain juga meningkat produksi dan memperluas pasar. Apresiasi yuan terhadap dollar pada akhir-akhir ini juga secara tidak langsung memberikan kondisi yang baik bagi perekonomian China.

(Joko Praytno/JP/vbn)
Foto-foto : http://www.businessweek.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s