1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

crises is game over … 111109 11 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:21 pm

11/11/2009 – 15:59
Dampak Terburuk Krisis Terlewati
Komoditas, Penyelamat PDB RI
Ahmad Munjin

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Kenaikan pesat harga komoditas dinilai berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi RI selain konsumsi dan pemerintah. Pasalnya, 40% ekspor Indonesia adalah komoditas. .

Fauzi Ikhsan, ekonom Standard Chartered Bank mengatakan dari sisi ekspor pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat terbantu kenaikan harga komoditas. Menurutnya, 40% pasar ekspor Indonesia adalah komoditas.

Saat ini harga minyak dunia mengalami kenaikan pesat dari US$37  pada Maret 2009 menjadi US$80 per barel. Apalagi, jika harga minyak dunia melaju ke level US$100 per barel. Otomatis, harga komoditas energi lainnya seperti batubara dan kelapa sawit akan naik.

 

Ekspor Indonesia sangat berperan dalam pertumbuhan karena anjloknya impor lebih pesat daripada ekspor. “Karena itu, net export secara otomatis membaik,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/11).

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Slamet Sutomo mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2009 dibandingkan kuartal III 2008 tercatat tumbuh 3,87%, dengan nilai PDB dari Rp 540,4 triliun di kuartal II 2009 menjadi Rp561,3 triliun di kurtal III 2009.

“Pertumbuhan 3,87% di kuartal III 2009 terbesar disumbangkan sektor pertanian dengan kontribusi 1,03%, kemudian sektor bangunan 0,35%, dan pengangkutan 0,45%,” paparnya.

Besaran laju pertumbuhan ekonomi pada periode Januari-September 2009 tercatat sebesar 4,23% dibandingkan Januari-September 2008. Nilai nominal PDB juga meningkat pada periode tersebut menjadi Rp1.452,5 triliun, dari periode Januari-Juni 2009 Rp1.375,1 triliun.

Dari sisi pengeluaran atau ekspenditur, yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi ini adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,75% atau memiliki kontribusi 63% dari total pertumbuhan ekonomi. Ekspor masih tumbuh negatif 8,24% dan impor negatif 18,31%.

Fauzi Ikhsan kembali mengatakan, ekspor tidak turun terlalu tajam karena kenaikan harga komoditas. Jika saja ekspor Indonesia adalah barang-barang manufaktur ke AS dan Eropa, akan banyak saingan dari China, India, dan Vietnam.

“Kalau begitu, baru ekspor Indonesia akan lebih terpuruk,” timpalnya. Tapi, karena 40% ekspor Indonesia adalah komoditas, pertumbuhan Indonesia sangat terbantu.

Memang bisa saja, pada saat ekonomi dunia pulih, pertumbuhan Indonesia akan ketinggalan. Pada saat ekspor negara-negara lain pulih, pertumbuhan negara-negara tersebut akan pesat. Sementara Indonesia akan tertinggal karena hanya mengandalkan 30% pertumbuhan dari ekspor.

Namun demikian, Fauzi menggaris bawahi, sumber pertumbuhan sebenarnya bukan hanya dari ekspor. Dengan kenaikan harga komoditas Indonesia lebih diuntungkan.

Menurutnya, pertumbuhan triwulan III sebesar 3,87% menunjukkan dampak terburuk dari krisis finansial global sudah terlewati. Buktinya, pertumbuhan ekonomi, mulai meningkat pada triwulan III menjadi 3,87% dari 2,4% di triwulan II.

Standard Chartered memprediksikan pertumbuhan 4% untuk 2009 dan 5% di 2010. “Tapi masih dalam proses revisi ke atas. Artinya, bisa di atas 5%,” imbuhnya.

Pengeluaran konsumsi masyarakat masih tetap kuat menopang pertumbuhan 60% dan 10% konsumsi pemerintah sehingga konsumsi domestik menjadi 70%. Selama konsumsi masyarakat tidak terlalu terpukul krisis global, pertumbuhan Indonesia walaupun turun tetap positif. “Bahkan menjadi nomor 3 tertinggi di G20 setelah China dan India,” ungkapnya. [mdr]
PREDIKSI INVESTOR DAILY 11 November 2009: Faktor Eksternal Pengaruhi Indeks
11/11/2009 07:07:54 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak dipengaruhi kondisi bursa regional serta fluktuasi harga komoditas. Pada perdagangan kemarin, indeks terkoreksi 24,48 poin (1,02%) menjadi 2.381,95.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, pemodal akan mencermati sentimen yang berkembang di pasar regional. Adapun tren kenaikan harga komoditas serta minyak mentah diharapkan menopang harga saham komoditas. “Harga minyak mentah akan cenderung naik memasuki musim dingin. Harga komoditas lain, yaitu emas juga terlihat ada kenaikan,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (10/11).

Tren penguatan harga minyak, menurut David, disokong membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, AS, dan global. “Jadi seiring membaiknya perekonomian dunia, maka permintaan harga minyak akan kembali naik. Hal itu merupakan waktu yang tepat untuk melakukan buy on weakness saham sektor komoditar,” ujar dia.

Secara teknis, indeks sudah mendekati level support dalam jangka sangat pendek. Support terdekat pada level 2.360. Apabila indeks bergerak diantara support 2.360-2.345, maka pelaku pasar boleh melakukan speculative buy.

David menjelaskan, pergerakan indeks saat ini cenderung konsolidasi sebelum membentuk tren baru. Indeks akan bolak-balik pada kisaran 2.400. Batas atas pergerakan indeks berada pada posisi 2.415.

Pada perdagangan saham kemarin, volume transaksi saham mencapai Rp 3,37 triliun dengan volume sebanyak 8,40 juta lot. (ep

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s