1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

gw korban pln QUADRUPLE … 121109 12 November 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 8:18 am

… gara2 mati lampu dan TIDAK TAAT JADWAL YANG DIBIKIN PLN SENDIRI, maka gw kehilangan momentum beli/jual saham2 gw, kegiatan rutin terganggu, kenyamanan jelas terganggu, dan alat2 elektronik gw berisiko HANCUR dah …

PLN Pun Sering Ingkar Jadwal Pemadaman

KOMPAS/LASTI KURNIA
Pekerja laundry Saporette menunggu waktu di antara cucian yang menumpuk karena pemadaman bergilir di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (11/11). Akibat pemadaman lebih dari 4 jam, pemilik laundry harus menanggung rasa kecewa pelanggannya yang terdiri dari sejumlah hotel akibat cucian terlambat dan biaya ekstra lembur 30 karyawannya untuk bekerja hingga pagi.
Artikel Terkait:
Pemadaman Listrik Ganggu Pasokan Air Bersih
Wilayah Pemadaman Listrik Hari Ini
Listrik Byarpet, YLKI Akan Temui DPR
Inilah Wilayah yang Bakal Padam Listriknya Hari Ini
Harus Bersabar hingga Minggu Ketiga Desember
KAMIS, 12 NOVEMBER 2009 | 05:02 WIB
JAKARTA,KOMPAS.com – Akumulasi kejengkelan kian meluncur ke alamat Perusahaan Listrik Negara. Kalangan pengusaha kesal bukan saja karena listrik yang sering padam, tetapi PLN juga sering ingkar jadwal pemadaman yang ada. Selain Jakarta dan sekitarnya, kerugian akibat pemadaman juga terasa, antara lain, di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ernovian G Ismy di Jakarta, Rabu (11/11), mengatakan, pengeluaran biaya listrik untuk industri tekstil sebesar 15-20 persen dari seluruh total biaya produksi. Biaya ini mencapai 25 persen untuk industri serat tekstil.

”Bagi industri, sebetulnya kepastian jadwal pemadaman juga harus ditepati PLN. Sudah sering terjadi pemadaman ternyata tidak pernah sesuai dengan jadwalnya,” kata Ernovian. Perencanaan produksi menjadi tidak pasti. Padahal, industri harus mengejar pesanan.

PLN juga sangat tidak fair. Menurut Ernovian, pemadaman dilakukan pada siang hari hingga sekitar pukul 20.00. Saat listrik hidup lagi, industri dihadapkan pada biaya daya maksimum. Agar menghemat, industri menunggu beroperasi lagi pukul 22.00. Kondisi ini membuat industri sulit mengejar waktu pesanan.

Akibat pemadaman, proses produksi terganggu, tenaga kerja harus lembur, dan mesin elektronik rentan rusak. Apabila PLN tidak sanggup mengelola listrik, pemerintah semestinya mempertimbangkan kembali melepaskan hak monopoli pengadaan listrik oleh PLN.

Direktur Hubungan Korporat Carrefour Irawan D Kadarman mengatakan, pihaknya harus menghitung kembali biaya untuk mengalihkan penggunaan listrik ke genset yang menggunakan solar. Bukan hanya biaya, masalah lain juga muncul bagi peritel yang memiliki gedung sendiri apabila genset harus berubah fungsi menjadi pemasok listrik utama.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, Direktur AstaMedia Asri Tadda yang mengelola sekolah blogging mengatakan, ”Pemadaman listrik sudah serius. Total waktu pemadaman bisa mencapai 10 jam per hari.”

Menurut Asri, kegiatan usahanya terpukul karena sebagian besar mengandalkan energi listrik. Beban biaya listrik juga semakin berat karena aliran listrik yang tiba-tiba menyala kembali membuat lonjakan biaya listrik.

Akibatnya, pembayaran tagihan naik mencapai Rp 3,5 juta per bulan. Apabila diakumulasi dengan penggunaan bahan bakar minyak untuk genset, pengeluaran untuk tenaga listrik mencapai Rp 7 juta per bulan.

Taufik (45), pengusaha konfeksi di Surabaya, Jawa Timur, kemarin, mengungkapkan, pemadaman listrik menyebabkan tenggat penyelesaian produksi pakaian miliknya mundur dari rata-rata satu minggu menjadi dua minggu. ”Kalau listrik mati, ya kami terpaksa berhenti bekerja dan hasil produksi berkurang karena waktu penyelesaian lebih lama,” ujarnya.

”Class action”

Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo, menolak tawaran PLN soal kompensasi 10 persen dari biaya beban atau biaya tetap listrik bagi pelanggan yang terkena dampak pemadaman.

”Bila hanya diberikan kompensasi 10 persen, sangat tidak sebanding dengan kerugian riil konsumen,” kata Sudaryatmo. Ia menekankan, konsumen sudah banyak kehilangan dari hilangnya kenyamanan, produktivitas kerja, sampai harus membeli bahan bakar untuk genset.

Menurut Sudaryatmo, bila menginginkan kompensasi yang sebanding dengan kerugian riil, konsumen dapat menempuh jalur hukum. ”Karena jumlah korbannya banyak, dapat digunakan mekanisme gugatan perwakilan kelompok atau class action,” katanya.

Bagi konsumen industri, kata Sudaryatmo, solusi pada masa mendatang adalah dengan kontrak khusus. Di dalamnya diatur tahap-tahap pelayanan (level of service agreement).

Manajer Komunikasi PT PLN Ario Subijoko di Jakarta menyatakan, krisis listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya diharapkan bisa pulih lebih cepat dari perkiraan pada minggu ketiga Desember nanti. (evy/ABK/ryo/osa)

TOF

Editor: tof
Hari Ini, Menteri BUMN Tinjau Gardu Cawang
Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN merugikan masyarakat, terutama kalangan industri.
KAMIS, 12 NOVEMBER 2009, 08:07 WIB
Antique, Elly Setyo Rini, Syahid Latif

(PLN Jawa-Bali)
BERITA TERKAIT
Lokasi Terkena Pemadaman Listrik Hari Ini
Kadin: Pakai Genset Itu Asal Bunyi
Kadin: Kompensasi Pemadaman Listrik Tak Adil
Chevron Akan Tambah Pasokan Listrik PLN
PLN: Listrik Padam, Kami Juga Rugi
Web Tools

VIVAnews – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar bakal meninjau langsung lokasi kebakaran gardu induk Cawang hari ini. Peninjauan dimaksudkan untuk memantau upaya perbaikanyang sedang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Peninjauan dilakukan, agar target pertengahan Desember 2009 bisa rampung,” ujar Mustafa Abubakar usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu malam, 11 November 2009.

Menurut Mustafa, pemadaman bergilir yang dilakukan PLN sangat merugikan masyarakat, terutama kalangan industri. Untuk itu, dirinya berharap jajaran PLN cepat tanggap dan responsif dalam menghadapi setiap kendala di lapangan.

Lebih lanjut, dia juga meminta agar PLN mempublikasikan rencana pemadaman arus listrik di sejumlah daerah agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi pemadaman tersebut.

“Kalau perlu diumumkan di media massa mengenai daerah yang mengalami pemadaman. Saya minta itu diatur lebih baik,” ujarnya.

Mustafa menambahkan, PLN harus membayarkan kompensasi dari keputusannya melakukan pemadaman begilir lisrik kepada masyarakat. Pasalnya, ketentuan mengenai hal itu sudah diatur dalam peraturan yang ada.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Kamis, 12/11/2009 14:15 WIB

Pemadaman listrik pengaruhi pertumbuhan

oleh : Mulia Ginting Munthe

JAKARTA (bisnis.com): Hipmi menilai pemadaman listrik yang sering terjadi di kota-kota besar berdampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Erwin Aksa, Ketua Umum Hipmi, menjelaskan pemadaman listrik terjadi sehari-hari justru di kota-kota besar pusat pertumbuhan ekonomi nasional seperti di Jakarta, Medan, dan Makassar.

“Jika persoalan listrik ini tidak segera diselesaikan, momentum percepatan pertumbuhan ekonomi nasional akan segera terganggu. Tidak hanya itu, investor dipastikan akan kabur ke negara-negara Asean lain seperti Vietnam dan Malaysia,” kata Erwin.

Menurut dia, pemadaman sudah sangat meresahkan sebab bisa terjadi deindustrilisasi. Sementara saat ini peluang pertumbuhan ekonomi nasional terbuka dengan suksesnya agenda politik nasional (Pemilu) 2009.

Tidak hanya itu, Indonesia juga masuk dalam G-20 di mana kepercayaan asing meningkat atas masa depan perekonomian Indonesia. Sayangnya momentum itu dicederai minimnya layanan listrik untuk perumahan maupun industri besar dan kecil.

Erwin mengatakan berbagai kendala memang sudah melilit dunia investasi. Misalnya kendala birokrasi, regulasi, infrastruktur, dan ketidakpastian hukum yang telah membuat investor berpikir banyak kali untuk masuk ke Indonesia. (tw)

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s