1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

131109: hari jum’at saat menjelang libur mingguan … 13 November 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 5:55 am

order jual trub:
125
order jual trub tambahan:
124
123
order jual trub:
123 full matched
order jual trub:
124 full matched
order jual trub gw withdraw:
125
———————————————— saham lain
adro_tren_12m_111109
… secara signifikan adro menunjukkan tren naek sejak 1 taon yang lalu … terutama sejak Januari 2009 … sinyal beli sangat lemah, justru pada saat ini … tapi harga saham adro malah sedang tinggi-tingginya walau pun menyentuh medium bollinger bands di 1570 … 121109 adro ditutup menguat di 1620, berarti makin menembus batas atas bollinger bands di 1600 pada 111109 .. di blog saham adro, gw pernah mendapatkan pertanyaan dari seorang pembaca: saham adro bwat inves atawa trading? gw jawab kedua-duanya, tapi bwat inves juga lumayan walau pun tidak sedahsyat bumi, seh … ternyata secara kebetulan, beneran dah adro JUSTRU BINTANG saham gw di OKTOBER, bahkan pada saat semua saham milik gw terkoreksi … lalu gimana 1 taon ke depan, well, gw ga tau pasti seh, tapi untuk inves pasti tetap menarik … untuk trading mah, jelas ada labanya juga …
adro_tren_12m_111109_bumi
order jual adro:
1650

neh, pada September 09, ada analisis teknikal TETANGGA untuk adro:

[ADRO+3+sept.png]
order jual adro:
1650 full matched
order jual adro tambahan:
1690
order jual adro:
1690 full matched
———————————————— saham lain
order jual elsa:
315
order jual elsa tambahan:
310
order jual elsa:
310 full matched
order jual elsa gw withdraw:
315
———————————————— saham lain
order jual bnii:
355
order jual bnii tambahan:
350
order jual bnii:
350 full matched
355 full matched
———————————————— saham lain
order jual indy:
2250
order jual indy tambahan:
2200
order jual indy revisi:
2225
order jual indy gw withdraw:
2250
order jual indy gw withdraw:
2200
2225
———————————————— saham lain
order beli bumi:
2375
order beli bumi :
2375 full matched
order jual bumi:
2425
order jual bumi:
2425 full matched
order beli bumi tambahan:
2425
order jual bumi tambahan:
2475
order beli bumi:
2425 full matched
order beli bumi tambahan:
2400
order jual bumi tambahan:
2450
order beli bumi:
2400 full matched
order jual bumi:
2450 full matched
order jual bumi gw withdraw:
2475
———————————————— saham lain
IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis 0,2%
Jum’at, 13 November 2009 – 11:32 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi siang berhasil menanjak dari zona negatif, jika dibandingkan pembukaan indeks saham pagi tadi. Pergerakan sejumlah saham unggulan yang cenderung positif serta minimnya kabar di pasar modal di akhir pekan, tampaknya memberikan imbas pada penutupan indeks siang ini.

Indeks saham pada perdagangan Jumat (13/11/2009) sesi pertama siang ini ditutup naik 4,96 poin atau setara 0,2 persen ke level 2.425,241. Sementara itu indeks LQ45 menguat tipis 1,2843 poin ke posisi 478,232 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 1,233 poin ke posisi 396,595.

Sementara itu, nilai perdagangan ditutup sebanyak 3,924 miliar lembar saham senilai Rp1,458 triliun. Sedangkan total frekuensi mencapai 29.287 kali transaksi. Terdapat 69 saham yang menguat, 69 melemah, dan 58 stagnan.

Menurut buletin CIMB iTrader mengungkapkan, pergerakan indeks Dow Jones yang mengakhiri rally enam hari berturut turut akibat koreksi saham energi, meskipun earning results retailers besar di US sebetulnya cukup baik. “Regional pagi ini merespond “breather” Dow semalam dan sepertinya IHSG juga akan ikut bergerak negatif, sambil mengantisipasi data ekonomi selanjutnya,” ujar keterangan tersebut, Jakarta, Jumat (13/11/2009).

Sedangkan saham yang ditutup menguat atau top gainer, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp250 ke level Rp22.250, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp250 menjadi Rp16.750, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp250 ke Rp10.400, dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) naik Rp150 ke posisi Rp7.700.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp200 ke posisi Rp5.500, PT Indosat Tbk (ISAT) melemah Rp100 ke Rp5.200, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi Rp100 menjadi Rp15.600.
(css)
Jumat, 13/11/2009 07:11 WIB

Rekomendasi untuk saham ADRO, INDF, SMGR

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Minimnya katalis domestik dan bervariasinya pergerakan bursa regional mengakibatkan IHSG gagal menembus resistan 2.430.

Trimegah Securities mengatakan bahwa pelaku pasar mencermati perkembangan dari sentimen regional meski secara teknikal IHSG berpeluang bergerak di kisaran 2.400-2.482. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 2.380-2.440.

Optima Sekuritas menilai penguatan indeks 16 poin atau 0,6% ke level 2.420 disumbang ASII kemudian BBCA, ADRO dan SMGR. Saham BUMI justru melemah 1% padahal menyumbang 31% dari nilai transaksi bursa, mengisyaratkan banyak investor yang rugi.

Dari posisi penutupan, indeks berada di level midle band dan MACD memberi sinyal bullish crossover sehingga peluang rally cukup terbuka. IHSG diperkirakan menguat ke level 2.400-2.450.

Sementara itu, OSK Nusadana mengatakan bahwa IHSG kemarin naik 0,68% ke level 2.420 dipicu oleh kenaikan harga Adro, ITMG, dan ASII. Stochastic naik menuju overbought area, MACD histogram menjadi positif dan kemarin IHSG ditutup di atas MA20.

IHSG ditutup mendekati level resistance kuat di 2.425, yang merupakan titik 76,4% fibonacci retracement. IHSG pada hari ini kami proyeksikan bergerak ke kisaran 2.405-2.434. Saham pilihan adalah ASII, ADRO, SMGR, INDF, dan BMRI.

Di sisi lain, Kresna Securities menilai IHSG berada pada titik resistan di 2423 dan cenderung berkonsolidasi sebelum break out terhadap resistannya.

Potensi profit taking cukup terbuka mengingat indeks menguat 2 hari berturut-turut serta Stochastic yang bergerak menurun dari sebelumnya di 68.7 ke 61.5. Trading range pada untuk hari ini berada antara 2405 dan 2434. Rekomendasi untuk saham ADRO, INDF, SMGR.

13/11/2009 – 06:09
Koreksi Masih Bayangi IHSG
Masih Banyak Saham Menjanjikan
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (13/11) berpeluang terkoreksi. Beberapa saham pilihan adalah BUMI, ANTM, ADRO dan BBNI serta saham lapis dua CPIN dan JPFA.

Analis pasar modal Valbury Securities, Krisna Dwi Setiawan mengatakan, IHSG akhir pekan ini cenderung terkoreksi. IHSG masih akan sulit bergerak naik meski ada ekspektasi terjadi window dressing.

“Selama masih bergerak di bawah 2.440, maka yang terjadi adalah tren penurunan. Kenaikan hanya anomali saja karena tidak didukung oleh volume yang tinggi,” paparnya kepada INILAH.COM, Kamis (12/11), petang.

Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak anomali terhadap bursa regional yang kebanyakan melemah. Apalagi Wall Street juga gagal mencapai puncak tertingginya. Alhasil, anomali itu bisa dikatakan hanya indikator teknikal yang berbalik arah.

Penguatan IHSG juga dipicu pergerakan saham kelompok Bakrie, meskipun sudah agak terlambat. Menurutnya, saham Bakrie seharusnya menguat ketika trend bursa belum berbalik, sehingga bisa menolong IHSG menuju level 2.500 pada akhir tahun. “Namun, pergerakan saham Bakrie baru terjadi akhir-akhir ini sehingga tidak banyak berarti, karena trend global juga sudah menurun lagi,” imbuhnya.

Krisna menambahkan, aksi window dressing sebenarnya tidak banyak berimbas terhadap pasar. Pasalnya, para fund manager kebanyakan memegang saham bluechips yang sudah mencapai harga tertingginya.

“Sulit untuk melakukan window dressing ataupun mark-up, karena harga tinggi ini sudah tak bisa dijadikan target dan tak banyak menolong kenaikan indeks,” paparnya.

Ia pun memprediksi akan ada perpanjangan periode konsolidasi, seiring dengan berlanjutnya suku bunga rendah. Bagi investor, buat apa membeli sekarang jika nantinya akan ada yang lebih murah lagi. “Peluang trading hanya berdasarkan momentum saja,” imbuhnya.

Saham-saham yang disarankan adalah yang mempunyai sentimen jual dan valuasi rendah. Mengingat saham unggulan sudah mencapai harga tertingginya, maka pilihannya terbatas pada saham lapis kedua (second liners).

Seperti saham PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA). “Trading dengan price earning (PE) 2-3 kali yang relatif murah,” ucapnya.

Saham PT Bumi Resources (BUMI) juga disarankan. Menurutnya, sentimen BUMI ini disebabkan kemungkinan perseroan mengambil alih posisi PT Aneka Tambang ANTM) dalam konsorsium Multicapital untuk mengakuisisi 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). “BUMI hanya akan bermain teknikal di level 2.200-2.600,” ulasnya.

Demikian juga saham PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) yang bakal bergabung dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) 30 November 2009 mendatang.

Menurutnya, saham yang masuk dalam indeks tersebut adalah saham-saham yang dilirik para fund manager global. “Ada kemungkinan mereka masih bisa melakukan window dressing,” imbuhnya.

Pada perdagangan Kamis (12/11), IHSG ditutup menguat 16,402 poin (0,68%) ke level 2.420,281. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia berjalan cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 6,040 miliar lembar saham, senilai Rp 5,579 triliun dan frekuensi 101.029 kali. Sebanyak 74 saham naik, 108 saham turun dan 67 stagnan.

Beberapa emiten yang masih menguat antara lain PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp200 menjadi Rp7.350, PT Telkom (TLKM) naik Rp50 menjadi Rp8.800, PT Gudang Garam (GGRM) menguat Rp 200 ke Rp16.500, PT Indocement (INTP) naik Rp150 ke Rp11.500 dan PT Indosat (ISAT) naik Rp150 ke level Rp5.300.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Schering Plough (SCPI) turun Rp6.000 ke Rp33.300, PT London Sumatera (LSIP) melemah Rp200 ke Rp7.550, dan PT United Tractor (UNTR) turun Rp200 menjadi Rp15.700.

Demikian pula saham PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp100 menjadi Rp14.600, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp50 ke Rp7.300, PT United Tractors (UNTR) melemah Rp200 ke Rp15.700, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) terkoreksi Rp200 ke posisi Rp22.000.

Koreksi saham PT Bumi Resources (BUMI) mendominasi perdagangan kemarin, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,867 triliun. BUMI sendiri terpantau melemah Rp25 (1,03%) ke level Rp2.400 per lembarnya.

Namun, penguatan beberapa saham, seperti saham otomotif dan tambang, mampu meredam sentimen negatif bursa. PT Astra International (ASII) kemarin naik 1.750 poin ke level Rp32.750. Sedangkan saham PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 25.100, serta ADRO naik Rp 70 menjadi Rp 1.620. [mdr]

Drop in US energy use drags stock market lower

Stocks fall as weaker consumption of oil and gas stirs worries about economy; Dow drops 94 pts

By Tim Paradis, AP Business Writer
On 5:44 pm EST, Thursday November 12, 2009
NEW YORK (AP) — A jump in the nation’s energy inventories sent stocks falling Thursday as investors worried that demand for oil and gasoline is falling because of the struggling economy.

Major stock indexes slid about 1 percent from 13-month highs, including the Dow Jones industrial average, which fell 94 points after six days of gains. The inventory report from the government pushed crude oil down 3 percent, below $77 a barrel. A gain in the dollar also weighed on prices for commodities including oil by making them more expensive for overseas buyers.

A drop in energy company stocks upended an early advance led by technology shares, which rose after 3Com Corp. agreed to a $2.7 billion takeover by Hewlett-Packard Co. and as Intel Corp. said it would pay $1.25 billion to Advanced Micro Devices Inc. to settle legal disputes.

But stocks could get a boost Friday from The Walt Disney Co., which said after the closing bell that its quarterly profit jumped 18 percent on better results at its movie studio.

The disappointing report on energy usage overshadowed more upbeat news about the economy. The Labor Department said new claims for unemployment insurance fell last week to a seasonally adjusted 502,000 from an upwardly revised 514,000 the previous week. That’s the fewest claims since early January and better than economists had forecast.

Wal-Mart Stores Inc. reported third-quarter earnings that beat analysts’ expectations, though sales at stores open at least a year dropped during the quarter. The nation’s biggest retailer said sales at existing stores would range from a drop of 1 percent to a gain of 1 percent in its fourth quarter. Sales at stores open at least a year are an important indicator of a retailer’s strength.

The mammoth company is seen as a key indicator of consumer spending trends. Investors have worried for months that consumers are so strained by unemployment and lower home prices that they won’t spend more and help propel a recovery in the economy.

Frank Ingarra Jr., co-portfolio manager at Hennessy Funds in Stamford, Conn., said stocks had been due for a break after steep gains in the past week. The Dow and the S&P 500 index closed at their highest levels since October 2008 on Wednesday.

“There is very light volume so it looks like the market wants to do a little consolidating here,” he said.

The Dow fell 93.79, or 0.9 percent, to 10,197.47. It was the biggest drop since Oct. 30 and only the second time this month it fell. The Dow had risen 519 points, or 5.3 percent, in the prior six days — its longest stretch of gains since late August.

The broader S&P 500 index fell 11.27, or 1 percent, to 1,087.24, after two days of gains. The Nasdaq fell 17.88, or 0.8 percent, to 2,149.02.

The Russell 2000 index of smaller companies fell 12.39, or 2.1 percent, to 580.32.

Four stocks fell for every one that rose on the New York Stock Exchange, where consolidated volume came to 4.2 billion shares compared with 4.3 billion Wednesday.

Tom Nyheim, portfolio manager at Christiana Bank & Trust Co. in Greenville, Del., said the drop in oil wasn’t likely to continue because demand would outstrip supply as economies in Asia and elsewhere recover ahead of the U.S.

Nyheim said the market’s drop indicated a healthy caution among traders after an eight-month advance that has pushed the S&P 500 index up 60.7 percent. Nyheim predicts that investors satisfied with their gains for the year might avoid placing big bets in November and December to safeguard their returns.

“I think we’re going to consolidate, maybe flat-line toward the end of the year,” he said.

Treasurys rose, pushing yields lower. The yield on the benchmark 10-year Treasury note fell to 3.45 percent from 3.48 percent late Tuesday. Bond markets were closed Wednesday for Veterans Day.

Crude oil fell $2.34 to settle at $76.94 per barrel on the New York Mercantile Exchange. Gold fell after eight days of gains, settling at $1,106.60.

The drop in oil weighed on energy stocks. Anadarko Petroleum Corp. fell $2.43, or 3.7 percent, to $62.55, while Range Resources Corp. fell $2.22, or 4.3 percent, to $48.98.

Among tech stocks, 3Com rose $1.77, or 31.1 percent, to $7.46, while H-P fell 30 cents, or 0.6 percent, to $49.70.

Advanced Micro rose $1.16, or 21.8 percent, to $6.48, and Intel fell 16 cents, or 0.8 percent, to $19.68.

Wal-Mart rose 27 cents, or 0.5 percent, to $53.24. Kohl’s Corp. rose 5 cents, or 0.1 percent, to $54.64 after the department store chain’s fiscal third-quarter profit rose 21 percent.

Overseas, Britain’s FTSE 100 rose 0.2 percent, Germany’s DAX index fell 0.1 percent and France’s CAC-40 lost 0.2 percent. Japan’s benchmark Nikkei stock average fell 0.7 percent.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s