1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

komunitas pemaen saham SEMOGA BENER TERCIPTA … 191109 19 November 2009

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 2:37 am

… diam2… evolusi sebuah komunitas pemilik modal kecil menjadi aktivis transaksi saham TELAH TERJADI … gw ga pake teori ini seh sebelumnya, tapi harus gw akui penulisnya benar-benar jeli …

Rahasia Merangkul dan Memengaruhi Komunitas
Kamis, 12 November 2009
Oleh : Harmanto Edy Djatmiko
Dengan memahami pola interaksi suatu komunitas, Anda bukan saja bisa merangkulnya, melainkan juga memengaruhi dan mendorongnya ke arah tipe komunitas yang Anda inginkan. Hebat kan?

Eksklusif. Itulah salah satu ciri menonjol suatu komunitas. Walaupun ketika terbentuk atau sengaja dibangun, kemungkinan besar tak ada secuil pun niat dari para anggotanya untuk mengembangkan ciri atau sifat seperti itu. Namun, karena suatu komunitas biasanya memiliki kesamaan minat, hobi atau hasrat yang sangat spesifik, jadilah mereka tampak eksklusif di mata “orang kebanyakan”. Mulai dari komunitas pecinta sepeda tua, pemburu tas atau sepatu merek tertentu, fan klub sepak bola, hingga yang berat macam komunitas diskusi filsafat atau transformasi budaya.

Tumbuh suburnya beragam komunitas belakangan ini, menunjukkan betapa setiap manusia sesungguhnya butuh ruang untuk mengekspresikan dirinya. Baik yang sebatas klangenan maupun ekspresi dari gejolak idealisme atau mimpi-mimpinya. Sedemikian spesifiknya kebutuhan berekspresi itu sehingga sulit bagi Anda, misalnya, diterima komunitas pecinta burung perkutut kalau Anda tak mampu membedakan merdu-tidaknya suara koong burung perkutut. Anda juga pasti jengah berada di lingkungan komunitas diskusi sastra kalau Anda termasuk tipe gila shopping dan tak suka membaca karya sastra bermutu – Anda mungkin lebih pas dan dihargai bila masuk komunitas Belanja Sampai Mati, misalnya.

Akan tetapi, seeksklusif apa pun suatu komunitas, para anggotanya tetaplah manusia. Sudah menjadi kodratnya, selain sebagai pribadi yang unik, ia tetaplah makhluk sosial. Jadi, meskipun seseorang telah merasa happy berekspresi di komunitas yang satu, ia masih butuh bersosialisasi dengan komunitas lain yang masih bersinggungan dengan hasrat lain yang belum terekspresikan di komunitas tersebut. Semua ini sangat dimudahkan dan dipacu oleh pesatnya pemanfaatan Internet, teristimewa dengan kian mewabahnya situs jejaring sosial dan pertemanan seperti Facebook, Friendster, Twitter, blog dan milis.

Karena itu, menjadi pemandangan biasa dewasa ini, pada saat yang bersamaan seseorang bisa sekaligus menjadi anggota dua, tiga, bahkan empat komunitas yang berbeda-beda. Implikasinya, terjadilah interaksi antara satu komunitas dengan satu atau lebih komunitas lainnya. Ada memang komunitas yang cenderung tertutup (misalnya para penggemar tas branded), tetapi banyak pula komunitas yang terbuka terhadap komunitas lain (misalnya para pecinta sejarah dan budaya). Ini sejalan dengan temuan survei SWA, bekerja sama dengan Prasetiya Mulya Business School, bahwa komunitas yang sangat tergantung pada produsen biasanya kurang interaktif. Di sisi lain, komunitas sosial cenderung lebih interaktif.

Survei komunitas yang ketiga kalinya ini memang fokus meneliti pola yang muncul dalam interaksi antarkomunitas. Survei ini juga mencermati arah interaksi yang terjadi di setiap pola tersebut, serta berusaha menemukan gambaran kecenderungan kesamaan pola interaksi antara satu komunitas dengan komunitas lainnya.

Terdengar rumit, memang. Namun, asalkan Anda sedikit bersabar dan telaten membaca tulisan-tulisan Sajuta setelah ini, temuan survei komunitas kali ini sebetulnya lebih sederhana, konkret, mudah dipahami, serta memiliki nilai praktis untuk diaplikasikan dalam bisnis Anda. Pasalnya, survei ini fokus mengungkap karakteristik internal beragam komunitas, bagaimana mereka bergerak, bersinggungan, dan mengembangkan dirinya.

Bagaimanapun, merebaknya beragam komunitas konsumen saat ini jelas menuntut strategi pengembangan produk atau merek yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunitas yang akan dibidik. Ini penting, karena dewasa ini pengaruh komunitas kian dominan terhadap preferensi produk atau merek yang dipilih dan digunakan para anggotanya. Sementara itu, fakta berbicara pula bahwa para produsen atau pemilik merek yang giat bekerja sama dengan berbagai komunitas umumnya mendapat penghargaan yang lebih dari komunitas.

Pemahaman mendalam tentang ciri dan dinamika suatu komunitas serta pola interaksinya juga bisa dijadikan semacam tool untuk memilih dan menentukan pendekatan yang paling pas dalam bermitra dengan suatu komunitas. Bahkan kalau perlu, memengaruhi dan mendorong suatu komunitas ke arah tipe interaksi yang diinginkan produsen atau pemilik merek.

Akhirnya, sebagai pengembangan dari survei sebelumnya (tahun 2007 dan 2008), survei tahun ini mengungkap pula komunitas-komunitas terbaik di mata profesional dan merek-merek terbaik pilihan komunitas.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s