1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

saham DIBELI, saham lebe murah daripada obligasi … 231109 23 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:11 am

Senin, 23 November 2009 | 08:13

PORTOFOLIO INVESTASI

Obligasi Kemahalan, Investor Lirik Saham

JAKARTA. Tahun ini, obligasi – terutama Surat Utang Negara (SUN) – masih jadi primadona. Salah satu indikatornya adalah indeks IDMA Goverment Bond, yang mencerminkan rata-rata harga SUN, menyentuh level tertinggi 95,24 pada 20 Oktober lalu.

Berarti, harga SUN sudah naik 7,97% dari posisi akhir tahun lalu di level 88,21. Otomatis, imbal hasil atau yield obligasi semakin turun dan berbanding terbalik dengan kenaikan harga obligasi.

Mulai mengerutnya imbal hasil obligasi saat ini menyebabkan beberapa institusi keuangan besar berencana mengalihkan investasinya dan memperbesar porsi portofolionya di saham pada tahun depan. Contohnya, PT Jamsostek, yang kini masih berburu obligasi subordinasi perbankan, tapi nanti akan memperbesar porsi portofolio saham dari 16% menjadi 18%.

“Pada kuartal empat 2009, harga obligasi sudah tinggi, sehingga yield-nya semakin rendah,” kata Elvyn G. Masassya, Direktur Investasi Jamsostek, kemarin (22/11). Dia menambahkan, per akhir September 2009, Jamsostek menikmati return portofolio di saham sebesar 18%.

Sementara, Presiden Direktur PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) Denny Thaher menyatakan, tahun 2010 ekonomi dunia diprediksi membaik dan suku bunga berpeluang kembali naik. Akibatnya, yield obligasi bakal sedikit berkurang.

Menurut dia, penempatan investasi di obligasi atau saham sangat bergantung pada karakter dan jangka waktu investasi si investor. “Saya akan lebih fokus ke saham, karena ini investasi jangka panjang,” ujar Denny.

Sedangkan analis Universal Broker Indonesia Securities Andri Zakarias Siregar menilai, kecenderungan pengalihan dana obligasi ke saham merupakan imbas dari mencuatnya kabar Bank Indonesia (BI) akan membatasi kepemilikan asing di surat berharga. “Jadi, investor bisa saja mulai berpikir untuk mengalihkan dananya ke saham,” ujarnya.

Namun, Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero menilai, portofolio pada instrumen obligasi hingga 2010 tetap masih menarik. “Di obligasi, risiko capital loss jauh lebih kecil,” katanya.

Irma Yani, Yuwono Triatmodjo KONTAN

Senin, 23 November 2009 | 09:30

KINERJA PERUSAHAAN SEKURITAS

Broker Asing Tetap Dominan

JAKARTA. Broker asing kian mendominasi perdagangan di bursa saham Indonesia. Kesimpulan itu muncul dari statistik transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tiga bulan terakhir.

Salah satu perusahaan sekuritas yang aktif berdagang adalah PT CLSA Indonesia. Transaksi brokerage CLSA selama Oktober 2009 senilai Rp 11,38 triliun, atau setara 5,75% dari total transaksi brokerage di BEI selama Oktober, yaitu Rp 197,94 triliun.

Pada pekan pertama dan kedua November 2009, CLSA masih masuk peringkat lima besar teraktif. Presiden Direktur CLSA Suwatara Gotama menuturkan, tingginya transaksi brokerage CLSA tidak lepas dari ketepatan analisis yang diberikan perusahaannya ke nasabah.

“Kami sangat berhati-hati dalam memberikan rekomendasi transaksi maupun harga dari sebuah saham. Itu sebabnya, rekomendasi kami memiliki tingkat akurasi sekitar 70%,” katanya, Ahad (22/11).

Hingga kini, CLSA Indonesia memiliki lebih dari 300.000 nasabah. Sebanyak 80% nasabah CLSA merupakan investor asing. Rata-rata transaksi brokerage di CLSA Rp 200 miliar per hari.

Tapi, Suwarta enggan merinci berapa besar fee yang mereka raup hingga saat ini. “Masalah komisi, saya pikir sama saja. Kami juga mengenakan fee sebesar 0,01 dari nilai transaksi, sesuai dengan keputusan BEI,” ujarnya.

Broker asing yang tidak kalah aktif adalah PT CIMB Securities Indonesia. Perusahaan yang sahamnya dimiliki CIMB Group asal Malaysia itu, akhir September lalu, tercatat sebagai broker teraktif, dengan nilai transaksi Rp 7,120 triliun. Itu setara dengan 5,33% dari total transaksi BEI sepanjang September, yaitu Rp 133,61 triliun.

Namun, di Oktober 2009, CIMB Securities merosot ke posisi ketiga broker teraktif, dengan nilai transaksi Rp 9,08 triliun. Dan, hingga pekan ketiga November 2009, CIMB berhasil naik peringkat, ke urutan kedua dalam daftar broker teraktif.

“Peringkat tidak perlu dirisaukan. Yang penting, nilai transaksi brokerage kami selama tiga bulan terakhir terus meningkat,” ujar Senior Vice President Corporate Finance CIMB Securities A. Siwiwardhani.

Roy Franedya KONTAN

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s