1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

belajar mah bole apa aja dah … 281109 28 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:28 am

Jumat, 20/11/2009 08:51 WIB

Memahami berdagang produk keuangan

oleh : Eko Endarto

Saat ini kami menangani proyek pelatihan untuk persiapan pensiun salah satu perusahaan pertambangan besar di Indonesia. Ada hal menarik yang ingin saya bagikan kepada Anda, pembaca Bisnis Indonesia edisi Minggu.

Pada pelatihan tersebut kami menemukan hal yang mengejutkan bahwa sekitar 70% akan menjadi pengusaha saat mereka pensiun kelak. Saat ditanya usaha apa yang akan digeluti, sebagian besar mengataan akan berdagang. Namun, sebenarnya berdagang bukanlah kegiatan yang mudah. Memang banyak yang telah berhasil dengan menjadi pedagang, tetapi yang gagal? saya yakin lebih banyak lagi.

Tulisan kali ini tidak bertujuan mendiskreditkan profesi sebagai pedagang, bahkan sebaliknya saya ingin mengembangkan profesi ini menjadi lebih maju.

Bila dulu kita beranggapan bahwa berdagang berarti kita menjual barang kelontong seperti mi instan, gula, beras dan sebagainya, saat ini dengan kemajuan zaman Anda bisa berdagang perusahaan, kopi, hingga emas dalam hitungan besar.

Dagang yang saya maksud di sini adalah perdagangan di produk keuangan. Mungkin Anda masih bingung apa maksudnya. Yang ingin saya tekankan di sini adalah Anda bisa berdagang di beberapa produk keuangan yang sejatinya memang merupakan produk yang bisa diperdagangkan. Beberapa produk itu adalah saham, obligasi, komoditas, valas, emas dan sebagainya.

Berdagang produk keuangan cukup mudah, Anda hanya perlu menjadi anggota dari salah satu perusahaan pialang atau broker di pasar yang dimaksud, setelah itu Anda sudah bisa menjadi pedagang.

Bahan baku yang diperdagangkan tersedia, tinggal memutuskan mau ‘bermain” di pasar apa, regulasi perdagangan sudah ditetapkan yang berarti Anda lebih terlindungi dibandingkan dengan berjualan mi instan di pasar tradisional. Pastinya tidak ada pungutan liar yang bisa menjadi penambah biaya operasional harian Anda.

Satu lagi, saat ini perdagangan produk keuangan sudah sangat lazim dilakukan hanya melalui telepon atau Internet, jadi hanya perlu duduk di depan komputer atau laptop dan siapkan kopi beserta koran Bisnis Indonesia sebagai referensi, Anda sudah bisa jadi pedagang.

Bursa saham

Pernah terbayang berapa yang harus Anda keluarkan untuk membeli sebuah perusahaan pertambangan bernama PT Tambang Timah? atau berapa besar kocek Anda harus gali untuk membeli bank bernama BCA? kalau kita bicara angka riil pasti tidak akan terbeli. Namun, hal itu dimungkinkan bila kita bertransaksi melalui bursa saham.

Mungkin hal ini bukan hal baru bagi kita, tetapi mengetahui bahwa bursa atau jual beli saham bisa dijadikan bisnis bisa jadi tidak semua orang menyadari. Berdagang saham berarti kita melakukan jual beli saham.

Keuntungan bertransaksi melaui bursa saham adalah kita tidak perlu susah-susah mencari perusahaan yang akan kita miliki sahamnya. Hanya melihat daftar nama perusahaan yang tercatat sebagai saham yang diperdagangkan, maka kita sudah bisa membeli sesuai dengan keinginan kita.

Saat ini terdapat lebih dari 100 perusahaan terdaftar memiliki saham yang bisa dibeli oleh siapa saja melalui bursa, yang berarti tanpa harus bersusah payah kita mendapatkan barang dagangan yang siap kita perdagangkan.

Dalam perdagangan saham ini kita membeli bahan baku yaitu saham tadi dalam satuan lot di mana 1 lot jumlahnya sama dengan 500 lembar saham. Berarti kalau kita membeli saham perusahaan A yang harganya di bursa adalah Rp400 dan kita ingin membeli 10 lot, cukup siapkan dana sebesar Rp400 x 500 x 10 =Rp2 juta dan Anda memiliki saham perusahaan A yang siap diperdagangkan.

Tunggu saja pembeli yang juga akan ada di pasar tersebut. Misalnya, ada pembeli yang berani membeli saham tersebut seharga Rp450 maka kita tinggal menjual dan akan mendapat keuntungan Rp50 x 500 x 10 = Rp250.000. Cukup besar dan mudah, bukan.

Bursa komoditas

Satu lagi sarana perdagangan di produk keuangan adalah komoditas. Disebut komoditas karena memang yang menjadi dasar perdagangan adalah komoditas. Baik itu pertanian maupun pertambangan dan keuangan.

Perbedaannya dengan produk saham adalah produk komoditas ini merupakan derivatif atau turunan dari transaksi sebenarnya. Gampangnya, kalau kita membeli komoditas kopi, maka yang diperdagangkan di pasar ini bukan kopi tapi kontrak perdagangan kopi.

Dalam dunia nyata transaksi ini sama seperti sistem ijon atau janji beli. Misalnya, kita melihat bahwa mangga di pekarangan tetangga sudah mulai berbuah, kita bisa membuat perjanjian dengan tetangga untuk berjanji akan membeli mangga tersebut pada harga 100 per biji, membeli 100 biji dan diambil 1 minggu setelah perjanjian.

Sebagai tanda jadi kita titipkan uang jaminan sebesar Rp1.000. Dua hari kemudian kita bertemu penjual mangga yang ingin mencari mangga. Kita bisa menjual ‘janji’ di atas kepada pedagang, misalnya, dengan harga Rp150 per biji maka kita sudah mendapat keuntugan Rp50 x 100 atau Rp5000. Pada saatnya nanti kita menyerahkan mangga itu kepada pembeli kontrak atau janji.

Nah seperti itulah transaksi di bursa komoditas. Ada kontrak transaksi, ada uang jaminan, dan ada tanggal jatuh tempo kontrak. Itulah yang menjadi barang dagangan kita. Jadi dengan dana yang relatif rendah kita bisa melakukan perdagangan. Karena kita hanya mengeluarkan uang jaminan untuk transaksi lebih besar.

Kesimpulan

Bila profesi sebagai pedagang menjadi pilihan saat pensiun nanti atau sambilan selain menjadi karyawan, menjadi pedagang surat berharga bisa menjadi pilihan.

Dengan investasi relatif rendah karena tidak perlu memiliki tempat khusus seperti toko atau kios, kita sudah bisa berdagang.

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s