1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

dalam teropong ekonomi makro, indo senyum2 … 281109 28 November 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:08 am

Ika Akbarwati
Associate Analyst Vibiz Research Center
Prospek Cerah Ekonomi Indonesia di 2010
Jumat, 27 November 2009 09:07 WIB

(Vibiznews – Economy) – Indonesia, seperti sebagian besar negara lain di dunia, tidak dapat serta-merta keluar tanpa ‘tergores’ dari krisis ekonomi global pada tahun 2010 mendatang. Hingga kuartal ketiga tahun 2009 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang cuku sehat setelah pada akhir tahun 2008 lalu sempat mengalami guncangan. Dalam triwulan II-2009, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 3,7%, setelah pada triwulan sebelumnya mencatat 4,4% yoy. Pada triwulan III-2009 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 4,2% atau membaik dari perkiraan semula yang hanya 3,9%. Secara keseluruhan tahun 2009, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4%-4,5% (27/11).

Krisis keuangan global tidak menghantam secara langsung sektor keuangan Indonesia karena tidak ada bank komersial di Indonesia yang memiliki keterkaitan terhadap instrumen subprime mortgage di AS. Kondisi sektor keuangan di Indonesia pada tahun 2009 ini cukup stabil meskipun ada beberapa hal yang hingga kini masih menjadi momok, terutama kasus Bank Century, akan tetapi tampaknya risiko sistemik untuk muncul cukup dapat dikendalikan. Pada tahun 2009 ini masyarakat masih menikmati tingkat suku bung yang rendah seiring dengan kebijakan BI untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Sejak bulan Januari 2009 BI telah memangkas suku bunga sebesar 225 bps dan posisi BI rate saat ini berada di level 6.5%. Agresifitas BI untuk menurunkan suku bunga tidak lepas dengan inflasi yang terkendali di Indonesia seiring dengan melemahnya harga komoditas global, terutama minyak mentah. Diperkirakan target inflasi tahunan untuk berada di kisaran 5 – 7% akan dapat tercapai pada akhir tahun 2009 ini.

Tantangan Ekonomi Indonesia di Tahun 2010
Krisis keuangan global telah menunjukkan pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia, terutama dengan penurunan yang terjadi pada nilai ekspor kita. Di tengah krisis ekonomi global yang mengguncang seluruh dunia, dampak riil dari kondisi ini adalah turunnya tingkat ekspor dari banyak negara. Kondisi ini tentu dapat dimaklumi mengingat permintaan mengalami penurunan tajam di seluruh dunia akibat turunnya daya beli. Indonesia yang merupakan negara yang juga mengandalkan ekspor sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari kondisi ini.

Tercatat bahwa ekspor Indonesia pada tahun 2009 ini mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Ekspor bulan Februari hingga Juli sempat mengalami kondisi di bahwa 10 miliar dolar. Hal ini tentunya cukup membuat khawatir sebab sekitar 20 – 30% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh ekspor.

Pada tahun 2010 mendatang diperkirakan ekspor masih akan menjadi sektor yang mengalami pukulan. Ekspor ke negara-negara mitra dagang penting seperti Jepang, AS, dan Uni Eropa diperkirakan masih rentan sebab ketiga kawasan ini merupakan yang terparah terkena krisis.

Prospek Ekonomi Indonesia di Tahun 2010
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan masih akan cukup baik dibandingkan negara-negara tetangga. Diperkirakan kondisi ekonomi akan mengalami perbaikan dibandingkan dengan kondisi ekonomi di tahun 2009 ini.

International Monetary Fund (IMF) memprediksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2010 akan mencapai 4.8%. Bank Dunia bahkan menetapkan proyeksi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2010, yaitu pada level 5.4%.

Indonesia diperkirakan merupakan salah satu negara yang dapat keluar dari resesi krisis global. Sektor konsumsi diperkirakan masih akan menjadi bantalan yang mampu mempertahankan pertumbuhan positif di Indonesia.

Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa prospek ekonomi di tahun 2010 untuk Indonesia tampak lebih cerah. Diperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 dapat berada pada angka 5.5%. Angka ini dapat dikatakan cenderung optimis jika mengacu pada proyeksi Bank Dunia sebesar 5.4% dan IMF sebesar 4.8%, akan tetapi tetap lebih baik dari prediksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 yang sebesar 4%.

Pertumbuhan ekonomi yang membaik juga tercermin dari kenaikan pendapatan per kapita menjadi sekitar 2,700 dolar pada tahun 2010, dari proyeksi di kisaran 2,250 dolar di tahun 2009. Sementara itu momentum pertumbuhan di sektor industry tampaknya justru mengalami penurunan tipis. Diperkirakan proporsi sumbangan sektor industry terhadap pertumbuhan GDP menjadi hanya 40.7% dari proyeksi 40.9% di tahun 2009. Proporsi ini turun jauh dari 42.1% pada tahun 2008 lalu. Kondisi ini tentunya tidak lepas dari imbas krisis ekonomi yang memaksa permintaan produk industri Indonesia di dunia mengalami penurunan akibat melemahnya daya beli. Sementara itu tampaknya sektor pertanian masih memegang peranan yang cukup penting, dengan proporsi sumbangan terhadap GDP sebesar 13.6%.

Yang menarik adalah ekspor di tahun 2010 mendatang diperkirakan akan mengalami kenaikan tajam dibandingkan tahun 2009 ini. Pada tahun 2009 ekspor diperkirakan mengalami penurunan sebesar 18.3% dari tahun 2008 lalu. Nilai ekspor keseluruhan di tahun 2009 dipeerkirakan hanya mencapai sebesar 113.8 miliar dolar, anjlok dari 139.3 miliar dolar di tahun 2008. Akan tetapi kinerja ekspor di tahun 2010 diperkirakan membaik. Pada tahun 2010 nanti ekspor diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 7%. Ekspor di tahun 2010 diperkirakan mencapai nilai sebesar 125 miliar dolar AS.

Stimulus Fiskal dan Moneter Memegang Peranan Penting dalam Menjaga Momentum Pertumbuhan
Dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di Asia khususnya Indonesia, Pemerintah harus terus meneruskan program stimulus fiskal dan moneter sampai perekonomian kembali pulih. Stimulus fiskal dan moneter harus terus digelontorkan dalam masa pemulihan ekonomi dunia. Di samping itu kebijakan finansial juga harus terus dilanjutkan sebagai upaya stabilitasi dalam sistem finansial di seluruh dunia.

Pasca terjadinya krisis perekonomian dunia masih rentan dan prematur, terbukti dari tiga hal penting yang terjadi.

Masih tingginya harga perumahan yang mengakibatkan angka kesejahteraan rakyat terus menurun. Kemudian balance sheet bank yang terus kehilangan banyak modalKarena modal perbankan yang cenderung menipis maka otomatis bank sangat sulit memberikan kredit. Pertumbuhan kredit di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan membukukan pertumbuhan kredit yang negatif. Terakhir, pertumbuhan pengangguran yang terus meningkat. Krisis ini mengakibatkan pertumbuhan pengangguran yang cukup tinggi.

Ketiga hal tersebut dapat diantisipasi dengan kebijakan pemerintah, Bank sentral dan stimulus fiskal serta moneter.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s